STORY AFTER MARRIED

STORY AFTER MARRIED
Eps 32



" Sayang kita sudah sampai " Aldrich terus mengusap lemput pipi Nabila , berkali-kali Aldrich berusaha membangun kan Nabila , namun wanita itu tetap betah dalam tidur nya .


Karena merasa telah kehabisan cara , Aldrich pun mulai memiliki ide jahil , tangan Aldrich mulai membuka tali seatbelt , wajah nya mulai mendekat ! lalu berbisik di telingan Nabila .


" Sayang bagun " Bisik nya lalu mengigit kecil telinga Nabila .


-Cup..cup..cup..


Ciuman bertubi-tubi mendarat di pipi sebelah kanan Nabila.


"Aaaaaa....mass aku masih ngantuk " Rengek Nabila dengan mata yang terus tertutup .


-Cupp..


" Bangun ".


-Cupp..


" Bangun gak?".


" Mas biarin aku bobo , bentar lagi aja " Cicit Ataya .


" Tapi kita sudah sampai di rumah kamu sayang !" Ujar Aldrich .


Seketika Nabila pun membuka mata , dengan cepat ia menegakan tubuh nya lalu mulai mengintip ke arah luar .


" Ya ampun kenapa mas gak bilang !" Dengan gerakan cepat Nabila pun langsung berlari ke arah luar meninggkan Aldrich yang masih berada di dalam mobil .


Aldrich terdiam , manik nya terus menatap kepergian Nabila dengan mulut yang terbuka , raut wajah Aldrich pun terlihat seperti orang linglung .


" Bukan kan aku sudah beberapa kali membangun kan dan memberi tahu mu Nabila " Lirih Aldrich sambil menunjuk diri nya sendiri .


Aldrich pun membuka pintu mobil nya seraya menyusul Nabila yang sudah terlebih dulu meninggal kan diri nya.


Aldrich melihat beberapa orang yang mengintip , namun ia hiarau kan ,karena menurut nya itu tidak penting.


" Kenapa ?" Tanya Aldrich kepada Nabila yang hanya terdiam di ambang pintu .


" Mas pintu nya di kunci " Bisik Nabila .


Aldrich terdiam , pria itu terlihat berfikir .


" Coba tanya pada tetangga atau sodara mu " Ujar Aldrich.


" Sodara ibu berada di desa sebrang , jarak tempuh nya bisa sampai satu setengah jam mas " Nabila pun terlihat bingung .


" Sebaiknya kita kunjungi bapak ,ibu dan adik-adik dulu " Jelas Aldrich lalu menggenggam tangan Nabila.


" Apa kau kuat jalan kaki ?"Tanya Nabila .


" Ya tentu saja " Jelas Aldrich .


" Baiklah kita berangkat sekarang , kuburan nya ada di atas bukit itu" Tunjuk Nabila kepada bukit yang belakang rumah orang tua nya .


Aldrich pun mengangguk , lalu berjalan mengikuti Nabila yang berada di depan nya .


Awal nya Aldrich terlihat baik-baik saja , namun ketika satu tangga yang menanjak akan di lewati Aldrich terdengar menghela nafas nya.


" Mas ?"


" Sayang rasa nya aku tidak kuat " Jelas Aldrich .


" Kata mas tadi kuat " Bisik Nabila sambil menuruni tangga batu.


" ku kira dekat sayang ".


" Iya tinggal tangga ini saja , lalu kita sampai " Aldrich pun mengangguk pahan .


Setelah melewati tangga batu yang berjejer menjuntai sampai puncak bukit akhir nya mereka bedua sampai , terlihat pemakaman umum yang luas di atas bukit tersebut .


Ada satu pertanyaan yang terbesit di pikiran Aldrich , namun ia simpan terlebih dulu sampai nanti ketika mereka selesai berjiarah.


" Ibu , ade , kami datang " Lirih Nabila .


" Aku datang bersama pria yang ibu sukai " Nabila pun melihat ke arah Aldrich .


" Iya bu , kami datang " Kata Aldrich ,tangan nya mengusap papan nama yang terbuat dari marmer.


" Kami sudah menikah bu , tenanglah di alam sana aku sudah bahagia sekarang , semoga kalian di tempat kan di tempat paling indah bersama tuhan " Jelas Nabila .


" Kami pamit , aku mau nengokin ayah juga " Nabila pun beranjak , lalu meninggal kan tiga kuburan yang masih terbilang baru .


" Apa kuburan ayah mu jauh ?".


" Tidak , itu yang di kelilingi batu-batu" .


Aldrich pun mengangguk .


" Ayah Nabila datang , kenal kan ini suami Nabila yah , tampan seperti ayah dulu " Ujar Nabila .


Aldrich hanya tersenyum , ia melihat kesedihan dari Nabila , namun air mata iti hanya menggenang di mata nya tanpa terjatuh .


" Aku senang kalian suka berkumpul bersama , hanya aku yang kalian tinggal kan sendiri di luas nya dunia yang kejam ini " Lirih Nabila .


" Sayang !!" Aldrich menyentuh tangan Nabila , lalu mengusap nya . "Ada aku di sini ! apa yang kamu takut kan sayang , jangan pernah berfikir untuk pergi menyusul mereka " Sahut Aldrich .


" Aku tidak berfikir sperti itu mas " Lirih Nabila .


Setelah selesai , Aldrich pun berjalan mengekor di belakang Nabila kembali .


Lalu Aldrich mengingat apa yang mengganggu pikiran nya sedari tadi .


" Sayang apa ada jalan lain ?" Tanya Aldrich ketika melihat jalan besar.


" Ada mas " Jawab Nabila .


" Apa mobil bisa melalui nya ?"


" Loh ya bisa dong mas " Cicit Nabila polos , namun membuat Aldrich sedikit terlihat kesal .


" Astaga Nabila , kenapa kau tidak menyuruh ku membawa mobil " Sesal Aldrich .


" Kau tidak meminta mas " Ujar Nabila dengan raut wajah datar .


" Ya ampun Nabila " Aldrich mengusap wajah nya kasar .


" Lagian mas , polisi tidur nya besar-besar , mobil kamu akan tergores-gores " .


" Hah.Ya ampun , aku tidak peduli aku akan membeli yang baru kalo mau " Suara Aldrich memekik , ia benar-benar kesal .


" Shuuttt , aku tidak boleh banyak bicara , kau dengar apa yang dokter tampan tadi katakan ?!" Bisik Nabila .


" Tampan kau bilang ? ck. Bahkan aku lebih tampan dari nya" .


Sepanjang perjalanan pulang Aldrich hanya terdiam , ia terlihat sangat kesal kepada Nabila yang suka mengerjai nya .


" Mas " Nabila menoleh ke belakang .


" Hmmmm " Gumam Aldrich .


" Kita sampai , tapi rumah nya dj kunci , aku tidak tau kunci nya di mana,aku pikir kita harus pulang?!".


" Hmmmmm" .


" Apa kau marah pada ku?" Tanya Nabila.


" TIDAK ".


" Ah kau membenci ku ".


" TIDAK " Lagi-lagi Aldrich membalas nya singkat .


" Apa kau mau aku ?".


" Ti- ....ya mau lah " Kata Aldrich .


" Hahahaha dasar om-om ambekan " Ujar Nabila.


" Dasar anak kecil nyebelin " .


" Oke , kalau begitu aku akan tidur sendiri malam ini " Nabila pun langsung memasuki mobil.


" Sayang !!" Aldrich langsung menyusul Nabila .


‐Brugh ..


Aldrich menutup pintu mobil nya sangat kencang .


" Om bisa tidak tutup pintu mobil nya pelan-pelan ?!" Kata Nabila


" Kau jahat sayang !".


" Aku tidak jahat,"Sahut Nabila.


" Kau mau menyuruh ku tidur di luar " Aldrich benar-benar menanggapi omongan Nabila secara serius .


" Tidak! aku yang tidur di luar " Jelas Nabila , ia berusaha menahan tawa nya ,ketika wajah Aldrich terlihat frustasi.


" Tidak boleh !!".


" Kita pulang mas " Kata Nabila .


" Baiklah tapi kau tetap tidur dengan k.."


" Mas ?!" Nabila menatap Aldrich .


" Ya oke ,oke ".


Nabila terlihat puas ketika ia berhasil mengerjai suami nya , hal langka yang ia bisa lakukan kepada Aldrich .


Rencana menginap di rumah milik orang tua nya gagal begitu saja , jadi Nabila meminta untuk pulang kembali ke apartemen mereka sore ini juga .


Banyak sekali mata yang melihat Nabila dengan tatapan tidak suka , hingga ia kurang nyaman ketika berada di kampung halaman nya lama-lama , mungking mereka berfikir kalau Nabila sekarang jadi simpanan pria hidung belang kaya raya , sesudah orang tua nya tiadak.


" Oh pantas saja ia jarang pulang kesini !! simpanan om-om toh " Itulah yang Nabila dengar ketika Nabila turun terlebih dulu meninggal kan Aldrich yang masih berada di mobil .


TBCπŸ‚πŸ‚


...🍁🍁🍁🍁🍁...


SEMANGATIN AUTHOR DONG HEY !! KASIH AUTHOR LIKE SAMA VOTE. KOMEN JUGA BIAR KITA MAKIN DEKET YA GENGS . πŸ€—πŸ₯°