
Ha Na menelepon ibunya terkait kondisi saat ini.
*Halo,ibu...
Iya,ada apa Ha Na,
Ibu,maaf..
Aku sepertinya tidak bisa pulang.
Ada lubang besar yang sedang di betulkan dan ada pohon besar yang tumbang menghadang di depan kami ibu.Tidak ada jalan pintas untuk kami tembus*.
Yun Hee mengerti dan percaya pada Ha Na.
Ia juga tahu,jika saat ini yang bersama Ha Na adalah Dong Joo.
Ha Na,ibu percaya padamu.
Kau sudah cukup untuk menentukan apa tindakan yang benar dan yang salah.
Ibu hanya berpesan untukmu agar pandailah menjaga diri.
Ibu akan menjelaskan pada ayahmu nanti.
Setelah mendengar pendapat ibunya yang percaya padanya.
Ha Na memberi tahu Dong Joo.
Keputusan bulat di ambil,mereka akan mencari tempat menginap malam ini.
Dong Joo memutar balik mobilnya dan mencari hotel terdekat yang bisa untuk ia dan Ha Na mengistirahatkan badan malam ini.
Demi menghindari hal yang tidak di inginkan.
Ha Na dan Dong Joo memesan kamar berbeda dan setelah mendapatkan kunci.
Mereka mulai masuk ke kamar masing masing.
Sedangkan Won Hee..
Saat ini ia sedang memandang foto Dong Joo yang ia ambil diam diam.
Won Hee terus memandang foto itu sambil berbaring dan bicara sendiri pada foto itu.
Kau,akan menjadi pacarku nanti...
Kelak kau harus manis padaku ya...
Won Hee mengelus elus gambar foto Dong Joo di layar ponselnya itu.
Ia sudah benar benar jatuh hati pada Dong Joo.
Tekadnya sudah bulat akan meraih hati Dong Joo.
Kembali ke Dong Joo dan Ha Na.
Ha Na sedang rebahan di kamarnya.
Hem,Dong Joo sedang apa ya?
Rasanya sepi sekali,aku ingin ngobrol dengannya.
Tapi.......
Ha Na malah takut jika nanti ia dan Dong Joo malah bertindak yang bukan bukan nanti.
Tapi,aku benar benar ingin bersamanya.
Aku merundukanmu Dong Joo.
Ha Na tergolak golek tidak tentu arah karena tidak bisa tidur.
Berkali kali ia mengecek ponselnya juga tidak ada pesan dari Dong Joo masuk.
Ha Na lalu menendang nendang selimutnya..
AAAAAAAA....
Aku bisa gila.....
Ha Na malah marah sendiri pada dirinya.
Ia tidak jelas pada apa maunya dan tidak memahami dirinya sendiri.
Tok..Tok..Tok...
Ha Na mendelik ke arah pintu...
Siapa yang mengetuk pintu itu?
Ini sudah tengah malam..
Apa hantu?
Ha Na malah takut sendiri mendengar ketukan pintu di tengah malam buta seperti itu.
Tapi Ha Na mencoba berani dan membuka pintu dengan perlahan.
Ha Na melihat dengan takut sosok yang ada di luar pintu itu..
Rupanya.....
Dong Joo??
Yang mengetuk pintu Ha Na ternyata Dong Joo.
Rupanya Dong Joo juga tidak bisa tidur karena terus memikirkan Ha Na.
Puncak dari rasa gelisahnya,ia memutuskan untuk menemui Ha Na langsung.
Dan yang pertama Dong Joo ucapkan saat bertemu dengan Ha Na adalah..
"Ha Na,ayo tidur bersama malam ini..
Dong Joo mengatakan dengan tegas tanpa malu malu pada Ha Na.
Ha Na yang tadinya hanya membuka sedikit pintu kini membuka pintu itu dengan lebar dan mempersilahkan Dong Joo masuk.
Di Seoul,Yun Hee terpaksa berbohong pada Jung Hwa jika Ha Na menginap di rumah teman wanitanya yang satu sekolah dengannya dulu.
Untungnya Jung Hwa percaya dan tidak menaruh curiga.
Jung Hwa tidak mungkin tidak kebakaran jenggot jika tahu puterinya bermalam dengan pria.
Yun Hee yakin walau harus menembus badai dan membelah samudera ia akan menyusul dan membawa Ha Na pulang.
Dong Joo juga mungkin akan di cincang olehnya.
Karena itulah,Yun Hee terpaksa berbohong.
Maaf ya suamiku,sementara aku harus menutup mulut.
Jika tidak,putrimu tidak akan mengenal percintaan karena ayah posesif sepertimu.
Yun Hee sebenarnya ingin tertawa geli karena berbohong pada Jung Hwa...
■■■■■■■■■■■■■■
Ha Na dan Dong Joo berbaring kaku di ranjang seperti mayat.
Ha Na dan Dong Joo sama sama kaku..
Ha Na sangat jelas gelisah..
Apa yang harus kami lakukan saat ini??
Apa Dong Joo memang hanya ingin numpang tidur di sini??
Dong Joo juga sangat gugup saat ini..
Sebagai pria apa yang harus aku lakukan??
Apa aku harus berinisiatif duluan?
Sudah susah payah aku membesarkan nyali untuk datang ke sini,apa kami cuma akan seperti ini??
Dua orang bodoh itu sama sama sibuk dengan fikirannya masing masing.
Tapi,cuaca sepertinya akan membantu.
Daerah itu di landa badai dan hujan deras.
Tidak lama petir menggelegar dengan kuat..
DUARRRRRRRRRRRR.......
Ha Na sangat takut dan melarikan diri ke pelukan Dong Joo.
Ha Na mendekap sangat ketakukan dan memegang baju Dong Joo dengan kuat.
Dong Joo juga kaget namun bukan karena petir tapi karena Ha Na yang melarikan diri ke pelukannya.
Dong Joo memeluk Ha Na dan menenangkannya.
Tidak apa apa Ha Na.
Jangan takut,ada aku di sini..
Ha Na tidak menjawab..
Ha Na mengangkat kepalanya dari pelukan Dong Joo.
Dan perlahan melihat ke atas menatap Dong Joo.
Dong Joo dan Ha Na saling menatap penuh makna dalam.
Ha Na memeberanikan diri menyentuh wajah Dong Joo dengan tangannya dan membelainya.
Walau saat ini debaran jantungnya tidak beraturan dan terasa sesak namun Ha Na tidak ingin menghentikan tangannya itu.
Dong Joo memegang tangan Ha Na yang membelai pipinya itu dan menghentikannya.
Dong Joo meraih tangan Ha Na yang lembut itu lalu mengecupnya.
Ha Na benar benar tersentuh.
Dong Joo mengecup perlahan dahi Ha Na.
Kecupan Dong Joo benar benar hangat.
Hatiku terasa tenang sekarang..
Dong Joo lalu berseru dengan suara perlahan dan lembut.
Ha Na,aku bukanlah pria romantis.
Aku juga tidak pandai mengambil hati wanita.
Terlebih,kau adalah pengalaman pertamaku dan juga cinta pertamaku.
Aku hanya laki laki biasa tanpa jubah putih kedokteranku.
Tapi sebagai pria sejati,aku berjanji akan selalu menjadikanmu ratu di hatiku dan mencintaimu hingga waktu yang lama.
Ha Na terharu dengan ucapan Dong Joo.
Terima kasih Dong Joo,aku sangat tersentuh.
Sebenarnya aku sangat merindukanmu setiap harinya.
Aku ingin memegang tanganmu saat di rumah sakit juga ingin bisa bercerita banyak denganmu.
Tapi sepertinya kita lebih banyak mengisi waktu dengan pasien.
Jadi,sebatas menjadi asistenmu di ruang operasi dan berdiri di sampingmupun sudah sangat spesial bagiku.
Aku akan menjadi partnermu di ruang bedah juga di kehidupan nyata...
Tidak ada lagi kata kata yang bisa Dong Joo ucapkan untuk mengungkapkan kebahagiaannya.
Dong Joo menaikkan dagu Ha Na ke atas...
Ha Na....
Jadilah milikku malam ini..
Aku mohon,tidurlah denganku..
Ha Na tidak bergeming.
Ha Na hanya menjawab dengan mengedipkan matanya.
Lampu hijau telah di nyalakan dan Dong Joo mulai beraksi.
Dong Joo menambatkan bibirnya pada bibir Ha Na.
Setelah itu menekan lagi bibirnya agar lebih masuk dan meresap pada bibir Ha Na yang mulai lembab dan basah.
Dong Joo meraih tangan Ha Na dan menggenggamnya.
Ha Na menutup mata meresapi momen hangat itu.
Walau pada awalnya ingin memasang benteng pertahanan agar tidak seperti ini,tapi yang terjadi malah Ha Na semakin ingin di sentuh oleh Dong Joo.
Setiap buaian juga sentuhan yang Dong Joo berikan membuatnya ingin lebih jauh..
Perlahan Ha Na membuka kancing kemeja Dong Joo satu per satu setelah melepas tangannya yang tadi di pegang Dong Joo.
Namun Ha Na juga tetap berciuman dengan Dong Joo yang sudah mulai memburu nafasnya.
Badai yang menerjang sekuat perasaan Ha Na dan Dong Joo yang sekarang juga di terjang badai cinta.
Derasnya hujan sederas keringat Ha Na dan Dong Joo yang bercucuran di kamar itu.
Sekarang,Ha Na dan Dong Joo yang berbalut selimut sudah tanpa pakaian dan sehelaipun benang di tubuhnya.
Ha Na dan Dong Joo sudah terlalu di kuasai nafsu yang bergelora.
Dong Joo yang berada di atas Ha Na memperlihatkan bahu dan lengannya yang atletis.
Juga punggungnya yang bidang dan putih bersih..
Ha Na menahan desahannya karena malu dan matanya sangat sendu menatap Dong Joo.
Walu rambut Ha Na sudah berantakan dan tanpa riasan namun kecantikan Ha Na yang natural malah membuat Dong Joo semakin bergairah.
Dong Joo membalikkan badan Ha Na dan tetap berada di atasnya.
Dong Joo menyeka kuping Ha Na yang tertutup rambut dan berbisik.
Ha Na,Ha Na,Ha Na...
Dong Joo selalu menyebut nama Ha Na di setiap desahannya dan seirama dengan hentakannya.
Ha Na merinding geli di sekujur tubuh dan mengigit bibir bawahnya.
Setelah sekian lama,Ha Na dan Dong Joo meraih puncak bersama..
Dong Joo mengecup lembut pundak Ha Na.
Dan terkapar di punggung Ha Na dengan nafas yang terengah setelah kehabisan tenaga.
Malam itu,Ha Na dan Dong Joo benar benar tidur dengan pulas dan nyenyak..