
" Guys gw duluan yan " Teriak Nabila sambil melambaikan tangan ke arah teman-teman nya.
" Iya , hati-hati loh " Jawab Nurul .
" Awas di culik om-om " Indri berteriak dengan candaan nya.
" Huss , lo tuh kalo ngomong suka ga di saring " Tegas Rio.
" Tadi gw liat Nabila di samperin sama om-om yang suka dateng ke cafe dan liatin Nabila itu loh " Sahut Nurul.
" Serius loh ? " Rio meyakinkan.
" Iya kaya nya mereka deket deh " Cecar Nurul.
" Ah udah, gw duluan bye " Rio pun melajukan motor nya terlebih dahulu.
Sementara itu Nabila seperti malam-malam sebelum nya , ia selalu berjalan kaki ketika berangkat atau pun pulang kerja.
Awal nya Nabila ingin mengirit ongkos , tapi ketika di lihat jarak antara kontrakan dan tempat nya bekerja, tidaklah terlalu jauh.
Malam ini sudah menujukan pukul setengah sepuluh , jalanan masih cukup ramai , langkah kaki nya berjalan pelan , manik nya menatap lampu-lampu gedung pencakar langit yang terlihat begitu indah.
Tiba-tiba saja terlihat lampu mobil menyorot dari arah belakang .
Tin..
Tin..
Tin..
Nabila pun memutar badan nya ke arah belang , terlihat mobil putih yang terhenti di pinggir jalan , namun ia tak tau siapa orang yang keluar dari mobil tersebut karena lampu mobil yang menyorot sedikit membuat mata nya silau.
" Tuan " Pekik Nabila ketika melihat sosok tinggi yang kini tengah berjalan mendekat ke arah nya.
" Ikut aku sekarang " Titah nya lalu menarik tangan Nabila.
" Sebentar tuan " Nabila pun menarik tangan nya hingga terlepas dari genggaman tangan Aldrich. " Ini sudah malam , saya harus pulang " Jelas Nabila.
" Masuk mobil " Titah Aldrich kembali , tangan nya meraih tangan Nabila kembali.
" Tunggu , tapi mau apa ?" Nabila kembali menghentikan langkah nya sehingga tangan nya lepas kembali.
" Ingat kau masih terikat kontrak dengan ku " Tegas Aldrich , mata nya menatap tajan mata Nabila , hingga membuat Nabila tak berani berbuat apapun.
Tangan nya terus di tarik , genggaman nya cukup kencang hingga membuat pergelangan tangan Nabila sedikit sakit.
Aldrich pum membuka kan pintu mobil untuk Nabila .
" Masuk " Aldrich sedik mendorong tubuh Nabila lalu ia menyusul nya duduk di kursi penumpang.
"Selamat malam Nona " Seseorang yang duduk di kursi kemudi menyapa nya.
" I iya malam pak , eh mas euh ?" Nabila sedikit kebingungan menyapa laki-laki yang berada di depan nya.
" Nona boleh panggil saja saya Feri " Jawab nya sambil melirik Nabila yang berada di belakang nya dengan tersenyum ramah.
" Fer , ke rumah " Titah Aldrich ketika sudah duduk di sebelah Nabila.
"Rumah mana nih ?" Tanya Feri , sambil menjalan kan mobil perlahan.
"Rumah orang tua gw lah bego " Cecar nya.
Nabila sedikit tersentak ketika melihat Aldrich berbicara kepada Feri.
Pandangan nya melirik Aldrich , ternyata laki-laki itu pun tengah memperhatikan nya , hingga pandangan mereka pun bertemu.
" Besok ga usah kerja " Jelas nya kepada Nabila.
" Tidak tuan " Jawab nya. Sambil menggeleng kan kepala.
" Aku sudah memberikan surat pengunduran diri atas nama Nabila , jadi kerja pun kau akan sia-sia " Jelas nya dengan wajah tanpa ekspresi.
" Saya masih harus bekerja , ada ke dua adik saya yang masih sekolah" Nabila sedikit memohon.
" Kau boleh bekerja di kantor ku " Tegas nya.
" Saya tidak mau " Tolak Nabila tanpa basa-basi.
Aldrich pun memejam kan mata nya , lalu menghela nafas kasar.
" Baiklah terserah kau saja , sekarang menurut lah dan jangan cerewet , ayah ku berada di rumah saat ini dan meminta bertemu dengan kau " Jelas Aldrich.
Feri yang terus menerus mendengar perdebatan dua manusia yang duduk di belakang nya hanya tersenyum lalu menggeleng kan kepala.
" Tapi untuk apa tuan Bayu ingin menemui ku ?" Tanya Nabila.
" Mana saya tahu " Jawab Aldrich.
Setelah satu jam melaju di jalanan kota , akhir nya mobil mewah yang Nabila tumpangi pun sudah masuk kedalam halaman rumah mewah yang pernah ia datangi kemarin.
Ada sedikit rasa gugup di hati Nabila , apa lagi ia harus bersiap-siap , siapa tahu nyonya besar rumah ini kembali menghinanya.
Aldrich dan Feri pun telah turun dan di susul oleh Nabila, langkah nya pun sedikit berlari mengimbangi dua orang di depan nya.
" Selamat malam den " Sapa Marni yang kini sudah berada di ambang pintu.
" Papih di mana bi ?" Tanya Aldrich .
" Ada di ruang keluarga den " Jelas marni.
Berbeda dengan Aldrich dan Nabila yang kini sudah berjalan menuju ruang keluarga dimana sang ayah sedang menunggu nya.
Feri malah langsung duduk di sofa ruang tamu.
" Bi kopi dong boleh ga ?" Feri tersenyum ke arah Marni.
" Siap itu mah " Jawab nya sambil mengacung kan jempol.
Sementara itu di ruang keluarga Mahardika , terlihat sudah ada Bayu yang sedang menunggu Aldrich dan Nabila tengah duduk di sofa dengan secangkir kopi di dahapan nya.
" Pih , Aldrich udah bawa Nabila " Aldrich dan Nabila berjalan menuju sofa di mana Bayu sedang duduk.
" Duduklah papih mau bicara sama kalian berdua " Titah Bayu kepada Nabila dan Aldrich.
Aldrich pun mengangguk lalu mulai duduk di hadangan sang ayah di susul oleh Nabila .
" Nabila " Panggil Bayu kepada wanita di hadapan nya yang terlihat selalu menunduk.
" Humm " Iya pun tersentak kaget lalu melurus kan pandangan.
" I iya tuan " Jawab nya lalu tersenyum manis.
Bayu pun membalas senyuman yang gadis itu tujukan pada dirinya.
-Deg
Nabila pun terkejut kembali atas pernyataan Bayu.
" Hah " Nabila pun kembali gugup.
" Panggil aku papih seperti Aldrich memanggil ku " Jelas Bayu kembali kepada Nabila.
Nabila pun tersenyum lalu menunduk , jemari tangan nya terus meremas satu sama lain , malam ini ia benar-benar terihat gugup , bagai mana tidak , ia datang menghadap orang tua Aldrich dengan pakaian kerja dan rambut sedikit acak-acakan .
" Jadi kita kesini untuk apa pih ?" Aldrich menatap Bayu.
"Berapa lama kalian menjalin hubungan ?" Tanya Bayu.
Nabila dan Aldrich pun saling menatap .
" TIGA BULA " Ucap Nabila dan Aldrich bersamaan.
Bayu pun tersenyum kembali senang ke arah Aldrich.
" Baiklah lansung saja ke intinya " Ujar Bayu. " Papi mau kalian cepat menikah " Jelas nya namun di sambut keterkejutan dua orang di hadapan nya.
" Saya tidak bisa tuan " Jawan Nabila kepada Bayu.
" Kenapa ? bukan kah kalian sudah berpacaran cukup lama ? " Tanya Bayu.
" Ibu saya akan bertanya-tanya kalo saya tiba-tiba menikah " Jelas nya.
"Itu akan saya urus , bawa ibu mu nanti ke kota ini " Tegas Bayu.
Bsrbeda dengan Nabila yang terus menerus menolak Bayu , lain hal dengan Aldrich , ia hanya terdiam sambil terus menatap ayah dan pacar bayaran nya.
" Pah Nabila masih delapan belas tahun , dia masih suka bermain dengan teman nya , di banding kan mengurus suami dan tetap berada di dalam rumah " Akhirnya Aldrich bersuara.
" MENGURUS SUAMI ? " Tiba-tiba saja Sinta muncul dari arah belakang Aldrich dan Nabila denga tas mewah menggantung di lengan nya.
Nabila dan Aldrich pun berbalik melihat pada arah sudar.
" Maksud nya apa pih , ko bahas - bahas suami " Cecar nya sambil berjalan mendekat ke arah suaminya.
" Al sama Nabila mau nikah mih "Jelas Bayu santai.
Aldrich pun memejam kan mata , kepala nya tertunduk sambil memijat kening nya , yang terasa mulai pening.
KENAPA BISA SEKACAU INI . Gumam Aldrich.
" Gabisa gitu dong pih , kan ada Sarah " Pekik Sinta sedikit memohon.
" Yaudah biar Al yang milih mau nikah sama siapa ?" Ujar Bayu santai.
Aldrich pun melirik Nabila yang kini tengah menundukan kepala nya , raut wajah nya terlihat cemas , ia terus memain kan jemari tangan nya.
" Al ayolah , kasian Sarah " Sinta sedikit memohon. " Mending kamu sama Sara dari pada pelayan itu " Cecar nya kembali.
" Mih " Bayu meninggikan suara nya. " Kok jadi suka ngerendahin orang gitu " Tegur Bayu.
" Sarah udah ngerasa cocok sama kamu Al " Jelas Sinta.
" Aldirch belum siap menikah mih , pih " Jelas Aldrich kepada kedua orang tua nya.
" Siap-ga siap harus siap Al , papih udah tua , tinggal pilih mau Nabila atau Sarah " Tegas Bayu.
Nabila pun hanya terdiam sejak ratu pemilik istana ini datang , ia terus merasa gugup dan tidak percaya diri , apalagi cacian dan hinaan yang selalu ia tunjukan pada dirinya.
TADINYA NYEWA CEWE BUAT HINDARIN SARAH , TAPI MALAH SURUH MILIH , TERJEBAK OLEH PERMAINAN SENDIRI. Cecar nya dalam hati.
" Aldrich " Panggil Bayu dengan tatapan penuh penekanan.
" Al ... Aldrich jelas-jelas pilih Nabila dong pih " Jelas nya sambil tersenyum , berusaha menutupi ke gugupan nya.
Nabila pun terkejut dengan keputusan yang Aldrich pilih , hati nya seperti mau lepas , mata nya membulat lalu menatapa Aldrich.
" Tuan saya tidak mau " Nabila menggeleng kan kepala.
Bayu pun mengerut kan dahi nya , raut wajah nya terlihat bingung mendengar Nabila memanggil putra nya seperti seorang pelayan kepada majikan nya.
" Euh maksud ku Al " Nabila bersuara kembali.
" Kenapa kamu tidak mau menikah dengan anak saya ?" Tanya Bayu penuh selidik pana Nabila.
" Saya hanya merasa tidak pantas kalo hubungan ini sampai menuju ke jengjang yang lebih serius " Jelas Nabila.
" Tuh pih , biar Sarah aja , jelas-jelas dia ga mau " Ujar Sinta.
" Baiklah, Al juga sepertinya keberatan menikah dengan Nabila , jadi kita gelar saja langsung pertunangan nga bersma Sarah " Kata Bayu , kepada Sinta.
"ALDRICH PILIH NABILA PIH " Tegas nya , ia merasa tak suka ketika Bayu juga menyuruh nya menikahi Sarah.
Bayu pun tersenyum mendengar jawaban dari anak tunggal nya itu.
Namun berbeda dengan Sinta , justru ia malah memperlihat kan ke tidak sukaan nya terhadap Nabila.
" Al kamu beneran ga mau nurut sama mamih ?" Tanya nya.
" Aldrich ga cinta sama Sarah mih " Jawab nya santai.
" Mih udahlah biar Aldrich menikah dengan pilihan nya " Bayu berbicara kepada istrinya.
" Mamih tetep ga setuju titik " Sinta pun mulai beranjak , lalu pergi meninggal kan mereka ber tiga.
" Aldrich , Nabila papih tidak ingin mendengar penolakan kembali " Tagas nya. " Bulan depan kita lansung kan acara tunangan , tidak usah memikir kan apapun biar papih yang urus " Jelas nya panjang lebar , lalu pergi dari ruangan tersebut meninggal kan Nabila dan Aldrich.
" Tuan " panggil Nabila lirih dengan tatapan sendu.
" Ini di luar dugaan ku " Jawab nya sedikit berbisik.
" Bagai mana aku menjelas kan ini kepada ibu "Nabila terlibat sedikit tertekan .
" Kita cari jalan keluar nya sama-sama " Aldrich pun beranjak dari duduk nya.
" Sekarang ku antar kau pulang , dan soal kerjaan mu . Kau masih boleh bekerja , aku hanya membual tentang pengunduran dirimu " Jelas Aldrich.
" Dan satu lagi , kau masih terkait kontrak dengan ku, jadi kau tidak usah tersenyum ramah pada laki-laki lain sementara kau selalu terlihat ketakutan ketika berhadapan dengan ku " Aldrich mengutarakan ke tidak sukaan nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
TBC
JANGAN LUPA LIKE & VOTE .