
" Sayang kita sudah sampai " Aldrich terus mengusap lemput pipi Nabila , berkali-kali Aldrich berusaha membangun kan Nabila , namun wanita itu tetap betah dalam tidur nya .
Karena merasa telah kehabisan cara , Aldrich pun mulai memiliki ide jahil , tangan Aldrich mulai membuka tali seatbelt , wajah nya mulai mendekat ! lalu berbisik di telingan Nabila .
" Sayang bagun " Bisik nya lalu mengigit kecil telinga Nabila .
-Cup..cup..cup..
Ciuman bertubi-tubi mendarat di pipi sebelah kanan Nabila.
"Aaaaaa....mass aku masih ngantuk " Rengek Nabila dengan mata yang terus tertutup .
-Cupp..
" Bangun ".
-Cupp..
" Bangun gak?".
" Mas biarin aku bobo , bentar lagi aja " Cicit Ataya .
" Tapi kita sudah sampai di rumah kamu sayang !" Ujar Aldrich .
Seketika Nabila pun membuka mata , dengan cepat ia menegakan tubuh nya lalu mulai mengintip ke arah luar .
" Ya ampun kenapa mas gak bilang !" Dengan gerakan cepat Nabila pun langsung berlari ke arah luar meninggkan Aldrich yang masih berada di dalam mobil .
Aldrich terdiam , manik nya terus menatap kepergian Nabila dengan mulut yang terbuka , raut wajah Aldrich pun terlihat seperti orang linglung .
" Bukan kan aku sudah beberapa kali membangun kan dan memberi tahu mu Nabila " Lirih Aldrich sambil menunjuk diri nya sendiri .
Aldrich pun membuka pintu mobil nya seraya menyusul Nabila yang sudah terlebih dulu meninggal kan diri nya.
Aldrich melihat beberapa orang yang mengintip , namun ia hiarau kan ,karena menurut nya itu tidak penting.
" Kenapa ?" Tanya Aldrich kepada Nabila yang hanya terdiam di ambang pintu .
" Mas pintu nya di kunci " Bisik Nabila .
Aldrich terdiam , pria itu terlihat berfikir .
" Coba tanya pada tetangga atau sodara mu " Ujar Aldrich.
" Sodara ibu berada di desa sebrang , jarak tempuh nya bisa sampai satu setengah jam mas " Nabila pun terlihat bingung .
" Sebaiknya kita kunjungi bapak ,ibu dan adik-adik dulu " Jelas Aldrich lalu menggenggam tangan Nabila.
" Apa kau kuat jalan kaki ?"Tanya Nabila .
" Ya tentu saja " Jelas Aldrich .
" Baiklah kita berangkat sekarang , kuburan nya ada di atas bukit itu" Tunjuk Nabila kepada bukit yang belakang rumah orang tua nya .
Aldrich pun mengangguk , lalu berjalan mengikuti Nabila yang berada di depan nya .
Awal nya Aldrich terlihat baik-baik saja , namun ketika satu tangga yang menanjak akan di lewati Aldrich terdengar menghela nafas nya.
" Mas ?"
" Sayang rasa nya aku tidak kuat " Jelas Aldrich .
" Kata mas tadi kuat " Bisik Nabila sambil menuruni tangga batu.
" ku kira dekat sayang ".
" Iya tinggal tangga ini saja , lalu kita sampai " Aldrich pun mengangguk pahan .
Setelah melewati tangga batu yang berjejer menjuntai sampai puncak bukit akhir nya mereka bedua sampai , terlihat pemakaman umum yang luas di atas bukit tersebut .
Ada satu pertanyaan yang terbesit di pikiran Aldrich , namun ia simpan terlebih dulu sampai nanti ketika mereka selesai berjiarah.
" Ibu , ade , kami datang " Lirih Nabila .
" Aku datang bersama pria yang ibu sukai " Nabila pun melihat ke arah Aldrich .
" Iya bu , kami datang " Kata Aldrich ,tangan nya mengusap papan nama yang terbuat dari marmer.
" Kami sudah menikah bu , tenanglah di alam sana aku sudah bahagia sekarang , semoga kalian di tempat kan di tempat paling indah bersama tuhan " Jelas Nabila .
" Kami pamit , aku mau nengokin ayah juga " Nabila pun beranjak , lalu meninggal kan tiga kuburan yang masih terbilang baru .
" Apa kuburan ayah mu jauh ?".
" Tidak , itu yang di kelilingi batu-batu" .
Aldrich pun mengangguk .
" Ayah Nabila datang , kenal kan ini suami Nabila yah , tampan seperti ayah dulu " Ujar Nabila .
Aldrich hanya tersenyum , ia melihat kesedihan dari Nabila , namun air mata iti hanya menggenang di mata nya tanpa terjatuh .
" Aku senang kalian suka berkumpul bersama , hanya aku yang kalian tinggal kan sendiri di luas nya dunia yang kejam ini " Lirih Nabila .
" Sayang !!" Aldrich menyentuh tangan Nabila , lalu mengusap nya . "Ada aku di sini ! apa yang kamu takut kan sayang , jangan pernah berfikir untuk pergi menyusul mereka " Sahut Aldrich .
" Aku tidak berfikir sperti itu mas " Lirih Nabila .
Setelah selesai , Aldrich pun berjalan mengekor di belakang Nabila kembali .
Lalu Aldrich mengingat apa yang mengganggu pikiran nya sedari tadi .
" Sayang apa ada jalan lain ?" Tanya Aldrich ketika melihat jalan besar.
" Ada mas " Jawab Nabila .
" Apa mobil bisa melalui nya ?"
" Loh ya bisa dong mas " Cicit Nabila polos , namun membuat Aldrich sedikit terlihat kesal .
" Astaga Nabila , kenapa kau tidak menyuruh ku membawa mobil " Sesal Aldrich .
" Kau tidak meminta mas " Ujar Nabila dengan raut wajah datar .
" Ya ampun Nabila " Aldrich mengusap wajah nya kasar .
" Lagian mas , polisi tidur nya besar-besar , mobil kamu akan tergores-gores " .
" Hah.Ya ampun , aku tidak peduli aku akan membeli yang baru kalo mau " Suara Aldrich memekik , ia benar-benar kesal .
" Shuuttt , aku tidak boleh banyak bicara , kau dengar apa yang dokter tampan tadi katakan ?!" Bisik Nabila .
" Tampan kau bilang ? ck. Bahkan aku lebih tampan dari nya" .
Sepanjang perjalanan pulang Aldrich hanya terdiam , ia terlihat sangat kesal kepada Nabila yang suka mengerjai nya .
" Mas " Nabila menoleh ke belakang .
" Hmmmm " Gumam Aldrich .
" Kita sampai , tapi rumah nya dj kunci , aku tidak tau kunci nya di mana,aku pikir kita harus pulang?!".
" Hmmmmm" .
" Apa kau marah pada ku?" Tanya Nabila.
" TIDAK ".
" Ah kau membenci ku ".
" TIDAK " Lagi-lagi Aldrich membalas nya singkat .
" Apa kau mau aku ?".
" Ti- ....ya mau lah " Kata Aldrich .
" Hahahaha dasar om-om ambekan " Ujar Nabila.
" Dasar anak kecil nyebelin " .
" Oke , kalau begitu aku akan tidur sendiri malam ini " Nabila pun langsung memasuki mobil.
" Sayang !!" Aldrich langsung menyusul Nabila .
βBrugh ..
Aldrich menutup pintu mobil nya sangat kencang .
" Om bisa tidak tutup pintu mobil nya pelan-pelan ?!" Kata Nabila
" Kau jahat sayang !".
" Aku tidak jahat,"Sahut Nabila.
" Kau mau menyuruh ku tidur di luar " Aldrich benar-benar menanggapi omongan Nabila secara serius .
" Tidak! aku yang tidur di luar " Jelas Nabila , ia berusaha menahan tawa nya ,ketika wajah Aldrich terlihat frustasi.
" Tidak boleh !!".
" Kita pulang mas " Kata Nabila .
" Baiklah tapi kau tetap tidur dengan k.."
" Mas ?!" Nabila menatap Aldrich .
" Ya oke ,oke ".
Nabila terlihat puas ketika ia berhasil mengerjai suami nya , hal langka yang ia bisa lakukan kepada Aldrich .
Rencana menginap di rumah milik orang tua nya gagal begitu saja , jadi Nabila meminta untuk pulang kembali ke apartemen mereka sore ini juga .
Banyak sekali mata yang melihat Nabila dengan tatapan tidak suka , hingga ia kurang nyaman ketika berada di kampung halaman nya lama-lama , mungking mereka berfikir kalau Nabila sekarang jadi simpanan pria hidung belang kaya raya , sesudah orang tua nya tiadak.
" Oh pantas saja ia jarang pulang kesini !! simpanan om-om toh " Itulah yang Nabila dengar ketika Nabila turun terlebih dulu meninggal kan Aldrich yang masih berada di mobil .
TBCππ
...πππππ...
SEMANGATIN AUTHOR DONG HEY !! KASIH AUTHOR LIKE SAMA VOTE. KOMEN JUGA BIAR KITA MAKIN DEKET YA GENGS . π€π₯°