
Gulungan selimut berisi manusia tanpa busana pun sudah memperlihat kan pergerakan pelan.
Sebelum benar-benar membuka mata , Nabila pun terlihat sedikit merenggang kan otot-otot tubuh nya sambil meringis pelan .
" Ssssttttthh. Badan ku sakit semua " Lirih Nabila .
Mata nya mengerjap , perlahan ia mengumpulkan seluruh kesadaran nya , cukup beberapa detik ia terdiam , akhir nya Nabila pun melepaskan sesuatu yang sedari tadi melilit tubuh nya.
Dengan sangat pelan ,Nabila pun duduk di tepi ranjang , kaki putih ,mulus dan terawat pun mulai menempel di ubin yang masih terasa sangat dingin .
Seketika mata nya melihat ke arah jarum jam .
" Baru jam tiga pagi " Ucap Nabila , lalu ia pun bangkit dab mulai jalan perlahan .
" Ya tuhan !! kenapa masih perih ?" lirih Nabila sambil terus berjalan ke arah kamar mandi perlahan .
Gemercik air yeng mulai mengisi bathup sudah mulai terdengar , Nabila hanya dengan dengan raut wajah yang terlihat sangat bingung.
Apa aku harus pergi ? atau harus bertahan ? atau meminta izin untuk menenangkan diri saja , setelah ini aku harus apa?.Tanya Nabila kepada dirinya sendiri , pandangan nya kosong lurus ke depan menatap air yang sudah mulai memenuhi bathup.
Tangan nya terus meremas satu sama lain .
Beberapa menit Nabila menunggu bathup terisi penuh , hingga akhir nya Nabila pun bisa merendam tubuh nya di dalam air hangat dengan aroma lavender , Nabila kembali memjam kan mata nya ketika ia merasa nyaman.
Dua puluh menit Nabila berada di kamar mandi , akhirnya ia keluar dengan bathrobe dan lilitan handuk di atas kepalanya.
Mata nya seketika menatap Aldrich yang masih terlelap , hingga pikiran nya untuk pergi pun terbesit kembali.
Dengan cepat Nabila pun memakai celana jeasn panjang dan kaos oblong berwarna putih .
Tanpa mengering kan rambut nya terlebih dulu , Nabila pun lansung berjalan ke arah pintu .
Namun suara parau khas bangun tidur terdengar memanggil nya.
" Mau kemana ?" Kata Aldrich sontak membuat Nabila berbalik arah.
Mata Nabila pun menatap seorang pria dengan rambut acak-acakan , dengan hanya menggunakan boxer , lalu menghampiri nya.
" Mau kemana ?" Tanya Aldrich kembali.
Nabila tersenyum seraya berkata.
" Tugas ku sudah selesai , jadi aku mau pergi " Dengan Santai nya Nabila berkata seperti itu.
" Pergi kemana hemm? ini tempat tinggal mu " Aldrich pun terlihat menatap nya penuh permohonan.
" Seperti apa yang anda katakan tuan , aku hanya pelacur . Jadi ketika hasrat anda sudah terpenuhi aku akan pergi " Jelas Nabila.
Sontak Aldrich pun memeluk Nabila dengan sangat erat , ketika mendengar pernyataan Nabila.
" Kau tidak boleh pergi !!" Lirih Aldrich.
Nabila pun hanya terdiam , menahan sesuatu yang sudah menyeruak dalam diri nya , bibir nya terlihat sedikit bergetar dengan mata yang sudah memerah.
" LEPAS !!" Tegas Nabila.
" Never !!" Suara Aldrich terdengar mengeras .
" LEPAS !!".
" ENGGAK " Jawab Aldrich kembali.
" Tuan anda membuat ku susah bernafas " Ujar Nabila dengan tangan yang terus berusaha mendorong tubuh kekar Aldrich.
" Apa kau tidak mencintai ku ?!" Tanya Aldrich hingga membuat Nabila tertawa.
" Hahahaahaa , anda lucu sekali !! seharus nya itu pertanyaan ku untuk mu " Jawab Nabila.
" Kalau kau menanya kan nya , maka aku akan menjawab ya , aku sangat mencintai mu , aku cemburu Nabila hingga aku lepas kendali " Jelas Aldrich panjang lebar.
Nabila menggeleng kan kepala , bibir nya sudah tersenyum miris ketika mendengar pernyataan Aldrich.
" I'm so sorry " Lirih Aldrich kembali , dengan tatapan mata yang terus menatap satu sama lain .
" Tetaplah disini , bersama ku , dan calon anak kita " Ujar Aldrich kembali.
Mata Nabila sudah terlihat memerah dan berkaca-kaca , namun lagi-lagi bibir nya selalu mengukir senyuk ke arah Aldrich.
" Aku tau , aku pengecut , aku brengsek , tapi beri aku satu kesempatan untuk memperbaiki nya " Mata Aldrich sudah terlihat berkaca-kaca.
" Lepaskan lah aku , semua ini belum terlalu jauh , jadi luka yang di tinggal kan pun tidak begitu besar ".
" Tidak Nabila kumohon , tetaplah disini bersama ku " Aldrich terus memohon .
" Tidak ! hubungan ini sangat sulit bagiku , mami tidak pernah menyukai ku , dan sekarang suamiku juga tidak mempercayai ku".
Aldrich pun hanya terdiam sambil menatap Nabila yang terus menangis , ada rasa sesak di dada nya kala melihat seorang yang sangat ia cintai menangis tersedu-sedu.
" Menikahlah dengan nona Sarah " Kata Nabila hingga membuat Aldrich secara cepat menggeleng kan kepala nya.
" Aku hanya ingin bersama mu , tidak dengan yang lain "Jawab Aldrich.
" Tidak , kau hanya merasa bersalah padaku , aku tidak apa-apa ketika kau mengambil hal paling berharga pada diriku , aku hanya ingin suami ku tahu bahwa istri nya tidak serendah yang ia pikirkan " Vevar Nabila.
" Dan satu lagi , sebelum kita melakukan nya aku sudah berfikir untuk pergi dari mu , namun pergi dengan kesalah pahaman tidak benar , bahkan kau akan membenci ku se umur hidup mu " .
Aldrich hanya diam seribu bahasa , memang benar yang Nabila katakan , mungkin ketika Aldrich tidak tahu kebenaran nya , ia akan membenci Nabila sampai kapanpun .
" Maafkan aku, ku mohon " Jari tangan nya terus mengusap lembut pipi Nabila , pandangan mata nya terus menatap manik indah di hadapan nya.
" Tapi aku tidak bisa ".
" Bagai mana dengan anaku yang berada di rahim mu nanti?".
" Jika dia tumbuh , aku akan merawat nya dengan baik " Jelas Nabila.
" Dia akan membutuhkan sosok ayah sayang !".
" Ya tentu saja , kau boleh melihat nya kapan saja " Nabila pun mulai melepas kan tangan Aldrich yang tengah menggenggam nya.
" Nabila maaf kan aku !!" Aldrich kembali mencekal pergelangan tangan Nabila.
" Aku sudah memaaf kan mu , jadi biar kan aku pergi sekarang " Sahut Nabila.
" Apa kau ingin menjauh dari ku ? maka tetaplah di sini dan biar aku saja yang pergi ".
" Tidak , ini milik mu , aku tidak akan mengambil yang bukan milik ku , aku menikah dengan mu bukan karena ini , tapi sejak dulu memang aku sudah sangat menyukai mu " Jelas Nabila.
Mendengar penjelasan Nabila , Aldrich pun tersenyum , lalu membawa Nabila kembali dalam pelukan nya.
" Maka tetaplah disini bersama ku " Bisik Aldrich di telinga Nabila.
" Apa kau sudah mencintai ku ?" Tanya Nabila.
" Hemmm , bahkan kau membuat ku hilang kendali saat kau terlambat pulang " Jelas Aldrich.
" Apa aku seperti anak kecil , tadi aku mau pergi , tapi sekarang aku mau tetap di sini ?" Dengan polos nya Nabila bertanya kepada Aldrich.
Aldrich pun tertawa lepas hingga mendongkak kan kepala nya.
" Kamu memang anak kecil " .
βBruk..Bruk..Bruk..
Nabila memukul dada Aldrich berkali-kali.
" Jangan menyebut ku anak kecil , kalo orang lain dengar mereka akan memanggil mu seorang fedopil "Sahut Nabila , hingga kembali membuat Aldrich tertawa renyah .
" Baiklah aku akan membuat mu hamil , agar cepat menajdi ibu-ibu "
Tanpa memberi aba-aba Aldrich pun mengangkat Nabila kembali ke arah kasur , melempar kan kembali tubuh kecil milik istrinya.
" Mas aku udah mandi " Tangan nya berusaha menaha dada Aldrich yang sudah berada di atas tubuh nya.
" Baiklah sayang , nanti kita mandi lagi " Dengan gerakan cepat Aldrich pun langsung menyambar bibir ranum milik Nabila , ia terus menyesap nya tanpa ampun .
...πππππ...
Jangan lupa like ,komen dan vote ππ.
Dukungan kalian sangat berarti buat author ini π€§.