STORY AFTER MARRIED

STORY AFTER MARRIED
Eps 39



Sementara itu pukul tujuh pagi di meja makan.


Nabila yang sudah berpakaian rapih , kini telah mengoles kan selai coklat di atas roti tawar .


Berbeda dengan Aldrich , kedua orang tua nya dan Nabila justru selalu memakan sarapan Nasi dengan berbagai macam lauk .


" Hari ini kalian mau ke kampus?" Tanya Bayu yang sudah duduk di kursi meja makan .


" Iya pih , tadi pagi mas Al baru ngasih tau " Kata Nabila .


" Nasi nya cukup pih ? lauk nya mau apa ?" Tanya Sinta yang sedang menyiap kan makan untuk Bayu.


" Kurangi Nasi nya sedikit lagi , itu terlalu banyak !" Ujar Bayu .


" Papi pakai sayur sop sama tempe saja " Kata Bayu kembali.


Sinta pun mengangguk , lalu meletakan piring berisi makanan di hadapan Bayu.


" Nabila kamu mau sama apa nak ?" Tanya nya sambil memegang piring kosong .


" Nabila ambil sendiri aja mih" Sahut Nabila sambil tersenyum .


" Tidak , biar mami ambilkan " Kekeh Sinta .


" Nabila pakai sayur sop saja mih " Jawab nya .


Setelah selesai menyiap kan sarapan untuk suami nya Aldrich , ia pun meletakan di piring , dan menyiap kan segelas air putih hangat di samping nya .


" Sayang !!" Panggil Aldrich dari arah kamar .


Nabila langsung menoleh ke atas , ke arah kamar nya bersama Aldrich berada .


Tanpa menjawab, Nabila pun langsung beranjak meninggal kan sarapan dan kedua mertua nya .


Tapp..


Tapp..


Tapp..


Suara sendal jepit rumahan Nabila pun terdengar ketika menaiki setiap anak tangga.


" NABILA...SAYA...?!".


" Iya mas ! bawel deh , aku kan dari bawah kesini jalan gak bisa terbang " Ujar Nabila .


Aldrich hanya tersenyum , pria itu terlihat sedikit malu dengan pernyataan Nabila .


" Pasang kan Dasi nya sayang " Aldrich memberikan Dasi untuk ia pasang kan di kerah kemeja Aldrich .


Tangan nya menerima uluran tangan yang menyerah kan dasi berwarna senada dengan setelan jas berwarna vany.


Kaki nya mulai berjinjit, tangan kecil nya mulai memasang kan Dasi suami nya dengan sangat telaten .


Pandangan Aldrich pun terus menatap istri cantik nya.


Merasa di perhatika dengan seksama , Nabila kembali mendongkak hinggal tatapan netra itu pun bertemu .


" Kenapa mas? " Tanya nya santai .


" Tidak apa-apa , aku hanya sedang mengagumi kecantika istri ku " Jelas Aldrich dengan senyum menggoda .


" Nahhh , kan ! gombal pagi-pagi " Sahut Nabila .


" Selesai , suami ku terlihat sangat tampan sekarang " Kata Nabila dengan tepukan lembut di dada suaminya .


" Nah !! sekarang kau yang gombal " Cicit Aldrich .


" Aku tidak gombal sayang , suami ku ini memang tampan . Ah ayolah !mami sama papi nungguin kita loh " Nabila menarik tangan Aldrich .


Namun Aldrich kembali menarik Nabila hingga menabra dada nya .


–Bruukh..


" Mas ?!" Pekik Nabila .


–Cup..


" Morning kiss baby " Jelas Aldrich setelah mencium singkat bibir Nabila .


Nabila hanya mematung ketika mendapat kecupan tiba-tiba dari Aldrich .


" Apa aku tidak mendapat morning kiss sayang ?!" Lirih Aldrich .


-Cup..


" Ayolah , mamih , sama papih nungguin kita suamiku " Nabila pun kembali menarik tangan Aldrich setelah kiss morning itu terbalas .


Sesampai nya di meja makan , Bayu dan Sinta pun sudah menyelesai kan sarapab nya .


" Loh mami sama papi udah selesai ?" Tanya Nabila.


" Iya , lanjut kan saja sarapan kalian berdua " Sinta pun beranjak sambil mengulas senyum .


" Oh ya ! obat nya di minum jangan lupa !" Ujar Sinta sebelum berlalu pergi .


" Iya mih " Jawab Nabila .


" Papi ke taman belakang dulu yah " .


" Iya pih " Jawab Nabila dan Aldrich bersamaan .


" Mas ?! ini kebanyakan ." Pekik Nabila .


Beberapa menit kedua nya memakan sarapan bersamaan .


Akhir nya Nabila dan Aldrich pun selesai , walau pun milik Nabila masih tersisa banyak .


" Nabila ? apa maksud mu sayang ?! nasi mu masih banyak !" .


" Perut ku sudah penuh mas , ini sudah tidak bisa masuk " Rengek Nabila ketika melihat tatapan menyeream kan dari Aldrich.


" Baiklah , minum obat mu saja " Ujar Aldrich .


Nabila hanya mengangguk , lalu ingin beranjak pergi .


" Mau kemana ?" Tanya Aldrich .


" Mau ambil obat mas " Jawab Nabila .


" Dimana ?" .


" Di belakang ".


" Duduklah " Aldrich menarik tangan Nabila .


" Bi tolong ambil kan obat istriku" Teriak Aldrich .


" Iya den " Sahut Marni sedikit berteriak .


Bi Marni pun terlihat sedikit berlari , tangan sebelah kanan nya membawa kantong berisi bungkusan obat milik Nabila .


" Ini non obat nya " Kata bi Marni lalu kembali ke arah dapur .


"Mas aku bawa aja yah , takut ngantuk kalo di minum sekarang " Jelas Nabila lalu di angguki Aldrich .


Setelah semua nya siap , Aldrich dan Nabila pun mencari ke beradaan orang tuan nya hanya untuk sekedar berpamitan .


"Mih , pih kami berangkat dulu " Pamit nya setelah menemukan mereka berdua di taman belakang .


" Baikalah , jurusan apa yang Nabila ingin kan ?" Tanta Bayu .


" Nabila mau ambil jurusan BAKING AND PASTRY ART " Sahut Nabila.


" Sesuai sama hobbi kamu lah ya " Ujar Sinta .


" Yaudah kami berangkat yah " Jelas Aldrich sambil berlalu pergi .


.......


Setelah megurus persyaratan Nabila untuk memasuki salah satu Universitas favorite .


Mampir ke mini market sebentar untuk membeli air mineral untuk Nabila meminum obat nya .


Aldrich mengajak istri nya tidak langsung pulang ke rumah , mengingat Nabila yang selalu mengeluh bosan .


" Kita ke kantor ya sayang " Kata Aldrich .


" Iya mas " Sahut nya sambil tersenyum bahagia .


Mobil yang Aldrich kendarai terus melaju dengan kecepatan sedang , beberapa kali Aldrich melihat Nabila yang terdiam dengan tatapan sayu.


" Sayang apa kau mengantuk ?" Tanya Aldrich .


" Ya , ini sebab nya aku malas minum obat " Ujar Nabila .


" Tahanlah , sebentar lagi kita sampai " Jelas Aldrich .


Tidak ada sahutan kembali dari istri nya itu , Nabila terus terlihat menyandar kan tubuh nya ke kursi mobil .


Keadaan pun makin hening , hanya musik yang terdengar sangat pelan.


Mobil putih milik Aldrich pun terhenti di parkiran gedung bertingkat milik Aldrich .


Namun ketika melihat ke arah Nabila , wanita itu tertidur sangat pulas.


" Sayang , kita sampai ! bangunlah dulu , nanti lanjut kan tidur nya di ruangan istirahat ku " Jelas Aldrich .


Namun Nabila tidak terkecoh sedikit pun , mata nya terus tertutup dengan dengkuran halus yang mulai terdengan .


Pria tiga puluh tahun itu tidak tega , jika harus kembali mengganggu tidur nya .


Aldrich pun turun dari mobil , membuka pintu di sebalah kursi Nabila.


Kedua tangan kekar itu mulai mengambil , tubuh kecil yang kini sedang terlelap .


" Obat itu benar-benar membuat mu tertidur dengan pulas sayang " Gumam Aldrich dengan tangan yang malai menganggkat Nabila .


Suasa kantor yang sudah ramai oleh para karyawan , membuat Nabjla menjadi sorotan .


" Pak ibu kenapa ?" Salah satu karyawan bertanya cemas .


" Tidak , dia hanya mengantuk setelah meminum obat " Jelas aldrich .


" Sykurlah , saya kira terjadi apa-apa , mengingat ibu sudah melakukan operasi pengangkatan janin " .


TBC 1πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸƒπŸƒ


...🍁🍁🍁🍁🍁...


JANGA LUPA LIKE ,KOMEN DAN VOTE 🀭