
Dong Joo dan Ha Na sudah bersiap mengikrarkan janji suci di hadapan para tamu udangan.
Suasana menjadi penuh hikmat dan hening.
Semua mata tertuju pada pasangan pengantin tanpa menyadari tamu tak di undang masuk.
Tamu itu adalah ibu dari Dong Joo.
Mi Ra....
Ia memakai kerudung hitam dan pakaian serba hitam seperti ke pemakaman.
Kabar pernikahan puteranya ternyata telah sampai ke telinganya.
Diam diam ia kembali ke Korea tanpa sepengetahuan Dong Joo dan suaminya.
Mi Ra yang menyelinap masuk dan duduk di bangku tamu itu membawa sebuah pistol yang berisi peluru.
Saat Dong Joo dan Ha Na sudah siap mengucapkan janji sehidup semati.
Mi Ra bangun dari kursinya dan...
Maafkan ibu nak.
Ibu akan menebus kesalahan ini dengan membusuk di neraka.
Maaf juga karena harus ibu yang mengakhiri hidupmu.
Tapi ibu tidak akan rela pihak Jung Hwa dan Yun Hee menang kembali.
Karena itu ibu mengorbankanmu agar mereka menderita melihat puteri mereka kehilangan orang yang di cintainya di depan mata.
Siksaan itu setidaknya akan membuat mereka juga tersiksa seperti apa yang dirasakan kakek dan ibu dulu..
Selamat tinggal putraku..
DORRRRRR.....
Sebuah peluru melesat dan tepat mengenai kepala Dong Jo.
Dong Joo langsung tumbang di tempat.
Saat semua mata mengarah pada sumber tembakan.
Nampaklah Mi Ra yang juga menodong pistol di kepalanya dan..
DORRRRRR...
Mi Ra juga menembak dirinya sendiri dan mengakhiri hidupnya.
Suasana berubah menjadi riuh dan histeris.
Aaaaa.............
Suara teriakan dimana mana.
Ha Na terduduk tidak percaya.
Ia memangku kepala Dong Joo di pahanya yang penuh darah.
Jung Hwa dan Yun Hee juga menghampiri puterinya.
Jung Hwa sudah menelepon ambulance dan polisi.
Dong Joo menatap Ha Na dan mencoba bicara walau terbata.
"Ha..Na.,maafkan aku dan ibuku.
Maaf aku tidak bisa menyelesaikan pernikahan ini..
Ha Na menangis tersedu..
"Tidak Dong Joo tidak
Jangan berkata begitu..
Kau akan selamat,sebentar lagi ambulance akan datang.
Bertahanlah..aku mohon..
Dong Joo tersenyum walau sudah bersimbah darah..
"Maafkan aku Ha Na..
Maaf juga ayah..
Dong Joo menatap Jung Hwa.
Maaf aku tidak bisa menjaga puterimu seperti yang tadi aku janjikan..
Jung Hwa ikut sedih dan panik.
"Dong Joo,aku mohon bertahanlah..
Aku baru saja membanggakan diri karena punya menantu hebat sepertimu..
Tolong jangan menyerah...
Dong Joo menitikkan air matanya..
Ia memandang orang orang di sekitarnya juga gedung tempatnya menikah ini.
Hari ini hari pernikahanku
Tapi hari ini ajalku juga akan datang.
Aku meninggalkan wanita yang seharusnya aku lindungi seumur hidup.
Aku juga melewatkan menikmati menjadi pengantin yang berbahagia.
Aku membuat orang orang yang aku cintai menangis setelah tawa di awal tadi.
Ibu datang dan menjadi malaikat maut yang menjemput nyawaku.
Kini,aku harus membiarkan Ha Na terluka dalam karena kepergianku.
Dia pasti akan menderita dan memenuhi laut dengan air matanya.
Ha Na semakin histeris saat Dong Joo melemah dan sekarang menutup matanya.
DONG JOO!!!!!!
Dong Joo ya!!!!!
Ha Na menangis hingga membungkuk.
Dong Joo melepas nafas terakhirnya dengan baju pernikahan masih menempel di tubuhnya.
Mi Ra berhasil membuat Dong Joo sengsara seperti sumpahnya.
Kini Dong Joo telah tiada dan meninggalkan dunia untuk selamanya.
Gaun pengantin Ha Na telah di basahi oleh darah calon mempelainya.
Tidak ada lagi cahaya kehidupan di hidup Ha Na.
Ha Na juga mengantar kepergian Dong Joo ke liang lahat seperti ia mengantar kepergian Min Jae dahulu.
Ha Na berkabung dan berduka paling dalam di banding semua orang.
Saat melihat jenazah Dong Joo untuk terakhir kalinya sebelum peti di tutup.
Ha Na berbicara pada raga tapa roh itu..
"Dong Joo,kau sangat tampan walau tertidur seperti ini.
Beristirahatlah yang tenang di sana agar kau tidak lelah lagi.
Nikmati hari santaimu selagi menungguku menyusul.
Sekarang aku tidak akan memiliki rekan kerja yang sehebat dirimu lagi.
Juga tidak akan ada temanku untuk berbagi perasaan.
Tapi terima kasih sudah selalu bersamaku selama ini.
Aku mencintaimu..
Ha Na mengecup lembut jenazah Dong Joo yang sudah kaku.
Setelah itu peti itu di tutup untuk selamanya dan di timbun ke dalam tanah pemakaman yang sunyi dan sepi.
Ha Na mencoba kuat.
Tidak ada yang bisa menangani perasaan Ha Na sekarang.
Ayah dan ibunya hanya bisa menangis dan bersedih melihat penderitaan puterinya.
Entah anaknya itu masih bisa hidup dengan normal atau tidak,tidak ada yang tahu.
Mi Ra berhasil menyakiti Yun Hee dan Jung Hwa melalui Ha Na.
Ha Na berbaring di atas gundukan tanah kubur Dong Joo saat semua pelayat telah pergi.
"Tidurlah Dong Joo,akua akan disini menemanimu..
Kau tidak akan sendirian..
Ha Na benar benar kacau.
Setelah hari itu ia sering panik dan di hantui mimpi buruk.
Ha Na cuti selama setahun karena masalah psikis itu.
Ia bahkan harus berkonsultasi dengan psikiater dan ketergantungan obat penenang.
Ha Na yang periang telah hilang.
Ia lebih senang mengurung diri di kamar dan tidak ingin menemui siapapun.
Ha Na sering menangis sendiri saat mengigat kemabali tragedi di hari pernikahannya.
Saat tidur ia juga selalu di hantui mimpi buruk yang berulang.
Yun Hee dan Jung Hwa juga hancur melihat Ha Na yang seperti itu.
Mereka sudah melakukan segala cara untuk mengobati Ha Na.
Namun belum satupun cara berhasil.
Ah Ra dan In Joo juga ikut sedih melihat sahabatnya itu.
Mereka sering mengunjungi Ha Na dan membawa bayi mereka.
Namun Ha Na tetap tidak banyak bicara..
Hingga akhirnya Ha Na semakin putus asa.
Jam 11 malam,Ha Na berjalan kaki sambil bertelanjang kaki tanpa tujuan yang jelas.
Tatapan mata kosong,kulitnya pucat juga rambut dan berantakan karena tidak di sisir.
Tidak ada yang tahu Ha Na menyelinap pergi keluar di malam hari.
Fikiran Ha Na benar benar kosong.
Ia berjalan sembarangan tanpa tahu arah yang di tujunya.
Bahkan menyebrang jalan dengan sembarangan tanpa melihat kendaraan yang lalu lalang.
Saat ini di fikiran sempit Ha Na hanyalah ingin mengakhiri hidupnya yang penuh derita ini.
Ha Na lelah di hantui mimpi buruk dan mendengar bisikan bisikan yang tidak jelas.
Ha Na mungkin sudah setengah gila dan kehilangan akal sehatnya.
Kini ia pasrah saja jika ada kendaraan yang sudi menabraknya dan membuatnya bisa pergi ke akhirat dengan damai.
Ha Na menyebrangi jalan sepi dengan sembrono saat sebuh mobil mewah melaju dengan kecepatan tinggi.
Pengemudi itu kaget melihat sosok wanita yang berdiri di tengah jalan dengan tenang padahal jarak mobil dan dirinya tidak jauh lagi..
Pengendara mobil itu sudah membunyikan klakson namun wanita yang tidak lain adalah Ha Na itu tidak beranjak sedikitpun...