
Ke esokan hari nya di Rumah sakit harapan bunda , Nabila sibuk berkemas di bantu Sinta, setelah Nabila di perboleh kan untuk pulang hari ini .
Sinta yang sibuk memasukan barang-barang Queen , Nabila sibuk merapihkan pakaian kotor kepada kantong lain agar tidak menyatu dengan baju yang masih bersih .
Sementara di sofa , laki-laki itu bukan nya membantu ibu dan istrinya ! dia malah sibuk menggendong Queen yang sedang tertidur sambil terus mencium pipi gembul putri kecil nya .
" Al , biarkan Queen tidur di box bayi ! kamu bisa bantuin mamih sama Nabila beresin barang-barang ini dulu ," Ujar Sinta yang merasa geram kepada Aldrich , anak nya itu membiar kan Nabila kerepotan sendiri .
" Bukan nya aku tidak mau mih , aku tidak bisa bergerak ! aku takut tubuh Queen kenapa-kenapa kalau aku mengangkat nya ," Sahut Aldrich sambil menatap Sinta .
" Oh jadi kamu gak bisa nidurin nya lagi?"Tanya Sinta sambil mendekat ke arah Aldrich lalu memangku Queen .
" Badan nya sangat empuk , aku takut tangan ku melukai nya mih ,"Kata Aldrich , lalu beranjak ketika sudah memberikan putri nya pada Sinta .
" Empuk , emang nya anak kamu apa Al ?" Ucap Sinta sambil tersenyum.
Aldrich pun berjalan ke arah Nabila yang sedang berada di kamar mandi , terlihat wanita cantik dengan rambut di cepol tinggi dan drees hitam selutut membuat Aldrich terdiam sambil memandangi nya sesaat .
" Kenapa?" Tanya Nabila tampa mengakih kan pandangan , tangan nya terus memasukan sabun milik nya dan Queen .
Aldrich pun ikut masuk ke dalam , lalu menutup dan mengunci pintu nya .
" Mas ngapai ?" Nabila terlihat kaget ketika Aldrich sudah berada di dalam bersama dirinya dengan pintu yang sudah di kunci .
-Cup..
Aldrich mencium bibir Nabila , lalu tersenyum jahil kepada istrinya yang kini sedang terlihat ke takutan .
" Mas kamu masih harus puasa , sampai satu bulan kedepan ,"Jelas Nabila , pandangan nya mendongkak , menatap manik Aldrich yang kini sedang memandang nya .
" Aku tahu sayang ! aku hanyan ingin mencumbu mu ," Ucap nya namun membuat Nabila semakin ke takutan .
" A-ada mamih mas , tidak enak kalo kita sepertini ini," Nabila pun mendorong tubuh Aldrich lalu berjalan ke arah pintu dan membuka kunci nya .
Aldrich yang berhasil mengerjai istri nya pun terkihat terkekeh pelan , ia merasa senang ketika melihat wajah panik istri kecil nya itu yang terlihat menggemas kan .
" Kenapa dia selalu membuat aku semakin jatuh cinta karena sikap nya , bahkan sekarang Nabila semakin seksi setelah menjadi mamah muda,"Gumam Aldrich , bibir nya terus tersenyum lalu keluar menhikuti Nabila .
" Al , kamu itu gak sabaran banget loh ! masa istri baru lahiran udah mau di hajar ," Sinta menasehati Aldrich dengan tatapan galak khas ibu-ibu .
" Aldrich gak ngapa-ngapin Nabila ko mih ," Ujar Aldrich santai , Sinta hanya saling menatap dengan Nabila , wanita paruh baya itu menghelas nafas nya kasar sambil menggeleng kan kepala nya , putra nya sungguh tidak tahu malu .
****
Siang hari nya di tempat lain , tepat jam makan siang di cafe tempat kerja Indri .
Suasana nya begitu ramai , Indri dan Nurul pun tak henti nya mondar-mandi melayani setiap pelanggang yang datang .
" Anda mau pesan apa tuan ?" Tanya Indri kepada salag satu pelanggang nya ramah .
" Tolong waffel ice cream sama mineral water saja ," Ucap nya lalu di jawab anggukan oleh Indri .
Dengan cepat Indri pun memberikan pesanan pelanggan nya pada Nurul .
Hari pun semakin siang , satu-per satu para pengunjung cafe mulai meninggal kan tempat .
Begitu pun dengan Indri yang sibuk memberes kan gelas dan piring kotor yang masih terlihat berantakan di meja .
Hingga ketika Indri membersih kan meja di pojok , ia menemukan sebuah dompet berwarna hitam .
Dengan cepat Indri meneliti ke seluruh ruangan , mencari sosok pria dengan setelan jas abu-abu yang tadi duduk di meja tersebut .
" Om...Mas ...Pak...Tuan , Aduhhhh ,"Setelah Indri melambaikan tangan, lalu memanggil nya, tapi masih tidak membuat pria yang sedang berjalan ke arah luar menoleh ke arah Indri sama sekali .
" Tuan !! " Indri pun terus berlari sambil memanggil nya pada pria yang terus berjalan .
" Tuan !!" Setelah beberapa kali memanggil , akhir nya pria tersebut berhenti lalu membalikan tubuh nya.
" Apa kamu memanggil saya?" Tunjuk nya pada diri sendiri dengan tatapan penuh tanya pada Indri .
Tangan kekar nya terulur , menerima domper berwarna hitam yang di berikan pada diri nya .
Lalu membuka dompet tersebut , untuk memastikan bahwa itu dompet tersebut memang nya .
" Terimakasih !! Indri " Ucap nya sambil meneliti tanda pengenal yang mengait di saku atas kemeja yang Indri kenakan .
" Iya tuan sama-sama , anda harus lebih berhati-hati dengan barang bawaan anda !" Indri pun tersenyum , lalu beranjak pergi . Namun ketika ia berbalik ,pria itu kembali memanggil nya .
" Indri !!" Panggil nya hingga membuat Indri kembali berbalik arah.
" Raynan !" Tutur nya ramah , bibir nya tersenyum dengan tangan yang terulur ke arah Indri .
Indri lansung terlihat gugup , lama mata nya menatap lengan kekar dengan urat-urat yang menjadi hiasan indah di setiap mata kaum hawa .
" Indri ?!" Raynan memanggil gadis yang kini hanya terdiam sambil menatap lengan nya.
" Ahh .. i-iya tuan saya Indri ," Jawab nya sedikit gugup .
" Panggil saja Raynan , tidak usah memanggil ku tuan ! aku belum setua itu dan juga bukan majikan mu ," Kata Raynan kembali .
" Baiklah kalau begitu saya kembali dulu , banyak pekerjaan yang sedang menanti saya ," Pamit Indri .
" oke, suatu saat nanti aku akan menelaktir mu makan sebagai ucapan terimakasih ku " Jelas Raynan , lalu ke dua nya saling meninggal kan tempat , Raynan menuju parkiran mobil nya , sementara Indri kembali ke Cafe tempat nya bekerja saat ini .
" Giman ? orang nya ketemu Dri ?" Tanya Rio kepada Indri yang baru saja datang .
" Udah , untung aja kekejar ! kalo enggak bisa bahaya nanti ," Jelas Indri , lalu kembali melanjut kan pekerjaan nya .
Deti-demi detik pun berlalu , jam terasa begitu cepat berlalu.
Tidak terasa jam sudah menujukan pukul sembilan sore , semua karyawan pun berkemas untuk segera pulang setelah kerjaan mereka selesai , termasuk Rio ,Indri dan Nurul .
" Gw duluan yah In ," Ujar Rio yang sudah menghidup kan motor gede nya.
" Iya , hati-hati loh ! gak usah kebut-kebutan di jalan ," Sahut Indri.
Suara geberan motor milik Rio pun mulai terdengar ketika Rio mulai melaju menjauh dari tempat Indri berada .
Setelah kedua sahabat nya pulang , Nurul yang sudah dari tadi pulang karena sudah di jemput oleh pacar nya , dan baru saja Rio pamit pulang terlebih dulu .
Indri pun berjalan ke arah halte , untuk menunggu bis atau pun taxi yang bisa mengantar nya pulang .
-Vrumm..vrummm..
Mobil Land Range Rover putih berhenti di hadapan nya .
" Tuan Raynan ?!" Kata Indri ketika melihat Raynan yang keluar dari mobil mewah di hadapan nya .
" Aku akan mengantar mu pulang ," Ujar pria yang sedang berdiri di hadapan nya .
" Ti-tidak terimakasih , saya bisa pulang sendiri " Tolak nya sambil tersenyum .
" Jangan menolak , aku hanya ingin membalas ke baikan mu ,"Tutur Raynan kembali , tampa basa-basi pria itu menarik tangan Indri untuk segera masuk ke dalam mobil nya .
-Brughh..
Raynan pun menutup pintu mobil , lalu berjalan memutari untuj ikut masuk bersama Indri yang sudah berada di dalam .
TBC ๐๐๐
HAYO !! KALIAN TIM BABANG FERI ATAU MAMAS RAYNAN ๐คญ๐คญ NIH!
Jangan lupa like , komen dan vote ya .
Terimakasih dukungan kalian untuk author .