
💐
💐
Uwek..Uwek..
Uhuk...Uhuk..Uhuk.
Asila terus memuntahkan isi perut nya yang kosong, hingga membuat nya lemas dengan wajah yang sudah terlihat sangat pucat.
"Paksain makan udah ini yah?"Ujar Raynan.
Pria itu terus berada di dekat istrinya ketika Asila mengalami mual dan muntah di pagi hari.
Asila mengangguk, mengusap bibir nya yang basah, lalu berbalik dan meneluk tubuh kokoh milik Raynan cukup erat.
"Apa yang harus ku lakukan?"Tanya Raynan dengan suara lirih."Aku tidak bisa melihat kamu seperti ini setiap hari."Ujar Raynan sambil mengusap pucuk kepala istrinya.
"Aku cuma mau deket kamu, itu sudah membuatku lebih baik."Jawab Asila lirih.
—Cup..
Raynan mencium pucuk kepala istrinya, lalu memangku Asila dan membawa nya kembali ke dalam kamar nya untuk segera berbaring kembali.
"Ray,...bisa tidak, kamu nggak masuk kerja dulu?"Asila terlihat memohon.
Raynan tersenyum, satu tangan nya terus mengusap kepala Asila penuh kasih, menatap penuh cinta sang pujaan hati yang sedang mengandung anak nya saat ini.
"Iya,... Aku disini.Nemenin kalian!"Tukas nya tersenyum, lalu beralih mengusap perut istrinya yang mulai terlihat sedikit membulat.
"Tapi janji, kamu harus makan agar anak kita sahat di dalam sini."Raynan terus mengusap perut Asila.
Asila mengangguk.
TOK..
TOK..
TOK..
Pandangan kedua nya langsung tertuju ke arah pintu.
"Asila,... Raynan!"Panggil seorang wanita di belik pintu kamar nya.
"Masuk aja nggak di kunci."Sahut Raynan sedikit berteriak.
—Klek...
Pintu kamar Raynan dan Asila pun terbuka perlahan, lalu munculan seorang wanita paruh baya masuk dengan nampan di tangan nya.
"Mama bawa susu jahe sama bubur ayam Raden ke sukaan Asila."Yulia tersenyum sambil terus berjalan ke arah ranjang di mana kedua anak nya berada.
"Iya mah, Ray juga nggak pergi ke kantor dulu.Biar ka Amara yang urus semua dulu, Raynan mau fokus sama Asila."Jelas Raynan kepada Yulia.
"Iya, itu lebih bagus.Kamu tenang aja, toh masi ada kaka sama asisten kamu."Tutur Yulia."Mama pergi kalau gitu yah."
"Terimakasih mah, maaf juga Asila bikin repot."Ucap Asila lemas.
"Iya,... kamu sama sekali nggak bikin repot Sila."Yulia tersenyum, lalu kembali berjalan keluar sambil menutup pintu kamar nya kembali.
Tatapan Raynan kembali tertuju pada Asila, wanita yang juga sedang menatap nya dengan mata sayu nya.
"Mau makan?"Raynan tersenyum.
Asila mengangguk, lalu merentangkan tangan nya.
"Kenapa?"Tanya Raynan.
"Mau di peluk!"Asila merengek.
Raynan tersenyum ketika melihat tingkah laku Asila yang semakin manja pada dirinya.
"Ray, Asila mau peluk!"Ucap nya kembali.
Raynan mengangguk, lalu merangsek lebih dekat dan membawa Asila ke dalam pelukan nya.
Tangan Asila melingkar erat di pinggang suaminya, dengan hidung yang terus mengendus-endus di dada Raynan.
"Shhhh,....Ahhhhh! aku suka bau kamu."Tukas Asila pelan setelah menghirup dada Raynan, namun masih terdengar jelas di telinga Raynan.
—Cup..
Raynan kembali mencium kening Asila.
"Kamu aneh semenjak hamil sayang."Ujar Raynan sambil mengulum senyum.
"Masa!"Asila merenggangkan pelukan nya, lalu mendongkak menatap Raynan yang juga sedang menatap nya.
"Heumm,... kamu itu nggak suka di manja, terus wanita tangguh. Tapi tiba-tiba saja anak ku yang berada di dalam perut mu mengubah semua nya."Raynan tersenyum.
—Cup..
"Terimakasih sudah memberi ke bahagiaan di hidup ku, terimakasih juga sudah menyayangi wanita lemah ini. I love you."Ucap nya setelah mencium bibir Raynan.
—Cup..
"Terimakasih kembali dan,.... ayok makan."Sergah Raynan lalu melepas kan pelukan nya dan mulai membawa bubur untuk sarapan Asila.
...TBC🌻🌻🌻...
...Jangan lupa! like, vote, dan komen......