STORY AFTER MARRIED

STORY AFTER MARRIED
Eps 65



Suara kicau burung pun mulai bersahutan , matahari sudah mulai memancar kan sinar nya.


Namun kedua sejoli , masih saja terlihat pulas dalam gulungan selimut tebal .


Maklum saja kini Nabila selalu bergadang , usia kandungna yang sudah semakin matang membuat nya tidak bisa tidur dengan nyaman , begitu pun dengan suaminya Aldrich , ia selalu menemani istrinya yang selalu terjaga hingga tengah malam bahkan sampai jam tiga pagi , karena di jam-jam tersebut Nabila baru bisa terlelap .


" Mas ...mas " Tiba-tiba saja Nabila terbangun , tangan nya terus menepuk-nepuk lengan Aldrich yang kini berada di atas pinggang nya .


" Hemmmmm...Kenapa sayang ?" Aldrich hanya mampu bersuara tampa menggerakan tubuh atau pun membuka mata nya .


" Tolong bantu aku bangun , aku mau pipis !" Jelas Nabila .


Seketika Aldrich langsung mendudukan tubuh nya dengan mata yang masih terturup .


" Tunggu sebentar sayang , mas masih pusing " Cicit Aldrich , mata nya mulai mengerjap ,lalu beranjak turun dari atas ranjang menuju sisi ranjang lain untuk membantu Nabila duduk .


" Let's go mom ...Hati-hati " Ujar Aldrich sambil menarik tangan dan punggung Nabila perlahan .


" Maaf mas , aku ganggu tidur kamu yah " Ucap Nabila pelan . " Tadi nya aku gak mau bangunin kamu , tapi rasa nya kepada ade ada di bawah banget jadi susah buat bangun sendiri " Tangan Nabila terus menggenggam tangan Aldrich .


" It's oke sayang , ini kewajiban ku ! jangan sungkan kepada ku . Bangun kan saja suamimu ini walau tengah malam sekali pun , aku bahkan tidak mau kamu ke kamar mandi sendiri , perut mu sudah sangat besar , cara berjalan mu saja sudah terkihat susah " Jelas Aldrich sambil tersenyum .


Nabila menganguk , mata nya melihat wajah Aldrich seraya mebalas senyuman suaminya .


Perlahan tangan Nabila menarik tangan Aldrich , mencoba untuk berdiri perlahan .


Dengan sangat hati-hati , Aldrich membopong tubuh Nabila yang sedang berjalan perlahan menuju pintu kamar mandi .


" Mas boleh keluar , sekarang aku bisa sendiri " Ujar Nabila .


" Tidak , mas di sini aja "Tolak Aldrich , lalu dengan cepat Aldrich membantu mengangkat drees panjang Nabila .


" Kata Dokter Ratna ,perkiraan lahir nya kapan sayang ? aku lupa!" Tanya Aldrich di sela-sela Nabila sedang membuang air seni nya .


" Dua atau tiga minggu lagi aku lupa " Sahut Nabila .


" Cepat sekali dia tubuh sayang , hingga tidak terasa sebentar lagi dia akan terlahir ke dunia " Kata Aldrich , wajah nya begitu berbinar ketika membahas kelahiran putri kecil nya .


" Ya , dia sehat mas ! kerena dady nya selalu memberi yang terbaik " Sahut Nabila , kaki nya mulai berdiri ketika merasa sudah selesai .


" Sudah ?" Nabila pun menganguk , lalu mulai meraih bahu Aldrich untuk kembali berjalan .


" Tunggu !" Jelas Aldrich , Nabila pun terhenri lalu menatap Aldricj penuh tanya .


" Kenapa ?" Tanya Nabila , namun tiba-tiba Aldrich sedikit membungkuk dan memangku tubuh Nabila .


" Mas aku berat " Cicit Nabila .


" Shuuuttt....Sayang aku masih bisa berjalan normal walau pun kamu sekarang gendut " Aldrich melontar kan candaan .


Bug..


Bug..


Nabila memukul bahu Aldrich , namun bibir nya tetap tersenyum .


" Aku semakin semok sayang " Jelas Nabila lalu tertawa .


" Ya aku tahu ,.bahkan kau lebih sexy dari pada biasa nya " Bisik Aldrich nakal , pandangan kedua nya pun bertemu , dan kembali tertawa bersama .


" Hahahahah... mas bisa saja , aku tidak yakin setelah lahiran tadi bentuk tubuh ku masih bagus " Kata Nabila .


Tubuh Nabila kini sudah kembali berada di atas tempat tidur , Aldrich meraih beberapa bantal lalu menyusun nya untuk Nabila bersandar.


" Aku akan tetap mencintai mu sayang , bagai mana aku bisa perpaling dari wanita yang mau susah payah mengandung darah daging ku " Jelas Aldrich , tubuh nya duduk d samping Nabila , pandangan nya saling menatap dengan satu jemari Aldrich mengusap lembut pipi Nabila .


" Mas bisa kesini " Nabila berusaha membuat wajah Aldrich lebih mendekat .


" Kenapa ?" Tanya Aldrich sambil mendekat .


" I love you to the moon and back Dady " Bisik Nabila.


Aldrich menatap Nabila , raut wajah nya terpancar begitu bahagia , tak kala lengkungan di bibir Aldrich terus terukir .


Aldrich mencium seluruh wajah Nabila .


" Aku lebih mencintai mu Nabila , kau harus tahu itu " Balas Aldrich .


" Tidurlah kembali , aku mau mandi oke " Telapak tangan nya me ngacak-acak rambut Nabila sebelum pria itu beranjak dan menghilang di balik pintu kamar mandi .


Linangan air mata di sudut Nabila pun tiba-tiba terjatuh di pipi Nabila.


Rasa bahagia memiliki Aldrich tidak bisa di jelas kan oleh kata-kata , bahkan Aldrich rela tidak berangkat ke kantor hanya karena Nabila mengalami kontraksi palsu .


" Sayang , sebelum kamu lahir saja dady mu sudah sangat menyayangi mu , jadilah anak yang baik dan berbakti sayang " Bisi Nabila sambil mengusap perut nya .


Seperti mengerti apa yang di bicaraka ibu nya , bayi dalam perut Nabila pun lansung merespon dengan tendangan cukup kencang .


" Ya anak pintar " Nabila pun terkekeuh sendiri .


Lima belas menit Aldrich berada di dalam kamar mandi , akhir nya pria itu keluar dengan menggunakan bathrobe berwana hitam milik nya .


" Mas ini baju nya udah aku siapain " Kata Nabila yang kini sudah duduk di sofa , gorden tebal di kaca kamar nya pun sudah terbuka dan membiar kan cahaya matahari masuk .


" Sayang ! aku bilang tetap lah di berbaring , istirahat saja untuk saat ini " Aldrich berjalan ke arah nya .


" Aku senang menyiapkan nya sayang , lagi pulang aku akan sering berjalan-jalan agar aku bisa lahiran normal " Jelas Nabila .


Aldrich mencium bibir Nabila . " Terimakasih momy " Lalu Aldrich pun beranjak dan segera memakai stelan jas berwarna abu-abu dan kemeja lenban panjang berwarna putih .


Lama Nabila memperhatikan Aldrich , wanita itu terus mengagumi ke tampanan suaminya , hingga Aldrich menoleh dan menangkap basah Nabila yang tengah menatap nya .


" Aku tampan ! aku tahu itu " Goda Aldrich kepada Nabila .


" Mas , kamu itu kepedean sekali " Nabila berdengus kesal .


Aldrich lansung berjalan ke arah Nabila , membawa dasi berwana senada dan membelikan nya pada wanita yang kini sedang duduk di sampin nya .


" Pasangkan " Titah Aldrich .


Nabila pun menganguk , menerima dasi yang di berikan Aldrich lalu mulai memasangkan nya perlahan .


" Gak usah natap kaya gitu ! aku malu " Jelas Nabila tampa menatap kembali pandangan Aldrich pada nya .


" Nabila aku sangat mencintai mu " Lirih Aldrich .


Netra Nabila pun langsung menatap Aldrich , menyelami manik indah milik suaminya .


" Jangan menatap ku seperti itu ! atau aku akan menjadi kan mu sarapan pagi ini "


Plakk..


Nabila memukul lengan Aldrich.


" Kamu tengil mas " Cicit Nabila .


" Aku gak tengil , hanya sedikit mesum saja " Aldrich pun tertawa.


" Nah , selesai ! suamiku sudah terlihat tampan " Nabila menepuk pelan dada Aldrich dengan kedua tangan nya .


" Terimakasih istriku sayang " Kata Aldrich .


" Ayok kita kebawah , mau di gendong atau..."


" Aku jalan sendiri mas , kita jalan pelan-pelan saja " Nabila lansung menjawab tampa menunggu Aldrich selesai bicara .


" Oke baiklah , tapi urusan kamar biar bi Marni yang merapihkan , jangan pernah membantah! aku tidak suka " Jelas Aldrich , lalu kedua nya berjalan bersamaan menuju ruang makan yang berada di lantai bawah .


TBC...


JANBAN LUPA LIKE , VOTE DAN KOMEN YA GENGS KU , BIAR AUTHOR NYA SEMAKIN SEMANGAT , SOAL NYA AKHIR-AKHIR INI LAGI MALES BANGET NULIS GAK TAU KENAPA .