STORY AFTER MARRIED

STORY AFTER MARRIED
Eps 15



" Selamat atas pernikahan kalian " Ujar Bayu kepada Nabila dan Aldrich.Raut wajah nya terlihat begitu bahagia sampai tak henti nya memperlihat kan senyuman penuh makna di bibir nya.


" Maaf ya pih kalo harus batalin semua nya " Sahut Aldrich kepada Bayu yang kini sedang duduk di hadapan nya.


" Tidak apa-apa , yang pentik kalian bahagia " Jawab Bayu kepada Aldrich penuh harap.


Bayu pun melihat Nabila yang hanya terdiam, sejak janji suci nya dengan Aldrich di hadapan tuhan berikrar.Tidak ada riasan atau pun gaun mewah , ia hanya memakai celana jeans dan kemeja berwarna putih yang Feri siap kan tadi untuk nya . Tanpa di hadiri tamu atau pun sanak sodara lain nya , bahkan hari ini Nabila masih terlihat bermata sembab dan hidung nya yang sangat merah pertanda ia belum bisa meng ikhlaskan ke adaan nya saat ini.


" Apa Nabila bahagi ?" Tanya Bayu , tanya Bayu lembut dengan senyuman penuh kasih kepada gadis yang sudah menjadi menantunya itu.


Nabila pun melihat ke arah Bayu lalu tersenyum.


" Iya pih Nabila bahagia " Sahut nya.


" Ikhlaskan semuanya , agar mereka juga tenang " Cicit Bayu kepada Nabila , mata nya terus menatap Nabila hingga gadis itu kembali tertunduk.


Aldrich pun menatap Nabila cukup lama lalu memeluk nya.


" Sudahlah , kau sudah terlihat aneh dengan mata bengkak mu " Jelas Adrich . Tangan nya mengusap punggung Nabila yang kini sedang berada di dalam dekapan nya.


Namun tidak ada jawaban dari Nabila , gadis itu hanya tertunduk dengan jemari tangan yang terus mengusap air mata nya , terdengar isakan pelan dari Nabila .


" Apa kau sedih karena pernikahan kita hanya seperti ini ? hanya di saksikan Feri dan juga papih ?" Tanya Aldrich.


Nabila menggeleng kan kepala. " Tidak.anda sudah mau menjaga ku , itu semua lebih dari cukup " Jawab nya lirih.


Bayu pun tersenyum ketika menyaksikan Aldrich yang kini sudah terlihat pancaran cinta kasih di mata sang putra tunggal nya itu.


Bayu memang selalu berharap , gadis desa nan sederhana bisa melengkapi kekosongan di hati Aldrich.


" Baiklah,papih pulang dulu kalo begitu " Bayu pun beranjak dari duduk nya.


" Iya pih hati-hati " Jawab Aldrich.


" Nabila jangan terlalu terpuruk,tidak baik untuk kesehatan kamu" .


Nabila pun melepas kan pelukan Aldrich , tangan nya mengusap air mata yang terus bercucuran.


" Iya pih , Nabila baik-baik aja kalo sama anak papih " Jawab nya lalu tersenyum.


Bayu pun tersenyum. " Fer ayo antar papih " Titah Bayu kepada Feri.


" Iya pih " .


Mereka berdua pun berjalan mengeluari ruangan di mana saat ini hanya ada Nabila dan Aldrich.


" Apa kau lapar ?"


Nabila hanya menggeleng kan kepala saja tanpa menjawab sepatah kata pun.


Aldrich pun menatap Nabila dengan lekat , mata nya terus memperhatikan Nabila .


" Cantik " Suara Aldrich lolos begitu saja.


" Hahhhh ?" Mata Nabila melihat ke arah Aldrich yang kini ssdang menatap nya sambil tersenyum.


" Mas ?" Nabila melambaikan tangan nya di hadapab Aldrich.


" Eh .. iya ..kenapa ?" Aldrich terlihat sedang menutupi ke gugupan nya namun Nabila bukan lah gadis bodoh yang tidak mengetahui situasi ini.


" Em..aku mau minta izin " Sahut Nabila.


" Apa ?".


" Aku mau ke kontrakan sebentar mau ambil barang-barang ".


" Nanti saja,hari ini istirahatlah , lain waktu kita akan mengambil nya bersama" Jelas Aldrich.


" Masuklah ke kamar , aku harus masuk kantor sebentar lagi , jaga diri mu baik-baik , jangan pernah mempunyai pikiran konyol oke ?"


" Iya , pergilah hati-hati di jalan " Ujar Nabila.


" Tidak , kau yang harus hati-hati "


Aldrich pun beranjak dari duduk nya.


Tiba-tiba saja Nabila kembali mendapat kan kecupan kasih sayang.Sudah dua kali hari ini ia di cium oleh Aldrich , kepala nya mendongkak ke arah Aldrich sampai pandangan mereka pun bertemu.


" Mas ?"


" Kenapa ? kau istriku , aku harus membiasakan diriku bukan? " Jelas nya lalu mulai beranjak pergi.


Nabila hanya terdiam , namun mata nya terus memperhatikan punggung lelaki yang kini sudah menjadikan nya sebagai istri berlalu begitu saja mengeluari ruangan.


Tuhan terimakasih atas curahan kasih sayang mu , engkau mengganti kasih sayang orang tua ku dengan seorang lelaki yang juga saat ini telah ku sayangi. Lirih Nabila.


******


Sementara itu di kediaman Mahardika .


" Pih dari mana ?" Sambut Sinta kepada Bayu yang baru saja datang.


" Papih dari apartemen Al " Sahut nya.


" Loh memang nya kenapa ? sampe pagi-pagi berangkat kesana ?"


" Tunangan Al sama Nabila di batalkan " Bayu pun terus berjalan , langkah nya tertuju pada kamar nya yang berada di lantai atas.


Sinta pun terlihat senyum gembira mendapat kan kabar bahagia pagi ini dari suaminya.


" Jadi Sarah sama Al jadi mami jodoh kan " Cicit nya setelah duduk di tepi ranjang dalam kamar nya.


" Siapa bilang ?" Bayu bertanya tanpa ekspresi apapun di wajah nya.


" Lo ya papi yang bilang kan ?"


" Aldrich memang tidak jadi tunangan , namun langsung menikah.Rencana resepsi nya lima bulan lagi " Jelas Bayu.


" A..apa ? nikah ? sama gadis yatim piatu itu " Berkali-kali ia melempar pertanyaan hanya untuk meyakin kan nya.


"Iya kenapa ? mamih jangan coba-coba hancurin kebahagiaan Aldrich"Tegas Bayu.


" Ti...tidak pih"Sinta pun tersenyum lalu menghambur memeluk suaminya. " Kenapa ga bilang mami ? padahal mami mau bantu nyiapin semuanya " Dusta Sinta kepada Bayu.


" Tidak perlu menyiap kan apapun,hari ini hanya menikah saja tidak ada hal istimewa " Jelas nya lalu meninggal kan Sinta menuju kamar mandi.


Gara-gara pelayan itu sikap suamiku saja sampai berubah !! sihir apa yang dia berikan kepada keluarga ku ? lihat saja aku akan tetap membuat Sarah masuk dalam hubungan pernikahan mu . Bagai mana pun Sarah lah yang pantas untuk putraku . Gumam nya lalu raut wajah nya berubah menyeramkan ketika wanita penguasa rumah itu tersenyum licik.


Sungguh perubahan yang sangat drastis , wanita yang awal nya baik hati dan lembut , kini di butakan oleh kasta yang selalu ia permasalahkan .


Sinta selalu menilai seseorang dari bibit,bebet dan bobot . Hanya uang yang bisa membuat nya menilai seseorang lebih baik dari orang mana pun yang terlahir dari keluarga rendah ekonomi.


Sungguh wanita paruh baya itu melupakan dari mana ia berasal semenjak ia selalu mengikuti arisan geng sosialita nya.


Makin hari sifat nya semakin sombong saja , bahkan tak jarang ia merendah kan seseorang hanya karena status nya yang lerlahir dari keluarga seperti apa.


Sinta pun melai mengotak-ngatik layar ponsel nya , lalu menempel kan di telinga.


📞 Hallo tante ?.


Hallo Sarah , sepertinya tante mau bertemu dengan mu.


📞 Oh iya tante boleh datang ke rumah , kebetulan ibu ku sedang ada di rumah.


Baiklah , tante segera kesana.


Sinta pun mematikan sambungan ponselnya , lalu bergegas keluar kamar.


-Brughh..


Suara pintu tertutup cukup kencang.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


TBC🍃🍃🍃


Jangan lupa vote , like dan komen oke☺


Dukungan dari kalian sangat berarti bagi author.