
" Mas kamu ini kenapa sih ? pulang kerja ko wajah nya di tekuk kaya gitu ?!"Tanya Nabila yang merasa aneh dengan sikap Aldrich .
" Sayang , bagai mana kalau kita pakai jasa babysiter ?!"Usul Aldrich kepada Nabila yang tengah menyusui Queen di atas sofa kamar nya .
" Aku nggak mau mas , lagi pula kan aku udah mutusin buat nggak lanjutin kuliah , aku mau pokus jagain Queen aja ,"
Aldrich menghela nafas nya perlahan , tangan Aldrich meraih telapak tangan Nabila sembari tersenyum .
" Sayang , aku mau kamu juga pokus buat urusin aku ," Ujar Aldrich sambil terus memperlihat kan senyuman nya kepada Nabila .
Wanita yang kini sedang duduk di samping Aldrich pun terdiam , meruncing kan tatapan kepada pria yang menurut nya sedang tidak baik-baik saja .
" Mas kamu aneh !!" Jelas Nabila lalu menggeleng kan kepala nya .
" Aku nggak aneh , hanya saja aku merasa akhir-akhir ini kamu lebih sibuk dengan semua urusan Queen ," Nabila semakin tercengang dengan pernyataan Aldrich yang kini tengah protes terhadap kewajiban nya terhadap Queen .
" Kamu cemburu sama Quee ? dia anak kamu sayang , ya ampun kamu ini bener-bener,"Nabila mendengus kesal ,dan satu tangan yang lansung memijat pelipis nya .
" Bukan seperti itu ," Rengek Aldrich . " Hahh baiklah , hari ini Indri datang ke kantor dan membawa kan Feri makan siang ," Akhir nya Aldrich jujur dengan apa yang terus mengganggu pikiran nya .
" Terus apa yang membuat mu jadi seperti ini ?!"Tanya Nabila sambil tertawa pelan , satu tangan nya menepuk keras lengan Aldrich karena kelakuan nya yang seperti anak kecil.
" Feri sedang mengejek ku sayang , aku hanya ingin menunjukan kalau aku mampu seperti nya , jadi boleh kan aku minta makan siang masakan mu setiap hari ?"Aldrich terus mengusap punggung tangan Nabila , agar permintaan nya di setujui istrinya itu .
" Ya...ya...ya , ku mohon sayang ! kita pakai jasa babysiter agar ada yang menjaga Queen ketika kamu sedang mengurus kebutuhan ku ," Mohon Aldrich kembali .
" Hmmmm baiklah , kalau memang seperti itu ke inginan mu maka aku bisa apa ?!" Tutur Indri pelan sambil terus mengulum senyum .
-Cup..
" Thank you momy , dady makin sayang kalau begini ," Ujar Aldrich lalu memeluk istrinya dan menghujani pipi Nabila dengan kecupan hangat di sore hari .
......................
Sementara itu di dalam mobil yang kini sedang melaju cukup kencang . Setelah pamit ke pada Aldrich untuk pulang terlebih dulu kini-
Feri hanya terdiam seribu bahasa , tatapan mata nya seolah enggan untuk melirik Indri yang terus memper hatikan nya.
" Mas ?" Akhir nya Indri berusaha mencair kan es batu yang sedang merajuk .
"Mas kamu marah ?!" Tanya Indri kembali , namun masih belum ada sahutan dari pria yang sedang sibuk dengan setir mobil nya itu .
" Ya menurut kamu !!" Jawab Feri singkat tampa menoleh sedikit pun .
" Ih ambekan banget deh punya suami ," Ujar wanita yang terus memperhati kan Feri .
" Lagian ngapain sih Raynan pake masuk segala , mana kaya nya asik banget bahas topik nya sambil ketawa-ketiwi segala ," Cecar Feri dengan bibir yang terus cemberut .
" Ya mana aku tahu , aku aja ngira nya kamu yang masuk ," Jelas Indri .
" Aku nggak suka kamu terlalu akrab sama Rayanan !!" Cicit Feri sedikit menaikan suara nya.
" Kamu tuh apaan si mas ? sebelum sama kamu aku deket duluan sama Raynan loh , bahkan dia lebih open ke banding kamu yang hampir mirip sama es nutrisari , udah asem dingin lagi ,"Akhir nya Indri pun tersulut emosi .
" Ko kamu jadi bandingin aku sama Raynan !" Pekik Feri , lalu menoleh ke arah Indri dengan raut wajah yang sudah terlihat sangat marah .
" Kamu tu aneh ya , marah cuma gara-gara kita ngobrol , kita itu ngobrol biasa ! nggak ada pembahasan lain, apa lagi sampai macem-macem ," Tegas Indri .
Keadaan kembali hening , setelah berdebat dengan Feri ia lebih memilih menatap jalanan di jendela pintu mobil di sisi nya .
Begitu pun dengan Feri , pria itu terus memegang setir mobil erat dan terus memacu kecepatan mobil nya .
...Flast back...
Siang hari di gedung Mahardika Group , Raynan yang sedang berada di ruangan Aldrich pamit sebentar untuk pergi mencari makan terlebih dulu .
Setelah mencari dan mendapat kan makan siang nya , Raynan pun kembali ke kantor tempat Aldrich dan Feri berada dengan tentengan kantong berisi makan siang di tangan sebelah kanan nya .
Mengingat Aldrich masuk ke dalam ruangan pribadi milik Feri , Raynan pun memutus kan untuk segera menyusul .
Ceklek ..
Raynan mendorong pintu ruangan Feri sedikit kencang .
" Loh Indri ?!" Ujar nya penuh tanya , ketika melihat Indri yang sedang duduk di sofa dan melihat ke arah nya yang juga tidak kalah terkejut .
" Raynan ," Cicir Indri , jari nya menunjuk pria yang sedang berdiri di ambang pintu .
" Ko kamu ada di sini sih ? kamu ikut kerja sama Aldrich atau Feri ?" Tanya Raynan antusias sambil berjalan masuk menghampiri Indri lalu duduk di sebelah nya .
Indri hanya tersenyum tampa menjawab apapun , posisi Indri cukup rumit saat ini , kalau ia jujur ini bukan waktu yang tepat , bagai mana kalau Feri dan Raynan terlibat pertengkaran dan bakuhantam di sini .
" Aku beli makan siang , apa kau mau ?" Tanya Raynan seraya menggeser bungkus macaroni schotel di hadapan nya .
" Terimakasih , tapi aku baru saja selesai makan,"Jawab Indri sambil tersenyum .
Menit demi menit pun berlalu , hingga tidak terasa Raynan menghabis kan beberapa jam hanya untuk melakukan makan siang sambil bercanda tawa dengan Indri .
" Apa kau tidak mau jujur atas pernikahan mu bersama Feri ?!" Raynan menatap Indri lama , lalu tersenyum.
-Deg...
Seketika pandangan Indri lansung tertuju pada pria yang sedang duduk di samping nya itu tampa ekspresi .
" Kamu sudah tahu ?!"Tanya Indri pelan dengan tatapan sendu .
" Tentu saja , Aldrich yang memberi tahu ku ," Sahut Raynan . " Bahkan Aldrich membela Feri dan menyuruh ku untuk tidak marah ke pada nya , padahal aku sudah merencanakan untuk merebut mu kembali ," Indri pun semakin tercengang dengan pernyataan Raynan.
" Raynan !"Suara Indri memekik pelan .
" Hahahahah , aku hanya bercanda Indri ," Jelas Rayanan sambil tergelak .
" Kamu ini hampir membuat jantung ku lepas ! kukira itu serius ," Tangan Indri menepuk lengan Raynan lalu tertawa bersama .
" Tapi jika kau ingin aku melakukan nya , dengan senang hati aku akan merebut mu dari Feri ," Jelas Raynan penuh candaan .
" Hahahah terntu saja tidak Ray , kau harus mendapat kan seorang gadis yang lebih cantik dari ku bukan ?!" Ujar Indri .
" Aku akan siap menunggu mu , kau harus tahu ini , suami mu itu bahkan lebih dingin dan arogan di banding Aldrich ! berhati-hati lah Indri , kali ini aku serius ," Jelas Raynan lalu tertawa bersaamaan dengan Indri .
-Ceklek ..
Suara handle pintu terdengar begitu nyaring sampai membuat Raynan dan Indri lansung menoleh ke arah pintu .
" Pulang !!" Kata Feri yang terus melangkah mengikis jarak dirinya dengan Indri .
" Mas , tapi ini belum jam pulang bukan ?" Tanya Indri gugup ketika melihat tatapan kemarahan dari suaminya .
" Aku tidak peduli !" Ucap nya lalu meraih pergelangan tangan Indri cukup kencang lalu menarik nya tampa aba-aba meninggal kan Raynan yang sedang duduk sambil menatap kedua nya .
Ck . Dia tidak pernah berubah , masih seperti anak kecil yang tidak mau berbagi mainan mobil-mobilan . Ucap Raynan dalam hati .
Dengan cepat Raynan memberes kan sampah bekas makanan nya , lalu bergegas kembali menuju ruangan Aldrich .
TBC🍀🍀🍀
JANGAN LUPA LIKE , VOTE DAN KOMEN NYA GUYS .