
Dor...
Dor...
Dor...
" Buka pintu nya bangsat !!" Teriakan suara Aldrich hingga menggema di sebuah lorong apartemen tempat nya berada saat ini .
Cekrek***
Pintu apartemen pun terbuka , lalu dengan keras nya Aldrich mendorong .
Brakk..
" Di mana istri gw bangsat ?!" Mata nya memerah , rahat Aldrich sudah mengeras dengan tangan yang mencengkram kerah kemeja Raynan.
Raynan hanya terdiam , netra nya terus menatap Aldrich dengan tatapan sinis dan memberi nya senyum mengejek .
" Lo sembunyiin di mana anjing ?! hah? " Cecar Aldrich terus menerus meneriaki Raynan dengan kata kasar.
" Gw gak sembunyiin siapa-siapa bro ! tenangin sedikit emosi loh " Ujar Raynan yang semakin membuat Aldrich naik pitam .
-Bugh..
Raynan tersungkur ketika ia mendapat kan bogem mentah dari Aldrich .
Senyum menyeringai kembali Raynan tampakan , bukan nya meringis mendapat kan pukulan yang cukup kencang , tapi justru Raynan seperti terus-menerus memancing emosi Aldrich .
" Masalah lo cuma sama gw ! jangan bawa-bawa Nabila " Kedua tangan kokoh nya kembali menarik kerah kemeja Raynan hingga membuat pria dengan luka di sudut bibir nya berdiri kembali.
" Ck .Aldrich-Aldrich , sudah beberapa tahun tidak bertemu dengan mu , namun nampak nya sikap tolol mu itu tidak hilang-hilang , bahkan ketika sudah berpisah dari mantan kekasih ku " Ujar Raynan penuh penekanan .
" Gw bilang , di mana istri gw bajingan ! kemana lo bawa dia ? jangan jadiin dia kambing hitam cuma buat balas rasa sakit lo ke gw " Jelas Aldrich .
-Plakk..
Kedua tangan Raynan menepis keras lengan Aldrich yang masih mencengkram kuat kerah baju nya , lalu berbalik mencengkram kaos yang Aldrich kenakan .
" Berhentilah meneriaki dirimu sendiri bangsat " Kecam Raynan.
" Aku jelas kan terlebih dulu , awal nya aku mendekati nya karena memang ingin menghancur kan mu , tapi semakin kesini ! ternyata istri mu berbeda dari wanita kebanyak , jadi biarkanlah aku mengagumi istri cantik mu itu " Senyum Raynan menyeringai , kedua mata elang itu saling bertatap .
-Brugh..
Aldrich memekul Raynan kembali .
" Keparat , bisa-bisa nya mulut busuk mu itu berbicara hal yang sangat menjijik kan " Kata Aldrich dengan suara berat .
Hahahahahahahahahaha....
Raynan pun tertawa kencang , menertawai apa yang baru saja Aldrich katakan kepadanya .
" Jelas bisa Al , kau bisa merebut Ghina dari ku dulu ! menurut mu aku tidal bisa merebut Nabila dari mu sekarang ?! oh ayolah Ghina masih bersama mu ,jadi berikan saja Nabila padaku !" Ujar Raynan santai dengan senyum mengembang di setiap sudut bibir nya .
" CUKUP !! , bahkan sampai titik darah penghabisan aku tidak akan pernah membiar kan Nabila jatuh ke tangan mu !!" Aldrich terus berteriak , tatapan mata nya penuh amarah .
" Ck . tuan Aldrich yang terhormat ! sekarang saja nasib rumah tangga mu sudah berada dalam ke hancuran , dan itu bukan karena ku ! tapi kerena ulah mu dengan Ghina "Jelas Raynan kembali .
Netra kedua nya terus bertatapan , Aldrich yang selalu menatap Raynan dengan tatapan mematikan , berbeda dengan Raynan yang menatap nya penuh dengan ejekan .
Brugg..
Brugg..
Brakk..
Berkali-kali Aldrich menghadiahi Raynan dengan pukulan , namun tidak sekali pun Raynan membalas pukulan nya .
" Apa sekarang kau se pengecut itu hingga tidak mampu membalas pukulan ku ?!" Kata Aldrich .
" Untuk apa aku membalas pukulan mu hah ? tidak ada gunanya ! " Sahut Raynan.
" Aku tidak tahu ! " Jawab Raynan .
" Kau yang mengantar nya , mana mingkin kau tidak tahu hah?! jangan pikir aku ini lelaki bodoh " Jelas Aldrich dengan nada bicara penuh amarah .
" Hahahaah... kau memang bodoh , bisa-bisa nya kau membuat Nabila menangis karena melihat adegan panas di kantor mu sendiri , kau tahu Aldrich , dia menangis tersedu-sedu ketika menjelas kan semua pada orang tua mu . Bahkan dia terlihat jijik ketika menjelas kan suara decapan pautan bibir mu bersama Ghina ".
" Berhenti membual , dan kata kan di mana kau menyembunyi kan istri ku ?" Ujar Aldrich.
" Ayolah bahkan kau pasti sudah tahu di mana di berada !"Jawab Raynan santai .
" Jangan pernah berfikir bisa mendapat kan miliku , itu jelas tidak akan pernah terjadi " Aldrich pun melepas kan cengkraman nya , lalu beranjak pergi dari apartemen milik Raynan.
" Hey !! aku tidak seperti mu yang merebut milik orang lain , tapi aku akan membuat nya menjadi miliku atas kehendak nya !!" Cecar Raynan.
Dengan langkah cepat , Aldrich berlalu meninggal kan Raynan dengan luka di sudut bibir nya , bahkan Aldrich tidak lagi menoleh ketika Raynan mengutarakan ke inginan nya membawa Nabila ke dalam pelukana nya .
" Itu tidak akan terjadi , dan tidak boleh terjadi !" Gumam Aldrich dengan langkah lebar nya memesuki pintu lift yang sudah terbuka.
Mobil mewah milik Aldrich sudah melaju sangat kencang , berjalan ke arah jalan utama .
Sementara Aldrich yang sudah terlihat gusar , beberapa kali ia memukul setir mobil cukup keras .
Lampu-lampu kota menjadi saksi pencarian Aldrich malam ini , langit sudah sangat gelap , bahkan jam sudah menunjukan pukul sembilan malam , namun niat nya menemukan Nabila tidak membuah kan hasil.
Mobil mewah Aldrich pun menepi di bahu jalan , tangan nya merogoh ponsel yang berada di dalam saku celana nya .
Berkali-kali Aldrich menghubungi ponsel Nabila , namun nihil .Jawaban operator masih sama .
NOMOR YANG ANDA TUJU SEDANG TIDAK AKTIF ! COBALAH BEBERAPA SAAT LAGI .
Ponsel mahal keluaran terbaru dengan kamera tiga di belakang nya , logo apel yang di makan di lempar begitu saja ke arah kursi belang.
Brak..
Mata nya terpejam , jemari tangan nya meremas kuat rambut diri nya sendiri .
" Sayag kamu di mana ?" Liri Aldrich , pautan jari tangan yang saling meremas pun terlepas , kini telapak tangan nya mengusap kasar wajah nya yang sedang terlihat penuh ke khawatiran .
Setelah menepikan mobil nya cukup lama , mobil itu kembali melaju dengan kecepatan sedang.
Mata nya meneliti ke arah kuar , mencoba mencari keberadaan wanita yang sangat Aldrich cintai.
" Sayang kamu di mana ? aku tahu bodoh , aku bajingan . Kenapa dengan mudah nya membalas ciuman Ghina , aku khilaf sayang ! aku terlalu merindukan mu , hingga aku berfikir Ghina adalah dirimu ketika mata ku terpejam " Aldrich terus merutuki apa yang sudah ia perbuat hingga membuat Nabila pergi dari nya .
Tiga jam Aldrich menyusuri jalanan , mencoba menemukan Nabila , namun hasil nya sia-sia .
Mobil Aldrich pun terparkir , seorang wanita menunggu nya di ambang pintu dengan ke adaan cemas .
" Kenapa mamih belum tidur ?" Tanya Aldrich .
" Mamih nungguin kamu " Jawab Sinta .
" Mih apa Aldrich sangat keterlaluan ?" .
" Tentu saja , bisa-bisa nya kamu berciuam di kantor , bahkan di hadapan istri mu , Nabila sampai mengadu , Feri juga mendukung perbuatan mu , sampai ia menghalangi Nabila " Jelas Sinta.
" Kesalah pahaman ini bertumpuk Al , dari Feri yang seperti berusaha menutupi kesalahan mu , hingga adegan itu di lihat lansung oleh Nabila , maka dari itu , selesai kan dulu urusan mu dengan mantan kekasih Raynan itu " Ujar Sinta lalu di angguki Aldrich .
TBCππππ
...πππππ...
Jangan lupa ! author minta like , komen dan vote nya .
Dukung selalu author , biar makin semangat crazy up nya.
Sun jauh lagi ππππ.