THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND

THAT ARROGANT LAWYER IS MY HUSBAND
KISAH ASMARA



Eiy...kenapa kalian tidak menginap saja?


Kenapa buru buru kembali ke Seoul?


Nenek,aku harus bekerja besok.


Nenek tahu sendiri karirku sudah anjlok,aku harus bekerja lebih keras agar bisa jaya lagi nek.


Hem..baiklah...


Nenek,nanti kami akan berkunjung lagi.


Nenek jangan sedih begitu..


Iya Yun Hee,sering seringlah berkunjung kemari.


Nenek lalu memeluk Yun Hee.


Hem,nenek jangan sedih lagi.


Semua anggota keluarga mengantar hingga keluar kepulangan Yun Hee dan Jung Hwa.


Di dalam mobil,Jung Hwa menggenggam tangan Yun Hee.


Mereka saling tersenyum bahagia setelah mempertegas perasaan satu sama lain.


Yun Hee,besok kita menjeguk orang tuamu ya.


Aku belum pernah menyapa mertuaku secara langsung setelah kita menikah.


Baik,tentu saja.


Sebelum berangkat kerja Yun Hee dan Jung Hwa singgah ke penjara tempat orang tua Yun Hee di tahan.


Di sana,Jung Hwa menatap orang tua Yun Hee dan tersenyum ramah.


Wah,kecantikan Yun Hee pasti di turunkan dari ibunya.


Ayah Yun Hee juga sangat berkharisma penuh wibawa.


Ayah,ibu maaf baru menyapa kalian.


Aku terlalu sibuk dengan pekerjaanku sehingga menunda menjenguk kalian.


Tidak apa apa nak,kami paham.


Kami juga berterima kasih karena kau mau menerima Yun Hee.


Dia hanya anak sebatang kara,kami tidak mempunyai sanak keluarga lain.


Dulu sebelum pindah ke Seoul kami dari sebuah desa yang terkena bencana alam besar.Dari semua anggota keluarga hanya kami yang selamat.


Kami lalu memutuskan bermigrasi kesini dan malah di penjara sekarang.


Benar Jung Hwa,karena itu tolong jaga putri semata wayang kami.


Kami tidak dapat membalas kebaikanmu dan ayahmu,tapi kami akan selalu berdoa untuk kebahagiaan kalian di sini.


Iya ayah,ibu.


Aku pasti akan menjaga putri kalian dengan baik.


Jam sesi besuk telah habis,Jung Hwa dan Yun Hee segera pamit pulang.


Aku akan mengantarmu pulang lalu pergi ke kantor ya.


Iya..baiklah.


Mobil Jung Hwa melesat di jalan menuju rumah mereka.


Jung Hwa berhenti di depan gerbang rumahnya.


Saat Yun Hee hendak turun...


Jung Hwa melepas sabuk pengaman Yun Hee,Selesai melepas ia masih belum beranjak.


Jarak wajah mereka tidak sampai sejengkal.


Jung Hwa langsung memangsa bibir Yun Hee yang menggoda itu.


Yun Hee tersenyum dan pasrah saja..


Tepat saat itu Dae Ho keluar dari gerbang rumahnya dan menyaksikan langsung Yun Hee dan Jung Hwa berciuman di dalamnya.


Dae Ho langsung terpaku,ia jadi salah tingkah dan mengalihkan padangannya.


Ternyata benar dugaanku,memang terjadi sesuatu di antara mereka.


Yah,sepertinya aku harus mundur.


Aku hanya bisa menjadi kakak seperti yang Yun Hee harapkan.


Setelah itu Jung Hwa berangkat kerja,Yun Hee keluar dari mobil dan melambai pada suaminya hingga hilang dari kejauhan.


Barulah pada saat itu Dae Ho berpura pura baru keluar dari gerbang rumahnya.


Oppa....


Yun Hee langsung menyapa dari seberang jalan.


Dae Hoo tersenyum menahan sedih dan perih luka di hatinya.


Rupa rupanya Dae Hoo dan Yun Hee mampir ke kedai kopi dekat lingkungan mereka.


Mereka lalu berbincang singkat..


Oppa,aku dan Jung Hwa sekarang sudah memulai dari awal lagi.


Benarkah?wah bagus sekali..


Tapi kalau dia macam macam dan kurang ajar lagi cepat beritahu aku.


Yun Hee,kalau saja kau tahu aku terluka sekarang.


Kata katamu barusan membuat luka hebat yang bahkan tak berdarah.


Apa aku harus mundur sekarang?


Setelah itu mereka berspisah di persimpangan.


Yun Hee akan pulang sementara Dae Ho akan ke rumah sakit.


Ibu Dae Ho tiba tiba menelfon.


Halo...


Halo,Dae Ho..


Iya,ada apa ibu?


Kau harus datang ya!


Apa??


Ah,ibu kan tahu aku tidak suka dengan kencan buta.


Kau mau aku hapus dari kartu keluarga!


Akan kupastikan kau tidak bisa datang ke pemakamanku nanti..!!!


Hem,ini jelas jurus mematikan ibu.


Iya...iya..baiklah.


Aku akan menuruti ibu.


Dae Ho memutuskan ikut kencan buta yang di rencanakan ibunya.


Ia janji bertemu dengan gadis itu di sebuah restoran.


Dae Ho sudah berhadapan dengan gadis itu.


Gadis berambut tomboy dan benar benar tidak ada kesan feminim.


Wah ibu,pilihanmu benar benar hebat.


Ini wanita atau wanita jadi jadian.


Benar benar tidak anggun.


Jadi kau seorang dokter...


Eh..iya...


Dae Ho dan Wanita itu saling berjabat tangan.


Kim Dae Ho...


Cheong Song Yi.


Boleh juga pria ini,tapi kenapa sepertinya dia agak lemah ya??


Kalau boleh tahu apa pekerjaanmu?


Aku?


Aku guru Taekwando di sebuah tempat kursus.


Aku mengajar anak anak SMA yang tertarik dengan taekwando.


Dae Ho langsung menganga.


Pantas saja tampilannya sesangar ini,apa ibu ingin tulang tulangku patah setiap hari jika nanti ia jadi istriku dan bertengkar denganku.


Sudah pasti aku hanya akan menjadi bahan gebukan dan jurus taekwandonya.


Wah,hebat ya.


Kau bisa bela diri?


Em bisa sedikit untuk sekedar membela diri.


Wah...aku suka pria yang bisa bela diri.


Mantan pacarku dulu yang seorang preman saja kalah olehku.


Bela dirinya tidak cukup bagus.


Aku harap kau tidak keberatan kalau sesekali kita bertarung.


Akan membosankan jika pacaran hanya nonton bioskop,makan dan jalan jalan.


Aku lebih menyukai sesuatu yang ekstrim dan menantang.


Daebak,wanita ini tidak waras kurasa.


Kenapa juga mengajakku bertarung,apa di matanya aku ini sasak tinju.


Ibu.....apa kau sedang dalam proses menggali kuburan untuk anakmu..


Hei..bagaimana?


Kenapa tidak menjawab tawaranku??


Eh itu,aku akan memikirkannya.


Dae Ho berpura pura melihat jam tangannya.


Sepertinya sudah siang.


Aku harus segera ke rumah sakit.


Aku ada pasien yang di jadwalkan operasi sebentar lagi.


Aku pergi dulu.


Segera saja Dae Ho pergi meninggalkan Song Yi tanpa mendengar jawaban dari mulut Song Yi.


Wanita berbahaya ini harus segera aku hindari.


Membuatku merinding saja.


Wah...pria itu pasti takut denganku.


Cepat sekali langkahnya..


Song Yi malah tertawa karena merasa Dae Ho lucu.


Berbeda dengan Ae Ri yang semakin memiriskan.


Fernando sudah tiga hari tidak mengabarinya.


Pria ini,berani sekali begini padaku.


Sebenarnya apa yang dia lakukan..


Di tempat lain,Fernando sedang memadu kasih dengan wanita penghibur di sebuah tempat minum.


Bukan hanya fernando tapi para pejabat korup yang ia tolong dan menangkan di pengadilan.


Fernando ikut ikutan bertingkah tidak terpuji mengikuti para pejabat kotor itu.


Walau ia sudah punya Ae Ri,tapi ia tetap berkhianat dan main perempuan.


Fernando tidaklah tulus pada Ae ri.


Ae Ri hanya alat balas dendamnya pada Jung Hwa.