THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND

THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND
PERSIAPAN.



Arghhhhh...aku benar benar tidak benar benar tidak betah di rumah sakit ini!!


Kenapa juga si tolol itu harus menjatuhkan barbel dan mengenai tanganku!!!!


Song Yi terus mengeluh karena baru kali ini selama 28 tahun hidupnya ia merasakan rawat inap di rumah sakit.


Song Yi sengaja tidak memberi tahu orang tuanya agar tidak di larang fitnes dan membuat heboh..


Tidak lama,pintu ruangan Song Yi di rawat terbuka.


Rupanya yang masuk adalah Dae Ho,ia ingin mengontrol keadaan pasien pasienya termasuk Song Yi.Dae Ho didampingi oleh seorang perawat.


Song Yi lansung senang melihat yang datang adalah Dae Ho.


Hei...hei..untunglah kau datang.


Tolong garukkan punggungku..


Dae Ho langsung menunjuk dirinya sendiri seakan memastikan Song Yi memang bicara pada dirinya.


Ia,aku bicara padamu Dae Ho..


Perawat di samping Dae Ho langsung bingung,setahunya Dae Ho tidak pernah dekat pada wanita manapun.


Hei,siapa pasien wanita itu?


Kenapa ia tidak segan meminta dokter Kim menggaruk punggungnya.


Tapi jenis wanita seperti ini apa tipe yang dokter Kim sukai?


Perawat di samping Dae Ho memerhatikan Song Yi dengan seksama.


Song Yi tentu risih,ia tahu apa yang ada di fikiran perawat itu.


Hei..!!!


Aku bahkan sudah pernah mengganti pakaian dokter di sebelahmu itu!!!


Kami sudah saling terbuka satu sama lain.


Demi mengerem mulut Song Yi agar tidak bicara lebih jauh lagi,Dae Ho segera membekap mulut besar Song Yi itu.


Suster Park,jangan dengarkan dia.


Dia hanya asal bicara dan kami tidak sedekat itu.


Iya..iya..dokter.


Aku mengerti.


Wajah perawat itu tersenyum terpaksa.


Jelas sekali kalau kalian memang dekat.


Ternyata selera Dokter Kim benar benar aneh.


Suster Kim kau pergilah duluan,ada yang ingin aku bicarakan dengan pasien ini.


Baik Dokter Kim,kalau begitu aku permisi dulu.


Wah..wah..memang ada sesuatu di antara mereka.


Mereka pasti ingin berduaan makanya menyuruhku pergi.


Song Yi terus mendesak Dae Ho untuk berhenti membekap mulutnya.


Akhirnya setelah perawat itu pergi barulah Dae Ho melepas bekapannya.


Arrrghhh......


Kau apa berniat membunuhku?


Hampir saja aku mati karena kehabisan nafas.


Dae Ho di marahi Song Yi habis habisan.


Kau dan mulut besarmu benar benar biang masalah Song Yi.


Apa kau ingin mereka salah faham dan mengira kita dekat!!


Reputasiku akan jatuh karena ulahmu!!


Hei!!!


Kenapa kau malah membuat pasienmu tertekan dan memarahinya!!


Aku ini sedang sakit kau tau!!


Aishhhhhh.


Kau ini.


Cepat garuk punggungku,kau lihat sendiri kan tanganku ini sedang terluka...


Walau dengan wajah ogah ogahan Dae Ho tetap menuruti perintah Song Yi.


Wajah Song Yi seolah menikmati sampai terpejam pejam.


Perawat yang berasama Dae Ho tadi langsung menyebarkan gosip yang bukan bukan di kalangan perawat lainnya kalau pacar Daw Ho sedang di rawat inap di rumah sakit ini.


Karena desas desus yang cepat menyebar mereka memutuskan memastikan hal itu dan beberapa perawat mengendap untuk mengintip Song Yi dan Dae Ho untuk memastikan mereka ada hubungan atau tidak.


Dae Ho..Dae Ho,mataku kelilipan..


Apa lagi hah!!!


Cepat tiup bodoh!!


Kenapa juga harus di rawat di rumah sakit tempatku bekerja.


Apa boleh kusuntik mati saja dia!


Lagi..lagi Dae Ho menurut dan meniup mata Song Yi.


Tepat pada saat itu beberapa perawat yang mengendap mengintip dan melihat dari belakang seolah Dae Ho sedang mencium Song Yi padahal ia sedang meniup mata Song Yi yang kelilipan.


*Wah...wah..lihat..mereka berciuman.


Astaga,aku tidak menyangka dokter Kim seberani itu .


Apa mereka fikir rumah sakit ini motel*.


Saat Dae Ho selesai dan bangun perawat itu segera menutup pintu lagi dan lari..


Huh,nafasmu bau sekali Dae Ho.


Mataku sembuh tapi sekarang aku mual karena tersembur nafasmu.


Wanita ini benar benar,ah sudahlah..


Aku pergi dulu.


Sambil membelakangi Song Yi,Dae Ho mengomel dan meninggalkan ruangan itu.


Dasar tidak tahu terima kasih!!


Huhhh!!


Saat keluar dan menyusuri rumah sakit itu para perawat berbisik bisik menganai ulah Dae Ho tadi.


Dae Ho mulai menyadari tatapan aneh terhadapnya.


Ada apa ini?


Kenapa mereka menatapku seperti itu?


Apa ada yang salah denganku??


Dae Ho akhirnya mengetahui kebenaranya,temannya Suk Jin menceritakan tentang apa yang menjadi gosip di kalangan perawat itu soal ia dan Song Yi.


Ahhhhh,apa lagi ini?


Kenapa mereka malah salah faham.


Aku tidak menciumnya,aku hanya meniup matanya yang kelilipan.


Salahmu sendiri Dae Ho.


Ahhhh,dimana aku harus menaruh mukaku?!!


Song Yi selalu menimbulkan masalah saat bersama Dae Ho.


Dan Dae Ho lah yang selalu kesusahan.


________________


Di tempat lain Jung Hwa sedang mendalami berkas lawannya di pengadilan.


Ia menemukan fakta mengejutkan lainnya,rupanya Sung Hon si pria jahat yang menjadi lawan kliennya di pengadilan nanti adalah orang yang dulu menjebloskan mertuanya kepenjara.


Hem,ternyata orang itu sangat berhaya dan licik.Rupanya orang ini yang dulu Yun Hee ceritakan.


Jadi orang ini menang karena uang.


Ia pasti sudah menyogok hakim dan jaksa untuk memenangkannya di pengadilan nanti.


Aku harus membuat siasat untuk menghadapinya.


Aku juga harus membalasnya untuk Yun Hee dan membuatnya mendekam di penjara untuk mempertanggung jawabkan semuanya.


Di rumah,Jung Hwa menceritakan semuanya pada Yun Hee soal lawannya nanti adalah orang yang menjebloskan orang tua Yun Hee ke penjara.


Kau harus membalasnya Jung Hwa.


Pria jahat itu sudah menyusahkan banyak orang.


Jebloskan ia kepenjara.


Yun Hee langsung menangis mengingat orang tuanya yang menjadi korban pria jahat itu.


Jung Hwa langsung memeluk Yun Hee.


Ia mengelus rambut belakang Yun Hee.


Tenang sayang,semuanya akan baik baik saja.


Aku berjanji akan membalas semuanya untukmu.


Jung Hwa lalu meminta lagi Yun Hee menceritakan tentang kasus orang tuanya dahulu.


Jika mendapat celah,itu bisa saja menguntungkan dan membuat orang tua Yun Hee lolos dari penjara.


Jung Hwa juga menghubungi kliennya juga.


Ia meminta bantuan khusus untuk mengahadapi lawannya besok


Ia ingin menyiapkan semuanya agar esok hari pria itu tidak bisa berkutik dan kalah telak.


Pihak lawannya juga tidak mau kalah dan sudah menghubungi hakim dan jaksa langganannya agar besok menang di pengadilan.


Hakim dan Jaksa lalim itu tentu saja mau membantu karena akan mendapat imbalan yang setimpal.


Malam ini adalah malam terakhir yang akan menentukan persiapan siapa yang lebih baik dan siapa yang akan memenangkan persidangan di pengadilan besok.