THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND

THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND
GETIR



Hong Ah sangat sedih menerima hasil foto foto itu.


Mata Jae Ha penuh kesedihan dan bukannya bahagia saat menyampaikan undangan pernikahan itu.


"Di sini dan sejak awal,Jae Ha adalah milikku!!


Tapi kenapa aku seperti di posisi yang salah dan perebut!!


Harusnya Ha Na yang merasakan perasaan ini dan Jae Ha mengasihaniku.


Tapi kenapa malah aku yang sepertinya salah dan harus mengalah pada si perebut itu.


Aku adalah yang pertama dan dia hanya orang baru yang tiba tiba datang dan mencuri hati Jae Ha.


Bahkan setelah aku menikah dan menjadi isteri Jae Ha nanti,aku hanya akan mendapat perasaan palsu dari suamiku karena hatinya sudah menjadi milik wanita lain!!


Aku tidak rela!!!


Kenapa juga penyakit sialan ini menggerogotiku di saat seperti ini!!!


Hong Ah sangat frustasi menjelang hari pernikahannya yang hanya menghitung hari lagi.


Kehidupan pernikahannya tidak akan tenang selama Ha Na masih ada.


Hong Ah memikirkan cara yang mematikan agar Ha Na tidak akan bisa bersama Jae Ha untuk selamanya sekalipun ia telah tiada nanti.


Hari demi hari berlalu dengan cepatnya.


Jung Hwa dan Yun Hee kaget karena mendapat undangan pernikahan Jae Ha.


Tapi hal ini juga menjadi jawaban untuk Yun Hee kenapa anaknya terus murung dan berat badannya banyak berkurang.


"Apa karena ini puteriku tidak mau bercerita??


Lagi lagi perasaannya kandas..


Kali ini pasti Jae Ha yang menghancurkan hatinya.


Malangnya nasibmu nak...


Jung Hwa yang tidak tahu masalahnya malah bersemangat ingin menghadiri pernikahan Jae Ha.


"Baiklah,kau,aku dan Ha Na harus datang untuk memberi selamat pada Jae Ha.


Yun Hee hanya pura pura tersenyum.


Yun Hee jelas mengkhawatirkan Ha Na sekarang.


Walau begitu Ha Na tetap mencoba kuat dan tegar.


Esok hari ia harus mendatangi pernikahan Jae Ha.


Ha Na pergi berbelanja dan membeli gaun indah juga perhiasan untuk menghadiri acara itu.


Ha Na ingin terlihat kuat dan tidak menyedihkan.


Jae Ha sendiri juga frustasi menantikan hari pernikahannya,seharusnya ia senang karena akan menikah dengan wanita yang sejak kecil ia cintai.


Tapi nyatanya perasaannya telah berpindah dan tidak seperti dulu sejak kehadiran Ha Na.


Jae Ha melukis amburadul sambil menenggak minuman keras.


Jae Ha begitu menderita karena hubungan ini.


Hubungan haram di saat ia sudah memiliki kekasih resmi.


Ia juga harus lebih menderita karena Hong Ah akan menjemput ajal bersama pria yang tidak lagi mencintainya.


Ia telah menyakiti kedua hati wanita lemah itu.


"Harusnya aku saja yang mati agar Hong Ah dan Ha Na bisa hidup bahagia!!


Jika aku tetap hidup,wanita wanita itu juga kan terus tersakiti.


Hari itu akhirnya tiba..


Hari pernikahan Jae Ha dan Hong Ah.


Keluarga Jae Ha dan keluarga Hong Ah senang kedua anaknya bisa bersanding di pernikahan dan keluarga mereka juga bersatu.


Jae Ha dan Hong Ah menyewa hotel berbintang untuk resepsi pernikahan mereka.


Tidak tanggung tanggung,lima ribu tamu undangan yang di undang hari itu.


Di rumah, Ha Na memoles make up di wajahnya dengan mata yang berkaca menghadap cermin.


Ha Na merias dirinya secantik mungkin dengan gaun abu abu yang lembut juga perhiasan indah yang menempel di tubuhnya berupa anting,gelang dan kalung indah yang ia beli waktu itu.


Ha Na terlihat sangat cantik hari ini walau hatinya remuk dan hancur.


Yun Hee masuk ke kamar Ha Na untuk mengajak Ha Na pergi ke pernikahan itu.


"Ha Na,sudah siap nak??


Ha Na berpaling dan memandang ibunya yang berdiri di depan pintu kamarnya itu..


"Iya ibu,aku sudah siap..


Yun Hee memandang Ha Na dengan senyum lemah dan terpaksa itu.


"Anakku,kau begitu cantik hari ini nak.


Ibu tahu kau tidak ingin terlihat menyedihkan sehingga berdandan seperti itu.


Tapi apa nanti kau bisa menyembunyikan kesedihanmu di depan mempelai pengantin itu???


Hong Ah juga sangat cantik dengan gaun pengantin mewahnya.


Ia di rias oleh perias pengantin profesional dan serba terbaik.


Hong Ah menatap kaca kecilnya dan terpesona melihat tampilannya.


"*Aku benar benar sangat cantik hari ini.


Aku yakin saat Jae Ha melihatku,ia pasti akan terpersona d**an terbuka matanya jika aku jauh lebih cantik dari Ha Na*.


Jae Ha yang sedang sendirian di ruang rias pengantin pria itu,berkaca dihadapan kaca besar dan memandang dirinya yang terlihat gagah dan tampan dengan setelah jas yang mewah nan elegan yang melekat di badannya.


Namun pangeran berkuda putih itu tidak terlihat bahagia.


"Hari ini aku menikah tapi kenapa aku tidak bahagia?


Bukankah aku akan menikah dengan wanita yang aku idamkan dan cintai?


Kenapa berat sekali rasanya aku melangkah keluar dan menjalankan pernikahan ini...


Jae Ha si pengantin pria yang bersedih di hari bahagianya.


Rombongan keluarga Ha Na sudah sampai di hotel tempat resepsi pernikahan itu diadakan.


Ha Na keluar dari mobil bagai cinderella yang sangat menawan malam itu.


Beberapa pria memandang Ha Na dengan mata yang melekat pada hanya memandang diri Ha Na.


Para pria itu seperti tersihir pada kecantikan Ha Na.


Ha Na hanya berjalan lurus dan tidak mempedulikan tatapan pria pria itu.


Ayah dan ibu Ha Na bergabung dengan tamu lainnya yang mereka kenal.


Ha Na hanya sendirian karena tidak tahu harus bergabung dengan siapa.


Ada beberapa pria yang menyapa dan menghampirinya tapi Ha Na melarikan diri dan menghindar karena risih.


Ha Na sedang mencicipi hidangan buah buahan segar dan memakan sebutir anggur.


Seorang pria mendekatinya kembali..


"Hai cantik...


Ha Na menatap pria yang menyapanya itu.


Pria itu sepertinya anak orang kaya dari setelannya yang mewah dan jam tangannya yang bertahtakan berlian itu.


Tapi Ha Na tidak yakin ia pria baik baik karena wajahnya yang terkesan licik.


Karena itu,Ha Na ingin menghindar kembali.


"Maaf,aku akan ke kamar kecil dulu..


Ha Na memilih pergi...


Pria itu memandang Ha Na yang menyisakan punggung saja untuk di lihatnya karena berlalu pergi.


Dia memang bukan pria baik baik..


"Dasar wanita sok jual mahal..


Kau fikir aku tidak bisa membayar harga dirimu yang tinggi itu.


Baiklah,ayo mulai permainan ini.


Pria itu menenggak habis segelas anggur merah itu di tangannya lalu meletakkan gelas anggur itu di meja.


Selanjutnya ia mengejar Ha Na.


Ha Na hanya asal pergi dan tidak tahu dimana arah toilet berada.


Ia malah mendekat ke ruangan Jae Ha berada.


Di lorong dekat pintu ruangan Jae Ha.


Tangan Ha Na di tarik dari belakang secara tiba tiba.


"Hei,mau kemana kau!!!


Pria tadi rupanya mengejar Ha Na.


Ha Na berbalik dan kaget melihat pria tadi sudah ada di belakangnya bahkan mengenggam tangannya.


"Lepaskan!!!!!


"Tidak akan semudah itu!!


Beraninya kau mengacuhkanku!!


Apa aku tidak tahu siapa aku?!


Aku adalah anak sekaligus pewaris KH group!


Salah satu perusahaan terbesar negeri ini!!


Di luar sana ratusan perempuan mengantri untuk mendapatkan hatiku tapi kau malah mengacuhkanku!!


Ha Na agak ketakutan karena tempat ini sepi dan tidak ada yang bisa di mintainya tolong.


Pria itu juga tidak mau melepas genggamannya sambil tertawa bagai seringai iblis di bibirnya.


Pria itu lalu menarik Ha Na ke pelukannya dan ingin mencium Ha Na.


"Lepas!!!


Lepas!!!!


"Tidak akan sayang!!


Aku akan memenuhi hasratku dulu..


Tepat saat keadaan Ha Na terjepit seseorang datang dan memberi pria itu sebuah pukulan di kepala belakangnya hingga tidak sadarkan diri saat itu juga.


Pria itu pingsan dan tergeletak di lantai.


Tapi sebelum di hajar kelakuannya yang kurang ajar tadi sudah di rekam dan dikirim ke polisi juga media.


Sebentar lagi ia akan terkenal dan di bekuk.


Orang yang menolong Ha Na tidak lain adalah...


"Oppa....


Dia tidak lain adalah Jae Ha.


Ia menghajar pria itu dengan setelan pengantinnya.


Jae Ha lalu membawa Ha Na pergi dan masuk ke ruangannya.


"Kau tidak apa apa Ha Na?


Apa kau terluka karena pria brengsek itu?


Jae Ha sangat mencemaskan Ha Na dan memeriksa Ha Na dengan teliti.


Ha Na masih terdiam karena tidak percaya bisa bertemu Jae Ha.


Hingga Jae Ha dan Ha Na saling bertatapan.


Jae Ha baru menyadari Ha Na menatapnya.


Ha Na lalu yang tadinya takut sekarang tersenyum.


"Oppa,kau sangat tampan..


Itulah kata yang terucap dari mulut Ha Na.


Jae Ha sudah setengah mati khawatir tapi malah itu yang terucap dari mulut Ha Na.


Sekarang air mata Ha Na malah jatuh.


Jae Ha menjadi iba..


"Kau juga sangat cantik Ha Na.


Kau seperti pengantin yang seharusnya bersanding di sampingku saat ini..


Ha Na hanya terdiam.


Ha Na ingin pergi karena merasa situasi ini terlalu menyesakkannya.


Tapi Jae Ha menahan Ha Na dan memegang kedua pundaknya.


Jae Ha tidak bisa menahan diri dan malah menjatuhkan ciuman di bibir merah Ha Na yang terpoles lipstik itu.


Jae Ha memaut bibir Ha Na dengan kuat dan menyesapnya.


Ha Na memejamkan mata dan tidak bisa menggerakkan badannya walau ia ingin kabur.


Tapi sayang,momen indah itu di pergoki oleh Hong Ah yang menyambangi ruangan Jae Ha.


Hong Ah rupanya berdiri tidak jauh dari pintu itu dan melihat semuanya.


Niatnya ingin memamerkan kecantikannya malah berujung kegetiran yang di dapatnya.