
Yun Hee dan Jung Hwa sedang berkonsultasi ke spesialis kandungan perihal keinginan Yun Hee untuk memiliki anak.
Setelah pemeriksaan dan pengamatan dokter itu mulai memaparkan penjelasan yang sudah di tunggu suami istri itu.
Yun Hee dan Jung Hwa menyimak dengan baik apa yang akan di katakan dokter itu.
Jadi begini,bapak..ibu.
Perihal ibu Yun Hee yang ingin memiliki bayi tapi sudah menjalani suntik penghambat kehamilan..
Saya belum bisa mengabulkan permintaan ibu Yun Hee,karena tidak ada obat untuk mempercepat kehamilan itu.
Anda berdua benar benar harus sabar menunggu,
Sampai efek obat itu habis.
Yun Hee tampak kecewa dan berkecil hati.
Padahal aku sudah sangat ingin menimang bayi,aku merasa belum sempurna sebagai wanita dan yang lebih aku takuti adalah Jung Hwa akan berpaling jika aku tidak bisa memberinya keturunan.
Aku tidak bisa membayangkan kalau itu semua sampai terjadi.
Jung Hwa tahu,sekarang pasti Yun Hee sangat sedih dan kecewa.
Jung Hwa segera menggenggam tangan Yun Hee untuk lebih menguatkannya.
Maaf Yun Hee,dulu aku tidak berfikir panjang saat melakukan sesuatu sehingga membuatmu seperti ini sekarang.Ini semua salahku,harusnya aku yang menanggung semua akibat perbuatanku di masa lalu tapi malah kau yang merasakannya di masa depan.
Maafkan aku Yun Hee.
Dokter itu tahu,pasangan ini pasti kecewa.Jadi ia mencoba memotivasi agar mereka tidak terlalu berkecil hati..
Bapak..
Ibu....
Jangan berkecil hati,bukankah kalian masih muda?
Perjalanan kalian masih panjang,kalian juga sehat dan subur..
Tidak ada masalah pada diri kalian,diluar sana banyak pasangan yang bahkan di atas 10 tahun baru di karuniai anak,atau ada juga pasangan yang tidak beruntung dan tidak bisa memiliki momongan karena tidak subur.
Pasti hal itu lebih sulit untuk di terima,jadi di banding berkecil hati lebih baik nikmati masa berdua kalian sekarang.
Mungkin Tuhan memberi kalian waktu lebih agar bisa bersama dan memadu kasih sedikit lebih lama.
Di banding berlarut dengan bersedih lebih baik ambil sisi positifnya
Kata kata dokter tadi menyadarkan Yun Hee dan Jung Hwa.
Hanya karena apa yang mereka inginkan belum terkabul mereka melupakan segala hal baik yang sudah terjadi.
Karir Jung Hwa membaik,toko kue Yun Hee yang berkembang,juga musuh Jung Hwa sudah berhasil di jebloskan ke penjara.
Mereka melupakan hal hal baik yang terjadi hanya karena satu hal yang belum terkabul.
Mereka seharusnya malu dan berkaca pada orang orang yang lebih tidak beruntung di luar sana.
Yun Hee dan Jung Hwa keluar dari ruangan konseling itu dan saling tersenyum.
Mereka memutuskan menjadi orang bijak dan membiarkan waktu berlalu hingga nanti apa yang merka harapkan akan terkabul.
Tengah malam buta Jung Hwa mendapat telfon dari ayahnya kalau nenek Jung Hwa jatuh di kamar mandi.
Jung Hwa dan Yun Hee tentu saja kaget dan segera meluncur ke rumah ayah Jung Hwa malam itu juga.
Di rumah,para keluarga sudah berkumpul dan ramai sekali.
Semuanya juga terkejut mendengar kabar nenek yang mendadak jatuh.
Begitu sampai Jung Hwa dan Yun Hee langsung menyambangi kamar nenek.
Mereka lalu duduk di samping nenek yang terbaring di kasur lantai di kelilingi para sanak keluarga lain.
Nenek terlihat lemah dan lemas.
Nenek,apa yang terjadi? mana yang sakit nek?
Yun Hee benar benar khawatir melihat nenek yang terkulai lemas.
Aku tidak apa apa Yun Hee,maaf membuatmu panik dinihari seperti ini.
Apa yang nenek katakan,bagaimana bisa kami tidak panik nek..
Maafkan aku juga Jung Hwa,aku sudah membuatmu mengemudi tengah malam buta.
Syukurlah kalian sampai di sini dengan selamat.
Nenek lalu memegang tangan Yun Hee.
Yun Hee,aku tidak tahu apa umurku akan lebih lama atau lebih singkat lagi.
Tapi sebelum aku di panggil yang maha kuasa,aku ingin sekali melihat anakmu dan Jung Hwa.
Perasaan Yun Hee langsung tercabik saat itu juga.
Ia bahkan ingin menangis,baru saja menguatkan diri tadi siang sekarang ia sudah terbebani lagi dengan permintaan nenek.
Maafkan aku nek,aku adalah cucu menantumu yang hanya bisa mengecewakanmu.
Bahkan permintaan sederhana saat kau sakitpun tidak bisa aku penuhi..
Jung Hwa menatap berat pada Yun Hee.
Yun Hee pasti benar benar terluka sekarang.
Tapi...
Nenek tampak bingung dengan Yun Hee yang tiba tiba pergi.
Jung Hwa akhirnya memutuskan menceritakan semuanya terkait ulahnya terdahulu.
Nenek dan juga kalian semua tolong jangan bebani Yun Hee lagi dengan masalah anak.
Apa maksudmu Jung Hwa?
Begini nek,sebenarnya......
Jung Hwa menjelaskan secara rinci ulah jahatnya di masa lalu pada Yun Hee.
Ia menceritakan rentetan kejadian itu secara rinci,mulai dari suntik penunda kehamilan juga perselingkuhannya dengan Ae Ri.
Jung Hwa mengakui semua kesalahannya.
Ayah Jung Hwa juga turut terluka dan menyalahkan diri sendiri karena telah membuat Yun Hee menderita.
Nenek juga ikut menyesal karena telah membuat Yun Hee terluka dengan kata katanya.
Karena itulah,aku mohon kalian jangan mendesak Yun Hee lagi.
Aku mohon kalian bersabar dan menunggu hingga nanti semuanya pasti akan terwujud.
Di kamar kecil,Yun Hee menangis tanpa suara.
Ia terus merasa dirinya tidak berguna.
Aku hanya menantu tidak berguna di keluarga ini.
Aku bahkan belum bisa memberikan penerus untuk keluarga ini,padahal mereka sudah menantikannya.
Tidak lama,ada yang mengetok pintu wc itu..
Yun Hee,ayo keluar ini nenek.
Yun Hee kaget dan cepat cepat mengusap air matanya dan segera membuka pintu itu.
Nenek...
Nenek jelas melihat mata Yun Hee sembab karena habis menangis.
Saat Yun Hee keluar,nenek langsung memeluknya.
Maafkan aku ya cucuku,mulut dan lidahku ini benar benar berbisa.
Aku pasti sudah melukaimu.
Menangislah nak,aku tidak melarangmu.
Aku akan bersabar dan tetap hidup sehat hingga kau bisa hamil nanti.
Aku yakin kau akan melahirkan bayi yang sehat dan pintar nantinya.
Nenek.......
Yun Hee lalu menangis terisak menumpahkan segala kekecewaannya.
Sejak saat itu,anggota keluarga Jung Hwa tidak lagi sembarangan bicara dan mendesak agar Yun Hee segera punya anak.
Yun Hee merasa baikan dan tidak terbebani lagi karena banyak mendapat dukungan.
_________________
Sementara itu,Dae Ho sedang berada di rumah sakit.
Ia yang sedang bertugas di kagetkan dengan pasien yang baru saja datang.
Itu adalah Song Yi,ia terkena patah tulang tangan karena cedera saat di tempat gym.
Saat akan olahraga temannya tidak sengaja menjatuhkan barbel ke tangannya.
Seketika saja Song Yi menjerit kesakitan.
Sepertinya tulangnya retak karena kejatuhan barbel itu.
Dae Ho segera menghampiri Song Yi yang baru saja keluar dari ambulance.
Hei,kau habis berkelahi ya?
Pasti kau kalah bertarung dengan seseorang ya?
Atau kau di keroyok..
Aishhhhh,aku sedang kesakitan karena tanganku tertimpa barbel tau.
Kalau kau benar benar dokter cepat selamatkan aku!!!
Dae Ho tertawa saat melihat Song Yi kesakitan.
Wah,ternyata dia juga manusia.
Aku kira badannya terbuat dari besi.
Ternyata dia bisa sakit juga.
Song Yi harus di rawat intensif dan harus menginap di rumah sakit beberapa hari.
Tangannya benar benar patah dah harus di gips.