
Ayah dari anak yang positif HIV hari itu ternyata juga terjangkit HIV.
Keduanya berada di ruang isolasi khusus.
Hari ini mereka kedatangan tamu sekaligus pasien baru yang akan ikut bersama mereka.
Dia adalah wanita yang menjaga anak dari pria itu sekaligus orang pertama yang menularkan HIV.
Setelah rumah sakit mendapat kabar PSK yang positif mengidap HIV itu, tenaga medis langsung bergerak dan mendatangi rumah wanita itu.
Mereka menceritakan tentang tetangganya yang juga terjangkit dan menawarkan si wanita juga ikut di obati demi penanganan lebih lanjut.
Si wanita sangat terpukul.
Ia tidak tahu jika dirinya mengidap HIV dan bahkan menularkannya pada tetangganya yang baik.
Terlebih,anak yang di rawatnya selama ini juga harus ikut menderita.
Padahal ia sangat tulus menjaga anak itu.
Hari ini ia menyerahkan diri dan ikut ke rumah sakit.
Ia memasuki ruang isolasi dan bertemu ayah dan anak tetangganya itu.
Ayah anak itu juga kaget melihat kedatangannya.
"Han Byul,kenapa kau ada di sini juga???
"Tentu saja karena sama denganmu...
Kenapa tidak mengabariku?
Aku bahkan harus tahu dari orang lain tentang keadaaan kalian.
Bukankah kita sudah seperti keluarga??
Aku juga sudah menganggap puterimu seperti anakku sendiri.
Pria itu merasa bersalah.
Ia sangat tersentuh melihat tetangganya yang sangat baik dan selalu membantunya itu walau ia di pandang hina karena pekerjaanya sebagai PSK namun sebenarnya ia sangat baik.
Ia menjadi PSK bukan karena ingin,tapi tuntutan untuk hidup dan bertahan yang memaksanya.
Ia jatuh ke kelamnya dunia malam.
Ia tidak bersekolah tinggi juga tidak punya keterampilan khusus,yang ia miliki hanya paras cantik dan menggoda yang bisa memikat pria pria hidung belang.
Tapi ia sangat ramah dan murah hati.
Ia sudah cerai dengan suaminya yang dulu sering melakukan kekerasan.
Kini untuk menopang hidup ia terpaksa menjajakan dirinya.
"Maafkan aku Han Byul,aku hanya tidak ingin kau menyalahkan dirimu.
Kau sudah sangat baik kepada kami,karena itu kami tidak ingin membebanimu lagi.
"Bodoh!!
Kau tidak tahu bagaimana terlukanya aku mendengar berita kalian seperti itu.
Aku tahu,aku ini wanita malam.
Tapi apa kau tidak sadar kalau selama ini aku menyukaimu!!
Hanya kau pria yang tidak merendahkanku karena profesiku!!!
Hanya kalian yang bisa aku sebut keluarga setelah semua orang mencemoohku!
Hanya kalian yang memandangku manusia di saat orang lain memandangku hina.
Pria itu terkesiap dan terharu.
Ia lalu memeluk wanita itu..
"Maafkan aku Han Byul..
Sejujurnya aku juga menyimpan hati padamu sejak dulu.
Tapi aku sadar,aku ini pria miskin dengan anak yang berkebutuhan khusus,tidak mungkin kau akan suka dan bisa menerimaku.
Kami hanya akan membebanimu..
Tapi kau selalu membantu kami dengan tulus.
Terima kasih Han Byul.
Ternyata ada perasaan cinta yang terselip di hati wanita itu.
Kasih sayangnya pada anak tetangganya itu adalah tulus adanya.
Walau anak itu lumpuh dan cacat,ia sangat mengasihinya.
Ayah si anak yang selalu sopan padanya juga menghormatinya membuatnya jatuh hati.
Hari ini mereka bisa bersatu menjadi keluarga.
Han Byul mendekati anak itu dan memeluknya.
Kini sebuah ikatan baru muncul di antara mereka.
Walau dalam keadaan sakit dan menderita tapi setidaknya mereka tidak sendiri dan akan melaluinya bersama.
Sebuah kekuatan yang dinamakan kasih sayang dan di sebut obat paling kuat untuk menguatkan diri.
Inilah hikmah di balik musibah itu..
Ha Na ikut senang mendengar perkembangan kisah pasien pasien itu dari perawat.
Ha Na juga senang mereka tidak akan menyerah dan terus akan mengikuti serangkaian pengobatan.
Ha Na hendak menuju ruangan Yeon Jin untuk menyerahkan sebuah laporan.
Saat Ha Na sudah di dekat ruangan itu ia melihat pintunya sedikit terbuka.
Ha Na mendekat dan terkejut dengan apa yang di lihatnya.
"Bo Ra dan Yeon Jin berciuman??.
Mereka pasti memiliki hubungan khusus.
Tapi kenapa tidak ada yang tahu??
Apa mereka sengaja menyembunyikannya.
Ha Na lalu berbalik dan pergi perlahan karena tidak ingin mengganggu.
Di lantai bawah,Ha Na bertemu Bo Na..
"Ha Na,mau kemana??
"O..itu,aku akan memeriksa data pasien.
Ha Na jelas berbohong.
"Oh,iya...
Aku juga akan mengecek data pasien.
"Em...
Ha Na mengangguk..
"Ha Na,apa kau tahu?
Aku sebenarnya suka pada Yeon Jin.
Dink......
Sekarang Ha Na tahu kenapa Bo Ra dan Yeon Jin menyembunyikan hubungan mereka.
Itu pasti karena Bo Na.
Ha Na berlagak tidak tahu..
"Benarkah??
"Iya...sudah lama aku menyukainya tapi belum memiliki keberanian untuk menyampaikannya.
Apa dia akan menolakku??
A..aku takut sekali jika dia menolakku..
Ha Na hanya tersenyum..
"Haruskah aku menceritakan apa yang aku lihat tadi??
Tapi......
Ha Na memutuskan tutup mulut dan tidak mencampuri urusan mereka.
Di pusat kemiliteran,Jae Ha sedang berlatih ketahanan fisik.
Jae Ha sangat bugar dengan otot ototnya yang keras dan kekar itu.
Kaos kemiliterannya di basahi keringat yang bercucur.
Sambil berlatih,Jae Ha terus memikirkan Ha Na.
Hari ini latihan hanya di jalankan setengah hari.
Para tentara di izinkan berjalan jalan di sekitaran kota.
Jae Ha sudah mendapat telepon dari Hong Ah soal foto pernikahan mereka yang terjatuh kemarin.
Jae Ha mengatakan semuanya baik baik saja,agar isterinya tidak cemas,Jae Ha tidak memberitahukan insiden keracunan kemarin juga tentang dirinya yang bertemu dengan Ha Na.
Hong Ah sedang memakan apel yang di kupas ibunya.
"ibu....
"Iya,ada apa Hong Ah?
"Apa aku akan mati seperti ini?
"Tidak nak,kau akan sembuh..
Percayalah pada ibu,operasimu akan berhasil dan kau bisa sehat kembali..
"Iya bu,aku pasti akan sehat.
Hong Ah berusaha menguatkan dirinya.
Namun ia merasa ada sesuatu yang membuatnya bersedih.
Selain kematian,ia juga takut akan Jae Ha yang akan melupakannya setelah ia tiada.
Karena sekarang,ia tidak lagi merasakan cinta Jae Ha sama seperti dulu.
Tapi lebih pada keterpaksaan dan hanya simpati.
Jae Ha seperti sandera atau jaminan agar Ha Na bisa bebas.
Dan Hong Ah menjadi penjahat kejam yang memperalat situasi ini.
Tapi Hong Ah juga tidak rela untuk melepas Jae Ha ke tangan selain dirinya.
Jae Ha berjalan keluar dan menyisir kota kecil itu dengan pakaian santai dan topi.
Jae Ha menuju sebuah cafe kecil yang menyajikan ice cream sebagai menu utama..
Ice cream adalah cemilan favorit Ha Na.
Jae Ha menyantap es cream yang manis itu sendirian.
Kring..Kring...
Seorang pelanggan masuk ke toko itu.
Jae Ha memandangnya..
"Ha Na...
Jae Ha segera menunduk dan membuat wajahnya tidak terlihat.
Ia juga menurunkan topinya agar tidak menampakkan wajahnya.
Ha Na juga memesan ice cream.
Ha Na membawa es creamnya menuju tempat duduk.
Saat menunduk,Jae Ha melihat kaki seorang pria yang menjulur,juga Ha Na yang akan melintas sambil memegang ice cream tanpa melihat ke bawah.
"Gawat..
Kaki pria itu bisa menyandung Ha Na dan membuatnya terjatuh..
Ha Na dalam bahaya.
Benar saja prediksi Jae Ha.
Saat Ha Na melintas dan tidak melihat kaki pria yang menjulur itu..
OMO.........
Ha Na melayang di udara dan bersiap jatuh kelantai..
AAAAAAA.......
SLAPPPPPP....
Jae Ha berdiri dan segera beranjak meraih tubuh Ha Na.
Jae Ha berhasil menangkap tubuh Ha Na.
Topi Jae Ha terlepas.
Ha Na langsung menatap Jae Ha yang menolongnya.
Ha Na masih dalam pelukan Jae Ha.
Keduanya saling berpandangan...
Jae Ha merangkul tubuh Ha Na dengan erat