THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND

THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND
PENGANTIN BARU



Mi Ra benar benar sakit hati atas perlakuan Jung Hwa dan Yun Hee tadi.


Kurang ajar,berani sekali wanita kotor itu berbuat hal tadi padaku.


Apa dia tidak tahu berhadapan dengan siapa!!!


Kenapa juga Hyun Ki malah sependapat dengan dokter sinting itu.


Benar benar menyebalkan!!!


Mi Ra kembali pulang ke rumahnya dan mengacaukan seisi kamarnya karena mengamuk perihal tadi.


Semua barang barang miliknya menjadi bahan pelampiasan Mi Ra atas kemarahannya.


Kembali ke Yun Hee dan Jung Hwa di posko kesehatan itu.


Yun Hee sedang terlibat pembicaraan dengan pasien yang sekarat itu.


Nona,maaf atas kejadian tadi ya.


Maaf atas keributan dan omong kosong yang harus anda dengar.


Anda akan selamat dan sehat kembali.


Pasien yang terbaring itu dengan sisa tenaga yang ada menjawab Yun Hee.


Tidak apa apa dok,aku tahu diri.


Aku memang berkesempatan kecil untuk sembuh dan peluang hidupku kecil.


Jika memang umurku hanya sampai di sini,aku ikhlas dok.


Tidak..jangan bicara begitu!


Lihat saja apa yang bisa kita semua lakukan di sini,aku dan tim ku akan membuat namamu di hapus dari daftar malaikat maut dalam sekejap.


Pasien itu tersenyum lemah dan tidak lama malah muntah darah sangat banyak.


Jubah dokter Yun Hee bahkan kecipratan.


Astaga,kenapa bisa begini.


Salah satu perawat berucap seperti di atas karena kaget.Kini giliran Yun Hee yang bekerja dan menunjukkan kemampuannya untuk menolong pasien ini.


Jung Hwa di minta keluar karena ia dan timnya akan melakukan operasi darurat.


Organ dalam tubuh pasien ini sepertinya ada yang bermasalah karena sudah terlalu lama dehidrasi akibat muntaber itu.


Aliran darahnya ada yang tersumbat dan beku sehingga harus di bedah hingga lancar kembali.


Yun Hee harus melakukan pembedahan ini dengan cepat karena harus kejar kejaran dengan kondisi pasien yang sudah sangat lemah dan kritis.


Jika sampai batas waktunya Yun Hee tidak bisa menyelesaikan operasi itu,maka kemungkinan hidup pasien itu akan sangat minim.


Yun Hee mengoprasi seolah dengan di komando malaikat maut yang ada di sisinya dan bersiap mengambil nyawa pasien itu kapanpun ia mau.


Jung Hwa benar benar kagum pada istrinya yang tidak putus asa dan berjuang demi hidup dan keselamatan orang lain.


Yun Hee tidak menyerah walau pasiennya sendiri sudah merasa putus asa dan tidak memiliki harapan untuk hidup.


Semangatlah Yun Hee,aku yakin kau pasti bisa.


Kau adalah dokter yang hebat dan terbaik yang aku kenal.


Aku yakin kau tidak akan mengecewakan pasienmu.


Kau adalah cahaya dan harapan pasien itu sekarang.


Berjuanglah Yun Hee.


Atas segala doa dan restu suaminya,pasien Yun Hee berhasil melewati masa kritis dan selamat di meja oprasi itu.


Semua tim bedah yang mengelilingi proses operasi itu bekerja dengan baik dan bisa bernafas dengan lega sekarang.


Semua wajah yang tadinya tegang kini bisa santai bahkan di hiasi senyuman di balik masker itu.


Yun Hee tidak lupa berterima kasih atas kerja sama timnya yang baik.


Yun Hee akhirnya bisa keluar dari ruangan bedah dadakan di posko itu.


Jung Hwa sudah menunggunya.


Bagaimana?


Apa semuanya berjalan lancar?


Yun Hee tersenyum pertanda semuanya memang berjalan lancar seperti yang diinginkan.


Jung Hwa tersenyum dan memberikan Yun Hee pelukan hangat.


Selamat Yun Hee,kau memang hebat.


Aku bangga padamu.


Iya Jung Hwa terima kasih.


Yun Hee tersenyum di pelukan suaminya tersayang.


Sambil bersantai sejenak menikmati malam yang tidak terasa sudah menyapa kembali.


Yun Hee dan Jung Hwa membahas perihal Mi Ra tadi.


Bagaimana dengan Mi Ra?


Kalian jadi bertengkar tadi.


Entahlah Yun Hee,aku belum menghubunginya.


Aku ingin secepatnya mengakhiri hubungan ini dengannya.


Jung Hwa menggandeng tangan Yun Hee sambil berjalan di kegelapan malam itu.


Yun Hee..


Boleh aku bertanya..


Iya,silahkan saja.


Em,bukannya aku tidak percaya padamu.


Tapi apa benar tidak ada pria selain aku selama aku tidak ada?


Yun Hee tersenyum.


Bagaimana ya..


Jung Hwa mulai cemas.


Jujur saja,beberapa waktu lalu aku di cium oleh seorang pria yang seprofesi denganku yang juga seorang dokter dan temannya oppa.


Jung Hwa menghentikan langkahnya di tempat lalu berbalik menghadap Yun Hee


Apa!!!!!


Kau di cium!!!


Yun Hee mengangguk.


Tapi,oppa bilang ia sudah memberi tahu Jun Pyo kalau kau masih hidup dan aku kembali bersamamu.


Jung Hwa jelas kesal dan cemburu.


Hei,bagaimana kau bisa menceritakan semua ini dengan santai dan tanpa rasa bersalah.


Sepertinya kau sangat bangga,apa dokter itu lebih tampan dariku?


Emmmmm...


Haruskah aku main main sebentar.


Yun Hee malah sengaja memanasi Jung Hwa hitung hitung balas dendam pada Jung Hwa yang juga menjalin hubungan dengan Mi Ra saat lupa ingatan.


Yah,aku rasa dia cukup tampan.


Wah,hebat sekali.


Kau pasti sakit hati ya padaku makanya sekarang memanasiku.


Kau berhasil Yun Hee,aku sudah sangat panas dan akan meledak seperti gunung yang akan erupsi.


Jung Hwa benar benar marah.


Siapa pria itu yang berani mencuri kesempatan mencium istriku!


Awas saja kalau pulang ke Seoul nanti akan kuberikan pelajaran dia.


Cepat minta maaf padaku!!


Tidak mau,kau bahkan lebih parah.


Selalu menyulitkanku dengan urusan wanita.


Dulu Ae Ri dan sekarang Mi Ra.


Punya suami yang tampan itu berkah yang berbonus kutukan.


Ada saja wanita yang terpikat di sekelilingmu.


Dan selalu saja aku sakit hati di buatnya.


Aigo......benar benar.


Sekarang giliran Jung Hwa yang ingin tertawa mendengar keluhan Yun Hee yang cemburu.


Kenapa tersenyum?


Apa ada yang lucu!


Kau bisa lupa ingatan tapi otak dan hatimu itu singkron tidak bisa menahan godaan dari wanita cantik!


Kau cemburu ya rupanya???


Jung Hwa malah menggoda Yun Hee.


Hal itu membuat Yun Hee jengkel dan berjalan lebih cepat.


Hei..tunggu..


Percakapan itu berakhir gantung tanpa penyelsaian.


Yun Hee kini sudah ada di kamarnya dan merungut sambil berbaring.


Jung Hwa benar benar membuatku kesal habis habisan.


Bukannya minta maaf malah membuatku jadi bahan becandaan.


Dia bahkan masih bisa berhubungan dengan Mi Ra.


Aku harus berhadapan dan bertarung lagi di medan pertempuran cinta ini.


Saat sedang marah sendirian,ada yang mengetok Jendela Yun Hee yang tidak lain adalah Jung Hwa.


Yun Hee langsung berhadapan dengan wajah Jung Hwa saat membuka Jendela.


Jung Hwa tampak menyesal.


Maafkan aku ya Yun Hee.


Sudah,kita jangan bertengkar lagi.


Yun Hee tersenyum..


Iya Jung Hwa,maafkan aku juga yang terlalu cemburu.


Tidak apa apa Yun Hee,itu berarti kau mencintaiku.


Di tengah percakapan itu Jung Hwa melirik ranjang Yun Hee.


Kau tidur sendiri?


Em,iya.


Aku tidur sendiri.


Kenapa memangnya?


Tanpa fikir panjang Jung Hwa langsung melompat masuk kekamar Yun Hee lewat jendela itu.


Yun Hee kaget dan bicara pelan.


Hei,apa yang kau lakukan nanti ketahuan.


Jung Hwa tidak menjawab,wajahnya serius memandang Yun Hee.


Ia lalu menutup jendela itu.


Aku sudah tidak bisa menahannya Yun Hee.


Yun Hee bingung.


Maksudmu??


Jung Hwa segera menerkam Yun Hee.


Jung Hwa yang menciumi Yun Hee melepas baju Yun Hee dengan tergesa.


Sekarang Yun Hee tahu maksud omongan Jung Hwa tadi.


Jung Hwa menjatuhkan tubuh Yun Hee di kasur dan menimpanya.


Ia melepas semua hasrat dan birahinya pada Yun Hee.Jung Hwa melepas bajunya dan membebaskan dadanya yang bidang.


Yun Hee meraba dada dan otot lengan Jung Hwa yang tetap kekar.


Jung Hwa juga membasahi tubuh Yun Hee dengan kecupan bibirnya yang basah.


Ia membenamkan diri di setiap lekuk tubuh Yun Hee yang mendesah pelan dan tertahan.


Jung Hwa merajai malam erotis itu,hingga akhirnya menghentakkan pedangnya ke ladang pertempuran Yun Hee dengan sekuat tenaga hingga Yun Hee menyerah dan terkulai lemas malam itu setelah lama tak terjamah hingga sangat basah dan membuat Jung Hwa menggila serta melayang di buatnya.


Malam ini bagai malam pertama pengantin baru untuk mereka berdua.