STORY AFTER MARRIED

STORY AFTER MARRIED
Eps 107



"Kita mau kemana?!"Tanya Asila kepada pria di sebelah nya yang terus sibuk memegang setir mobil dan memacu nya dengan kecepatan sedang.


"Ke rumah orang tua ku!"Sahut Raynan santai tampa mengalih kan pandangan nya.


Asila pun lansung tersentak kaget, mata nya membulat denga mulut yang terbuka.


"Aku nggak mau!"Tolak nya tampa basa-basi.


Nahas mobil yang Raynan kemudikan sudah terlanjur berbelok dan memasuki rumah mewah dan terlihat besar.


"Sampai!"Raynan lansung membuka seatbelt nya lalu turun dari mobil.


—BRUGH..


Tatapan mata Asila terus tertuju pada Raynan yang sedang berjalan memutari mobil, lalu membuka pintu mobil di sebelah nya.


Raut wajah Asila sudah terlihat masam saat ini, rasa nya ia ingin menghilang saat ini juga, tapi dia tetaplah manusia biasa yang tidak bisa membaca mantra lalu menghilang dan lansung berada di tempat lain.


–Dreuk...


"Ayo turun!"Ajak Raynan.


Dengan cepat Asila menggeleng kan kepala nya, menolak untuk Raynan bawa ke dalam rumah besar milik nya.


"Asila aku sudah jauh-jauh membawa mu kesini, masa nggak mau turun!"Cicit Raynan.


"Kamu nggak bilang mau ketemu orang tua mu tadi!"Pekit Asila.


"Iya tapi barusan udah bilang kan!"Jelas Raynan tidak mau kalah.


"Antar aku pulang saja, rasa nya perut ku jadi sembelit begini!"Asila meremas perut nya dengan raut wajah yang sudah pasti di buat-buat.


"Di rumah ku ada empat kamar mandi plus toilet, terserah kamu mau pakai yang mana!"Jelas Raynan.


Wajah Asila lansung memerah, gadis itu menahan tangis yang akan segera pecah.


"Aku mau pulang saja."Cicit Asila dengan suara bergetar.


Sementara itu sepasang mata sudah memantau dari jauh, telinga nya mendengar jelas ke datangan mobil milik putra nya, namun pria itu tidak kunjung masuk hingga Yulia memutus kan untuk segera menghampiri nya keluar rumah.


"Ray! kenapa masih diam di situ?"Panggil wanita dengan rambut yang sudah berwarna putih dan sangul besar nya.


Mendengar panggilan seseorang Asila semakin merosot dari duduk nya, berusaha menyembunyikan tubuh nya agar tidak terlihat.


TAK...TAK..TAK..TAK...


Suara tapak kaki seseorang semakin mendekat, hingga Asila menggigit bibir bawah nya cukup keras sambil menatap Raynan sendu.


"Loh ini siapa?"Tanya Yulia terkejut namun masih tersenyum.


Merasa dirinya sudah tertangkap basah, Asila lansung menegakan duduk nya lalu tersenyum ramah ke arah Yulia.


"Kenapa tidak di bawa masuk Ray! kau ini seperti yang tidak pernah di ajarkan sopan santun!"Yulia mengomel kepada Raynan yang terus berdiri di ambang pintu mobil putih milik nya.


"Ayo masuk nak!"Ajak nya lalu membawa telapak tangan Asila dan menarik nya.


Asila hanya diam, tidak menolak atau banyak bicara.Prempuan itu hanya menurut dan mengikuti langkah kaki wanita di hadapan nya.


Raynan hanya terus mengulum senyum, pria itu berjalan pelahan mengekor di antara ke dua wanita yang mulai terlihat akrab.


"Silahkan duduk!"Titah Yulia ketika mereka sampai di ruang keluarga.


"Terimakasih nyonya!"Ucap Asila yang terus terlihat senggan dan malu-malu.


"No! jangan panggil begitu, mamah! panggil mamah kaya Raynan manggil saya!"Yulia pun terus tersenyum ke arah Asila.


"I-iya mah."Asila gugup.


"Mamah ke belakang dulu!"Ujar Yulia lalu pergi meninggal kan Asila bersama Raynan hanya berdua.


"Pak saya mau pulang!"Asila merengek sambil memohon.


"Enak saja pak! emang nya kamu anak aku."Cicit Raynan.


"Iya tapi saya nggak enak, pulang aja yah aku.. asma ku kambuh!"Seribu jurus Asila kerah kan, namun Raynan seolah tidak peduli.


"Asila denger! aku udah dua kali di tikung, aku nggak mau di tikung lagi!."Jelas nya sampai membuat Asila menga-nga.


"Di tikung?!"Pekik nya penuh tanya.


"Feri dan bos mu yang merebut pacar saya dulu!"Sahut Raynan.


"Jadi Bu Indri sama bu Nabila!"Asila menatap Raynan tak percaya.


(Bukan buata darat yah😅)


"Bukan, mantan pacar Aldrich dulu pacar saya,kalo istri Feri juga belum sempet pacaran sih."Gumam Raynan.


"Ya ampun GGM!"Kata Asila.


"Apaan tuh?!"


"Gangeng-ganteng malang!"Ledek Asila sambil tertawa.


—Ceprett!!


"Ahhhhh! sakit."


Plak..


Asila membalas sentilan Raynan di kuping nya dengan pukulan di lengan yang sangat keras hingga berbunyi nyaring.


"Oh udah berani yah!"Bisik Raynan,lalu kembali mendekat untuk membalas Asila.


"Ampun!"Teriak Asila.


"Ehh..hey..hey.."Yulia menarik bahu Raynan agar tidak menyentuk Asila.


"Bandel..bandel..bandel.."Tutur nya sambil memukul-mukul Raynan.


"Pantes aja jomblo mulu, anak nya bandel banget."Cicit Yulia yang terlihat kesal kepada putra bungsu nya.


"Mah udah ya, kasian mas Raynan."Asila menahan lengan Yulia.


Yulia pun ikut duduk bersama Asila.


"Nama kamu siapa? mama ko lupa ya."Kata Yulia kepada gadis di samping nya.


"Asila mah!"Sahut nya.


"Asila, kalau Raynan nakal! kasih tau mamah ya biar mamah pukul pantat nya."Tegas Yulia lalu mengalih kan pandangan nya kepada Raynan yang terlihat diam dam memperhatikan.


"Udah berapa lama kamu pacaran sama Rayan sayang?!"Yulia benar-benar seperti sedang berbicara kepada anak gadis nya, bahkan wanita paruh baya itu perlahan dengan hati-hati menyibakan anak rambut yang mengganggu wajah cantik Asila.


"Asila nggak pacaran!"Sahut nya jujur.


"Belum!"Raynan mempertegas.


"Mah Asila bukan pacar Raynan, Asila cuma.."Belum sempat menyelesai kan Yulia lansung memotong nya.


"Babysiter di rumah Aldrich?"Ucap Yulia tersenyum lalu menatap Asila.


"Mama udah tahu?!"Lirih Asila menatap wanita di hadapan nya tidak percaya.


"Raynan sudah bilang."Jelas nya.


Asila pun mengangguk, lalu menatap Raynan yang ternyata benar-benar serius dengan ucapan yang pernah di utara kan beberapa waktu lalu.


"Asila saya tidak mau berbasa basi, umur saya sudah tiga satu! udah nggak ada waktu lagi!"Kata Raynan.


"Iya tapi kita belum kenal lama, hanya beberapa bulan saja!"Sahut Asila.


"Kalian bisa saling mengenal kalau sudah menikah!"Sambar Yulia."Sekarang katakan alamat rumah mu, mamah sama papa juga Maura kaka nya Raynan akan segera berkunjung."Mata Asila membulat.


"Mama mau ngelamar?!"Cicit nya terkejut.


Yulia menggeleng kan kepala.


"Raynan yang mau lamar kamu sayang."Yulia memperjelas.


Entah harus senang atau sedih, tapi hari ini benar-benar membuat Asila terkejut dengan ke gigihan Raynan yang ingin memper istrinya.


"Jadi gimana?"Tanya Yulia.


"Kalau niat mamah sekeluarga baik, kenapa Asila harus menolak."Ujar nya tersenyum lalu menghambur ke dalam pelukan Yulia.


"Besok kita kesana yah! beri tahu orang tua kamu, kami akan kesana dengan niat baik!"Tutur Yulia dengan tangan terus mengusap punggung Asila.


...TBC🍀🍀🍀...


...FOLLOW, LIKE, VOTE, DAN KOMEN NYA....


...UP NYA BESOK LAGI YA, OTHOR BELUM NGERJAIN TUGAS RUMAH HEHE MANA SEHARIAN BELUM MANDI LAGI!! DEMI SIAPA COBA KALAU BUKAN KALIAN😅...