STORY AFTER MARRIED

STORY AFTER MARRIED
Eps 98



"Sayang?!"Feri terus berada di samping Indri yang kini sedang terbaring lemas di atas tempat tidurnya .


Mata Indri pun perlahan mengerjap,sekilas menatap suaminya lalu terpejam kembali.


"Kita pergi ke Dokter sekarang yah? Dokter Ratna praktek sore sayang! tapi ke adaan mu sekarang sudah semakin parah."Jelas Feri dengan raut waja gusar.


"Nanti sore saja mas,aku tidak mau ke rumah sakit sekarang! ke adaan pasti sangat ramai dan aku tidak suka."Sahut Indri tampa membuka mata nya .


"Apa ada sesuatu yang ingin di makan? kamu belum makan apapun."Tanya Feri kembali sambil terus mengusap telapak tangan istrinya.


Indri menggeleng kan kepala nya tampa banyak berbicara.Wanita yang baru saja merasakan gejala hamil muda itu terlihat begitu meng khawatir kan dengan wajah yang sangat pucat.


Berbeda dengan ke hamilan Nabila yang masih mau makan makanan tertentu , Indri justru tidak bisa makan apapun sama sekali.


Semua makanan yang Feri buat kan untuk nya terasa memiliki bau yang sangat menyengat , sampai membuat Indri mual dan selalu berlari ke arah washtafel.


Tatapan mata Feri tidak pernah teralih,pria itu terus menatap lekat wajah pucat Indri yang terlihat tenang dan mulai terdengar dengkuran halus.


"Seperti nya kamu tidur sayang."Ucap Feri sedikit berbisik dengan tangan yang terus mengusap Indri lembut.


Merasa Indri sudah terlelap,Feri menarik selimut yang berada tepat di kaki Indri menutupi tubuh yang terlihat begitu lemah.


โ€“Cup..


"So sorry babe , karena aku kamu jadi seperti ini."Bisik Feri setelah mencium kening istrinya.


Perlahan Feri melangkah kan kaki nya ke luar kamar,dengan tangan yang terlihat merogoh saku celana nya .


Tutttt....


Feri melakukan pangilan telpon.


๐Ÿ“ž : Kenapa Fer ?


โ€“Al , bisa kirimin laporan-laporan ke email gw nggak ? gw nggak bisa masuk istri gw lagi sakit.


๐Ÿ“ž :Sakit ? bukan nya kemarin masih ketemu sama istri gw ya.


โ€“Nabila kesini Indri emang udah sakit , nanti sore gw ke Dokter , jadi kirimin semua kerjaan gw lewat email ya!


๐Ÿ“ž :Iya ntar gw kirim ke email lo.


Setelah sambungan tepon nya terputus,Feri kembali meletakan ponsel milik nya di saku celana.


Feri kembali berjalan ke arah kamar,membawa laptop milik nya lalu duduk di sofa kamar.


Beberapa kali Feri terlihat bolak-balik keluar masuk kamar,membawa beberapa makan dan kopi lalu di letakan di atas meja .


Mata dan tangan nya kini sibuk dengan laptop yang berada di hadapan.Mengerjakan semua pekerjaan yang Aldrich baru saja kirim kan lewat email nya.


"Uwek.."


Pandangan Feri seketika beralih,yang tadi nya fokus pada laptop nya, kini pria itu melihat ke arah Indri yang terlihat sedang berusaha bangun dengan tangan yang menutupi mulut nya.


Seketika Feri menyingkir kan laptop yang berada di pangkuan nya,lalu berlari ke arah Indri.


"Sayang tunggu,biar aku gendong."Dengan cepat Feri memangku tubuh Indri.


Satu tangan Indri lansung menyentuh bahu Feri untuk di jadi kan pegangan,sementara satu nya lagi terus menahan mulut agar ia tidak muntah di dalam kamar.


"Uwek..."Indri memuntah kan cairan bening tepat sebelum Feri sambai di kamar mandi.


"Mas maaf!"Ujar Indri pelan ketika melihat baju suaminya menjadi kotor karena dirinya.


"It's oke sayang ."Jelas Feri lalu menurun kan Indri tepat di depan washtafel.


"Uwekk..uwek..uwekk."Indri terus berusaha memuntah kan isi perut nya yang kosong.


"Kita ke rumah sakit sekarang yah , tidak ada penolakan oke ?!"Tegas Feri sambil terus memijat punggung Indri pelan .


Sesaat Indri tertunduk,wanita itu diam dengan mata yang terpejam.


"Sayang are you oke ?!"Feri menundukan pandangan nya melihat Indri .


"Mas aku mau mandi!"Pinta nya dengan suara lirih.


Perlahan Feri mulai menanggal kan setiap pakaian yang menempel di tubuh Indri.


Mulai mengisi bathup dengan air hangat,lalu menuntun istrinya masuk ke dalam bathup .


......................


Setelah selesai dengan mandi nya dan memakain baju.Feri dan Indri pun lansung beranjak pergi menuju rumah sakit.


Indri berjalan pelan dengan minyak angin yang terus di hirup nya, sambil menggandeng lengan Feri yang terus berjalan ke arah parkiran mobil.


Setelah ke dua nya masuk ke dalam mobil,perlahan Feri melajukan mobil nya keluar dari basemant dan melaju ke jalanan utama menuju rumah sakit.


Beberapa kali Feri melirik Indri yang kini sedang mengusap perut nya terus menerus dengan minyak angin yang selalu di dekat hidung mancung nya .


"Anak Daddy kenapa ?!"Ujar Feri yang juga ikut mengusap perut Indri .


"Nggak apa-apa ko mas,di usap-usap biar mual nya hilang "Sahut Indri .


"Emang iyah ? kalo gitu nanti mas usapin tiap pagi biar momy nggak muntah-muntah."Ucap Feri lalu tersenyum ke arah istrinya.


"Nggak tau juga sih,tapi seneng aja ngusapin perut sendiri."Jelas Indri.


Setelah sekian lama nya melaju dengan kecepatan sedang,akhir nya mobil hitam kedua nya sudah terparkir tepat di depan rumah sakit.


" Mas istri saya mau ke spesialis kandungan!"Ujar Feri yang sedang duduk di kursi pendaftaran.


"Boleh siang ini ada Dokter Oscar."Jelas nya.


"Dokter wanita nggak ada mas ?!"Tanya Feri.


"Dokter Ratna biasa na nanti sore baru buka praktek."Ucap nya lalu di angguki Feri.


"Ya sudah Dokter Oscar aja mas."Pinta suami Indri tersebut.


Setelah melakukan pendaftaran , Feri berjalan ke arah poli kandungan dengan tangan yang terus menggandeng istrinya.


Ke adaan cukup ramai , banyak sekali ibu-ibu berperut bulat yang sedang duduk di kursi yang di sediakan untuk menunggu antrian .


Indri dan Feri pun duduk bersebelahan,menunggu giliran nama nya di panggil oleh suster yang bertugas.


Satu setengah jam Indri menunggu,akhir nya nama nya di panggil cukup keras.


"Ny.Marsha Indria Alexander."Indri dan Feri pun berdiri,lalu berjalan ke arah ruangan praktek Dokter.


"Duduk di sini dulu bunda."Suster menunjuk meja di samping pintu masuk.


Indri mengangguk,lalu duduk di kursi yang tersedia.


Setelah duduk,Indri pun menjalani beberapa pemeriksaan.Dari tensi darah , timbang berat badan dan menulis semua gejala yang Indri rasakan.


"Silahkan masuk."Titah nya sambil tersenyum ramah.


"Terimakasih sus."Ucap Indri lalu berdiri dan mengajak Feri untuk segera masuk ke dalam ruangan pemeriksaan .


"Selamat siang Dok ?"Sapa Feri dan Indri bersamaan.


"Siang! silah kan duduk."Ucap nya ramah.


Indri dan Feri lansung duduk tepat di hadapan Dokter Oscar.


"Tekanan darah bagus , berat bada nya 48 , keluhan nya mual muntah , pusing dan kehilangan nafsu makan yah ?"Tanya Dokter Oscar.


"Iya Dok,sudah beberapa hari selera makan saya menurun."Sahut Indri.


"Kapan tanggal haid terakhir mu?"Tanya Dokter.


"Saya lupa Dok , soal nya haid saya tidak lancar , semenjak menikah saya belum haid."Jelas Indri.


"Baiklah."Dokter mengangguk. "Silahka berbaring di sana"Dokter berdiri lalu berjalan menuju ranjang yang sudah tersedia.


...TBC๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€...


...JANGAN LUPA FOLLOW , LIKE , VOTE DAN KOMEN YA GUYS.๐Ÿ˜š๐Ÿ™...