STORY AFTER MARRIED

STORY AFTER MARRIED
Eps 58



...Setelah kehamilan nya terdeteksi , Nabila kini merasa tubuh nya menjadi sangat aneh....


Dari yang awal nya sangat menyukai bau tubuh Aldrich , kini suaminya itu menjadi salah satu musuh terbesar nya selain bawang putih , dan nasi .


Setiap hari Nabila hanya mampu memakan roti isi selai coklat dan keju ,sisa nya Nabila suka memakan buah-buahan yang memiliki rasa masam .


Entahlah bahkan sekarang Nabila tidak mau minum air galon di rumah , wanita itu hanya bisa minum air kemasan botol yang masih bersegel .


" Tuan ini mau di letakan di mana ?" Tanya salah seorang kurir yang membawa beberapa dus berisi air kemasan dalam bentuk botol berukuran 1L.


" Berikan pada ku satu , sisa nya tolong simpan di belakang " Jelas Aldrich , lalu membaaa satu dus itu ke kamar nya yang berada di lantai dua.


Ceklek ..


Pintu kamar Aldrich pun terbuka , suasana kamar terlihat temaram dengan Nabila yang terus berbaring karena rasa pusing dan mual nya ,sejak tadi pagi.


Setelah selesai meletakan satu dus berisi air mineral di sudut kamar nya ,Aldrich mendekat menghampiri Nabila yang terus terbaring.


" Sayang !!" panggil Aldrich , pria itu duduk di tepi ranjang dengan tangan yang mengusap perlahan kening istrinya.


"Hmmmmm " Gumam Nabila dengan mata yang masih tertutup.


" Apa ada seseuatu yang kamu ingin kan ?!" Cicit Aldrich searaya mengulum senyum kepada wanita di hadapan nya.


" Ya , aku ingin mas pergi mandi dan pakai minyak telon yang banyak , mas udah bau lagi " Jelas Nabila dengan suara serak nya .


Aldrich mengehela nafas nya dalam , raut wajah nya terlihat frustasi.


Bagai mana tidak , sudah satu minggu Aldrich tidur di sofa kamar ,karena ketika mendekat Nabila lansung bersikap ketus padanya.


Padahal setelah seharian kerja , Aldrich benar-benar merindukan istri cantik yang sedang mengandung benih nya itu, tapi apa boleh buat ! ia tidak mau membuat Nabila selalu merasa mual dan pusing ketika di dekat nya .


" Nabila ! kamu gak kasian sama mas , hemm ? mas tidak bisa jauh dari kamu , terus tiba-tiba kamu gak suka sama aku sayang ! " Cicit Aldrich , manik nya menatap sendu Nabila .


Sontak Nabila membuka mata nya secara tiba-tiba , menatap mata elang suaminya yang terlihat sayu menatap ke arah nya dalam ke adaan remang , karena gorden tebal sudah menutupi kaca besar di kamar nya .


" Mas tahu , aku kesel sama diri aku sendiri. Mas jauh aku kangen ! tapi kalo mas deket aku bener-bener gak kuat sama bau badan kamu " Ujar Nabila sambil membangun kan tubuh nya , lalu duduk dengan punggung tersandar di kepala ranjang.


" Sampai kapan kita akan seperti ini ?" Tanya Aldrich tampa beranjak walau Nabila sudah mencapit hidung dengan jari nya .


" Sampai adik bayi nya lahir" Jawab Nabila asal .


" Apa ?!! sembilan bulan ? aku akan seperti duda " Pekik Aldrich.


" Udah ah sana !! bau kamu sama kaya bau nasi , bawang putih, sama air dalam gelas , sama-sama bikin mulai sampe pusing " Cicit Nabila.


-Cup..


-Cup..


-Cup..


Aldrich menhujani ciuman di pipi Nabila , dengan langkah cepat Aldrich lansung masuk ke dalam kamar mandi , lalu mengunci nya dari dalam.


Ckrekk..


" Isssshhhhhh , jijik banget !! bau jigongggg aaaaaaaaahhh " Teriak Nabila yang terdengan sangat kesal.


Telapat tangan nya berusaha menghilang kan jejak bibir Aldrich dengab tissu basah yang tersedia di atas nakas sebelah nya.


" Uwekk.. euhhh bau nya !! gak kuat aku " Ujar Nabila pelan sambil bergidik jijik.


Guyuran air shower ke tubuh Aldrich menimbul kan suara percikan hingga kelaur kamar.


Tubuh Nabila pun berdiri , berjalan ke arah saklar lampu yang terletak di dekat pintu kamar .


Suasana kamar nya pun sudah terkihat terang , manik nya menatap sekita yang terlihat acak-acakan , seminggu ini Nabila hanya bisa tertidur lemas tampa memboleh kan orang lain membersih kan kamar nya .


Dengan sisa tenaga , Nabila pun merapikan tempat tidur , membenahi kamar agar terlihat lebih ramih dan bersih .


" Kalo gak di paksain ! mau sampai kapan aku kaya gini , semua nya jadi tidak terurus termasuk suamiku sendiri " Cicit Nabila dengan kaki yang terus mondar-mandir .


Tiga puluh menit Aldrich berada di kamar mandi , hingga ketika Aldrich membuka pintu , ke adaan kamar pun sudah terang dan terlihat rapih.


Aroma lemon pun menyeruak ketika Nabila menyemprot kan pengharum ruangan di seluruh kamar nya .


Nabila terus terdiam , menatap tubuh kekar yang di balut bathrobe hitam dengan rambut basah acak-acakan .


wangi mint pun menusuk hidung sensitif nya , namun wangi ini tidak masalah bagi Nabila , justru membuat rasa mual nya hilang seketika.


" Aku tau kamu kangen aku " Kata Aldrich sambil tersenyum hingga memperlihat kan gigi rapih nya yang berjajar .


" Aku emang kangen , mau tidur di peluk juga ! tapi aku gak kuat , kenapa mual nya datang terus ? aku tidak suka aku yang sekarang ! , makan nasi gak bisa , bi Lastri numis bawang aku gak suka. Bahkan aneh nya aku minum di gelas malah terasa bau amis, padahal merk nya sama hanya kemasan yang berbeda , itu galon ini botol " Jelas Nabila panjang lebar , mata nya sudah terlihat dan berkaca-kaca.


" Apa aku boleh memeluk mu ?!" Tanya Aldrich pelan , lalu di jawab anggukan oleh Nabila.


" Eitsss...ambil dulu minyak kayu putih nya dan balur kan di seluruh tubuh mas " Tahan Nabila ketika Aldrich mulai berjalan mendekat.


Pria itu tersenyum , lalu berbalik arah berjalan untuk membawa minyak angin di atas meja rias milik Nabila .


Setelah selesai menuruti permintaan istrinya , Aldrich lansung berjalan ke arah Nabila ! lalu lansung membenam kan Nabila dalam pelukan nya .


" Apa bau tubuh ku masih tercium ? apa perlu aku menambah kan minyak angin lagi ?" Kata Aldrich dengan sedikit senyum , tangan kiri nya mendekap punggung Nabila , sedang kan tangan kanan nya bermain di rambut yang menutupi wajah Nabila , lalu menyalip kan di telinga nya .


" Tidak , ini sudah terlalu menyengat hingga mata ku sedikit perih " Sahut Nabila .


Rona kebahagian pun terpancar di wajah Aldrich , terakhir Nabila memeluk nya ketika ia sedang kesal kepada sosok istri canti nya itu.


" Untung saja waktu itu Raynan menelepon ku " Kata Aldrich .


" Hemmm ?? " Wajah Nabila pun mendongkak , menatap mata Aldrich dalam .


" Raynan memberi tahu ku saat kamu ingin di antar ke rumah sakit sayang " Jelas Aldrich .


" Oh pantas saja kau datang " Ledek Nabila .


" Dia mengancam akan merebut mu jika aku tidak datang " Lirih Aldrich lalu mengerat kan pelukan.


" Lalu kenapa tidak membiar kan itu terjadi , sungguh aku kesal pada mu saat itu " Cicit Nabila kembali ketus .


" Enak saja ! itu tidak akan pernah terjadi " Jawab Aldrich.


" Bagai mana dia memberi tahu mu ? lalu apakah kalian sudah berbaikan ?!" .


...Flastback...


...Drtt..drtt.....


...Suara ponsel Aldrich terus bergetar , terpang-pang jelas di layar ponsel itu adalah nomer baru yang tidak Aldrich kenal ....


...Beberapa kali panggilan telepon masuk , tapi Aldrich terus mengabai kan nya , hingga panggilan ke delapan, pria itu menggeser tombol hijau , lalu meletakan nya di telinga....


...πŸ“²:Apa kau tidak punya sedikit pun waktu untuk membawa Nabila ke rumah sakit hingga ia menghubungi ku ?!....


...-Kenapa ? kenapa di menghubungi mu ?.Tanya Aldrich dingin ....


...πŸ“²:Asam lambung nya naik , dia meminta ku untuk membawa nya ke IGD....


...-Terus apa ? ( masih dingin )....


...πŸ“²:Bawa dia ke rumah sakit bego , dia di kontrakan nya sendiri ! kalo sampe terjadi hal buruk , gw bakal bener-bener rebut Nabila dari lo !....


...- Oke -oke , gw samperin istri gw sekarang ....


...πŸ“²:Oke , SAMA-SAMA ....


...-IYA , TERIMAKASIH RAY....


TBCπŸ€πŸ€πŸ€


...🌼🍁🍁🍁🍁🌼...


AYO DONG PARA READERS YANG AUTHOR CINTAI .


VITE , GIFTH ,SAMA LIKE NYA DONG ☺🀭


TANGAN AUTHOR UDAH SERING KE SEMUTAN INI .


❀UπŸ….