STORY AFTER MARRIED

STORY AFTER MARRIED
Eps 80



Ceklek...


" Selamat datang di rumah ," Ucap Feri ketika membuka pintu apartemen milik nya .


Indri perlahan melangkah masuk , manik nya meneliti setiap inci ruangan berwarna monocrom yang terlihat sangat mewah .


" Kenapa sepi ?" Indri menoleh ke arah Feri yang sedang menutup pintu


" Maksud kamu ? ya sepi orang kita belum punya baby ," Sahut Feri .


" Ish .. maksud aku , kamu tinggal sendiri ?" Tanya Indri kembali , dengan kaki yang terus melangkah , mengikuti Feri .


" Aku tinggal sendiri istriku ," Tutur Feri , pria itu terus melangkah menuju kamar utama yang terlihat luas , lalu menanggal kan jas milik nya dan masuk ke dalam kamar mandi .


" Aku mandi dulu , kalo sudah lapar ! makan saja terlebih dulu ," Kata Feri lalu menutup pintu kamar mandi nya .


Indri mengangguk , lalu kembali berjalan ke arah luar untuk mencari keberadaan dapur .


" Apa gak serem tinggal sendiri di tempat segede ini ?!" Cicit Indri yang sudah merasa takut ketika ia sedang berjalan menuju dapur.


Trek..


Lampu dapur pun menyala , Indri lansung meletakan kantong berisi makanan nya di atas meja makan .


Mata nya mulai mencari keberadaan piring dan gelas , hingga tangang nya membuka satu-persatu laci berwarna hitam di dapur milik Feri .


" Nyari piring aja sampe harus keringetan dulu,"Indri berbicara pada diri nya sendiri , lalu membawa piring yang baru saja di temukan ke arah meja.


Perlahan Indri menempat kan beberapa ayam dan nasi kepada piring berukuran besar , lalu kembali meletakan burger dan kentang di atas piring berukuran sedang .


Sambil menunggu Feri selesai dengan mandi nya , terlebih dulu Indri duduk di kursi meja makan , lalu membawa ponsel di dalam tas nya , dan kembali berbalas pesan dengan Nabila.


Banyak hal yang Nabila tanya kan kepada dirinyan, perlahan juga Indri menjelas kan apa yang terjadi sebelum Feri benar-benar menikahinya , sempat Nabila terkejut ketika berbicara soal kebobongan Feri , wanita ibu satu anak itu bahkan beberapa kali meyakin kan kalau Indri memang benar-benar tidak melakukan apapun bersama Feri .


Srettt...


Suara kursi di tarik pun mengejut kan Indri , sampai gadis itu sedikit tersentak dan berdiri .


" Kenapa ?" Tanya Feri santai .


" Ko masih nanya kenapa ? beneran ya kamu kaya hantu ! suka muncul tiba-tiba ,"Indri pun mengomel .


Seakan tidak peduli , Feri terus mengabaikan omelan Indri , dan mulai mebuka burger milik nya .


" Ayo makan ," Ucap Feri , lalu menggeser piring berisi ayam dan burger ke arah Indri .


" Aku mau mandi ! tapi aku gak bawa baju ," Cicit Indri .


" Mandi saja , pakai dulu kaos punya ku , besok Sandi akan mengantar baju-baju untuk mu kesini ," Jelas Feri .


Indri mengangguk , lalu berjalan ke arah kamar untuk segera membersih kan tubuh nya .


Ketika Indri masuk ke dalam kamar mandi , gadis itu kembali menatap ruangan sekitar penuh kekaguman .


Indri memang anak dari orang kaya , tapi ia tidak memiliki ruangan khusu baju di dalam kamar mandi nya .


Satu-persatu Indri melepaskan pakaian nya , lalu mulai menyalakan air shower . Sebenar nya ingin sekali ia berendam di bathup , namun cacing di perut nya terus meronta agar segera menyelesai kan mandi nya lebih cepat .


Menit demi menit pun berlalu , akhir nya Indri menyelesai kan mandi nya , lalu menarik handuk yang tergantung di sana dan berjalan ke arah walk in closet , dan membawa satu saos hitam yang terlihat sangat besar.


" Lah !! daleman nya ?!" Kata Indri sambil celingukan .


" Aduh mana yang ini kotor sama udah kecipratan air lagi ," Rengek Indri kembali .


Akhir nya mau-tidak mau , ia harus memakai kaos tampa menggunakan bra dan cd.


" Untung aja kaos nya besar , kan jadi kaya dress sama gak terlalu keliatan ," Jelas Indrin .


Tap..


Tap..


Tap..


Langkah kaki Indri yang sedikit berlari pun terdengar , sampai membuat Feri menoleh ke arah nya .


Tubuh nya terlihat sangat segar , kaos ober size milik nya kini sudah berubah menjadi drees di atas lutut , memperlihat kan paha putih dan mulus milik nya.


Aroma wangi sabun pun menyeruak , gadis itu menghampiri dan duduk di sisi nya dengan lilitan handuk di kepala nya .


" Kenapa gak di keringin rambut nya ?" Tanya Feri .


" Emmm..aku gak tau pengering rambut nya di mana ?!" Sahut Indri .


" Makan dulu , nanti aku kasih tau di mana tempat nya ," Titah Feri kepada istrinya .


Indri mengangguk seraya tersenyum , lalu membuka bungkusan burger lalu memakan nya perlahan .


" Feri , apa boleh aku bertanya? ," Tanya Indri .


" Apa ?"Sahut Feri , lalu meletakan botol air mineral di hadapan nya .


" Apa kamu gak mau kenalin aku ke keluarga kamu ?" Seketika Feri terdiam ketika mendengar pertanyaan Indri .


" Nanti aku ajak kamu menemui mereka !" Jelas nya .


" Kenapa nanti ? apa kamu nggak serius sama aku ?" Lagi-lagi Indri bertanya .


" Apa kamu gak bisa lihat seberapa serius nya aku sama kamu ?!" Feri lansung menatap netra Indri dalam .


" Apa kamu takut mereka tidak merestui kita ? aku hanya takut saja , aku hanya takut ! apa yang ibuku alami , akan terjadi pada ku ,"


Feri hanya diam dengan mata yang terus menatap Indri , mencari sesuatu yang membuat kekasih hati nya ketakutan .


" Apa kamu takut aku akan meninggal kan mu?" Tanya Feri .


" Tentu saja , kita baru saja bertemu beberapa kali , aku belum tahu sifat kamu , begitu pun sebalik nya , terus kita menikah begitu saja ," Akhir nya Indri menjelas kan ke khawatiran nya .


Tampa ragu Feri langsung menggenggam telapak tangan Indri , pandang mata nya terus tertuju pada mata Indri .


" Kamu tahu ? sebenar nya aku gengsi mengatakan ini , tapi untuk kebaikan , aku akan mengatakan nya !!"


" Apa ??" Tanya Indri yang juga sedang menatap mata Feri .


" Hemm ??" Gumam Indri .


" Kamu cinta pertama aku !" Jelas Feri kembali.


" Aku tidak yakin , kamu pria tampan mana mungkin tidak pernah memiliki pacar ," Ujar Indri .


" Aku bilang kamu cinta pertama aku , bukan pacar pertama ku," Balas Feri seraya tersenyum .


Indri hanya mengangguk sambil memajukan bibir nya .


Setelah burger nya habis , Indri langsung meminum milo folat milik nya .


" Emmm ..boleh gak ? aku mau nonton film , atau drama gitu ?" Tanya Indri.


" Baiklah ayok ," Feri pun berdiri , lalu menggenggam tangan Indri dan menarik nya ke arah kamar .


Jantung Indri kembali berpacu lebih kencang , lagi-lagi Feri memaut kan jemari mereka berdua tampa ragu sedikit pun .


" Kenapa tv nya di kamar ? kenapa gak di ruang tengah ?" Tanya Indri penasaran .


" Aku suka lelah , jadi kalo nonton sambir tiduran ,"Sahut Feri .


" Mau Film apa ? horro , extraction atau ..." Feri pun lansung terdiam lalu menatap Indri .


-Dewasa.Ucapa Feri dalam hati.


" Romantis komedi ada ?" Indri lansung bertanya.


" Ada !!" Jawab Feri sambil tersenyum kepada Indri , namun yang di putar bukan yang di minta Indri , namun film dewasa yang berada di tangan nya.


Indri tersenyum , dan menatap Feri yang tengah serius menghidup kan televisi dan segera memutar film untuk mereka tonton .


" Jangan di liatin , nanti cinta !" Tutur nya tamoa menoleh .


" Oh jadi gak mau , kalo aku suka sama kamu ?!"Cicit Indri kepada pria di hadapan nya .


" Udah sana ," Feri menunjuk ranjang . " Film nya sudah mau mulai ," Jelas Feri .


Dengan semangat Indri berjalan ke arah ranjang.


Trek..


Lampu kamar pun mati , hanya menyisakan cahaya dari tv .


Lalu Feri menyusul Indri yang sudah menyandar kan punggung nya atas ranjang .


" Kamu tidur di sini juga ?!" Tanya Indri sedikit gugup .


" Kalo kamu keberatan aku bisa tidur di sofa ," Kata Feri , lalu menarik satu bantal dan berbalik arah , namun tangan Indri menahan nya .


" Di sini aja , ga apa-apa ," Ucap nya .


Sebenar nya Indri gugup ketika terus berdekatan dengan Feri , namun ia tidak tega kalau harus membuat Feri tertidur di sofa , sedang kan ia bisa tidur nyaman di atas tempat tidur milik nya.


" Kamu serius ?" Tanya Aldrich pelan .


" Iya ," Indri mengangguk .


" Tapi aku laki-laki normal !!" Jelas Feri .


" Aku tahu , kalo tidak normal nikah nya bukan sama aku , tapi sama Raynan ,"


" Eheumm !!"


" Enggak maksud nya gini ,"


" Santai banget nyebut nama cowok lain di depan suaminya sendiri !!" Feri terlihat sedikit kesal , lalu berbaring di sebelah Indri .


" Kamu cemburu ?" Tanya Indri .


" Menurut kamu ?" Ucap nya jutek .


" Yaudah maaf ," Ujar Indri , lalu ikut berbaring di samping Feri , dan mulai pokus pada film yang sudah mulai .


Feri hanya diam , mata nya terus fokus ke depan menonton film yang ia putar bebetapa menit lalu .


Semakin lama , adengan film pun semakin memanas , sampai membuat Indri beberapa kali menutupi wajah nya dengan selimut ketika adegan ciuma terpang-pang nyata di hadapan nya .


" Feri ini film macam apa ?!" Rengek Indri yang merasa kesal denga banyak ny adegan dewasa.


" Ya film dua satu plus-plus ," Sahut nya santai.


" Hahh ?!!" Teriak Indri .


Mendengar Indri berteriak dengan mata yang terus di tutupi selimut , Feri lansung memiring kan tubuh nya ke arah Indri , lalu menarik selimut yang menghalangi wajah nya secara paksa.


" Lihat saja , banyak yang harus kita pelajari," Kata Feri lirih .


Seketika Indri pun membuka mata nya , penasaran dengan pernyataan Feri.


Lama Indri melihat adengan bibir yang saling perpautan , namun ia masih belum menemukan hal penting yang dapat menjadi ilmu untuk nya .


" Mana pelajaran nya ?!" Indri menoleh ke arah Feri yang kini sedang menatap nya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan .


" Kenapa ?" Tanya Indri , kepala nya terus mundur ketika wajah Feri terus mendekat ke arah nya .


" Bukan nya kamu bilang kau sudah halal bagi ku ?!" Bisik Feri kepada Indri yang sudah terlihat gugup dan sangat kegakutan .


" Iya tapi jangan sekarang !" Balas Indri , tangan nya terus berusaha menahan dada Feri yang terus menghimpit nya .


Feri terus memaksa mendekat , bahkan tangan nya sudah menggenggam prgelangan tangan Indri .


Deru nafas Feri sudah terdengar begitu jelas di telinga Indri , tatapan mata nya sudah di tutupi dengan kabut gairah yang sudah tidak bisa di bendung lagi.


Tangan kekar nya terus berusaha menggerayangi tubuh Indri , sampai ketika tangan nya berhasih menyelinap masuk di balik kaos yang Indri kenakan , Feri sangat terkekut sekaligus senang ketika mengetahui Indri tidak memakai pakaian dalam sama sekali .


" Kau sengaja menggodaku sayang ?!" Bisik Feri tepat di daun telinga Indri .


TBC🍀🍀🍀