THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND

THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND
CINCIN



Lagi lagi Jung Hwa di hantui mimpi klise seorang gadis dengan nuansa hitam putih yang wajahnya tak terlihat.


Gadis itu mengantar kepergiannya yang sepertinya hendak pergi kerja.


Jung Hwa tampak gelisah dan semakin berkeringat.


Ia terus terbayang gadis itu dan berakhir dengan sebuah ledakan hebat yang membuatnya terbangun dari mimpi yang seperti nyata itu.


Hah...Huh..Hah..Huh..


Jung Hwa terbangun dan langsung duduk.


Ia gelisah dengan nafas terengah tak beraturan.


Jung Hwa melihat sekelilingnya lalu memegang kepalanya yang terasa berdenyut dengan kedua tangannya.


Sebenarnya apa itu tadi?


Apa itu gambaran masa laluku??


Kenapa nampak nyata sekali??


Jung Hwa lalu memutuskan bangun dan ingin kedapur untuk meneguk minuman yang bisa membasahi tenggorokannya yang kering.


Selesai minum saat hendak kembali ke kamarnya,Jung Hwa bertemu dengan ayah angkatnya.


Mereka saling menatap dan memutuskan untuk bebicara di ruang tamu.


Mereka duduk di sofa berbeda dan saling berhadapan.


Ayah Jung Hwa sepertinya tahu apa yang menimpa Jung Hwa.


Hyun Ki,kau bermimpi yang sama lagi..


Jung Hwa dengan wajah putus asa menjawab dengan mengangguk.


Hem,jangan terlalu memaksakan diri untuk mengingat Hyun Ki,kau akan semakin stress dan tertekan.Itu tidak baik untuk kesehatanmu.


Iya ayah,tapi semakin hari ingatan itu semakin lebih sering datang.


Hanya saja masih putih abu abu,aku belum bisa mengenali wajah di ingatanku itu.


Hyun Ki,sebenarnya aku punya sesuatu.


Aku tidak tahu,entah ini bisa membantumu mengingat sesuatu atau tidak.


Jung Hwa masih duduk di kursi dengan tatapan bingung,sementara ayahnya kedalam kamar mengambil sesuatu.


Tidak berapa lama,ayahnya kembali keluar dan memberikan Jung Hwa sesuatu.


Itu sebuah cincin.


Jung Hwa menerawang cincin itu dengan seksama.


Maaf ayah baru memberimu sekarang Hyun Ki.


Ayah melepaskannya saat kau masih koma,saat itu melihat Mi Ra yang selalu datang dan merawatmu dan sepertinya menaruh hati padamu aku melepaskan cincin ini.


Karena bisa jadi,ini adalah cincin pernikahan atau pertunangan.


Jung Hwa lalu menatap ayahnya.


Kenapa ayah baru memberikannya sekarang??


Maafkan ayah Hyun Ki.


Pria tua itu sepertinya menyesal,Jung Hwa juga diliputi kekhawatiran.Bagaimana jika seandainya itu memang pertanda ia sudah memiliki tunangan atau bahkan istri.


Bagaimana nasibnya sekarang?


Bagaimana juga nasib Mi Ra yang sekarang jadi kekasihnya.


Malam itu kepala Jung Hwa semakin pusing dan gelisah tidak bisa tidur.


Ia menyimpan cincin itu baik baik,agar kelak tahu makna apa sebenarnya dari cincin itu.


_________________________


Di rumah sakit,Yun Hee sedang piket malam bersama Jun Pyo.


Mereka baru saja mengoprasi seorang pasien.


Jun Pyo dan Yun Hee kelihatan lelah.


Mereka tentu sangat penat setelah menjalankan operasi selama 7 jam.


Yun Hee menggerakkan lehernya ke kiri dan keakanan.


Doker Min,kau pasti lelah ya.


Yun Hee tersenyum.


Panggil Yun Hee saja Jun Pyo.


Kita kan sudah saling kenal dan kita juga semuran.


Jadi santai saja.


Baiklah,Yun Hee.


Nah,begitu kan lebih baik.


Hem,aku benar benar capek dan agak bosan setelah oprasi yang bejam jam.


Jun Pyo sepertinya benar benar suntuk.


Yun Hee memiliki ide untuk melepas penat Jun Pyo.


Hem,aku ada ide agar kau tidak suntuk.


Apa itu?


Jun Pyo tampaknya penasaaran.


Ikut saja denganku.


Ayo.....


Baiklah,siapa takut...


Yun Hee dan Jun Pyo berganti baju lalu pergi dari rumah sakit itu.Rupanya Yun Hee mengajak Jun Pyo bermain sepatu roda di taman kota yang sudah sepi.


Namun banyak lampu taman di sini,juga air mancur yang segar dengan gemerlap cahaya pantulan lampu pada air itu.


Jun Pyo dan Yun Hee bermain kejar kejaran,mereka melakukan beberapa putaran sambil tertawa lepas.


Hingga akhirnya Jun Pyo terjatuh dan permainan itu berakhir.


Telapak tangan Jun Pyo sedikit lecet karena jatuh.Yun Hee lalu mengobatinya seadanya.


Hei,Yun Hee kenapa di dalam tas mu ada plester luka dan saleb juga cairan pembersih luka?


Bukankah isi tas seorang wanita biasa hanya dompet,tas dan alat kosmetik??


Hem,karena kebiasaan saja.


Dulu di Kanada saat praktek di lapangan mentorku bilang agar selalu membawa alat pengobatan sederhana untuk pertolongan pertama kapanpun itu,karena sebagai dokter kita tidak tahu kapan dan dimana akan menemui pasien yang membutuhkan kita.


Dan sekarang benar adanya kan,kau jadi pasienku.


Yun Hee tersenyum memandang Jun Pyo.


Jun Pyo langsung merasa ada yang aneh.


Dadaku jadi berdebar.


Yun Hee juga sangat cantik dan baik hati.


Apa debaran ini pertanda aku harus mendekatinya??


Baiklah,sudah selesai.


Yun Hee lalu duduk di sebelah Jun Pyo.


Jun Pyo baru memerhatikan di jari manis Yun Hee ada sebuah cincin.


Bukankah Dokter Kim bilanga Yun Hee masih single?


Kenapa ada cincin di jari manisnya?


Seperti orang yang sudah menikah saja.


Apa aku tanyakan saja ya cincin apa itu.


Daripada penasaran dan menduga duga Jun Pyo memberanikan diri menanyakan asal usul cincin itu.


Yun Hee.


Iya,ada apa?


Posisinya sudah pas,Yun Hee dan Jun Pyo saling menghadap.


Cincin apa di jarimu itu?


Mata Jun Pyo langsung menembak pada jari di tangan Yun Hee yang di hiasi cincin bermata bening itu.


Oh ini..


Yun Hee memegang sejenak cincin itu sambil tersenyum.


Ini cincin pernikahan dari mendiang suamiku..


APA!!!!!!!


Jun Pyo kaget mengetahui kalau Yun Hee sudah pernah menikah,lebih lebih lagi suaminya sudah meninggal.


Yun Hee menceritakan semuanya pada Jun Pyo,mulai dari pernikahan terpaksa itu,saling jatuh cinta hingga maut memisahkan karena kecelakaan.


Juga hatinya yang masih ia kunci rapat sejak kematian suaminya.


Jun Pyo iba dan sangat prihatin.


Juga kagum akan kesetiaan Yun Hee.


Ternyata ini Yun Hee yang sebenarnya.


Wanita sebaik dan secantik ini pernah melalui masa yang kelam dan buruk.


Tapi ia tetap bertahan hingga detik ini dengan cinta yang tak pernah mati walau sudah berbeda alam dengan suaminya.


Hei,jangan memandangku dengan tatapan kasihan begitu.


Em...kau salah.


Jun Pyo menggelengkan kepalanya.


Aku bukan kasihan,tapi kagum.


Kau sangat setia,tapi juga yah lumayan keterlaluan.


Kenapa bisa begitu???


Jun Pyo tersenyum..


Kau membuatku jadi terlalu ingin memilikimu.


Yun Hee tertawa seakan tidak percaya.


Aigo,gombalnya.


Kau jadi dokter cinta saja daripada dokter bedah.


Baiklah,biarkan aku jadi dokter cinta yang akan menyembuhkan luka di hatimu.


Jun Pyo bicara seperti itu sambil mendekatkan wajanya pada Yun Hee.


Ia menatap mata Yun Hee dalam dalam,batang hidung mereka bahkan saling bertemu.


Yun Hee lalu memalingkan wajahnya menahan malu dan salah tingkah.


Huh,apa apaan kau ini..


Wajahmu memerah Yun Hee,apa secepat itu aku sudah membuatmu panas??


Yun Hee bangun dari duduknya,dan menatap Jun Pyo.


Baiklah doker Gang,tolong sembuhkan hatiku ini agar bisa jatuh cinta lagi dan bukannya jatuh karena main separu roda.


Hei,kau mengejekku ya.


Iya...


Blekkkkk.


Yun Hee menjulurkan lidahnya tanda mengolok.


Awas ya,aku akan menangkapmu..


Tangkap saja kalau bisa.


Yun Hee dan Jun Pyo bermain kejar kejaran kembali.


Di balik semak,Song Yi dan Dae Ho rupanya mengintai mereka berdua.


Hei,Dae Ho lihat mereka.


Iya,Song Yi.


Sepertinya mereka semakin dekat.


Semoga saja hasilnya bisa seperti yang kita harapkan.


Prutttttttttttttt...


Dae Ho menatap Song Yi.


Sayang,apa kau kentut??


Hehehe,iya.


Aku kebanyakan makan ubi rebus tadi.


Dae Ho menutup hidungnya untuk menghalau bau.


Sudah,ayo awasi mereka lagi jangan sampai ketahuan.


Malam yang menyenangkan untuk Yun Hee bersama teman barunya.


Juga Song Yi dan Dae Ho yang diam diam terus mengintai perkembangan Yun Hee.


Akankah mereka berhasil mencomblangkan Yun Hee dan Jun Pyo.


Lalu bagaimana dengan Jung Hwa yang sudah di pertemukan dengan cincinnya kembali.