
Setelah melakukan ritual mandi dan ritual yang lain .
Nabila dan Aldrich kini sudah berada di ruang keluarga , acara nonton bersama pun terjadi .
Bahkan sampai Lastri , Marni dan Rahmat pun di ajak ikut menonton.
Aldrich dan Nabila pun duduk berdekatan , tak kala tangan besar itu memekuk istri nya yang sedang ketakutan terus menerus .
Di meja pun terisi penuh dengan berbagai cemilan dan minuman.
Sorak-sorai semua orang terdengar kala film yang mereka tonton alur nya semakin seru , di tambah lampu ruangan yang sengaja di matikan.
" Aaaaaaaaaa " Teriak Nabila , mata nya terpejam , wajah nya terus menempel di dada suami nya , sesekali Aldrich pun meringis kala kuku Nabila menajab di kulit lengan nya .
Aldrich hanya tertawa melihat istri nya yang kini sangat ketakutan.
-Bruk..
-Bruk..
-Bruk..
" Mas gak lucu !!" Ujar nya sambil terus memukul tengan dan dada Aldrich .
Semua orang yang juga ikut menonton , hanya menggeleng kan kepala nya ketika Aldrich terus-terusan ketawa kala semua nya berteriak ketakukan .
" Den Al kok gk ada kaget-kaget nya " Ujar Rahmat kepada anak majikan nya itu .
" Ck.Pak Rahmat ini lucu ! mana mungkin aku takut sama begituan" Jelas Aldrich .
" Shuuuuuttt !! berisik , film nya masih lanjut ini " Cicit Sinta .
Bayu menatap Aldrich , lalu kepala nya bergerak ke kiri dan ke kanan melihat kelakuan ibu dari putra tunggal nya .
Ke adaan kembali hening , semua mata kembali tertuju pada layar tv yang berukuran sangat besar .
Adengan mengerikan kembali ada , semua orang pun kembali menjerit , kecuali Nabila .
Prempuan itu hanya terdiam dengan mata terpejam di dalam dekapan suaminya.
Awal nya Aldrich tidak menghirau kan Nabila , mata Aldrich kembali tertuju pada tv , hingga adegan menyeram kan kembali di pertonton kan , semua nya kembali berteriak , kecuali satu orang .
Yaitu Nabila , ia hanya terdiam di dalam pelukan hangat suaminya.
Merasa ada yang aneh , Wajah Aldrich pun sedikit menunduk , netra nya meneliti pergerakan Nabila .
" Ya ampun dia tidur !" Ujar nya sedikit keras hingga semua nya melirik ke arah Aldrich lalu turun menatap Nabila.
Semua orang yang berada di tempat pun hanya saling berbalas senyum , ketika dengan nyaman nya prempuan itu tidur dalam ke adaan seperti ini .
" Apa dia terlalu ketakutan hingga tertidur ?!" Kata Aldrich kembali.
" Iya den , kaya nya non Nabila ke takutan ! makanya sampe ketiduran"Sahut Marni .
Aldrich tersenyum , lalu mencium Nabila di kening nya tampa ada rasa malu terhadap semua orang yang berada bersama dengan nya .
TIDAK !! ISTRIKU INI BUKAN TIDUR KARENA TAKUT , TAPI KARENA DIA TERLALU LAMA BERMAIN PERANG-PERANGAN BERSAMA KU . Guma Aldrich.
" Aldrich pamit dulu , Nabila tidur kasian kalo posisi nya seperti ini"Cicit Aldrich lalu membawa Nabila dalam pangkuan nya .
Dengan sangat hati-hati Aldrich membawa Nabila menuju kamar nya.
Sesekali Aldrich menatap wajah Nabila yang terlelap begitu tenang .
Kadar kecantikan nya kian hari pun kian bertambah .
Terkadang Aldrich terus memikir kan , apakah Nabila akan di goda para lelaki seumuran nya di kampus nya nanti .
Perasaan was-was itu terus mengganggu nya setiap ia berjauhan dari Nabila , bahkan sebelum Nabila benar-benar pergi ke kampus nya untuk kuliah .
Dengan sangat hati-hati Aldrich meletakan Nabila di atas kasur empuk nya .
Tubuh itu sedikit bergerak ketika Aldrich memasang kan selimut di atas tubuh nya lalu bergumam .
" Aku takut petir !! jangan tinggalin aku " Lirih Nabila .
Aldrich diam sesaat , mengamati Nabila yang terlihat mengigau.
Keringat pun terlihat bercucuran , dengan raut wajah yang terlihat sangat ketakutan .
" Sayang ? apa kau mimpi buruk? " Bisik Aldrich dengan tangan mengusap kepala Nabila.
Rasa bersalah pun menyeruak dalam diri Aldrich .
Pertama Nabila ketakutan ketika listri padam dengan suara petir yang sangat keras , dan barusan Nabila kembali melihat film yang membuat nya kembali terlihat gelisah.
" Trauma apa yang kamu miliki sayang ? sehingga kau begitu takut denga cahaya kilat dan juga petir ?!" Lelaki itu terus menatap Nabila sendu , bagai mana tidak , banyak hal Aldrich belum ketahui dari masa lalu istri nya itu .
Aldrich langsung membaring kan tubuh nya miring menghadap Nabila .
Tangan nya memeluk erat tubuh kecil di hadapan nya.
" Mas aku takut !!" Suara Nabila kembali membuyar kan lamunan Aldrich.
Seketika Aldrich pun bangun .
" Sayang " panggil Aldrich .
" Mas !! Nabila takut , jangan pergi!" Nabila terus menerus mengigau , wajah nya pun sudah terlihat sangat pucat dengan keringa yang sudah bercucuran .
" Sayang " Aldrich menepuk halus pipi Nabila .
" Sayang bangun !! " Aldrich pun menggoyang kan tubuh Nabila , hingga wanita itu terlihat sangat terkejut dan ketakutan .
" Sayang aku di sini " Aldrich kembali membawa Nabila dalam pelukan nya.
Isak tangis Nabila pun pecah dalam pelukan Aldrich .
" Mas aku takut " Ujar Nabila .
" Apa yang kamu takut kan sayang ?! aku ada bersama mu disini , itu hanya mimpi buruk " Jelas Aldrich berusaha menenang kan Nabila .
" Mas jangan pergi , jangan pernah tinggalin Nabila , Nabila cuma punya mas yang bisa lindungin Nabila " Jelas nya dengan isak tangis.
" Ya , aku akan tetap bersama mu , apapun yang terjadi " Jawab Aldrich.
Aldrich melepas kan dekapan nya sesat , namun di tarik kembali oleh Nabila.
" Mas ambil kan minum dulu sayang " Jelas Aldrich , lalu Nabila menggeleng kan kepala nya .
" Aku tidak mau minum ! aku hanya mau di peluk " Rengek Nabila .
" Baiklah istri ku sayang , tidurlah kembali " Aldrich kembali membenam kan wajah Nabila ke dalam dada nya .
" Ingat , besok kau masuk kuliah untuk perta kali nya ".
" Kamu tidak boleh kelelahna oke " Jelas Aldrich kembali .
" I lovu you " Kata Nabila .
" Me too " Balas Aldrich .
" Mas ?" Panggil Nabila .
" Ya ?" .
" Besok aku akan menumpang pada mu " Sahut Nabila .
" Baiklah , tapi harus pakai ongkos " Jawab Aldrich santai .
Nabila langsung menatap ke arah Aldrich .
" Apa ongkos nya ?" .
" Dirimu " Sahut Aldrich.
" Hah ?".
" Ongkos nya dirimu . Tubuh mu lebih tepat nya " Jelas Aldrich lalu senyum menggoda pada Nabila .
" Tubuh ku memang milik anda tuan " Nabila pun tidak mau kalah , ia pun membalas senyuman Aldrich dengan nakal.
Aldrich pun tergelak , ketika mendengar panggilan Nabila kepadanya dulu .
" Tidurlah , atau aku akan memangsa mu kembali !!" Ancam Aldrich.
" Baiklah ,aku akan tidur " Sahut Nabila .
-Cup..
" Selamat bobo sayang aku " Nabila mencium leher Aldrich .
Pria itu menatap nya tajam.
" Kamu mencium di tempat yang sangat berbahaya" Ujar Aldrich.
" Maaf " Lalu Nabila melarikan diri, ia menyembunyikan tubuh kecil nya di dekapan Aldrich .
-Cup..
Aldrich membalas kecupan Nabila di kepala nya .
" Selamat tidur momy " Bisik Aldrich .
Kedua nya lansung memejam kan mata , Aldrich sengaja tidak mematikan lampu utama , ia tidak mau membuat Nabila merasa ketakutan kembali .
TBCπππ
...πππππ...
JANGAN LUPA LIKE ,KOMEN ,DAN VOTE .
DUKUNG AUTHOR TERUS BISA SEMAKIN RAJIN UP NYA .
SUN JAUJ DARI AUTHOR BUAT PARA READERS.ππ