STORY AFTER MARRIED

STORY AFTER MARRIED
Eps 42



Setelah melakukan ritual mandi dan ritual yang lain .


Nabila dan Aldrich kini sudah berada di ruang keluarga , acara nonton bersama pun terjadi .


Bahkan sampai Lastri , Marni dan Rahmat pun di ajak ikut menonton.


Aldrich dan Nabila pun duduk berdekatan , tak kala tangan besar itu memekuk istri nya yang sedang ketakutan terus menerus .


Di meja pun terisi penuh dengan berbagai cemilan dan minuman.


Sorak-sorai semua orang terdengar kala film yang mereka tonton alur nya semakin seru , di tambah lampu ruangan yang sengaja di matikan.


" Aaaaaaaaaa " Teriak Nabila , mata nya terpejam , wajah nya terus menempel di dada suami nya , sesekali Aldrich pun meringis kala kuku Nabila menajab di kulit lengan nya .


Aldrich hanya tertawa melihat istri nya yang kini sangat ketakutan.


-Bruk..


-Bruk..


-Bruk..


" Mas gak lucu !!" Ujar nya sambil terus memukul tengan dan dada Aldrich .


Semua orang yang juga ikut menonton , hanya menggeleng kan kepala nya ketika Aldrich terus-terusan ketawa kala semua nya berteriak ketakukan .


" Den Al kok gk ada kaget-kaget nya " Ujar Rahmat kepada anak majikan nya itu .


" Ck.Pak Rahmat ini lucu ! mana mungkin aku takut sama begituan" Jelas Aldrich .


" Shuuuuuttt !! berisik , film nya masih lanjut ini " Cicit Sinta .


Bayu menatap Aldrich , lalu kepala nya bergerak ke kiri dan ke kanan melihat kelakuan ibu dari putra tunggal nya .


Ke adaan kembali hening , semua mata kembali tertuju pada layar tv yang berukuran sangat besar .


Adengan mengerikan kembali ada , semua orang pun kembali menjerit , kecuali Nabila .


Prempuan itu hanya terdiam dengan mata terpejam di dalam dekapan suaminya.


Awal nya Aldrich tidak menghirau kan Nabila , mata Aldrich kembali tertuju pada tv , hingga adegan menyeram kan kembali di pertonton kan , semua nya kembali berteriak , kecuali satu orang .


Yaitu Nabila , ia hanya terdiam di dalam pelukan hangat suaminya.


Merasa ada yang aneh , Wajah Aldrich pun sedikit menunduk , netra nya meneliti pergerakan Nabila .


" Ya ampun dia tidur !" Ujar nya sedikit keras hingga semua nya melirik ke arah Aldrich lalu turun menatap Nabila.


Semua orang yang berada di tempat pun hanya saling berbalas senyum , ketika dengan nyaman nya prempuan itu tidur dalam ke adaan seperti ini .


" Apa dia terlalu ketakutan hingga tertidur ?!" Kata Aldrich kembali.


" Iya den , kaya nya non Nabila ke takutan ! makanya sampe ketiduran"Sahut Marni .


Aldrich tersenyum , lalu mencium Nabila di kening nya tampa ada rasa malu terhadap semua orang yang berada bersama dengan nya .


TIDAK !! ISTRIKU INI BUKAN TIDUR KARENA TAKUT , TAPI KARENA DIA TERLALU LAMA BERMAIN PERANG-PERANGAN BERSAMA KU . Guma Aldrich.


" Aldrich pamit dulu , Nabila tidur kasian kalo posisi nya seperti ini"Cicit Aldrich lalu membawa Nabila dalam pangkuan nya .


Dengan sangat hati-hati Aldrich membawa Nabila menuju kamar nya.


Sesekali Aldrich menatap wajah Nabila yang terlelap begitu tenang .


Kadar kecantikan nya kian hari pun kian bertambah .


Terkadang Aldrich terus memikir kan , apakah Nabila akan di goda para lelaki seumuran nya di kampus nya nanti .


Perasaan was-was itu terus mengganggu nya setiap ia berjauhan dari Nabila , bahkan sebelum Nabila benar-benar pergi ke kampus nya untuk kuliah .


Dengan sangat hati-hati Aldrich meletakan Nabila di atas kasur empuk nya .


Tubuh itu sedikit bergerak ketika Aldrich memasang kan selimut di atas tubuh nya lalu bergumam .


" Aku takut petir !! jangan tinggalin aku " Lirih Nabila .


Aldrich diam sesaat , mengamati Nabila yang terlihat mengigau.


Keringat pun terlihat bercucuran , dengan raut wajah yang terlihat sangat ketakutan .


" Sayang ? apa kau mimpi buruk? " Bisik Aldrich dengan tangan mengusap kepala Nabila.


Rasa bersalah pun menyeruak dalam diri Aldrich .


Pertama Nabila ketakutan ketika listri padam dengan suara petir yang sangat keras , dan barusan Nabila kembali melihat film yang membuat nya kembali terlihat gelisah.


" Trauma apa yang kamu miliki sayang ? sehingga kau begitu takut denga cahaya kilat dan juga petir ?!" Lelaki itu terus menatap Nabila sendu , bagai mana tidak , banyak hal Aldrich belum ketahui dari masa lalu istri nya itu .


Aldrich langsung membaring kan tubuh nya miring menghadap Nabila .


Tangan nya memeluk erat tubuh kecil di hadapan nya.


" Mas aku takut !!" Suara Nabila kembali membuyar kan lamunan Aldrich.


Seketika Aldrich pun bangun .


" Sayang " panggil Aldrich .


" Mas !! Nabila takut , jangan pergi!" Nabila terus menerus mengigau , wajah nya pun sudah terlihat sangat pucat dengan keringa yang sudah bercucuran .


" Sayang " Aldrich menepuk halus pipi Nabila .


" Sayang bangun !! " Aldrich pun menggoyang kan tubuh Nabila , hingga wanita itu terlihat sangat terkejut dan ketakutan .


" Sayang aku di sini " Aldrich kembali membawa Nabila dalam pelukan nya.


Isak tangis Nabila pun pecah dalam pelukan Aldrich .


" Mas aku takut " Ujar Nabila .


" Apa yang kamu takut kan sayang ?! aku ada bersama mu disini , itu hanya mimpi buruk " Jelas Aldrich berusaha menenang kan Nabila .


" Mas jangan pergi , jangan pernah tinggalin Nabila , Nabila cuma punya mas yang bisa lindungin Nabila " Jelas nya dengan isak tangis.


" Ya , aku akan tetap bersama mu , apapun yang terjadi " Jawab Aldrich.


Aldrich melepas kan dekapan nya sesat , namun di tarik kembali oleh Nabila.


" Mas ambil kan minum dulu sayang " Jelas Aldrich , lalu Nabila menggeleng kan kepala nya .


" Aku tidak mau minum ! aku hanya mau di peluk " Rengek Nabila .


" Baiklah istri ku sayang , tidurlah kembali " Aldrich kembali membenam kan wajah Nabila ke dalam dada nya .


" Ingat , besok kau masuk kuliah untuk perta kali nya ".


" Kamu tidak boleh kelelahna oke " Jelas Aldrich kembali .


" I lovu you " Kata Nabila .


" Me too " Balas Aldrich .


" Mas ?" Panggil Nabila .


" Ya ?" .


" Besok aku akan menumpang pada mu " Sahut Nabila .


" Baiklah , tapi harus pakai ongkos " Jawab Aldrich santai .


Nabila langsung menatap ke arah Aldrich .


" Apa ongkos nya ?" .


" Dirimu " Sahut Aldrich.


" Hah ?".


" Ongkos nya dirimu . Tubuh mu lebih tepat nya " Jelas Aldrich lalu senyum menggoda pada Nabila .


" Tubuh ku memang milik anda tuan " Nabila pun tidak mau kalah , ia pun membalas senyuman Aldrich dengan nakal.


Aldrich pun tergelak , ketika mendengar panggilan Nabila kepadanya dulu .


" Tidurlah , atau aku akan memangsa mu kembali !!" Ancam Aldrich.


" Baiklah ,aku akan tidur " Sahut Nabila .


-Cup..


" Selamat bobo sayang aku " Nabila mencium leher Aldrich .


Pria itu menatap nya tajam.


" Kamu mencium di tempat yang sangat berbahaya" Ujar Aldrich.


" Maaf " Lalu Nabila melarikan diri, ia menyembunyikan tubuh kecil nya di dekapan Aldrich .


-Cup..


Aldrich membalas kecupan Nabila di kepala nya .


" Selamat tidur momy " Bisik Aldrich .


Kedua nya lansung memejam kan mata , Aldrich sengaja tidak mematikan lampu utama , ia tidak mau membuat Nabila merasa ketakutan kembali .


TBCπŸƒπŸƒπŸƒ


...🍁🍁🍁🍁🍁...


JANGAN LUPA LIKE ,KOMEN ,DAN VOTE .


DUKUNG AUTHOR TERUS BISA SEMAKIN RAJIN UP NYA .


SUN JAUJ DARI AUTHOR BUAT PARA READERS.😚😚