STORY AFTER MARRIED

STORY AFTER MARRIED
Eps 35



Setelah selesai melakukan fitting baju pengantin , akhir nya Sinta , Nabila dan Aldrich memutus kan untuk segera pulang ke rumah .


Di dalam mobil hanya terdengar hening , namun Aldrich melihat Nabila berkali-kali meremas perut nya .


" Sayang kamu kenapa ?" Tanya Aldrich .


Sinta yang duduk di kursi belakang pun langsung tersentak , pandangan nya lansung melihat ke arah Nabila .


" Kamu sakit nak ?" Tanya Sinta .


" Eeeh mas ! boleh kan kita ke mini market dulu ? seperti nya aku mau datang bulan " Ujar Nabila , bibir nya terus meringis menahan nyeri dan pinggul yang terasa panas .


Aldrich pun mengangguk paham , lalu mulai menambahkan kecepatan mobil nya ,mencari mini market terdekat .


Ketika menemukan sebuah mini market , Aldrich pun langsung memarkir kan mobil putih nya .


Ketika Nabila akan turun , tangan nya langsung di tahan Aldrich .


" Apa yang kamu butuh kan sayang ?! biar aku yang turun ?" Kata Aldrich.


" Hanya pembalut dan minumam pereda nyeri mas " Lirih Nabila .


" Baiklah tunggu di sini !" Aldrich pun langsung beranjak pergi menuju mini market .


" Apa kamu selalu mengalami nya Nabila " Tanya Sinta yang terlihat khawatir .


" Iya mih , hanya hari pertama saja " Jelas Nabila .


Sementara itu di dalam mini market Aldrich terlihat sedikit kebingungan terlihat hanya terdiam sambil melihat satu per satu pembalut yang Nabila minta .


Ada berbagai jenis merk dan juga ukuran yang membuat nya pusing , hingga ia pun memutus kan untuk memanggil seorang yang bertugas di mini marker saat ini.


" Mba ?!" Panggil Aldrich .


Seorang wanita dengar seragam merah-kuning pun langsung menghampiri Aldrich .


" Iya pak ada yang bisa saya bantu?"Tanya nya kepada Aldrich yang kini sedang berdiri di hadapan rak pampers dan pembalut .


" Tolong ambilkan pembalut ini semua " Ujar Aldrich sambil menunjuk deretan pembalut .


" Semua pak ? ".


" Ya , dan juga minuman pereda nyeri " Jelas Aldrich kembali .


Dengan cepat wanita yang bertugas itu membawa keranjang , lalu mulai membawa semua merk dan ukuran pembalut yang berada di rak ,lalu mulai berjalan ke arah tempat minuman , dan mulai memasukan beberapa ke dalam keranjang.


Setelah menunggu sekian lama , mata Nabila pun kini tertuju pada Aldrich yang banyak sekali membawa kantong belanjaan .


" Mas banyak sekali " Tanya Nabila , ketika Aldrich sudah duduk kembali di kursi kemudi nya .


" Aku bingung sayang , ada banyak merk dan juga ukuran " Ujar Aldrich.


" Tapi kenapa tidak beli beberapa saja ? kenapa banyak sekali ?" Tanya Nabila kembali .


" Begitulah kalau dia malas bertanya !" Sahut Sinta .


" Mih ? mami liat kan tadi mas Aldrich banyak banget masukin belanjaan ke bagasi ?" Tanya Nabila sambil menoleh ke arah kursi belakang .


" Jadikan stok saja nak" Balas Sinta .


" Mih ini pemborosan !" Cicit Nabila .


" Suami mu itu terlalu banyak uang " Jawab Sinta sambil terkekeh bersamaan dengan Aldrich .


" Baiklah kalian menang ".


" Apa kau mau aku mengembalikan itu semua ?" Tanya Aldrich tanpa mengalih kan pandangan .


" Awal nya seperti itu "Bisik Nabila .


....


" Ssssssttttthhh , sakit sekali !!" Lirih nya , dengan tangan yang terus meremas perut nya .


" Sayang apa kita harus ke dokter ?" Tanya Aldrich cemas .


Nabila menggeleng kan kepala nya , terus menolak apa yang Aldrich tawar kan .


" Sayang bahkan kau tidak baik-baik saja setelah meminum ini " Tunjuk nya kepada botol minuman yang di khusus kan untuk orang yang sedang mengalami haid .


" Mas mau aku sembuh ?" Lirih Nabila .


" Tentu saja sayang " Jelas Aldrich.


Nabila pun menatap Aldrich yang kini sedang menatap nya penuh ke khawatiran .


Bibir Nabila mengulum senyum , lalu menarik tangan Aldrich .


" Naiklah , peluk aku!! aku pasti sembuh sayang " Jelas nya manja.


Aldrich pun naik ke atas kasur empuk milik nya , memiring kan tubuh nya menghadap Nabila .


Hidung nya mulai mengendus bau tubuh suaminya .


" Aku sudah lebih baik ketika mencium aroma tubuh mu " Kata Nabila ,pandangan nya mendongkak ke atas melihat ke arah Aldrich.


‐Cupp..


Aldrich mencium bibir Nabila.


" Aku sayangat mencintai mu Nabila Adriana " Bisik Aldrich .


" Aku lebih mencintai mu Aldrich Yohanes Mahardika " Balas Nabila .


Bibir Aldrich kembali tersenyum , netra nya berkata bahwa ia sedang sangat bahagia bersama gadis kecil yang sekarang telah menjadi milik Aldrich seutuh nya .


" Berapa lama aku harus menahan siksaan ini ?!" Tanya Aldrich .


" Tidak lama sayang ! hanya satu minggu ." Ujar Nabila .


" Apa? satu minggu ? tadi nya aku mau mengulang malam pertama kita" Jelas Aldrich .


" Aku tidak mau mengulang nya mas " Sahut Nabila .


" Kenapa hemm?".


" Rasa nya perih sekali , bahkan aku sedikit tidak bisa berjalan karena ulah mu " Jelas Nabila , hingga membuat Aldrich mendongkak lalu tertawa kencang .


" Hahahahahaha " Suara tawa Aldrich pun memenu hi kamar .


" Mas kok ketawa ? ".


" Aku bahagia sayang ! aku lelaki pertama yang menyentuh mu ! kau tahu ? betapa susah nya merobek gawang mu itu ? awal nya aku akan melakukan nya pelan , tapi ketika aku melakukan nya , justru sangat susah sekali membobol gawang mu itu " Jelas Aldrich .


" Jangan membicara kan nya mas , aku jadi mengingin kan nya " Ujar Nabila .


" Aku juga mengingin kan nya sayang , kau adalah candu bagiku ! aku sudah berpuasa selama beberapa hari ini karena tenggorokan mu , dan aku harus puasa kembali karena tamu bulanan mu "Kata Aldrich .


" Parfume mu membuat ku mabuk cinta kau tahu ?" Nabila terus mengendus dada Aldrich .


" Sayang aku mau tanya sesuatu ?!" Aldrich terus mengusap punggung Nabila .


" Apa itu suami ku ?".


" Apa kau meminum pill kontra sepsi ?" Tiba-tiba saja Aldrich menanya kan itu .


" Emmmmm...awal nya aku mau membeli nya ! tapi aku tidak melakukan itu " Jelas Nabila .


" Kenapa ?" Tanya Aldrich kembali .


" Karena awal nya aku pikir , aku bukan selera mu " Jawab Nabila .


" Ck , kau jahat sekali berfikir seperti itu tentang ku ! aku sangat mengingin kan mu bahkan sejak kita menikah " Sahut Aldrich .


" Oh ya ?! uncle udah terpesona sama aku " Goda Nabila sambil menusuk-nusuk kan jari telunjuk nya di pinggang Aldrich .


" Sayang ?!" Panggil Nabila .


" Ya suamiku ?".


" Aku ingin segera memiliki bayi dari mu " Ujar Aldrich lirih .


" Aku akan memberikan nya sayang " Balas Nabila .


" Banarkah??".


Netra Aldrich lansung berbinar , kala mendengar pernyataan Nabila yang sudah bersedia menjadi ibu muda .


" Benar , setelah ini ! kita proses " Nabila pun mengulum senyum , wajah nya terus mendongkak , saling menatap netra satu sama lain.


" Apa kau ingin melanjut kan sekolah mu ?" Tanya Aldrich .


" Jika kau mengingin kan , aku mau " Ujar Nabila .


" Baiklah , akan ku urus setelah acara resepsi kita " Jelas Aldrich.


Kedua nya saling mengerat kan pelukan , beberapa kali Aldrich mencium rambut Nabila , telapak tangan Aldrich terus mengusa punggu Nabila.


Hingga sesaat hening , wanita yang kini Aldrich peluk sudah berada dalam tidur nyenyak nya .


" Nabila , aku benar-benar ingin selalu bersama mu sampai nanti aku tiada di dunia ini " Lirih Aldrich , lalu mulai memejam kan mata nya menyusul Nabila ke alam mimpi .


TBC πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


...🍁🍁🍁🍁🍁...


JANGAN LUPA LIKE ,KOMEN ,DAN VOTE .


BIAR AUTHOR MAKIN SEMANGAT CRAYZY UP🀭