
Siang hari tepat nya pukul setengah sebelas siang . Indri yang baru saja turun dari taxi kini tengah berjalan menuju gedung bertingkat tempat suami nya bekerja .
" Selamat siang ada yang bisa saya bantu ?" Sapa seorang wanita yang kini sedang berdiri di meja resepsionis pada Indri .
" Siang , mbak saya mau ketemu Feri !"Jawab Indri sambil tersenyum .
" Sudah membuat janji ?" Tanya nya nya kembali.
" Sudah ," Sahut Indri .
" Baiklah , silahkan lurus dan gunakan lift sebelah kanan untuk menuju ruangan pak Feri ,"Jelas nya sambil tersenyum kepada Indri .
Indri mengangguk seraya tersenyum ramah , lalu beranjak pergi untuk segera menemui suaminya .
Sesuai arahan , Indri pun masuk ke dalam pintu Lift sebelah kanan , yang hanya memiliki satu tombol dengan angka tujuh .
Ting...
Setelah beberapa detik di dalam lift , akhir nya Indri sampai di lantai paling atas , suasana nya tidak terlalu ramai seperti di bawah ,manik Indri lansung melihat suami nya tengah duduk dengan laptop menyala di hadapan nya .
Tap..
Tap..
Tap..
Suara langkah kaki Indri mampu membuat Feri yang sedang sibuk menoleh ke arah wanita cantik yang sedang berjalan ke arah nya .
Rambut terurai , bibir berwarna merah alami dengan celana jeans dan atasan putih di padukan dengan blazer berwarna coklat muda mampu membuat pria itu terdiam , terus menatap Indri yang semakin mendekat tampa berkedip .
" Mass !!"Panggi Indri sambil melambai kan tangan di hadapan suami nya .
" Mas !" Indri kembali melambai kan tangan nya ketika Feri terus menatap nya dengan diam hingga membuat Indri sedikit takut .
Plak..
" Mas kamu kenapa ?" Tanya Indri sambil menepuk-nepuk lengan Feri yang sedang menyentuh keyboar laptop.
" Yes babe ," Akhir nya Feri menjawab panggilan Indri .
" Ish...Kamu bikin aku takut ," Jelas Indri cemberut .
" Kenapa kamu dan-dan secantik ini , bagai mana kalau Raynan kesini ?!"Ujar Feri lalu menarik Indri agar duduk di kursi nya .
" Kok jadi Raynan sih !" Ujar Indri .
" Udah jam makan siang , kita ke ruangan pribadi ku ," Bukan nya menjawab Feri malah kembali menarik tangan Indri berjalan menuju pintu di sebelah suarang Aldrich.
Ceklek...
Feri mendorong perlahan pintu ruangan nya membiar kan Indri masuk terlebih dulu .
Indri yang sudah berada di dalam ruangan lebih dulu menatap sekeliling penuh kagum.
" Ini ruangan kamu mas ?" Tanya Indri .
" Hemm tentu saja ruangan suami mu sayang , tidak mungkin ruangan Aldrich ," Kata Feri pelan , langkah kaki nya mendekat ke arah Indri yang terus berjalan perlahan ke arah taman yang berada di luar ruangan milik nya .
" Suami Nabila hebat , dia bisa membuat taman di lantai tujuh sekali pun ," Ujar Indri sambil tersenyum .
Brugg...
" Mas !!" Cicit Indri ketika berbalik lalu menabrak tubuh kekar suaminya .
Tangan Feri lansung menarik pinggang Indri agar kembali mendekat ke pada dirinya .
-Cup..
Dengan cepat Feri mencium bibir Indri yang sangat di rindukan nya .
" Mas ini di kantor !" Kata Indri pelan sambil terus berusaha melepas kan tubuh nya dari cengkraman tangan milik Feri .
" Aku tahu sayang , suami mu ini hanya merindukan mu.Rasa nya ingin segera pulang dan bermain perang-perangan bersama mu di apartemen nanti ," Ujar Feri dengan senyum menggoda .
" Aku tidak mau , milik ku bisa-bisa lecet kalau terus-terusan di gempur ," Jawab Indri .
" Sehari tiga ronde nggak mungkin lecet sayang," Sahut Feri .
" Kok nggak mungkin sih ! aku pipis aja udah perih yah ," Tegas Indri dengan mata yang sudah sedikit melotot.
Ceklek ...
"Fer !!" Panggil Aldrich setengah berteriak .
Melihat Feri yang sedang memeluk tubuh Indri , dengan cepat Aldrich berbalik arah .
" Dasar pengantin baru , kalian bisa melakukan nya di rumah !!" Ucap Aldrich sambil mendengus kesal ketika melihat adegan yang akan membuat nya semakin tidak betah di kantor .
Indri lansung mendorong tubuh Feri sekuat tenaga sampai tangan suami nya terlepas dari pinggang nya .
" Kita hanya ingin makan siang bersama Al ," Tutur Feri sambil tersenyum .
" Makan siang macam apa yang kau maksud Feri ?!"Aldrich benar-benar kesal dengan kelakuan asisten nya itu .
" Istri ku membawa kan makan siang Al , jadi aku akan makan terlebih dulu ," Jelas Feri yang sudah duduk di atas sofa.
" Sombong sekali , Nabila kalo nggak sibuk jagain Queen juga pasti bikini gw makan siang . Kalo udah selesai cepatan ke ruangan gw !"Cecar Aldrich lalu keluar dan menutup pintu ruangan sedikit kencang .
" Mas aku bilang apa ? ini di kantor , gara-gara kamu tuan Aldrich marah ," Suara Indri memekik karena merasa tidak enak dengan suami sahabat nya itu .
" Dia tidak marah sayang , hanya merasa kesal karena masih psbb dan di lockdown sama Nabila ," Jelas Feri .
Duk..
Duk..
" Sini duduk , kita makan bersama ," Ajak Feri sembari menepuk sisi kosong di samping nya .
Mendengar perintah dari Feri , Indri pun lansung duduk di sebelah suami nya , lalu membuka kan tempat makan untuk Feri .
" Loh , kamu masak lagi ?" Tanya Feri ketika melihat nasi goreng yang di bawa istri nya .
" He'em , aku bikin masi goreng seafood aja biar kamu nggak sakit perut ," Kata Indri .
" Udang balado nya ?!" Tanya Feri .
" Aku simpan untuk makan malam ku nanti mas ," Jelas Indri .
" Kenapa tidak menambah kan nya , aku suka udang balado buatan mu , meski sedikit terasa pedas ," Ujar Feri sambil menyuapi nasi goreng buatan Indri ke mulut nya .
" Tidak usah , aku tidak mau kamu sakit perut lagi seperti tadi pagi , padahal cuma nyobain dua ekor tapi lansung sakit perut ," Ucap Indri sambil tersenyum .
" Shuttt , jangan bahas itu lagi , ayo makan !"Feri lansung memberi satu sendok nasi di depan bibir Indri .
Suapan demi suapan pun Feri berikan untuk dirinya dan Indri , sampai tempat nasi yang awal nya berisi penuh kini tandas tampa sisa .
Setelah selesai , Indri lansung berjalan ke arah dispenser yang berada di sudut ruangan , lalu membawa gelas dan mengisi nya sampai penuh.
" Minum nya sayang ," Ujar Indri sambil memberikan satu gelas air hangat .
" Apa ?!" Feri tertegung ketika mendengar kata sayang dari Indri .
" Ini minum nya ," Timpa Indri .
" Bukan yang itu ?!" Ucap Feri sambil memejam kan mata nya .
" Yang mana ?!" Indri lansung terlihat bingung .
" Sayang . Kamu bilang itu tadi ," Indri terlihat berpikir sesaat .
" Oh ya , aku tidak ingat ," Elak Indri , jelas-jelas ia ingat namun malu mengakui karena ia sendiri tidak sadar ketika ia mengatakan nya .
" Kamu berbohong , aku akan menghukum mu nanti di rumah ," Goda Feri sambil menyeringai sampai membuat bulukuduk Indri berdiri.
" Aku akan ke ruangan Aldrich dulu , tunggu disini dan jangan kemana-mana tampa izin dari ku ," Tutur Feri lalu berjalan ke arah pintu dan menghilang setelah ia keluar dan pintu kembali menutup dengan sendiri nya .
" Dasar mesum !!" Kata Indri sambil menggeleng kan kepala nya dan tersenyum .
TBCπππ
JANGAN LUPA LIKE , KOMEN DAN VOTE OKE .
SUN JAUH DARI AUTHOR πππ.