
...Satu minggu berlalu....
Keadaan Indri kini semakin membaik pasca operasi cesar nya, sedikit-sedikit ia bisa berbuat sesuatu untuk membantu Ranti yang selalu ikut mengurus putra nya.
"Wih Feri versi mungil nih!"Kata Raynan yang saat ini berada di kediaman Feri bersama istrinya dan juga Aldrich, Nabila juga Queen.
"Aku yang hamil, aku yang repot, aku yang sakit! pas brojol eh mirip bapak nya."Sahut Indri.
"Dri! lihat Queen dong!"Timpal Nabila."Gw yang ngidam, tiap hari muntah, susah tidur! pas brojol Aldrich semua."Nabila melirik pria di samping nya.
Seluruh orang yang sedang berada di ruang tengah pun tertawa bersama.
"Asila udah ada tanda-tanda belum nih?"Tanya Nabila.
Istri dari Rayanan itu tersenyum.
"Kaya nya belum."Asila terlihat malu.
"Coba periksain, takut nya kan sudah ada! khawatir aja sih, soal nya Raynan main nya bar-bar! kalo udah periksa kan enak bisa wanti-wanti."Feri menatap Raynan penuh ejekan.
Pipi Asila terlihat semakin memerah, apalagi ketika mengingat kegiatana panas nya di atas ranjang yang bisa di bilang cukup kasar dan di lakukan hampir setiap malam.
Maklum! pengantin baru😁😁.
"Nama nya siapa tadi?"Aldrich melihat ke arah Feri.
"Mikael Giandra Alexander."Jelas Feri.
"Tiga M dong yah!"Ujar Nabila."Michael, Marsha, Mikael."Terang Nabila kembali.
"He'em, keluarga sejahteta, satu lagi nanti dapet payung."Kata Indri.
—Mamamamama
Queen yang sedang berada di pangkuan ayah nya merancau.
"Apa nak! Giandra belum bisa di ajak main, kerjaan nya masih tidur, belum kaya kamu yang udah nggak bisa diem."Kata Aldrich kepada putrinya.
Ketiga Sahabat yang sedang berkumpul di rumah Feri pun terus bercengkrama, membahas dan berbicara banyak hal.
Begitu pun dengan Indri,Asila dan juga Nabila, para wanita itu membicarakan seputar ranjang dan kehamilan juga perihal kebutuhan wanita lain nya.
^
^
"Daddy berangkat kerja dulu yah!"Feri mencium pipi anak nya, lalu beralih mencium kening sang istri tercinta.
"Cepet pulang Dad, Gian sama mommy nggak mau kalo Daddy selalu pulang malam."Kata Indri sambil tersenyum.
"Iya Daddy pulang cepat, kalau begitu mas berangkat dulu sayang! baik-baik di rumah, telepon aku jika ada apa-apa."Jelas Feri lalu berjalan ke arah garasi rumah di antar Indri bersama putra nya yang baru saja terlelap.
Tangan Feri melambai, lalu masuk bersamaan dengan Sandi ke dalam mobil BMW putih milik nya.
Perlahan mobil itu mundur, lalu menghilang ketika Sandi memacu mobil nya kencang setelah memasuki jalanan komplek.
Langkah kaki Indri kembali berjalan ke arah dalam, namun seseorang memanggil nya hingga kembali berbalik arah.
"Permisi!"Sapa nya ramah kepada Indri.
"Iya."Sahut Indri kepada wanita yang datang menghampiri dirinya.
"Feri nya ada mbak?"Tanya wanita tersebut.
"Oh, baru aja berangkat kerja! ada perlu apa ya mbak?"Tanya Indri kembali.
Wanita itu terlihat diam menatap Indri lekat.
Apa ini istrinya Feri?! dan itu bayi mereka.Gumam wanita tersebut.
"Mbak?"Indri kembali memanggil.
"Emm...tolong sampai kan kepada Feri, ada temen nya nyariin, Fabby nama nya!"Kata wanita tersebut.
"Kalau penting nanti saya sampai kan mbak."Indri ramah.
"Iya, ini di dalam ada nomer saya! tolong di sampai kan, terimakasih sebelum nya, kalau begitu saya permisi." Wanita itu pergi setelah memberikan sebuah amplop putih untuk segera di sampai kan kepada suaminya itu.
—Cup..
"Kita lanjut bobo di dalem ya sayang!"Ucap Indri setelah mencium pipi anak nya.
Sementara itu Ranti hanya terdiam di sudut rumah ketika melihat wanita yang baru saja datang dan berbicara kepada Indri.
Wajah nya terlihat khawatir, namun dirinya tidak mempungai wewenang apapun di rumah ini, jadi dirinya memutus kan untuk diam.
Ranti pun kembali mengingat, beberapa kali wanita yang sama datang, memberu sebuah amplop untuk majikan nya, namun wanita itu memilik untuk membuang nya kebanding memberikan nya kepada Feri.
"Jangan sampai rumah tanggan non sama aden hancur gara-gara dia!"Gumam nya lalu pergi.
TBC🍀🍀🍀