THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND

THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND
MENOLAK PANGGILAN.



Hong Ah di larikan ke rumah sakit malam itu juga.


Ibu Hong Ah menangis dan sangat sedih..


Ia khawatir dengan keadaan puterinya itu.


"Bertahanlah nak...


Di tengah deringan sirine ambulance yang membelah malam itu terselip doa sang ibu untuknya.


Begitu sampai di rumah sakit,Hong Ah segera mendapat penanganan khusus.


Untungnya ia berhasil lolos dari maut,dengan membuang sedikit cairan di otak Hong Ah.


Namun untuk sekarang ia masih belum bisa sadarkan diri.


***


Di Korea,kaki tangah Ayah Hong Ah sudah mulai bergerak dan menyelidiki tentang Jae Ha.


Mereka bersiaga di dekat pangkalan militer tempat Jae Ha bertugas untuk mengintai gerak gerik Jae Ha.


Untungnya hari ini mereka masih belum mendapat hasil buruan mereka.


Namun itu tidak bertahan lama,karena di esok harinya Jae Ha terlihat keluar dengan baju santai.


"Itu sasaran kita..


Ayo cepat buntuti...


"Baik pak...


Salah seorang orang suruhan itu sudah memberi perintah pada rekannya.


Jae Ha berjalan santai dan memang untuk bertemu Ha Na.


Begitu bertemu tidak jauh dari persimpangan jalan, Jae Ha dan Ha Na terlihat berpelukan erat...


Hal itu langsung di abadikan oleh si pengintai.


Ia segera mengambil foto Jae Ha dan Ha Na dari dalam mobil.


Misi mereka sukses dan membuahkan hasil.


***


"Bagaimana keadaanmu Ha Na?


"Aku baik baik saja..


Tapi ada apa dengan wajahmu yang terluka oppa?


Apa kau berkelahi??


"Ah tidak,ini hanya luka yang aku dapat saat pelatihan.


Ha Na menatap dengan khawatir.


"Pasti ada yang kau sembunyikan dan tidak ingin kau beritahukan padaku ya.


Dan aku tahu jelas,itu pasti menyangkut hubungan kita.


"Iya oppa,tapi katakanlah jika kau tidak baik baik saja .


Aku akan selalu siap mendengar keluh kesahmu.


"Iya Ha Na.


Sudah,ayo kita antar ayah dan ibumu terlebih dahulu.


Bukankah mereka akan kembali hari ini?


Ha Na mengangguk..


"Iya...ayo...


Ha Na dan Jae Ha ingin mengantar kepulangan orang tua Ha Na rupanya.


Sebelum masuk ke mobil,Jung Hwa memeluk erat Ha Na.


"Nak,ayah dan ibu pulang dulu.


Jika kau sedih atau merasa kesepian hubungilah kami,kami akan datang untuk menghiburmu.


In Joo dan Ah Ra juga titip salam untukmu.


"Iya ayah,tentu saja.


Jangan khawatir..


Jung Hwa lalu beralih pada Jae Ha.


"Tolong jaga puteriku ini.


Aku titip ia padamu.


Selesaikan tugas negaramu lalu resmikan hubunganmu dan Ha Na.


Aku hanya mau tahu itu saja,selebihnya masalah lain uruslah sendiri..


"Iya paman.


Aku pasti akan membahagiakan Ha Na.


Setelah itu Jung Hwa dan Yun Hee berangkat.


Ha Na terus melambai walau mobil orang tuanya telah menjauh.


****


Ayah Hong Ah telah mendapat laporan hasil pengintaian anak buahnya.


Betapa kagetnya ia saat melihat foto foto itu.


"Teganya kau Jae Ha.


Kau bermain hati dengan wanita lain di saat puteriku sedang sakit di negara lain.


Apa ketulusan Hong Ah tidak cukup untukmu?!!


Karena anakku mengidap penyakit keras dan lumpuh,kau kira bisa melakukan ini padanya!!!


Kau akan mendapat balasanmu Jae Ha!!!


Kau yang akan lebih menderita.


Ayah Hong Ah benar benar geram.


Sama Halnya dengan Hong Ah yang baru sadar dan saat siuman melihat hasil pengintaian ayahnya.


Ia melihat foto Jae Ha dan Ha Na yang bertemu juga terlihat mesra.


"Sudah kuduga kan!!


Firasat yang selama ini aku sangkal ternyata benar.


Jae Ha kembali ke pelukan wanita iblis itu!!!


Hong Ah melempar ponselnya dan berteriak histeris.


Ia melempar barang barang yang ada di dekatnya.


***


Jae Ha dan Ha Na sedang berduaan...


Ha Na duduk di pangkuan Jae Ha sambil melihat Jae Ha melukis di apartemennya.


"Oppa.


Suatu saat,aku ingin sekali membuka rumah sakit kecil di sebuah desa.


Aku ingin hidup tenang dan beramal dengan membantu orang orang yang tidak mampu.


"Iya Ha Na,tidak masalah.


Aku juga ingin bergabung dengan firma hukum ayahmu suatu saat nanti.


Kami akan menjadi kolaborasi pengacara yang hebat.


"Tentu saja,karena kau dan ayahku adalah pria andalan yang aku miliki.


Tapi,apa yang kau lukis oppa?


Kenapa tidak ada gambar yang jelas dan hanya coretan warna??


"Ini adalah gambaran perasaanku yang campur aduk saat ini.


Yang aku bahkan tidak bisa ungkapkan dengan gambaran apapun.


Ha Na,aku ingin jujur...


Sebenarnya yang terjadi pada wajahku adalah karena berkelahi dengan pria di tempatku bertugas.


Ia menghina dan mengataimu,hal itu sangat membuatku geram dan sakit hati.


Aku lalu berkali dan menghajarnya habis habisan.


Aku pastikan mulut kotornya itu tidak akan menyebut namamu lagi nantinya.


Ha Na sangat tersentuh,ia lalu mengecup dahi Jae Ha.


"Terima kasih oppa.


Terima kasih telah mau jujur dan melindungiku..


"Tentu saja Ha Na


Bahkan nyawakupun akan aku pertaruhkan untukmu.


Ha Na dan Jae Ha yang saling mencintai harus melewati banyak rintangan.


Di tempat lain Hong Ah menghubungi ayahnya.


"Halo,ayah...


"Iya,Hong Ah.


Bagaimana keadaanmu?


Apa kau sudah baik baik saja.


"Itu tidak penting ayah,aku ingin pulang ke Korea sekarang juga!!


Aku harus menemui suamiku dan wanita laknat itu!!


"Tenanglah nak,kau itu sedang sakit.


Ayah khawatir jika kau kembali kesini dan keadaanmu akan memburuk.


Terlebih tanggal operasimu telah di tentukan.


Biarkan ayah yang membereskan semuanya nak.


"Tidak ayah!!!


Tidak!!!!


Biar aku yang memberi pelajaran pada mereka sendiri.


Aku akan membawa Jae Ha kembali kesisiku dan membuat wanita yang menghancurkan rumah tanggaku itu mendapatkan ganjarannya.


Setelah semuanya selesai,aku akan kembali ke Amerika dan melakukan operasi ayah.


Barulah setelah kepergianku dan Jae Ha ayah bereskan wanita itu.


Aku tidak peduli jika ayah bahkan membunuh atau membuangnya kelaut!!


Asalkan ia lenyap!!


Ayah Hong Ah sangat bimbang mendengar permintaan puterinya untuk pulang ke Korea.


Tapi,Hong Ah yang bersikeras akan tetap melakukan apa yang ia inginkan jika tekadnya sudah bulat.


Tidak ada pilihan bagi ayahnya selain menuruti maunya Hong Ah.


***


Jae Ha memeluk erat Ha Na sebelum pulang.


"Ha Na,aku pulang dulu..


"Iya oppa..


Hati hati...


Saat pamit pulang ponsel Jae Ha berdering.


Telepon itu dari Hong Ah.


Ha Na dan Jae Ha saling berlihatan.


Ha Na agak murung dengan senyum sedihnya seakan merelakan Jae Ha jika ingin mengangkat telepon itu.


Jae Ha peka dan menolak panggilan itu.


Ia memasukkan ponsel kesaku celananya kembali.


Ha Na kaget melihat respon Jae Ha yang seperti itu.


Jae Ha lalu meraih wajah Ha Na dengan tangannya dan menambatkan bibirnya pada Ha Na.


Ia mencumbu bibir Ha Na dengan erat dan lihainya.


Sambil mencium Ha Na,ponsel di saku Jae Ha masih terus bergetar...


Hong Ah sangat marah dan sudah di ambang batas.


"Kau akan menyesal karena tidak mengangkatnya Jae Ha!


Apa saat ini kau sedang bersama kekasihmu yang busuk itu.


Baik,nantikan saja semuanya hingga kau bahkan tidak akan bisa mendengar namanya lagi.