
Setelah pulang dari rumah Aldrich dan Nabila , kini Feri dan Indri tengah berada di salah satu pusat perbelanjaan yang ada di kota nya .
Setelah sebelum nya mereka pergi mendatangi showroom mobil , untuk segera memberika mobil milik Indri yang di jadi kan mas kawin oleh Feri , sampai membuat wanita yang sudah menjadi istrinya menangis tersedu-sedu di pelukan nya .
" Terimakasih suamiku ," Ucapan Indri untuk Feri ketika berada dalam dekapan hangat Feri sambil menangis.
๐บ๐บ๐บ
Suasa langit sudah semakin menggelap , namun kedua nya masih asik memilih bahan-bahan dapur .
" Fer kamu suka di masakin apa ?!" Tanya Indri sambil melihat-lihat daging ayam , sapi dan berbagai jenis ikan laut .
" Fer !!" Bukan nya menjawab , pria itu malah meledek Indri .
" Ihh .... cepetan , ini udah malem loh ," Tegas Indri pada suaminya .
" Aku nggak suka yah kamu manggil aku dengan sebutan nama !"Ujar Feri , bibir nya cemberut raut wajah nya pun berubah .
" Iya deh...iya , kamu mau makan apa mas ?!"Indri mengalah agar tidak ada pertengkaran serius di antara nya hanya karena masalah panggilan nama .
" Nah gitu , kan enak kedengeran nya di kuping aku , nyessss gitu adem ," Jelas Feri sambil tersenyum .
" Iya , jadi mau ambil apa nih , ikan ,ayam apa danging sapi ?" Tanya Indri kembali .
" Daging , ayama , udang sama cumi " Kata Feri , lalu membantu memasukan udah dan cumi kedalam kantong bening , sementara Indri mengambil beberapa daging ayam dan sapi.
Setelah selesai di area daging dan ikan segar , Indri kembali mendorong trolli nya ke lorong tempat bumbu dapur berada , lalu membawa bawang merah , bawah putih , caberawit dan bahan-bahan lain nya .
" Kita harus beli sabun mandi atau cuci gitu gak?" Tanya Indri sambil terus berjalan .
" Beli aja body care , kalo sabun cuci gak usah soal nya kita gak punya mesin cuci ," Sahut Feri.
Dua jam lama nya Indri berbelanja , akhir nya mereka keluar dengan beberapa kantong belanjaan yang di bawa Feri .
Kedua nya terus berjalan beriringan menuju parkiran mobil yang tidak jauh dari pintu keluar super market .
-Ceklek ..
" Aku bisa sendiri mas !" Kata Indri ketika Feri membuka kan pintu untuk nya .
"Aku tahu ,tapi ketika bersama ku ,kamu nggak di izin kan membuka pintu mobil sendiri ," Tegas Feri .
Karena Indri sudah duduk di dalam , Feri pun bergegas memasukan kantong belanjaan nya ke dalam bagasi mobil .
Mesin mobil BMW hitam sudah terdengar , dan perlahan melaju ke arah pintu keluar menuju jalanan utama .
Tangan Feri terus memegangi setir mobil , pandangan nya terus pokus ke depan ketika pria itu menambah kecepatan laju mobil nya .
Suasana di dalam mobil hening , ketika Feri menoleh ke arah Indri , ternyata istrinya sudah tertidur dengan kepala yang menyender miring ke kaca mobil .
Satu tangan Feri mengusap telapak tangan Nabila , lalu mencium nya penuh cinta.
Sesekali Feri memperhatikan jemari mulus nan lentik milik Indri.
" Kita belum punya cin-cin nikah ," Tutur nya setengah berbisik .
" Maaf aku ketiduran ," Suara Indri tiba-tiba terdengar , wanita itu terbangun ketika Feri terus memegangi dan mencium tangan nya.
" Tidur lagi saja ,aku tahu kamu lelah karena permainan kita tadi malam ," Jelas Feri sampai membuat Indri memangling kan wajah nya karen malu .
Kedua nya hanya saling tersenyum dengan pikiran nya masing-masing tentang malam pertama yang telah mereka lakukan .
Setelah melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang , akhir nya Indri dan Feri sampai di apartemen yang mereka tinggali .
Satu-persatu Indri menata beberapa belanjaan di dalam lemari pendingin , begitu pun dengan Feri yang membantu memberes kan di tempat makanan lain nya .
Ketika semua sudah beres dan rapih pada tempat nya masing-masing , Indri dan Feri lansung beranjak menuju kamar mereka .
Suasana ruangan sudah rapi dan bersih , namun tidak dengan kamar , ruangan itu masih sama seperti sebelum di tinggal kan Indri untuk pergi ke rumah Nabila .
Ketika Indri sedang meletakan tas kecil nya di atas sofa , tiba-tiba saja sepasang tangan kekar melingkat di pinggang kecil nya .
-Cup..
Feri mengecup leher Indri , bahu Indri menjadi tumpuan kepala Feri seraya terus mencium bau tubuh istrinya sampai membuat Indri memejam kan mata , dengan desiran yang tidak bisa di jelas kan .
" Mas jangan seperti ini , aku akan meberes kan kamar kita terlebih dulu !" Indri terlihat gugup atas perlakuan Feri saat ini , tubuh nya terus bergerak , berusaha lepas dari lilitan tangan kekar milik suaminya .
" Tidak usah di beres kan , nanti juga akan berantakan lagi ," Jelas Feri , bibir nye terus menyusuri leher jenjang istrinya.
Tangan Indri terus meremas kuat lengat Feri , sampai goresan merah pun terlihat kembali di atas kulit putih milik suaminya.
" Emmmmhhhh ," Suara yang sudah susah paya Indri tahan pun lolos begitu saja .
Pria yang kini sedang memeluk nya dari belakang terlihat menyeringai , ketika mendengar suara desahan seksi Indri.
Tampa menunggu lebih lama lagi , Feri lansung mengangkat tubuh mungil Indri ke arah ranjang.
Perlahan Feri meletakan tubuh istri nya hati-hati , manik kedua nya terus memandang dengan tatapan yang sudah di tutupi kabut gairah .
Hingga entah bagai mana , kini bibir kedua nya sudah bertemu , saling memaut dan menimbulkan suara decapan yang begitu nyaring memenuhi ruangan .
Telapak tangan Indri terus mengusap roti sobek yang berada di perut suaminya , begitu pun dengan telapak tangan Feri yang terus meremas sesuatu yang berada di balik bra berenda berwarna hitam .
" Mas aku !" Rengek nya ketika pergulatan bibir nya terhenti.
" Kenapa ? kamu takut sayang ? tidak usah takut , sekarang kau pasti menikmti nya tampa rasa sakit dan perih ," Jelas Feri lalu kembali mel*mat bibir ramun bersemu merah milik Indri.
Acara pemanasan pun berjalan cukup lama , hingga kedua nya kini sama-sama sudah menanggal kan semua pakaian yang melekat di tubuh kedua nya , sampai berceceran di sembarang arah.
Jemari tangan Indri kembali menancap di punggu Feri , bersiap menerima sesuatu yang akan segera memenuhi tubuh nya .
Feri yang berada di atas tubuh Indri terus menatap wajah cantik yang sedang memejam kan mata nya sambil menggigit bibir bawah .
Merasa sudah tidak bisa menahan desakan lagi , perlahan Feri memposisi kan milik nya untuk segera menghujam milik Indri .
Suara rintihan dari istrinya pun mulai terdengar , ketika milik Feri mulai memenuhi inti tubuh nya .
" Massss !!" Rengek Indri ketika Feri mulai menggerakan pinggul nya perlahan , tangan nya terus berpegangan kepada lengan berotot Feri seolah menahan sesuatu yang akan segera mengguncang nya .
" Yes baby , nikmatilah malam indah kita saat ini , aku akan membuat mu terbang" Kata Feri dengan suara parau yang terdengar begitu seksi di telinga Indri .
Setelah bermain cukup lembut , akhir nya setelah melihat Indri menikmati permainan nya Feri menambah kecepatan nya samapai membuat Indri merancau dan berteriak .
Suara desahan Indri berpadu dengan suara erotis lain nya memenuhi ruang kamar , sampai erangan panjang Feri terdengar sebelum tubuh nya tumbang dan menyemburkan pasukan calon anak nya ke rahim Indri .
-Cup ..
" Terimakasih sayang ku ," Bisik Feri sambil mencium kening istrinya .
Tidak ada jawaban dari Indri , wanita itu sudah terlunglai lemas ,mata nya terpejam deru nafas yang saling bersahutan , dengan peluh bercucuran di setiap tubuh masing-masing.
TBC๐๐๐
JANGAN LUPA LIKE,VITE DAN KOMEN NYA GENGS .