
Ceklek...
" Selamat datang di rumah ," Ucap Feri ketika membuka pintu apartemen milik nya .
Indri perlahan melangkah masuk , manik nya meneliti setiap inci ruangan berwarna monocrom yang terlihat sangat mewah .
" Kenapa sepi ?" Indri menoleh ke arah Feri yang sedang menutup pintu
" Maksud kamu ? ya sepi orang kita belum punya baby ," Sahut Feri .
" Ish .. maksud aku , kamu tinggal sendiri ?" Tanya Indri kembali , dengan kaki yang terus melangkah , mengikuti Feri .
" Aku tinggal sendiri istriku ," Tutur Feri , pria itu terus melangkah menuju kamar utama yang terlihat luas , lalu menanggal kan jas milik nya dan masuk ke dalam kamar mandi .
" Aku mandi dulu , kalo sudah lapar ! makan saja terlebih dulu ," Kata Feri lalu menutup pintu kamar mandi nya .
Indri mengangguk , lalu kembali berjalan ke arah luar untuk mencari keberadaan dapur .
" Apa gak serem tinggal sendiri di tempat segede ini ?!" Cicit Indri yang sudah merasa takut ketika ia sedang berjalan menuju dapur.
Trek..
Lampu dapur pun menyala , Indri lansung meletakan kantong berisi makanan nya di atas meja makan .
Mata nya mulai mencari keberadaan piring dan gelas , hingga tangang nya membuka satu-persatu laci berwarna hitam di dapur milik Feri .
" Nyari piring aja sampe harus keringetan dulu,"Indri berbicara pada diri nya sendiri , lalu membawa piring yang baru saja di temukan ke arah meja.
Perlahan Indri menempat kan beberapa ayam dan nasi kepada piring berukuran besar , lalu kembali meletakan burger dan kentang di atas piring berukuran sedang .
Sambil menunggu Feri selesai dengan mandi nya , terlebih dulu Indri duduk di kursi meja makan , lalu membawa ponsel di dalam tas nya , dan kembali berbalas pesan dengan Nabila.
Banyak hal yang Nabila tanya kan kepada dirinyan, perlahan juga Indri menjelas kan apa yang terjadi sebelum Feri benar-benar menikahinya , sempat Nabila terkejut ketika berbicara soal kebobongan Feri , wanita ibu satu anak itu bahkan beberapa kali meyakin kan kalau Indri memang benar-benar tidak melakukan apapun bersama Feri .
Srettt...
Suara kursi di tarik pun mengejut kan Indri , sampai gadis itu sedikit tersentak dan berdiri .
" Kenapa ?" Tanya Feri santai .
" Ko masih nanya kenapa ? beneran ya kamu kaya hantu ! suka muncul tiba-tiba ,"Indri pun mengomel .
Seakan tidak peduli , Feri terus mengabaikan omelan Indri , dan mulai mebuka burger milik nya .
" Ayo makan ," Ucap Feri , lalu menggeser piring berisi ayam dan burger ke arah Indri .
" Aku mau mandi ! tapi aku gak bawa baju ," Cicit Indri .
" Mandi saja , pakai dulu kaos punya ku , besok Sandi akan mengantar baju-baju untuk mu kesini ," Jelas Feri .
Indri mengangguk , lalu berjalan ke arah kamar untuk segera membersih kan tubuh nya .
Ketika Indri masuk ke dalam kamar mandi , gadis itu kembali menatap ruangan sekitar penuh kekaguman .
Indri memang anak dari orang kaya , tapi ia tidak memiliki ruangan khusu baju di dalam kamar mandi nya .
Satu-persatu Indri melepaskan pakaian nya , lalu mulai menyalakan air shower . Sebenar nya ingin sekali ia berendam di bathup , namun cacing di perut nya terus meronta agar segera menyelesai kan mandi nya lebih cepat .
Menit demi menit pun berlalu , akhir nya Indri menyelesai kan mandi nya , lalu menarik handuk yang tergantung di sana dan berjalan ke arah walk in closet , dan membawa satu saos hitam yang terlihat sangat besar.
" Lah !! daleman nya ?!" Kata Indri sambil celingukan .
" Aduh mana yang ini kotor sama udah kecipratan air lagi ," Rengek Indri kembali .
Akhir nya mau-tidak mau , ia harus memakai kaos tampa menggunakan bra dan cd.
" Untung aja kaos nya besar , kan jadi kaya dress sama gak terlalu keliatan ," Jelas Indrin .
Tap..
Tap..
Tap..
Langkah kaki Indri yang sedikit berlari pun terdengar , sampai membuat Feri menoleh ke arah nya .
Tubuh nya terlihat sangat segar , kaos ober size milik nya kini sudah berubah menjadi drees di atas lutut , memperlihat kan paha putih dan mulus milik nya.
Aroma wangi sabun pun menyeruak , gadis itu menghampiri dan duduk di sisi nya dengan lilitan handuk di kepala nya .
" Kenapa gak di keringin rambut nya ?" Tanya Feri .
" Emmm..aku gak tau pengering rambut nya di mana ?!" Sahut Indri .
" Makan dulu , nanti aku kasih tau di mana tempat nya ," Titah Feri kepada istrinya .
Indri mengangguk seraya tersenyum , lalu membuka bungkusan burger lalu memakan nya perlahan .
" Feri , apa boleh aku bertanya? ," Tanya Indri .
" Apa ?"Sahut Feri , lalu meletakan botol air mineral di hadapan nya .
" Apa kamu gak mau kenalin aku ke keluarga kamu ?" Seketika Feri terdiam ketika mendengar pertanyaan Indri .
" Nanti aku ajak kamu menemui mereka !" Jelas nya .
" Kenapa nanti ? apa kamu nggak serius sama aku ?" Lagi-lagi Indri bertanya .
" Apa kamu gak bisa lihat seberapa serius nya aku sama kamu ?!" Feri lansung menatap netra Indri dalam .
" Apa kamu takut mereka tidak merestui kita ? aku hanya takut saja , aku hanya takut ! apa yang ibuku alami , akan terjadi pada ku ,"
Feri hanya diam dengan mata yang terus menatap Indri , mencari sesuatu yang membuat kekasih hati nya ketakutan .
" Apa kamu takut aku akan meninggal kan mu?" Tanya Feri .
" Tentu saja , kita baru saja bertemu beberapa kali , aku belum tahu sifat kamu , begitu pun sebalik nya , terus kita menikah begitu saja ," Akhir nya Indri menjelas kan ke khawatiran nya .
Tampa ragu Feri langsung menggenggam telapak tangan Indri , pandang mata nya terus tertuju pada mata Indri .
" Kamu tahu ? sebenar nya aku gengsi mengatakan ini , tapi untuk kebaikan , aku akan mengatakan nya !!"
" Apa ??" Tanya Indri yang juga sedang menatap mata Feri .
" Hemm ??" Gumam Indri .
" Kamu cinta pertama aku !" Jelas Feri kembali.
" Aku tidak yakin , kamu pria tampan mana mungkin tidak pernah memiliki pacar ," Ujar Indri .
" Aku bilang kamu cinta pertama aku , bukan pacar pertama ku," Balas Feri seraya tersenyum .
Indri hanya mengangguk sambil memajukan bibir nya .
Setelah burger nya habis , Indri langsung meminum milo folat milik nya .
" Emmm ..boleh gak ? aku mau nonton film , atau drama gitu ?" Tanya Indri.
" Baiklah ayok ," Feri pun berdiri , lalu menggenggam tangan Indri dan menarik nya ke arah kamar .
Jantung Indri kembali berpacu lebih kencang , lagi-lagi Feri memaut kan jemari mereka berdua tampa ragu sedikit pun .
" Kenapa tv nya di kamar ? kenapa gak di ruang tengah ?" Tanya Indri penasaran .
" Aku suka lelah , jadi kalo nonton sambir tiduran ,"Sahut Feri .
" Mau Film apa ? horro , extraction atau ..." Feri pun lansung terdiam lalu menatap Indri .
-Dewasa.Ucapa Feri dalam hati.
" Romantis komedi ada ?" Indri lansung bertanya.
" Ada !!" Jawab Feri sambil tersenyum kepada Indri , namun yang di putar bukan yang di minta Indri , namun film dewasa yang berada di tangan nya.
Indri tersenyum , dan menatap Feri yang tengah serius menghidup kan televisi dan segera memutar film untuk mereka tonton .
" Jangan di liatin , nanti cinta !" Tutur nya tamoa menoleh .
" Oh jadi gak mau , kalo aku suka sama kamu ?!"Cicit Indri kepada pria di hadapan nya .
" Udah sana ," Feri menunjuk ranjang . " Film nya sudah mau mulai ," Jelas Feri .
Dengan semangat Indri berjalan ke arah ranjang.
Trek..
Lampu kamar pun mati , hanya menyisakan cahaya dari tv .
Lalu Feri menyusul Indri yang sudah menyandar kan punggung nya atas ranjang .
" Kamu tidur di sini juga ?!" Tanya Indri sedikit gugup .
" Kalo kamu keberatan aku bisa tidur di sofa ," Kata Feri , lalu menarik satu bantal dan berbalik arah , namun tangan Indri menahan nya .
" Di sini aja , ga apa-apa ," Ucap nya .
Sebenar nya Indri gugup ketika terus berdekatan dengan Feri , namun ia tidak tega kalau harus membuat Feri tertidur di sofa , sedang kan ia bisa tidur nyaman di atas tempat tidur milik nya.
" Kamu serius ?" Tanya Aldrich pelan .
" Iya ," Indri mengangguk .
" Tapi aku laki-laki normal !!" Jelas Feri .
" Aku tahu , kalo tidak normal nikah nya bukan sama aku , tapi sama Raynan ,"
" Eheumm !!"
" Enggak maksud nya gini ,"
" Santai banget nyebut nama cowok lain di depan suaminya sendiri !!" Feri terlihat sedikit kesal , lalu berbaring di sebelah Indri .
" Kamu cemburu ?" Tanya Indri .
" Menurut kamu ?" Ucap nya jutek .
" Yaudah maaf ," Ujar Indri , lalu ikut berbaring di samping Feri , dan mulai pokus pada film yang sudah mulai .
Feri hanya diam , mata nya terus fokus ke depan menonton film yang ia putar bebetapa menit lalu .
Semakin lama , adengan film pun semakin memanas , sampai membuat Indri beberapa kali menutupi wajah nya dengan selimut ketika adegan ciuma terpang-pang nyata di hadapan nya .
" Feri ini film macam apa ?!" Rengek Indri yang merasa kesal denga banyak ny adegan dewasa.
" Ya film dua satu plus-plus ," Sahut nya santai.
" Hahh ?!!" Teriak Indri .
Mendengar Indri berteriak dengan mata yang terus di tutupi selimut , Feri lansung memiring kan tubuh nya ke arah Indri , lalu menarik selimut yang menghalangi wajah nya secara paksa.
" Lihat saja , banyak yang harus kita pelajari," Kata Feri lirih .
Seketika Indri pun membuka mata nya , penasaran dengan pernyataan Feri.
Lama Indri melihat adengan bibir yang saling perpautan , namun ia masih belum menemukan hal penting yang dapat menjadi ilmu untuk nya .
" Mana pelajaran nya ?!" Indri menoleh ke arah Feri yang kini sedang menatap nya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan .
" Kenapa ?" Tanya Indri , kepala nya terus mundur ketika wajah Feri terus mendekat ke arah nya .
" Bukan nya kamu bilang kau sudah halal bagi ku ?!" Bisik Feri kepada Indri yang sudah terlihat gugup dan sangat kegakutan .
" Iya tapi jangan sekarang !" Balas Indri , tangan nya terus berusaha menahan dada Feri yang terus menghimpit nya .
Feri terus memaksa mendekat , bahkan tangan nya sudah menggenggam prgelangan tangan Indri .
Deru nafas Feri sudah terdengar begitu jelas di telinga Indri , tatapan mata nya sudah di tutupi dengan kabut gairah yang sudah tidak bisa di bendung lagi.
Tangan kekar nya terus berusaha menggerayangi tubuh Indri , sampai ketika tangan nya berhasih menyelinap masuk di balik kaos yang Indri kenakan , Feri sangat terkekut sekaligus senang ketika mengetahui Indri tidak memakai pakaian dalam sama sekali .
" Kau sengaja menggodaku sayang ?!" Bisik Feri tepat di daun telinga Indri .
TBC🍀🍀🍀