
Aku sangat mencintaimu Ae Ri,aku juga merindukanmu malam ini..
Jung Hwa,aku Yun Hee bukan Ae Ri.
Sadarlah!!
Lepaskan aku juga...
Yun Hee mencoba bangun dan lepas dari kekangan Jung Hwa.
Namun apalah daya Yun Hee yang lemah itu..
Jung Hwa langsung mendaratkan bibirnya di atas bibir Yun Hee yang di imajinasinya adalah Ae Ri.
Yun Hee langsung terdiam.
Ada perasaan hangat yang langsung menyertainya.
Jung Hwa,aku ini Yun Hee bukan Ae Ri mu.
Tapi tidak sepenuhnya aku berhak menolak karena aku istrimu.
Andaikan takdir kita bukan seperti ini dan kita adalah pasangan yang saling mencintai tentu tidak ada perasaan menderita setelah nanti kau tersadar.
Jung Hwa terus bermain dengan bibir Yun Hee,Yun Hee juga sudah melemah dan pasrah.
Bahkan air mata Yun Hee mulai mengalir seiring matanya yang terpejam.
Yun Hee menyerahkan dirinya pada Jung Hwa malam itu.Setiap jengkal tubuh Yun Hee telah di jamah oleh Jung Hwa.
Kini Yun Hee akhirnya benar benar di tiduri oleh Jung Hwa.
Malam berlalu dan Yun Hee tertidur di kamar Jung Hwa.
Pukul 6 pagi Jung Hwa terbangun...
Kepalanya terasa berat dan pusing..
Sejenak ia bingung karena melihat dirinya sudah tanpa busana dan tertutup selimut.
Lebih tercengang lagi saat melihat Yun Hee tidur di sebelahnya dengan kondisi yang sama.
Jung Hwa yang angkat setengah badan bingung dengan apa yang terjadi.
Ia mencoba mengingat kembali kejadian semalam.
Setelah berfikir keras ia akhirnya ingat semuanya.
Semalam ia telah meniduri Yun Hee yang di sangkanya Ae Ri.
Aishhh sial,kenapa aku harus melakukan ini.
Aku bahkan memperdayanya.
Jung Hwa segera bangun dan meninggalkan Yun Hee.
Saat Yun Hee terbangun Jung Hwa sudah tidak ada di sampingnya.
Saat ia keluar kamar,Jung Hwa juga sepertinya sudah tidak ada di rumah dan berangkat kerja.
Yun Hee tau,Jung Hwa pasti sudah menyesali semuanya.
Ia pasti tidak bisa menerima kenyataan ini.
Di tempat lain,rupanya Fernando si rival Jung Hwa menggoda mantan kekasih Jung Hwa.
Ia menggoda Ae Ri dan bertekad mendapatkannya.
Tentu saja berhasil,dengan karirnya yang naik daun sekarang juga materi yang berlimpah.
Ae Ri dengan mudah jatuh hati padanya sekaligus ingin membalas Jug Hwa karena telah menghancurkannya.
Ae Ri akan menujukkan pengkhianatannya pada Jung Hwa.
Fernando dan Ae Ri sama sama bertujuan untuk menyakiti Jung Hwa.
Di sisi lain,Yun Hee sedang curhat dengan Dae Ho di rumah Dae Ho.
Mereka berbincang soal apa yang terjadi semalam di ruang tamu Dae Ho.
Tangan Dae Ho langsung mengepal karena geram..
Oppa,jangan marah.
lagi pula aku istrinya,aku juga tidak berhak kalau memang dia ingin.
Tapi Yun Hee,ia tidak sadar!!
Ia menyangka kalau kau adalah Ae Ri!
Dae Ho benar benar terbakar Emosi..
Ia memalingkan wajahnya dari Yun Hee.
Ia kesal karena Yun Hee tidak melawan.
Yun Hee merasa bersalah dan turut sedih atas kekecewaan Dae Hoo pada dirinya.
Yun Hee lalu melangkah dan duduk di lantai di depan Dae Ho yang duduk di kursi.
Ia memegang tangan Dae Ho yang sudah ia anggap sebagai abangnya.
Oppa jangan marah ya..
Dae Ho melunak saat kembali melihat wajah Yun Hee yang tak berdosa.
Yun Hee juga mengeluarkan senyum indahnya..
Tidak lama,Dae Ho malah mimisan dan darahnya jatuh ke punggung tangan Yun Hee.
Oppa kau mimisan...
aduh bagaimana ini..
Tenang,ini pasti karena aku kelelahan bekerja saja.
Aku akan segera sembuh nanti.
Aishh..apa yang oppa bicarakan.
Yun Hee panik dan segera menyeka mimisan itu dengan bajunya.
Oppa!!!!!
Iya...
Kau pasti melewatkan waktu makannmu kan!!
Juga jam tidurmu pasti kurang.
Yah...
Wajah Dae Ho seperti mengakui omongan Yun Hee.
Yun Hee bertolak pinggang dengan wajah marah.
Selanjutnya...
Dae Ho sudah duduk di meja makan dengan berbagai hidangan masakan yang di masak Yun Hee.
Wahhhh....
Cepat makan,aku tidak mau oppa sakit lagi.
Hemm,baiklah..
Selamat makan....
Saat Dae Ho sedang menikmati makannannya,Yun Hee menyela dengan ucapannya..
Oppa,kau sudah cukup umur dan mapan.
Carilah istri agar ada yang mengurusmu.
Ucapan Yun Hee langsung membuatnya berhenti mengunyah.
Ia memerhatikan wajah Yun Hee.
Hei..gadis bodoh..
Andai kau tahu,aku ini jatuh hati padamu.
Yang aku inginkan jadi istriku adalah dirimu.
Kau yang hari ini memasak untukku,tangan lentikmu memasakkan makanan yang sangat lezat untukku.
Apa aku bisa menginginkanmu lebih dari ini..
Hemm..baiklah...
Kau saja yang jadi istriku...
Oppa sudah gila...
Ssshhhhh..habiskan saja makananmu..
Jangan lupa makan juga nanti,aku sudah mengemas beberapa lauk di kulkas.
Kakak bisa memanaskannya kalau ingin makan.
Jung Hwa tidak konsen bekerja karena kejadian semalam.
Ia bahkan tidak ingin melihat wajah Yun Hee hari ini.
Teman teman Jung Hwa mengajaknya minum hari ini.
Jung Hwa mau saja ikut,Saat sudah di tempat minum minum itu rupanya hal ini untuk merayakan fernando sebagai pengacara terbaik yang memengkan kasus besar.
Fernando memandang rendah Jung Hwa yang duduk di ujung sana.
Jung Hwa geram,ia lalu meneguk minuman di hadapannya.
Semuanya nampak memuji dan memberi ucapan selamat pada fernando.
Cih...orang rendahan.Kampungan sekali sikapnya yang sombong itu.
Hei...pria tengik,sebelum kau merasakannya sekarang aku sudah lebih dulu merasakan ini semua.
Aku juga tidak senorak dirimu..
Jung Hwa memandang pahit pada kesuksesan Fernando.
Baiklah semua nikmati semua makanan dan minuma n yang kalian inginkan..
Semua aku yang traktir...
Horee...Huuuu...
Pengumunan Fernando di sambut sorak riuh semua orang.
Oh iya..tunggu aku akan memperkenalkan kekasihku.
Semua orang mulai tertuju pada Fernando...
Ae Ri sayang,ayo kemari..
Mendengar nama Ae Ri membuat Jung Hwa mendeling ke arah Fernando..
Ae Ri masuk dan langsung menggandeng lengan fernando.
Semua terbelalak kaget apa lagi Jung Hwa yang seakan matanya akan melompat keluar.
Ae Ri memandang sinis pada Jung Hwa.
Tentu semua orang bingung,bukankah Ae Ri adalah wanita yang terlibat skandal dengan Jung Hwa.
Tapi kenapa sekarang malah menjadi kekasih Fernando??
Tenang..tenang..
Aku tahu yang ada di fikiran kalian.
Tapi aku dan Ae Ri sudah memutuskan membuka lembaran baru.
Kami saling mencintai...
Bukan begitu sayang??
Iya...tentu saja.
Perkenalkan aku Han Ae Ri,aku adalah kekasih Fernando.
Salam kenal..
Jung Hwa menggengam erat gelasnya dan menggeram.
Rekan kerjanya juga mulai berbisik seakan hancurnya Jung Hwa sekarang.