THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND

THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND
TOKO KUE



Ae Ri benar benar resah memikirkan keberadaan fernando.


Ae Ri sedang minum bir di rumahnya sambil memandang ke kaca besar yang ada di hadapannya.


Pria itu,apa dia hanya menganggapku binatang peliharaan yang akan tenang setelah di beri makan.


Dia hanya melimpahiku dengan materi.


Karena aku menerima bantuan darinya dan waktu itu hidupku menyedihkan ia fikir dengan uang bisa membuatku menerima semua perlakuannya.


Ae Ri tiba tiba meridukan Jung Hwa.


Biasanya di saat ia penat dengan rutinitas pekerjaan,Jung Hwa akan menghiburnya dengan sepenuh hati.


Tapi kegalauan Ae Ri berbanding terbalik dengan Yun Hee dan Jung Hwa yang saat ini sedang bahagia.


Yun Hee dan Jung Hwa sedang berada di bangunan yang akan menjadi toko kue milik Yuh Hee nanti.


Malam malam begini,suami istri itu sibuk mengecat dinding bangunan itu di bagian dalam itu.


Wah...aku capek sekali...


Jung Hwa,jangan memaksakan diri.


Sebaiknya istirahat sana.


Kau sudah seharian bekerja juga masih menyempatkan membantu di sini.


Tidak apa apa,aku hanya sedikit lelah.


Bukan masalah besar.


Hubungan Yun Hee dan Jung Hwa semakin membaik.


Mereka melakukan lagi pendekatan seperti halnya pasangan baru yang berpacaran.


Namun,mereka masih tidur di kamar terpisah.


Dua sejoli itu masih canggung dan belum berani untuk melakukan hal yang lebih dari ini.


Jung Hwa sedang duduk di lantai karena kelelahan,sementara Yun Hee masih mengecat dinding toko kuenya itu.


Yun Hee mengecat di atas kursi.


Tapi Yun Hee ceroboh..


Ia mencoba menjangkau bagian yang terlalu tinggi yang berakibat pijakan kakinya melenceng dan jatuh dari kursi itu..


Saat badannya masih melayang di udara,Jung Hwa dengan sigap menyambut tubuh Yun Hee yang terbang bebas.


Alhasil,Jung Hwa berhasil merangkul dan meraih Yun Hee namun dirinya yang menjadi matras sekaligus alas Yun Hee terjatuh.


Jung Hwa terbentur keras menahan badan Yun Hee yang berada di atasnya.


AAAWWWWWWW....


Mereka berdua terpejam bersama.


Yun Hee mencoba membuka matanya dan melihat Jung Hwa yang berada di bawahnya menyelamatkannya.


Yun Hee iba dan panik melihat Jung Hwa yang sepertinya kesakitan.


Jung Hwa,kau baik baik saja.


Hehe..iya.


Tapi wajah Jung Hwa yang terkekeh dengan terpaksa itu malah menunjukkan hal sebaliknya.


Pasti sakit ya,maaf aku sangat ceroboh.


Jung Hwa memandang Yun Hee yang ada


di depan wajahnya sekarang.


Tidak ingin kesempatan ini sia sia,segera saja dengan tangan kanannya ia mendorong kepala Yun Hee ke bawah untuk di jatuhkan ke bibirnya.


Tidak masalah aku menyelamatkanmu,asalkan momen ini tidak sia sia Yun Hee.


Kau sendiri yang menjatuhkan dirimu lebih dulu padaku..


Yun Hee kaget dengan ulah jahil Jung Hwa.


Jadilah ruangan kosong yang berbau cat itu menjadi saksi bisu ciuman jahil Jung Hwa malam ini.


____________________


Ibu.....


Kenapa ibu memilihkan wanita,em maksudku pelatih taekwando itu untukku.


Aku tidak mau ibu.


Hei...anak berndal.


Harusnya kau bersyukur atas pilihan ibu.


Dia wanita yang kuat dan juga berani,penghasilannya juga besar.


Kau tahu dia adalah guru terbaik di tempat kursus tempatnya mengajar taekwando.


Ayah dan Ibunya yang merupakan teman ibu sekolah dulu juga ahli seni bela diri.


Apa??!!


Orang tuanya juga.


Apa ibu mau melihat aku di gebuk oleh anak dan orang tuanya.


Ibu tahu,wanita sinting itu bahkan mengajakku bertarung sesekali.


Bagaimana mungkin dia bisa mengajakku berduel??


Ah,tinggal kau laden saja.


Bukankah kau memang suka dan jago berkelahi saat sekolah dulu.


Ah sudah,sudah...


Aku juga tidak ingin menemui wanita ganas itu lagi.


Sudah..


Tut....


Dae Ho mematikan telfon dengan ibunya secara sepihak.


Ah,belum berkencan dengannya saja aku sudah hampir gila.


Apalagi benar benar menjadi kekasihnya,aku pasti sudah kehilangan akal sehat.


Alangkah baiknya kalau di saat seperti ini Yun Hee bisa menemaniku bicara.


Hem,adikku apa yang kau lakukan sekarang?


Kau pasti sedang pacaran dengan suamimu ya..


Dae Ho mencoba menerima kenyataan dan memikirkan Yun Hee yang jauh di sana..


Wajah Dae Ho terlihat terpaksa memunculkan senyumnya..


_____________________


Orang yang menjebloskan orang tua Yun Hee kepenjara ada mafia kelas kakap yang berkutat dengan dunia hitam.


Ia melibatkan diri dalam kasus perdangan manusia juga penggelapan uang.


Mafia itu sangat bengis dan penuh kekuasaan.


Kali ini,mafia itu mencoba menggunakan Fernando untuk membantunya di pengadilan.


Ia terseret ranah hukum karena kedapatan menggelapkan uang pinjaman investasi dalam jumlah besar.


Tidak main main juga sampai harus menggunakan Fernando karena lawannya adalah Pengusaha properti terbesar di Seoul.


Ia menipu pengusaha itu dengan kedok investasi yang nyatanya dana investasi itu malah ia talap semua.


Tentu saja Fernado menerima tawaran mafia besar itu karena diimingi bayaran besar dan setimpal.


___________________


Hari ini hari pembukaan toko kue milik Yun Hee.


Toko kue itu di beri nama 'Cherry'.


Yun Hee memotong pita tanda diresmikannya toko miliknya itu.


Pihak keluarga juga ikut datang mengikuti acara peresmian toko itu.


Dae Ho juga tentunya ikut hadir.


Dae Ho turut senang dengan wajah Yun Hee yang amat berseri dengan senyum yang mengembang saat ini.


Selamat Yun Hee,akhirnya kau bisa bahagia.


Walau aku hanya bisa melihatmu dari jauh dan tidak berada di sisimu,aku harap kau akan terus bahagia seperti ini setiap harinya.


Rombongan orang itu mulai memasuki toko kue Yun Hee.


Walau belum banyak sudah ada beberapa kue yang berjajar di etalasenya.


Kue kue itu juga tampak indah dan menggoda.


Hei...


Jung Hwa menepuk punggung Dae Ho.


Dae Ho segera berbalik badan dan mendapati Jung Hwa di hadapannya.


Oh...kenapa?


Terima kasih sudah datang.


Tentu saja,bagaimana mungkin seorang kakak tidak datang ke hari bahagia adiknya.


Hei ayolah,serius saja sebenarnya kau itu memiliki perasaan kan pada Yun Hee.


Aku tidak akan merelakannya untukmu.


Terima kasih Hyeongnim(kakak)


Tunggu,tunggu kau mau menjadi adikku juga?


Kenapa tidak?bukankah istriku Yun Hee mengangapmu sebagai kakak?


Jadi aku juga harus begitu kan?


Kakak pantatmu!


Aku tidak mau punya adik yang labil sepertimu.


Bahkan mengingat perilakumu yang buruk membuat tanganku gatal ingin memukulmu lagi.


Tidak...tidak usah begitu,kita kan sama sama laki laki jadi santai saja.


Panggil saja aku Dae Ho.


Baiklah kalau begitu,semoga kita bisa semakin akrab kedepannya.


Hei,aku juga hanya basa basi untuk memanggilmu kakak!!


Kau fikir aku tulus,aku hanya ingin terlihat baik di depan Yun Hee.


Cih,punya kakak sepertimu.


Aku yakin kau akan mengangkut kasurmu ke rumahku dengan alasan agar lebih dekat sebagai kakak adik.


Dan kau juga akan dekat dekat dengan Yun Hee dengan alasan kakak adik.


Aku tidak akan biarkan itu terjadi.


Dae Ho dan Jung Hwa sama sama memakai topeng sok baik di hadapan masing masing.


Mereka lalu saling berlalu dan menuju tujuan lain setelah berbicara omong kosong yang tidak tentu arah.