STORY AFTER MARRIED

STORY AFTER MARRIED
Eps 96



PLIP....


CEKLEK...


Mata Feri menatap sekitar , lampu-lampu di ruangan nya suda menyala karena langit sudah semakin gelap.


Feri terus berjalan pelan , menoleh ke sana kemari mencari keberadaan Indri yang biasa nya menunggu Feri di sofa ruang tv.


" Uwek....uwek."Suara Indri di dalam kamar mandi menjadi sambutan kala Feri masuk ke dalam kamar milik mereka berdua.


Merasa istrinya sedang tidak baik-baik saja,Feri lansung melempar dasi dan jas nya kesembarang arah, lalu berjalan ke arah kamar mandi .


"Apa masuk angin nya belum sembuh?!"Tanya Feri yang lansung mengusap punggung istrinya.


Perlahan Indri menatap Feri dari pantulan cermin,lalu menggeleng kan kepala nya.


"Apa sudah minum obat ?"Tanya Feri kembali , raut wajah pria itu terlihat gusar ketika melihat Indri yang lemas dan wajah yang sedikit pucat .


" Sudah mas,"Sahut nya lalu menyusut ujung bibir nya yang basah dengan telapak tangan , dan membasuh washtafel nya dengan air mengalir.


Indri membalikan tubuh nya , lalu menghambur dalam pelukan Feri.


" Mas aku mau minum!"Gumam nya kepada Feri.


"Baiklah , aku akan buatkan teh hangat untuk mu."Ujar Feri lalu memangku tubuh kecil istrinya ke arah tempat tidur.


Wanita yang sedang berada di pangkuan Feri saat ini benar-benar terlihat lemas , kepala nya terus tersandar di dada suami nya dengan mata yang tertutup.


Dengan sangat hati-hati Feri meletakan tubuh Indri perlahan , sampai tangan yang memluka bahu nya terlepas.


"Tunggu sebentar."Tutur Feri lalu beranjak pergi ke arah dapur meninggal kan Indri dengan langkah sedikit berlari.


Tubuh Indri tersandar di ujung tempat tidur,mata nya terus terpejam,karena setiap kali ia membuka mata ,maka rasa mual nya akan kembali datang karena merasa bumi yang sedang di pijak nya seolah berputas cukup kencang.


Entah sugesti atau memang kebetulan , setelah Indri mengetahui dirinya hamil , rasa pusing dan mual nya terjadi cukup intens.


Tidak lama setelah Feri membuatkan teh manis hangat untuk Indri , akhir nya pria itu kembali datang dengan gelas di tangan kanan nya.


"Sayang,ini teh manis hangat milik mu!"Jelas Feri lalu meletakan gelas berisi teh di atas nakas.


Telapak tangan Feri mengusap pipi Indri perlahan,tatapan mata nya kini terlihat sendu,seolah tidak rela melihat istri nya seperti saat ini .


"Mas kepala ku pusing!"Cicit nya pelan dengan mata yang terus terpejam.


"Minumlah teh nya terlebih dulu,setelah itu kita ke Dokter."Jelas Feri kembali,lalu memberikan gelas berisi teh ke pada Indri .


Perlahan Indrin membuka mata,lalu menerima gelas yang di berikan suaminya.


"Sudah?!"Tanya Feri kepada Indri yang kembali memberikan gelas kepada dirinya.


"Sudah mas."Jawab nya lemas.


"Cepatlah sembuh,aku sudah membeli tiket untuk kita berdua pergi berbulan madu."Tutur Feri yang tak henti nya mengusap pipi istrinya.


"Bulan madu ?!"Tanya Indri yang lansung membuka mata nya.


"Iya,aku sudah mengajukan cuti ku kepada Aldrich, tapi istriku ini malah sakit."Jelas Feri yang langasung merogoh saku celana nya , lalu memperlihat kan tiket online yang di beli nya.


"Kita akan ke pantai?"Tanya Indri dengan senyuman nya.


"Iya."Sahut Feri yang juga tersenyum ke arah Indri .


Dengan wajah yang berbinar kedua nya berpelukan cukup erat,begitu pun dengan Indri yang seolah lupa dengan rasa pusing dan mual nya.


"Karena mas sudah memberiku hadiah,maka aku pun akan memberi mas hadiah."Kata Indri.


Tangan Indri lansung meraih laci nakas di sisi nya,lalu membawa sesuatu untuk di berika kepada Feri.


"Ini untuk suamiku tercinta."Ucap Indri dengan senyuman.


Mata Feri terus menatap Indri,kening nya mengerut,kedua alis nya mengangkat seolah bingun dan mencari jawaban dari istrinya itu.


"Kenapa kita jadi bertukar hadiah!"Cicit Feri sambil berdecik.


Suami dari Indri itu bahkan sudah terlihat malu ketika menerima hadiah dari istrinya.


Setelah membuka tutup kotak tersebut,Feri terlihat kebingungan,sampai kembali menatap Indri penuh tanya.


Lama Feri terlihat diam dan terus mencerna maksud dari isi kado yang istrinya berikan,akhir nya raut wajah pria di hadapan Indri berbinar,dengan mata yang sudah berkaca-kaca,ketika mengerti apa maksud dari isi kado tersebut.



"Sayang kamu?!"Ucapan nya terhenti ketika Feri melihat ke arah Indri, lalu istri nya menganguk.


Seketika Feri melemparkan kotak tersebuk,lalu berjingkrak sambil terus tersenyum seperti anak kecil yang baru saja mendapat kan permen.


"Wuw...istri gw hamil!!"Teriakan Feri pun menggema di dalam ruangan .


Indri hanya ikut tersentum ketika melihat reaksi Feri yang begitu sangat bahagia ketika mengetahui dirinya tengah mengandung buah cinta mereka berdua.


"Terinakasih sayang."Ucap Feri lalu kembali memeluk Indri.


"Terimakasih kembali Dady."Balas Indri lalu menusap punggung Feri yang terus memeluk nya.


Cukup lama Feri terus memeluk Indri,sampai suara isak tangis pun terdengar jelas di telinga Indri.


"Mas kamu nangis?!"Tanya Indri yang lansung merenggang kan pelukan nya lalu menatap wajah Feri .


"Ohh...Ayolah ! kenapa suami mu ini cengeng sekali."Ujar Feri lalu menyusut air di ujung mata nya.


โ€”Cup..


Indri mencium bibir Feri lalu tersenyum.


"Kita akan babymoon,tapi sebelum itu kita harus ke Dokter spesialis kandungan."Jelas Feri."Aku akan menanyakan siapa Dokter kandungan yang dulu menangani Nabila!"Tutur Feri lalu mengambil ponsel nya yang tergeletak di atas kasur.


Namun sebelum Feri melakukan panggilan,tangan Indri lansung menahan nya.


"Mas aku sudah menanyakan tadi pada Nabila."Sergah nya.


"Oh ya ?"Feri meyakinkan Indri.


"He'em,tadi Nabila berkunjung kesini mas.Dan tidak usah menghubungi mereka,karena kata Nabila mereka akan berbuka puasa malam ini."Jelas Indri.


"Berbuka puasa?memang nya mereka puasa apa hari ini?!"Tanya Feri yang tidak peka dengan apa yang di kata kan Indri.


"Mas!mereka bukan sembarang berbuka puasa."Indri mendengus kesal.


"Oh jadi mereka?"Feri tidak menerus kan perkataan nya.


"Iya mas !apa lagi?!"Ucap Indri.


"Apa aku boleh berbuka juga?!"Kata Feri sambil mengedip kan mata nya.


"Tidak boleh sembarangan,kita harus tanya Dokter dulu!"Tutur Indri .


Feri mengulum senyum nya lalu kembali memeluk Indri dan mengusap perut indri yang masih terlihat rata.


"Hi anak Dady."Sapa nya kepada janin di dalam perut Indri .


Sedang asik bermain dengan perut istrinya,tiba-tiba saja Indri mendorong tubuh Feri ,lalu berlari ke arah kamar mandi dengan telapak tangan menutupi mulut nya .


"Sayang jangan berlari itu bahaya!!"Teriak Feri namun di abai kan oleh Indri yang sudah merasa isi perut nya akan segera ke luar.


"Uwek..."


"Uwek..."


Indri kembali memuntah kan cairan bening,wajah nya sudah sangat merah dengan mata yang berkaca-caka.


Tidak lama setelah Indri berdiri di depan washtafel, tangan Feri lansung terasa di tengkuk dan memijat nya perlahan .


"Lain kali tidak boleh berlari,muntah kan saja di sana , biar aku yang bersihkan dari pada kamu membahaya kan diri mu dan bayi kita."Tutur Feri lembut yang tak henti nya memijat Indri .


...TBC๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€...


...JANGAN LUPA FOLLOW ,LIKE ,VOTE DAN KOMEN YA GENGS ๐Ÿ˜š๐Ÿ˜š....