STORY AFTER MARRIED

STORY AFTER MARRIED
Eps 67



" Sus, tolong kita bawa nyonya Nabila menuju ruang bersalin , bukaan nya sudah tujuh " Jelas bidan yang baru saja memeriksa Nabila .


Suara rintihan Nabila pun terus terdengar , tangan nya tidak henti menggenggam tangan Aldrich , yang kini berada di sisi nya hanya menggunakan kaos dan meninggal kan kemeja kerja nya di dalam mobil.


" Mas kenapa aku pake infusan ? sudah aku jelas kan , aku takut jarum suntik " Lirih Nabila kepada suaminya , yang dengan senang hati membantu para petugas medis untuk menahan setiap wanita itu memberontak ketika jarum suntuk mulai menusuk kulit tangan nya .


" Ini semua untuk mu , agar kamu tidak kelelahan nanti nya " Jelas Aldrich berusaha terus tersenyum , walau Nabila terus menggerutu, bahkan beberapa kali Nabila menjambak rambut nya .


" Tuan , bisakah anda membantu nyonya untuk duduk di kursi roda " Jelas salah satu perawat kepada Aldrich .


" Tidak sus , aku akan jalan saja " Tolak Nabila cepat .


" Ruang bersalin ada di lantai tiga nyonya , sebaik nya pakailah kursi roda dulu , setelah di sana anda boleh jalan-jalan kembali sampai Dokter datang untuk membantu persalinan anda " Jelas nya pada Nabila .


Wanita hamil itu pun menganguk , tangan nya mulai melingkar di bahu Aldrich ketika tubuh nya perlahan terangkat , sampai Aldrich meletakan tubuh nya di atas kursi roda .


Aldrich pun mulai mendorong kursi roda yang Nabila duduki , mengikuti perawat yang keluar dari ruang ke bidanan yang berada di ruang IGD menuju ruang persalinan .


" Aduhh..." Nabila pun kembali merasakan mulas , tangan nya mencengkram kuat drees panjang yang masih ia kenakan .


" Kamu kuat sayang , kamu hebat ! sebentar lagi kamu akan mendapat kan dia di gendongan mu " Aldrich terus memberi dukungan penuh untuk istrinya itu .


Ting..


Pintu lift pun terbuka , Aldrich kembali mendorong kursi roda hingga akhir nya suster berhenti di depan pintu salah satu rauang.


" Ayo masuk " Titah suster sambil tersenyum .


Hawa dingin pun mulai menyentuh kulit Nabila , tampak ruangan dengan segala macam peralatan untuk membantu persalinan , setiap para wanita tangguh.


" Ganti baju nya dulu yah , bisa di bantu sama pak suaminya " Lagi-lagi mereka tersenyum pada Nabila , para perawat dan bidan berusaha terus membuat candaan agar Nabila tidak merasa setres dan ketakutan .


Aldrich pun mulai membantu Nabila untuk membuka drees panjang milik nya dengan baju pasien khusus melahir kan .


Rasa mulas nya sudah berhenti , hingga membuat Nabila kembali seperti semula.


" Mas , aku haus " Bisik Nabila kepada Aldrich.


" Iya , akan ku ambilkan di mobil nanti " Sahut Aldrich .


" Tidak , minta saja pak Rahmat yang mengantar nya kemari , kamu tidak boleh kemana-mana "Jelas Nabila , lalu mata nya kembali terpenjam , bibir nya meringis dengan tangan yang lansung meremas kuat bahu Aldrich .


" It's oke " Aldrich mengusap punggung Nabila . " Aku di sini bersama mu " Sahut Aldrich kembali .


" SAKIIIIIITTTTTTTTT " Nabila pun berteriak , wanita itu seperti sudah tidak kuat dengan rasa mulas yang ia rasakan , hingga tubuh nya merosot begitu saja , untung saja Nabila mengait kan lengan nya di bahu Aldrich , hingga dengan mudah Aldrich menahan Nabila .


" Nyonya bisa berbaring di sana , seperti nya anda sudah tidak kuat untuk kembali berjalan-jalan. " Suster menujukan ranjang untuk Nabila .


Dengan cepat Aldrich pun memangku Nabila , lalu membaring kan nya di atas ranjang yang sudah tersedia .


" Sus apa ada air kemasan botol ? istri saya haus , saya lupa tadi tidak membawa nya di mobil " Pinta Aldeich .


" Ada , sebentar saya ambilkan dulu " Sahut nya ramah .


Nabila pun kembali meringis , ketika rasa mulas nya terus mulai terasa, hingga bidan yang tadi memeriksa nya kembali mendekat .


" Kita periksa lagi yah , mudah-mudahan bukaan nya sudah bertambah lagi ".


Tidak seperti awal nya yang selalu menolak , kini Nabila terlihat lebih pasrah , rasa mulas nya sudah membuat kesadaran nya berkurang , ia hanya mengingat rasa sakit di perut nya .


Ketika sedang memeriksa , akhir nya pintu ruang bersalin pun terbuka. Terlihat Dokter Ratna yang baru saja datang , seraya tersenyum kepada Aldrich .


" Sudah bukaan berapa ?" Tanya Dokter sambil mendekat .


" Sudah bukaan delapan bu " Jelas nya .


" Oh ya , dari kapan anda merasa kan mulas nya nyonya Aldrich ?"Tanya Dokter pada Nabila .


" Sejak sore Dokter " Jawab Nabila lemas .


" Baiklah...kita bersiap sekarang yok..." Jelas Dokter yang tak henti nya tersenyum .


Air yang di minta Aldrich pun tiba , hingga ia bisa lansung membuka dan memberikan nya pada Nabila .


" Terimakasih mas " Kata Nabila lirih , setiap detik suara Nabila menjadi terdengar lebih pelan .


" Mas aku gak kuat ...aku ga bisa mas... ini sakit sekali " Nabila pun sudah terisak , namun dengan cepat Aldeich memeluk nya .


Menit-demi menit pun berlalu , kini bukaan Nabila sudah cukup , hingga saat nya Nabila mengumpul kan tenaga untuk mendorong kepala baby nya keluar .


" Tarik nafa....ya bagus ...keluar kan lewat mulut " Kata Dokter.


" Kalo rasa nya mau pup , tidak apa-apa anda boleh mendorong nya sekuat tenaga "Jelas Dokter lalu di angguki Nabila.


" Eeeeeeeeeeeee " Nabila mengejan sekuat tenaga .


" Good...kita coba lagi yah "Dokter kembali menyemangati Nabila .


" Eeeeeeeeeee"Tangan Nabila mencengkram kuat tangan Aldrich .


" Ayo sayang , kamu bisa " Aldrich mengusap kepala istri nya yang kini sedang berjuang untuk dirinya dan baby yang masih berada dalam perut nya .


" Bagus , kepala nya sudah mulai kelihatan " Dokter Ratna berkata.


Sememtara itu ke tiga manusia yang telah sampai kini sedang menunggu di luar ruangan .


Jam sudah lewat malam,suasan pun semakin sunyi , hanya terdengar Nabila yang kini sedang berusaha mengeluar kan calon cucu keluarga MAHARDIKA .


" Mih duduk " Titah Bayu kepada Sinta yang terus mondar-mandir.


" Iya bu , nanti ibu malah kecapean " Jelas Lastri yang ikut ke rumah sakit , meninggal kan Marni sendiri menjaga rumah .


" Ini loh pih , kenapa cucu kita belum keluar juga " Kata sinta cemas .


Sinta pun terus berdiri , dengan langkah kaki yang tidak bisa diam.


Hingga setelah menunggu beberapa menit , akhir nya suara tangisan bayi pun terdengar nyaring .


" Oek...oek...oek...oek..." Sinta pun lansung mematung , mata nya langsung berakaca-kaca , ketika teriakan cucu kecil nya terdengar begitu jelas di kala sunyi nya malam .


Sama seperti Sinta , Lastri dan Bayu pun lansung berdiri .


Menatap penuh makna pintu ruangan yang masih tertutup itu , tangisan bayi begitu keras terdengar dengan sayup-sayup tawa setiap orang yang berada di dalam nya .


" It's a girl " Dokter mengangkat bayi merah yang baru lahir ke arah Aldrich dan Nabila .


Aldrich tersenyum , beberapa kali ia mendarat kan kecupan di pipi dan kening Nabila , juga tak henti nya pria itu mengucap kan kata terimakasih kepada istrinya yang kini sudah terlunglai lemas.


" Terimakasih sayang , kau sudah membuat hidup ku menjadi sempurna " Bisik Aldrich .


Nabila pun menoleh ke arah nya , menatap netra elang yang selalu gagah kini terlihat sayu dan menatap Nabila sendu .


Jemari tangan yang lentik , kulit yang cerah berwana putih dengan hiasan selang infus di tangan nya kini mengusap rahang Aldrich .


" Aku mencintai mu mas , terimakasih sudah sanggup berada di sisi ku si saat-saat terlemah ku " Jawab Nabila lirih dengan bibir yang mengukir senyum .



" Ini bayi cantik milik kalian " Dokter pun meletakan bayi yang sudah di bersih kan tepat di dada Nabila .


" Hi " Bisik Aldrich sambil tersenyum ketika meneliti wajah bayi yang begitu lucu .


" Hello sayang , ini Momy dan ini Dady " Kata Nabila . " Mas aku serah kan Nama nya pada mu " Jelas Nabila .


" she is QUEEN ADRIANA MAHARDIKA " Ucap Aldrich .


" Kenapa tidak ada nama mu ?" Tanya Nabila seraya tersenyum ke arah suaminya .


" Itu terlalu panjang " Sahut Aldrich , mata nya tak henti terus menatap bayi kecil yang sedang berada dalam dekapan hangat istrinya .


" No !! QUEEN ADRIANA YOHANES MAHARDIKA . Aku menyukai nama mu, jadi biarkan seperti itu! ".


-Cup..


Aldrich memberi ciuman hangat di bibir Nabila , tampa memikir kan semua orang yang masih sibuk membersih kan Nabila .


" Baiklah , semua terserah Momy sekarang ,"Aldrich pun kembali tersenyum.


TBCπŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


KALO KALIAN SUKA SAMA CERITA AUTHOR 😊☺ DI LIKE , SHARE KE SOSIAL MEDIA KALIAN SAMA VOTE NYA JANGAN LUPA OKE 😘😘😘.


GIMANA ? BAHAGIA GAK BABY QUEEN SUDAH LAUNCING.☺