STORY AFTER MARRIED

STORY AFTER MARRIED
Eps 99



Kini Indri telah berbaring di atas berangkar,setengah tubuh nya di tutupi selimut tipis,lalu Dokter mulai mengoles kan jell di atas perut Indri yang masih rata.


Alat yang berada dalam genggaman Dokter pun terus bergerak,dengan semua mata menatap monitor yang memperlihat kan layar hitam dan bulatan kecil di tengah nya.


"Nah ini janin nya."Jelas Dokter Oscar.


Indri tersenyum ketika untuk pertama kali nya ia bisa melihat jabang bayi yang sudah mengisi rahim nya.


Begitu pun dengan Feri,pria itu tidak pernah melepas kan genggaman tangan nya sedikit pun saking merasa bahagia nya.


"Mas nangis lagi?!"Tanya Indri yang cukup terkejut ketika melihat cairan bening yang lolos begitu saja jatuh membasahi wajah tampan suaminya.


"Haha.Aku tahu aku cengeng!"Ucap Feri lalu tergelak dan menyusut sisa air mata di pipi nya.


Dokter yang berada di samping Indri pun hanya tersenyum melihat Feri menagis bahagia.


"Selamat tuan,usia kandungan istri anda sudah memasuki lima minggu."Tutur Dokter ramah lalu memberi salaman tangan berupa ucapan selamat nya.


"Terimakasih Dok ."Balas Feri.


Pemeriksaan USG pun selesai,suster yang tadi terlebih dulu memeriksa nya kini ikut membantu membersih kan sisa jell di atas perut Indri.


"Pelan-pelan."Cicit Feri kepada Indri yang sedang berusaha turun dari atas berangkar.


"Mas jangan lebay !!"Bisik Indri.


"Tidak,aku hanya tidak ingin terjadi sesuatu yang akan meembuat kau dan bayi kita kenapa-kenapa."Jawab Feri kembali berbisik.


Indri kembali berjalan ke arah meja Dokter,lalu duduk kembali di hadapan pria berjas putih itu.


"Morning sickness yang di rasakan ibu hamil muda itu wajar,tidak usah khawatir yang berlebihan ya."Jelas Dokter.


"Saya akan memberikan susu dan beberapa vitamin.Dan satu lagi,berat badan anda harus naik nona,bulan depan kita bertemu kembali berat badan anda harus naik oke?!"Tutur Dokter Oscar sambil tersenyum.


"Apa ada makanan tertentu yang harus di konsumsi Dok?"Tanya Feri sangat antusias.


"Banyak makan buah , sayur dan daging dan utamakan yang mengandung banyak asam folat."Jelas nya.


Indri dan Feri pun mengangguk , lalu beranjak pergi setelah merasa semua nya selesai.


"Kami pamit Dok,terimakasih."Tutur Feri.


"Sama-sam."Jawab nya .


......................


Sepulang nya dari rumah sakit,Indri hanya di perboleh kan duduk di depan tv dengan piring berisi buah-buahan yang sudah Feri kupas.


"Makan buah nya sayang!!"Titah Feri .


"Aku sudah banyak memakan nya mas,ini sudah tidak masuk lagi."Jelas Indri kepada pria yang kini sedang duduk di samping nya dengan laptop yang menyala.


"Baiklah,kau mau aku antar ke kamar?"Tanya Feri.


"Tidak usah,aku disini saja bersama mas."Sahut Indri.


"Sayang !"Panggil Feri lalu meletakan laptop nya di atas sofa."Kita pindah ya,ke rumah ayah dan ibu dulu."Jelas Feri.


"Pindah kemana?!"Cicit Indri.


"Tidak jauh dari rumah Aldrich dan Nabila sayang."


"Aku ikut saja."Jawab Indri lalu bergeser dan mendekat kan tubuh nya dengan Feri.


–Cup...


Feri mencium kening Indri lalu memeluk tubuh istrinya cukup erat.


"Aku akan menonton,mas boleh lanjut kan kerjanya."Indri berujar.


"Sudah selesai sayang."Gumam Feri.


"Mas aku ingin jalan-jalan ke pantai."Rengek Indri kepada suaminya.


"Kita akan ke pantai kalau kamu sudah tidak mual dan muntah lagi oke!"Kata Feri.


"Tapi aku mau nya besok."


Feri lansung melihat Indri yang sedang mendongkak ke arah nya dengan raut wajah yang memelas.


"Ini anak kita yang mau."Ujar Indri kembali.


"Oh ya ? apa anak kita sudah mengerti tentang pantai !"Tanya Feri penuh selidik.


"Ishh...poko nya aku mau ke pantai,main air laut dan naik kapal pesiar !"


Feri menatap Indri lekat,melihat banyak peubahan pada diri istrinya itu semenjak dirinya berbadan dua.


"Kenapa kau jadi manja hemm?"Tanya Feri dengan suara sedikit berbisik .


"Aku tidak manja."Timpal Indri.


"Ya tuhan aku melupakan sesuatu!!"Sargah Feri yang membuat Indri cukup terkejut.


"Apa ? mas lupa apa ?!"Tanya Indri gusar.


"Aku lupa tidak bertanya kepada Dokter Oscar tentang main perang-perangan."Ujar Feri.


"Nakal !!"Kata Indri yang lansung merenggang kan pelukan nya lalu mencubit perut suaminya.


TING....TUNG...


Tiba-tiba saja bell apartemen nya berbunyi , dengan cepat Feri beranjak ke arah pintu, dan sedikit berlari.


–Ceklek..


"Raynan !!"Cicit Feri ketika mendapat Raynan yang sedang berdiri di hadapan nya.


"Gw mau nengokin temen gw,kata Aldrich dia sakit makanya lo nggak masuk kerja."Jelas Raynan.


"Maksud lo Indri ?"Feri berusaha meyakin kan.


"Siapa lagi !"Sahut Raynan .


"Mas siapa ?!"Teriak Indri dari dalam sana.


Feri tidak menjawab,lama pria itu menatap Raynan,lalu mengizin kan sahabat nya untuk masuk.


"Masuk!!"Feri membuka lebar pintu apartemen nya.


Setelah mempersilah kan Raynan masuk,Feri kembali menutup pintu nya , dan berjalan bersama Raynan.


"Haii !!"Sapa Raynan kepada Indri yang sedang duduk di sofa ruang tv.


"Raynan ! apakabar ?!"Tanya Indri sembari tersenyum.


"Aku baik , kata Aldrich kamu sakit makanya Feri ngggak masuk kerja?!"Tanya Raynan sambil mendudukan dirinya di sofa kecil di samping Indri.


"Iya aku abis dari rumah sakit Ray."Jelas Indri.


"Sakit apa ? separah itu sampe pergi ke rumah sakit?!"Tanya Raynan dengan raut wajah khawatir.


Sementara itu sepasang mata yang memperhatikan kedua nya terus mendelik tidak suka.


"Cih modus buaya buntung mah gitu."Gumam Feri.


"Sayang coba kamu kasih apa yang di berikan Dokter Oscar tadi kepada Raynan!"Titah Feri kepada istrinya sambil tersenyum .


"Oh iya."Sahut nya lalu merogoh tas kecil milik nya,lalu membawa amplop putih dan memberikan nya kepada Raynan .


Setelah menerima amplop putih dari Indri,pria itu menatap Feri da Indri bergantian dengan raut wajah penuh tanya.


"Apa?"Tanya Raynan lalu menatap Feri.


"Buka aja ."Kata Feri.



"Apa ini ?"Raynan terlihat semakin bingung.


"Hasil USG !"Jawab Indri.


"Kamu hamil ?!"Tanya Raynan.


Indri pun mengangguk seraya terus tersenyum ke arah Raynan.


–Degg..


Bagai tersambar petir di siang bolong,Raynan langsung terdiam sambil terus menatap gambar di hadapan nya.


"Sepertinya aku memang sudah benar-benar gugur dalam peperangan kembali merebut mu Indri."Gumam Raynan dalam hati.


"Ray ?!"Panggil Indri.


"Ah iya ."Sahut nya tersenyum. " Selamat ya gw seneng lo mau dapet anak bro."Ucap nya pada Feri.


"Aku udah mau punya baby loh , kamu kapan nyusul Ray ?"Tanya Indri penuh candaan.


"Aku bakalan nyusul kalau udah ada ."Sahut Raynan.


"Bentar ya aku ambilin minum buat kalian dulu."Indri pun lansung berjalan ke arah dapur.


"Selamat ya Fer."Ucap Raynan lirih sambil tersenyum getir.


"Ray,gw nggak mau persahabatan kita hancur lagi.Gw harap lo bisa cepet dapetin gantinya Indri di hati lo."Ujar Feri yang juga merasa tidak enak ketika melihat Feri menahan kesedihan di hadapan dirinya dan Indri.


"Gw nggak apa-apa Fer." Lirih nya.


"Ray minum dulu!"Ujar Indri lalu meletakan minuman kaleng di atas meja dan kembali duduk di samping Feri.


"Aku bekel aja minum nya yah,masih ada beberapa pekerjaan yang belum beres di perusahan orang tua ku ."Jelas Raynan.


"Iya, terimakasih sudah berkunjung."Kata Indri.


Raynan pun tersenyum,lalu kembali berjalan ke arah pintu apartemen yang masih tertutup.


Perlahan Raynan membuka pintu,lalu berjalan keluar dengan peeasaan yang sangat hancur.


Ia terlihat masih belum menerima Indri bersama Feri,setelah dulu Ghina di ambil juga oleh Aldrich,walaupun sebenar nya kini mereka sudah saling berpisah dan melanjut kan hidup masih-masing.


"Ini bukan akhir dari semua nya Raynan,tenanglah akan ada Indri yang lain setelah ini."Pikir nya lalu menyusut air mata yang sudah mulai membasahi pipi nya.


...TBC🍀🍀🍀...


...JANGAN LUPA FOLLOW , LIKE , VOTE ,HADIAH DAN KOMEN NYA GENGS....