THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND

THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND
TEROR



Tenanglah Yun Hee,semuanya akan baik baik saja..


Jung Hwa mengecup bibir Yun Hee.


Ia mengecup kedalam bibir Yun Hee seakan menenggelamkan semua hasratnya di sana.


Di tengah kegalauan yang di hadapi karena memikirkan penguntit misterius itu,Jung Hwa tidak lupa melepas nafsu birahinya.


Jung Hwa meraba sekitaran dada istrinya dan menggerayangi seluk dan lekuk tubuh istrinya.


Mengingat ia akan meninggalkan Yun Hee tiga hari lagi,ia ingin lebih banyak menghabiskan waktu secara intim bersama Yun Hee.


Jung Hwa mulai merubah posisi dan berada di atas Yun Hee sekarang.Ia menarik kaosnya ke atas yang melepaskan dadanya untuk di tatap Yun Hee.


Wajah dan telinga Jung Hwa sudah memerah karena di buru nafsu yang kuat.


Yun Hee bangun setengah badan dan mengecup kedua dada Jung Hwa secara bergantian.


Jung Hwa sampai terpejam menikmati sentuhan lembut bibir Yuh Hee di dadanya.


Yun Hee juga mengecup di pertengahan dada Jung Hwa.


Harum Jung Hwa yang maskulin,juga otot perutnya yang terpampang membuat Yun Hee lupa sejenak akan penguntit yang mengintainya.


Tanpa di sadari,Jung Hwa telah membenamkan milikknya di bawah sana dan menghentaknya di dalan diri Yun Hee.


Mereka tetap saling berpaut bibir untuk lebih menikmati permainan ini.


Saat dua sejoli ini sibuk bercinta,di tempat lain toko kue Yun Hee sedang terpakar.


Bukan karena konselet atau sejenisnya tapi ada orang yang sengaja membakar toko itu.


Sialan!!!


Rasakan api ini,ini adalah kemarahanku karena kau malah bercinta dengan suamimu!!!


Aku tidak rela!!!


Akan aku lenyapkan pria itu nanti!!!.


Seorang pria menatap dari jarak jauh di dalam mobil kebakaran itu.


Rupanya penguntit itu marah akan apa yang di lakukan Yun Hee dan Jung Hwa malam ini.


Suara percakapan juga desahan Yun Hee saat bercinta tadi terdengar olehnya karena ia telah memasang penyadap suara di tas kerja Jung Hwa.


Itu berarti selama penyadap di tas itu dekat dengan Jung Hwa ia bisa mendengarkan semua yang Jung Hwa bicarakan.


Termasuk rencana Yun Hee yang akan menginap di rumah Song Yi beberapa hari lagi.


Dini hari buta,Yun Hee dan Jung Hwa memacu mobil dan sudah berada di lokasi kebakaran itu.


Semunya habis terbakar di bakar si jago merah.


Tidak ada yang tersisa dan semunya menjadi abu.


Dae Ho,Song Yi dan juga Ae Ri ada di situ.


Bagaimana ini??


Tokoku....


Yun Hee menangis dan Jung Hwa segera memeluknya.


Tenang Yun Hee,aku sudah melaporkan ini kepolisi.


Mereka akan segera menyelidikinya.


Dae Ho dan Jung Hwa saling berhadapan seakan mereka tahu ini semua ulah siapa.


Sudah pasti 'si penguntit' itu.


Yun Hee,kami ikut bersedih atas apa yang menimpamu..


Ia Ae Ri terima kasih.


Aku juga Yun Hee..


Iya,terima kasih Song Yi.


Jung Hwa dan Dae Ho sedang berada di dekat mobil untuk berbicara agak jauh dari Yun Hee.


Hei,Jung Hwa ini pasti ulahnya lagi.


Sekarang ia semakin nekad,ini pasti terjadi karena ia marah atau kesal akan sesuatu.


Iya Dae Ho,aku juga berfikir begitu.


Tapi apa yang membuatnya marah?


Itu yang membuatku tidak habis fikir.


Jung Hwa,aku ada saran.


Hanya seorang penjahat yang tau dan paham akan penjahat lainnya.


Maksudmu?


Kau merasa tidak,hal hal aneh dan teror ini terjadi tidak lama setelah kau memenangkan persidangan tempo hari.


Aku rasa ini ada kaitannya dengan klien yang kau kalahkan.


Entah itu si tersangka atau pengacaranya yang sakit hati denganmu.


Semua rentetan kejadian ini saling berkaitan sejak ia memenangkan persidangan itu.


Jadi,apa saranmu Dae Ho??


Bagaimana kalau kita introgasi pria jahat yang kau penjarakan itu.


Kita harus bertanya apa ini ada kaitannya dengan dia atau ini ulah anak buahnya yang memang disuruh untuk meneror keluargamu.


Benar,aku rasa yang kau katakan masuk akal.


Besok temani aku untuk menemuinya.


Baiklah...


Apa benar ini ada kaitannya dengan pria itu?


Kalau sampai ini semua memang ada kaitan dengan dirinya,aku jamin..aku akan membuatnya mendekam di penjara hingga mati.


Karena kita semua berkumpul di sini,aku ingin menyampaikan sesuatu.


Kalian lihat sendiri kan musibah yang menimpa Yun Hee.Sebenarnya ini adalah ulah penguntit yang beberapa waktu ini selalu mengintai Yun Hee.


Baik Ae Ri maupun Song Yi terkejut mendengar hal itu.


Karena itu,aku ingin minta tolong pada kalian untuk menjaga Yun Hee saat aku akan dinas keluar kota tiga hari lagi demi keselamatan dan keamanan Yun Hee.


Song Yi,aku minta tolong izinkan Yun Hee menginap di rumahmu selama aku pergi karena aku rasa di tempatmu lah yang paling aman.


Iya tentu,tidak masalah.


Aku juga bisa bela diri dan kalau memang penguntit itu datang biar aku hajar dia sampai mati.


Kau dan gaya premanmu!


Biar saja,dari pada kau..


Laki laki dengan mulut besar.


Ada saja cela Song Yi dan Dae Ho untuk beradu mulut.


Tapi....


Ae Ri mulai buka suara..


Bagaimana kalau Yun Hee di rumahku saja?


Di tempatku ada petugas keamanan,juga dekat dengan pos polisi.


Aku rasa lebih baik jika Yun Hee bersamaku.


Aku juga sudah cuti hamil dan di rumah saja.


Aku tidak keberatan tapi apa tidak merepotkan dan membahayakan kau yang sedang hamil besar.


Benar juga kata Ae Ri jung Hwa,lagi pula aku pulang malam terus karena bekerja.


Sebaiknya ia bersama Ae Ri,dan aku juga akan menginap di sana setelah pulang kerja.


Benar juga,ide yang bagus.


Semakin ramai yang menemani semakin bagus.


Yun Hee,kau mau kan..


Apa tidak merepotkanmu Ae Ri??


Tentu saja tidak,aku malah senang saat rumah menjadi ramai.


Baiklah..aku akan menginap di tempatmu nanti.


Akhirnya Yun Hee setuju dengan tawaran dari Ae Ri.


Dae Ho,kau juga ikut menginap ya.


Agar lebih aman dan banyak bantuan.


Tentu saja,aku tidak keberatan.


Hei Jung Hwa,kenapa mengajaknya.


Saat melihat penjahat mungkin ia sudah kabur dulan sebelum melawannya.


Apa yang bisa dia lakukan,kerjanya hanya memegang pisau bedah kecil di meja operasi.


Hei,preman pasar..


Kalau ada yang terluka oleh penguntit itu bukankah seorang dokter yang pertama di butuhkan.


Kalau sampai kau yang terluka,aku tidak akan menolongmu sampai kehabisan darah.


Baik,lakukan saja.


Saat menjadi hantu nanti,aku akan menghantuimu setiap hari dan menakutimu di toilet sampai kau tidak bisa cebok saat buang air besar.


Aishhh..


Suasana menjadi cair karena perdebatan konyol Song Yi dan Dae Ho tapi itu hanya sebentar.


Setelah itu Yun Hee dan Jung Hwa kembali di bayangi rasa khawatir akan penguntit itu.