
Kabar kecelakaan Jung Hwa masih belum di ketahui oleh Yun Hee karena belum ada yang menemukan kecelakaan di jalan sepi itu.
Saat ini di tempat Yun Hee sudah mulai gelap.
Dae Ho dan Song Yi sudah datang untuk berkempul di rumah Ae Ri.
Yun Hee,ada apa dengan tanganmu?
Dae Ho dengan mata jelinya melihat tangan Yun Hee yang di balut perban kecil.
Ah ini,tidak.
Hanya luka kecil oppa,aku tidak hati hati dan menjatuhkan gelas tadi.
Saat hendak membereskannya,jariku malah terluka karena kepingan beling itu.
Dae Ho agak khawatir dengan Yun Hee,ia pasti tidak fokus karena ulah penguntit yang menerornya belakangan ini.
Hei,,karena luka kecil di tangannya kau seperti melibat pasien dengan luka kecelakaan yang parah saja.
Jangan berlebihan.
Saat tanganku patah,wajahmu malah biasa saja dan bahkan sempat sempatnya bercanda saat aku di larikan ke IGD.
Song Yi sentimen dengan sifat Dae Ho yang berbeda padanya saat ia terluka waktu itu.
Hei,kalau kau..
Baik patah tangan atau luka sobek sekalipun aku tidak khawatir karena badanmu itu tebuat dari baja.
Satu lapisan terluka masih ada lapisan baja lainnya yang melindungimu.
Kau kira aku manusia super..
Sudah...sudah..jagan ribut lagi.
Ae Ri menyudahi anjing dan kucing itu.
Yun Hee,apa Jung Hwa belum menelfonmu??
Yun Hee menggeleng.
Jung Hwa belum juga mengabarinya dan tidak bisa di hubungi.
Dae Ho mencoba menenangkan Yun Hee yang sepertinya cemas dan khawatir.
Tenang saja Yun Hee,Jung Hwa masih di jalan atau mungkin sedang fokus menyetir.
Nanti jika sudah sampai ia pasti mengabarimu.
Yun Hee mencoba tersenyum walau hatinya gundah gulana.
Ya tuhan,aku mohon jaga dan lindungi Jung Hwa.
Jauhkan dia dari segala bahaya dan segala sesuatu yang buruk.
Aku tidak bisa hidup tanpanya.
Song Yi yang duduk di samping Yun Hee menggenggam tangan Yun Hee erat.
Tenang saja,suamimu akan pulang dengan selamat.Kau tidak boleh berfikiran yang tidak tidak.
Terima kasih Song Yi.
Empat orang di rumah itu saling menguatkan Yun Hee.
Tapi,bahaya memang sudah mengintai mereka.
Orang orang Ki Hon yang berjumlah 10 orang sudah berada di lingkungan rumah Ae Ri.
Salah seorang detektif yang di sewa Jung Hwa melihat gerak gerik beberapa pria mencurigakan di sekitar rumah.
Detektif itu segera menghubungi Dae Ho di dalam.
Mata Dae Ho langsung tampak melotot dan cemas setelah menerima telfon itu.
Kita dalam bahaya!!
Song Yi,Ae Ri dan Yun Hee langsung kaget mendengar omongan Dae Ho.
Apa maksudmu??
Suara Song Yi meninggi bicara pada Dae Ho.
Detektif di luar bilang,ia melihat beberapa orang mencurigakan di sekitar rumah Ae Ri.
Apa?!!!!!!
Cepat telfon polisi.
Ae Ri mengeluarkan saran yang tepat.
Dae Ho segera menelfon polisi.
Mereka berempat segera pindah ke ruangan lain yang lebih aman.
Mereka pergi ke kamar Ae Ri yang di dalamnya ada Ruang tersembunyi di balik rak buku.
Ae Ri memeluk Yun Hee yang ketakutan.
Jika mereka bisa menemukan tempat ini,akan aku keluarkan jurus taekwandoku.
Benar,aku juga akan menghajar mereka semua.
Dae Ho dan Song Yi sudah bersiap untuk bertarung sambil menunggu polisi datang.
Mereka sudah menghabisi petugas keamanan dan detektif yang berjaga di luar.
Penjahat itu mulai masuk dan menyatroni rumah.
Semua telinga menjadi awas dan siaga,mereka jelas mendengar suara langkah kaki selain mereka di rumah ini.
Para polisi belum juga datang karena teralihkan kasus kebakaran di tempat lain yang sengaja di buat agar para penjahat itu bisa mendapatkan Yun Hee.
Ke empat orang itu mulai khawatir dan takut.
Mereka pasti kalah jumlah mendengar derap kaki yang banyak dan ramai itu.
Mereka juga pasti membawa senjata api atau senjata tajam.
Sedangkan Dae Ho dan Song yi hanya bertangan kosong.
Tapi,keadan lebih tidak terduga mucul.
Kandungan Ae Ri yang baru menginjak usia 7 bulan tiba tiba pecah ketuban.
Cairan putih merembes mengalir di pahanya hingga kebawah.
Bagaimana ini,oppa lihat.
Air ketuban Ae Ri pecah...
Ae Ri juga kesakitan karena sepertinya sudah kontraksi.
Ya tuhan,situasi macam apa ini?
Dae Ho segera menghampiri Ae Ri yang menahan sakit kontraksi.
Bukankah usia kandunganmu baru 7 bulan?
Iya,tapi sebenarnya sejak pagi aku sudah merasa mulas.Hanya saja tidak sesakit dan semulas sekarang.
Gawat,bayi ini harus segera keluar karena ketubannya sudah pecah.
Tapi karena usia kandungan yang dini,ia harus di larikan ke rumah sakit.
Terlalu beresiko kalau ia melahirkan disini tanpa didampingi tim medis yang memadai.
Hei,bagaimana kita bisa keluar sekarang?
Jangankan keluar ke rumah sakit,ke luar dari ruangan ini bahkan tidak bisa.
Kau kan dokter,ayo cepat tolong dia!
Aku dokter bedah Song Yi,bukan dokter kandungan.
Ae Ri benar benar kesakitan.
Hal ini mendorong Yun Hee untuk melakukan aksi nekadnya.
Biar aku yang keluar,biarkan mereka menangkapku teman teman.
Jika aku yang menjadi incaran mereka biarkan mereka menangkapku.
Aku tidak mau kalian dalam bahaya karena melindungiku.
Aku juga tidak mau mempertaruhkan nyawa bayi kecil ini demi diriku.
Segera bawa Ae Ri ke rumah sakit setelah mereka membawaku nanti.
Saat Yun Hee berdiri dan hendak menyerahkan diri,Dae Ho segera menariknya.
Tidak..tidkak Yun Hee.
Kau tidak boleh keluar.
Sebentar lagi polisi akan datang.
Tapi Dae Ho lihat Ae Ri,kasihan dia.
Ae Ri semakin kesakitan.
Dae Ho lalu mencoba sebisanya.
Baiklah,kita akan lakukan persalinan Ae Ri disini.
Ae Ri,aku mohon percaya padaku.
Ae Ri mengangguk karena tidak mampu bicara lagi.
Song Yi mencari akal lain,ia menghubungi teman temannya di klub taekwando dan menghubungi abangnya untuk mencari bantuan tentang kondisinya sekarang.
Dae Ho dan Yun Hee sekarang membantu persalinan bayi Ae Ri dengan pengetahuan seadanya.
Ayo Ae Ri,tarik nafasmu yang dalam lalu hembuskan perlahan.
Di tempat lain,lokasi kejadian kecelakaan Jung Hwa sudah teridentifikasi oleh polisi.
Saat mengecek mobil Jung Hwa yang hancur dan tebakar tidak di temukan sosok siapapun.
Mungkin karena habis terbakar dan hancur.
Polisi tidak yakin,orang yang berada di dalam mobil ini bisa selamat melihat kerusakan yang berat.
Hanya tas Jung Hwa yang tersisa yang di temukan 5 meter dari bangkai mobil yang terbakar itu.
Di dalam tas itu terdapat berkas berkas Jung Hwa,juga kartu identitas Jung Hwa.