STORY AFTER MARRIED

STORY AFTER MARRIED
Eps 88



" Mas kamu ini kenapa sih ? pulang kerja ko wajah nya di tekuk kaya gitu ?!"Tanya Nabila yang merasa aneh dengan sikap Aldrich .


" Sayang , bagai mana kalau kita pakai jasa babysiter ?!"Usul Aldrich kepada Nabila yang tengah menyusui Queen di atas sofa kamar nya .


" Aku nggak mau mas , lagi pula kan aku udah mutusin buat nggak lanjutin kuliah , aku mau pokus jagain Queen aja ,"


Aldrich menghela nafas nya perlahan , tangan Aldrich meraih telapak tangan Nabila sembari tersenyum .


" Sayang , aku mau kamu juga pokus buat urusin aku ," Ujar Aldrich sambil terus memperlihat kan senyuman nya kepada Nabila .


Wanita yang kini sedang duduk di samping Aldrich pun terdiam , meruncing kan tatapan kepada pria yang menurut nya sedang tidak baik-baik saja .


" Mas kamu aneh !!" Jelas Nabila lalu menggeleng kan kepala nya .


" Aku nggak aneh , hanya saja aku merasa akhir-akhir ini kamu lebih sibuk dengan semua urusan Queen ," Nabila semakin tercengang dengan pernyataan Aldrich yang kini tengah protes terhadap kewajiban nya terhadap Queen .


" Kamu cemburu sama Quee ? dia anak kamu sayang , ya ampun kamu ini bener-bener,"Nabila mendengus kesal ,dan satu tangan yang lansung memijat pelipis nya .


" Bukan seperti itu ," Rengek Aldrich . " Hahh baiklah , hari ini Indri datang ke kantor dan membawa kan Feri makan siang ," Akhir nya Aldrich jujur dengan apa yang terus mengganggu pikiran nya .


" Terus apa yang membuat mu jadi seperti ini ?!"Tanya Nabila sambil tertawa pelan , satu tangan nya menepuk keras lengan Aldrich karena kelakuan nya yang seperti anak kecil.


" Feri sedang mengejek ku sayang , aku hanya ingin menunjukan kalau aku mampu seperti nya , jadi boleh kan aku minta makan siang masakan mu setiap hari ?"Aldrich terus mengusap punggung tangan Nabila , agar permintaan nya di setujui istrinya itu .


" Ya...ya...ya , ku mohon sayang ! kita pakai jasa babysiter agar ada yang menjaga Queen ketika kamu sedang mengurus kebutuhan ku ," Mohon Aldrich kembali .


" Hmmmm baiklah , kalau memang seperti itu ke inginan mu maka aku bisa apa ?!" Tutur Indri pelan sambil terus mengulum senyum .


-Cup..


" Thank you momy , dady makin sayang kalau begini ," Ujar Aldrich lalu memeluk istrinya dan menghujani pipi Nabila dengan kecupan hangat di sore hari .


......................


Sementara itu di dalam mobil yang kini sedang melaju cukup kencang . Setelah pamit ke pada Aldrich untuk pulang terlebih dulu kini-


Feri hanya terdiam seribu bahasa , tatapan mata nya seolah enggan untuk melirik Indri yang terus memper hatikan nya.


" Mas ?" Akhir nya Indri berusaha mencair kan es batu yang sedang merajuk .


"Mas kamu marah ?!" Tanya Indri kembali , namun masih belum ada sahutan dari pria yang sedang sibuk dengan setir mobil nya itu .


" Ya menurut kamu !!" Jawab Feri singkat tampa menoleh sedikit pun .


" Ih ambekan banget deh punya suami ," Ujar wanita yang terus memperhati kan Feri .


" Lagian ngapain sih Raynan pake masuk segala , mana kaya nya asik banget bahas topik nya sambil ketawa-ketiwi segala ," Cecar Feri dengan bibir yang terus cemberut .


" Ya mana aku tahu , aku aja ngira nya kamu yang masuk ," Jelas Indri .


" Aku nggak suka kamu terlalu akrab sama Rayanan !!" Cicit Feri sedikit menaikan suara nya.


" Kamu tuh apaan si mas ? sebelum sama kamu aku deket duluan sama Raynan loh , bahkan dia lebih open ke banding kamu yang hampir mirip sama es nutrisari , udah asem dingin lagi ,"Akhir nya Indri pun tersulut emosi .


" Ko kamu jadi bandingin aku sama Raynan !" Pekik Feri , lalu menoleh ke arah Indri dengan raut wajah yang sudah terlihat sangat marah .


" Kamu tu aneh ya , marah cuma gara-gara kita ngobrol , kita itu ngobrol biasa ! nggak ada pembahasan lain, apa lagi sampai macem-macem ," Tegas Indri .


Keadaan kembali hening , setelah berdebat dengan Feri ia lebih memilih menatap jalanan di jendela pintu mobil di sisi nya .


Begitu pun dengan Feri , pria itu terus memegang setir mobil erat dan terus memacu kecepatan mobil nya .


...Flast back...


Siang hari di gedung Mahardika Group , Raynan yang sedang berada di ruangan Aldrich pamit sebentar untuk pergi mencari makan terlebih dulu .


Setelah mencari dan mendapat kan makan siang nya , Raynan pun kembali ke kantor tempat Aldrich dan Feri berada dengan tentengan kantong berisi makan siang di tangan sebelah kanan nya .


Mengingat Aldrich masuk ke dalam ruangan pribadi milik Feri , Raynan pun memutus kan untuk segera menyusul .


Ceklek ..


Raynan mendorong pintu ruangan Feri sedikit kencang .


" Loh Indri ?!" Ujar nya penuh tanya , ketika melihat Indri yang sedang duduk di sofa dan melihat ke arah nya yang juga tidak kalah terkejut .


" Raynan ," Cicir Indri , jari nya menunjuk pria yang sedang berdiri di ambang pintu .


" Ko kamu ada di sini sih ? kamu ikut kerja sama Aldrich atau Feri ?" Tanya Raynan antusias sambil berjalan masuk menghampiri Indri lalu duduk di sebelah nya .


Indri hanya tersenyum tampa menjawab apapun , posisi Indri cukup rumit saat ini , kalau ia jujur ini bukan waktu yang tepat , bagai mana kalau Feri dan Raynan terlibat pertengkaran dan bakuhantam di sini .


" Aku beli makan siang , apa kau mau ?" Tanya Raynan seraya menggeser bungkus macaroni schotel di hadapan nya .


" Terimakasih , tapi aku baru saja selesai makan,"Jawab Indri sambil tersenyum .


Menit demi menit pun berlalu , hingga tidak terasa Raynan menghabis kan beberapa jam hanya untuk melakukan makan siang sambil bercanda tawa dengan Indri .


" Apa kau tidak mau jujur atas pernikahan mu bersama Feri ?!" Raynan menatap Indri lama , lalu tersenyum.


-Deg...


Seketika pandangan Indri lansung tertuju pada pria yang sedang duduk di samping nya itu tampa ekspresi .


" Kamu sudah tahu ?!"Tanya Indri pelan dengan tatapan sendu .


" Tentu saja , Aldrich yang memberi tahu ku ," Sahut Raynan . " Bahkan Aldrich membela Feri dan menyuruh ku untuk tidak marah ke pada nya , padahal aku sudah merencanakan untuk merebut mu kembali ," Indri pun semakin tercengang dengan pernyataan Raynan.


" Raynan !"Suara Indri memekik pelan .


" Hahahahah , aku hanya bercanda Indri ," Jelas Rayanan sambil tergelak .


" Kamu ini hampir membuat jantung ku lepas ! kukira itu serius ," Tangan Indri menepuk lengan Raynan lalu tertawa bersama .


" Tapi jika kau ingin aku melakukan nya , dengan senang hati aku akan merebut mu dari Feri ," Jelas Raynan penuh candaan .


" Hahahah terntu saja tidak Ray , kau harus mendapat kan seorang gadis yang lebih cantik dari ku bukan ?!" Ujar Indri .


" Aku akan siap menunggu mu , kau harus tahu ini , suami mu itu bahkan lebih dingin dan arogan di banding Aldrich ! berhati-hati lah Indri , kali ini aku serius ," Jelas Raynan lalu tertawa bersaamaan dengan Indri .


-Ceklek ..


Suara handle pintu terdengar begitu nyaring sampai membuat Raynan dan Indri lansung menoleh ke arah pintu .


" Pulang !!" Kata Feri yang terus melangkah mengikis jarak dirinya dengan Indri .


" Mas , tapi ini belum jam pulang bukan ?" Tanya Indri gugup ketika melihat tatapan kemarahan dari suaminya .


" Aku tidak peduli !" Ucap nya lalu meraih pergelangan tangan Indri cukup kencang lalu menarik nya tampa aba-aba meninggal kan Raynan yang sedang duduk sambil menatap kedua nya .


Ck . Dia tidak pernah berubah , masih seperti anak kecil yang tidak mau berbagi mainan mobil-mobilan . Ucap Raynan dalam hati .


Dengan cepat Raynan memberes kan sampah bekas makanan nya , lalu bergegas kembali menuju ruangan Aldrich .


TBC🍀🍀🍀


JANGAN LUPA LIKE , VOTE DAN KOMEN NYA GUYS .