
Jung Hwa langsung izin keluar untuk menemui istrinya setelah pria tadi pergi.
Jung hwa sangat kegirangan hingga tidak bisa menahan lebih lama lagi untuk menemui Yun Hee dan memilih segera menyusulnya.
Di jalan ia menyempatkan diri untuk menelfon ayahnya dan memberi tahu kabar baik itu.
"Halo..
"Halo ayah...
"Ia ada apa Jung Hwa kenapa kedengarannya kau bersemangat sekali?
Apa ada hal baik yang terjadi??
"Ayah,aku akan menangani kasus besar lagi.
Jung Hwa menceritakan semuanya pada ayahnya.
Ayah Jung Hwa terharu dan mengeluarkan butiran kecil di pelupuk matanya di balik kacamatanya.
Ia segera menyeka air mata bahagia itu.
"Syukurlah Jung Hwa,ayah turut bahagia.
Sampaikan juga rasa terima kasih ayah pada Yun Hee.
"Ia baiklah ayah,akan aku lakukan.
Jung Hwa mematikan telfonnya,dan sekarang ia sudah berada di depan toko Yun Hee.
Jung Hwa segera turun dan berlari menghampiri Yun Hee.
Baru saja masuk toko itu,Ia segera mengangkat badan Yun Hee dan memutarnya...
Yun Hee...
Yun Hee kaget dengan datangnya Jung Hwa yang tiba tiba dan kegirangan seperti ini.
Hei,turunkan aku.
Jung Hwa menuruti omongan istrinya,tapi ia malah memegang wajah Yun Hee dengan kedua telapak tangannya di setiap sisi dan menciumnya di depan semua pelanggan.
Ciuman itu langsung di sambut riuh dan senyum para pelanggan yang ada di toko itu.
Setelah itu,pria dan wanita itu saling berbincang di dapur toko.
Hei,ada apa?
Kenapa sampai seperti tadi?
Hem,mengingatnya lagi bahkan ingin membuatku menciummu berkali kali lagi.
Huh,dasar mesum.
Pasti karena paman Kang Ki Hon ya kau bahagia seperti ini.
Iya Yun Hee,benar sekali.
Terima kasih atas pertolonganmu Yun Hee.
Sekarang karirku setidaknya mendapat titik terang dan tidak gelap lagi.
Iya Jung Hwa,baguslh.
Sekarang kau harus hebat dan bangkit seperti dulu lagi.
Jung Hwa lalu meraih tangan Yun Hee dengan kedua tangannya.
Ia lalu mengecup kedua punggung tangan Yun Hee bergantian.
Terima kasih Yun Hee,kau adalah dewi keberuntunganku.
Yun Hee tersenyum.
Haruskah kita rayakan ini semua??
Tentu saja....
_____________________
Di tempat lain,Fernando merasa terancam karena Jung Hwa mendapat klien hebatnya.
Sial...kenapa dia bisa menjadi pengacara orang itu?
Terlebih ia akan menjadi lawanku di persidangan nanti.
Jung Hwa tetaplah Jung Hwa,ia tetap hebat dan jeli seperti dulu.
Jika bukan dengan cara kotor aku tidak mungkin bisa menang darinya.
Apa yang harus aku lakukan.
Fernando mengacak rambutnya.
Sementara itu Ae Ri juga mengajaknya bertemu.
Ssshhh,ada apa juga dengan wanita mata duitan ini!!
Menyusahkanku saja.
Fernando dan Ae Ri akhirnya bertemu di sebuah kedai kopi.
Fernando,kenapa kau tidak mengabariku beberapa hari ini?
Kau tahu kan Ae Ri,aku ini orang sibuk.
Pekerjaanku banyak.
Tapi,aku juga butuh dirimu.
Apa susah memberiku kabar lewat telfon.
Dasar wanita manja,kalau saja kau tahu...
Kau itu tidak berguna lagi untukku!
Aku akan segera menyingkirkanmu!
Sudah Ae Ri jangan mulai pertengkaran ini lagi dengan masalah yang sama.
Pekerjaanku sudah terlalu banyak,jangan bebani aku lagi dengan hal yang tidak penting.
Apa???
Tidak penting katamu?
Aku ini kekasihmu!!Aku bahkan sedang mengandung anakmu!!!
APA!!!!!
Fernando kaget mendengar peryataan mendadak Ae Ri.
Kau hamil?
Tidak,tidak mungkin?
Apa kau yakin itu anakku??
Apa katamu?
Dasar brengsek!!!
Kau kira aku wanita murahan yang tidur dengan sembarang pria!!
Tentu saja ini anakmu!!
Fernando hancur dan pusing,Ae Ri tentu akan menghambat karirnya.
Gugurkan anak itu!!
Apa katamu!!!
Kau mau aku menggugurkannya!
Aku belum siap dan aku juga belum terfikir untuk menikah!
Tolong mengertilah!!
Ae Ri marah dan geram.
Ia lalu berdiri dari kursinya..
Aku akan membunuhmu kalau sampai kau lari dari tanggung jawab!!
Aku akan membongkar kejahatanmu yang dulu kau lakukan untuk menolongku!!
Jangan fikir kau bisa lolos dariku!!
Setelah itu Ae Ri pergi dengan kemarahannya dan meninggalkan Fernando sendirian.
Fernando memukul meja itu dengan genggaman tangannya.
Sial!!!
Sekarang masalah baru malah menghinggapiku!!
Ae Ri menangis sejadinya di mobil,ia tidak menyangka respon Fernando akan sekejam tadi.
Ae Ri memegang perutnya erat..
Maafkan ibu nak,kau harus mendengar kata kata kasar tadi dari ayahmu.
Dia juga tidak menginginkanmu..
Kenapa juga kau harus hadir dari benih pria brengsek seperti itu?
Ibu benar benar merasa bersalah..
Maafkan ibu nak.
____________________
Di sana Ae Ri terpuruk dan sisi lain Jung Hwa dan Yun Hee sedang merayakan awal baru Jung Hwa yang mendapat kasus besar.
Tidak lupa,Yun Hee juga mengundang Dae Ho ke restoran itu.
Bahkan Song Yi juga ikut bergabung.
Lebih lucu lagi ternyata Song Yi adalah kakak kelas Jung Hwa saat SMA dulu.
Jadilah restoran itu juga menjadi ajang reuni mereka.
Wah,jadi kau pacaran dengan Dae Ho?
Yah,begitulah Jung Hwa.
Orang tua kami meminta kami melakukan kencan buta dan sepertinya kami cocok.
Tidak..tidak
Kami tidak pacaran dia hanya asal bicara.
Jangan dengarkan..
Wah tapi telinga oppa memerah sekarang..
Apa oppa malu.
***Sialan Song Yi,seenaknya saja membuat omongan tentang hubungan tadi!!
Jung Hwa pasti sedang mengolok olokku dan senang mendengar aku dekat dengan kakak kelas sintingnya itu.
Hahaha,ternyata Dae Ho punya selera unik.
Jadi dia kencan buta dengan Song Yi.
Bagus,jadi dia tidak akan dekat dekat dengan Yun Hee lagi***.
Jung Hwa dan Dae Ho saling menatap seakan ada samabaran kilatan di mata mereka beradu.
Dua pria bodoh itu juga bertanding minum.
Tidak ada yang mau mengalah walau sudah mabuk dan wajah yang memerah.
Jung Hwa,sudah..
Kau sudah mabuk..
Jangan minum lagi sebaiknya kita pulang.
Tidak,aku akan minum lagi..
Jung Hwa jelas sudah mabuk berat.
Dae Ho juga bahkan sudah dengan wajah terbaring di meja namun tetap memaksakan minum.
Bibi,tolong sebotul soju lagi.
Hei,kau juga sudah!!
Kau sudah mabuk,sebaiknya kau minum infus agar segera sadar!
Kau akan jadi pasien dan bukan dokter jika tidak segera berhenti minum.
Song Yi aku akan pulang duluan membawa Jung Hwa.
Kau pulanglah dengan selamat ya bersama Dae Ho.
Baiklah,hati hati di jalan.
Iya kau juga.
Yun Hee membopong Jung Hwa yang masih terus mengoceh karena mabuk.
Tinggallah Dae Ho dan Song Yi.
Song Yi meneguk segelas soju sebelum pergi.
Hei,Dae Ho ayo bangun.
Kita pulang sekarang...
Tidak,aku akan minum lagi.
Minum kepalamu! mengangkat gelaspun kau sudah tidak mampu.
Ssshhhh menyusahkan saja.
Karena sepertinya Dae Ho sudah mabuk berat dan tidak mampu berjalan,Song Yi memutuskan menggendongnya di atas punggungnya.
Pemandangan itu tentu mencuri pandangan semua yang ada di restoran itu.
Banyak yang tertawa dan tidak percaya dengan apa yang Song Yi lakukan.
Tapi Song Yi cuek saja dan terus berjalan menggendong Dae Ho.
Sesampainya di mobil Dae Ho,ia memutuskan mengintrigasi Dae Ho yang sedang mabuk berat itu.
Hei,Dae Ho..
Kau suka pada Yun Hee kan?
Apa?
Tentu saja,tapi aku tidak punya harapan lagi karena sepertinya ia dan suaminya sudah saling mencintai.
Pengacara brengsek itu,huh!!!
Ternyata benar kan dugaanku..
Heiy,apa kau tidak tertarik padaku?
Pada siapa?
Aku,Cheon Song Yi.
Wanita gengster itu??
Tentu saja tidak,dia lebih cocok jadi tukang pukul dari pada kekasihku.
Apa??
Kau bilanga aku wanita gengster!
Harusnya kutinggal saja kau di restoran tadi,kenapa juga aku capek capek menggendongmu!!
Bibi,sojunya satu botol lagi...
Dasar gila,ini sudah di mobil dan bukan restoran!
Membuatku emosi saja,rasakan cintamu yang bertepuk sebelah tangan itu.