
" Mas hari ini mandi gak sih ?" Nabila mendengus kesal , satu tangan nya terus mencapit hidung denga kedua jari tangan ,lalu bernafas lewat mulut.
" Ya mandi dong ! " Sahut Aldrich , pandangan nya terus lurus kedepan dengan tangan memegang erat setir mobil.
" Ish sumpah ko bau banget si ? bukain aja deh kaca mobil nya , gak kuat aku !!" Jelas Nabila .
Mata Aldrich seketika menoleh ke arah Nabila , lalu mulai mencium kemeja yang di kenakan nya .
" Ini wangi yang kamu suka ko ?! bau dari mana nya ? " Ujar Aldrich yang sudah merasa tersingung dengan kelakuan Nabila yang terus menjepit hidung dengan kedua jari nya .
" Bukain kaca nya ! gak usah pake AC , aku gak kuat sama bau nya " Nabila memekik kesal .
" Sayang kamu kenapa sih , asam lambung emang ngaruh sama bau minyak wangi ? " Tanya Aldrich .
" Bukain sebelum aku muntah lagi !" Teriak Nabila .
Kaca mobil pun perlahan terbuka , wajah Nabila semakin mendekat ke arah jendela mobil , mata nya terpejam , lalu menarik nafas nya dalam seraya berkata .
" Ahhhhhh-akhir nya bisa nafas , seger banget " Hidung macung Nabila terlihat kembang kempis dengan mata terpejam , menikmati udara yang masuk ke dalam hidung nya.
Aldrich kembali menoleh ke arah Nabila , netra nya meneliti wajah cantik istrinya yang sedang menikmati udara siang hari.
Beberapa menit menempuh perjalanan ke rumah sakit , akhir nya mobil berwarna putih sudah berhenti di parkiran rumah sakit .
Aldrich kembali memangku Nabila , membawa Nabila masuk ke dalam ruangan IGD .
" Gak usah nutup hidung kali , tadi di gendong dari kontrakan sampai mobil biasa aja ! " Kata Aldrich dengan kaki yang terus melangkah .
" Tadi itu bau nya belum menyengat !" Sahut Nabila .
" Pegangang , nanti jatuh loh ." Bisik Aldrich .
Wanita yang sedang berada dalam pangkuan nya pun tidak menghirau kan perkataan Aldrich , dua jari tangan nya terus saja menjepit hidung mancung nya.
" Dok , tolong istri saya !" Setelah meletakan Nabila di atas ranjang IGD Aldrich langsung menghampiri Dokter jaga .
" Keluhan nya apa Bu?" Tanya Dokter sembari membawa alat tensi darah .
" Semalam saya kena hujan Dok , sempet bersin-bersin , terus kaya nya asam lambung saya naik " Jelas Nabila .
" Baiklah , kita periksa dulu tekanan darah nya " Kata Dokter tersebut.
Alat tensi darah sudah terpasang di lengan Nabila , perlahan mulai meremas kuat lengan Nabila , hingga Nabila merasa langan nya mulai berkedut.
" Darah nya normal , seratus tujuh belas per dua puluh " Jelas Dokter nya ,lalu memeriksa perut Nabila menggunakan stetoskop.
Seketika Dokter yang sedang memeriksa Nabila pun lansung melihat ke arah Aldrich yang sedang duduk di samping Nabila .
" Kapan haid terakhir anda ?" Tanya Dokter pada Nabila .
" Euh ?? tanggal berapa yah aku lupa Dok " Ujar Nabila .
" Sebaik nya nona lansung menemui Dokter OBGYN sekarang !"Jelas Dokter .
" Hah ? " Aldrich tersentak kaget . " Apakah pemyakit istri saya se- serius itu Dokter ?!" Tanya Aldrich , sontak Aldrich langsung berdiri dari duduk nya , dengan wajah yang sudah terkihat muram .
Dokter itu lansung terdiam , beberapa detik menatap Aldrich lalu Nabila .
" Apa kalian tidak tahu Dokter spesialis OBGYN ?! " Tanta Dokter tersebut seraya tersenyum penuh arti .
" Saya tidak tahu ! apa itu spesialis luka dalam atau semacam nya ?!" Cicit Aldrich panik .
" Baiklah , saya akan antar kalian kesana ! ".
Nabila menatap Aldrich cukup lama , raut wajah nya pun terlihat jelas sangat khawatir dan ketakutan .
" Mas apa aku harus di operasi ? kenapa harus periksa ke spesialis segala ? " Suara nya lirih , mata yang sudah sedikit berkaca-kaca itu pun menatap Aldrich sendu .
" Tidak apa-apa ! aku akan melakukan yang terbaik untuk mu." Sahut Aldrich , tangan nya sudah menyentuh Nabila untuk kembali memangku nya , namun Nabila lansung menepis tangan kekar Aldrich .
Plakk...
" Mau ngapain ?!" Mata nya melotot .
" Kamu lagi sakit " Kata Aldrich dengan suara pelan .
" Baju kamu bau ! aku gak mau di gendong lagi " Jelas nya dengan ketus.
Bola mata Aldrich pun memutar , hembusan nafas nya terdengar begitu jelas . Aldrich menatap Nabila sangat kesal , namun pria itu tidak bisa berbuat apa-apa.
Kaki Nabila mulai melangkah , mengikuti Dokter yang berniat mengantar nya ke salah satu Dokter spesialis .
Tampa menggunakan sendal , Nabila terus berjalan pelahan di belakang Dokter yang mengantar nya dengan rasa khawatir yang memenuhi pikiran wanita itu.
" Nona anda boleh menunggu di sini " Tunjuk nya pada kursi tunggu.
Aldrich pun mengangguk paham , lalu beranjak pergi meninggal kan Nabila yang sudah duduk di kursi tunggu .
Tangan nya meremas satu sama lain , suasana pun terasa semakin dingin , wajah nya terlihat pucat , apalagi ketika melihat seorang wanita yang perut nya sedikit besar duduk di sebrang kursi nya .
...YA TUHAN APA PENYAKIT LAMBUNG IBU NYA SUDAH SANGAT PARAH?, APA PENYAKIT KU JUGA SEPARAH ITU ?! AKU MENYESAL SUKA MAKAN YANG PEDES-PEDES . ...
...AKU TAKUT JARUM SUNTIK , APA LAGI PISAU OPERASI AKU GAK MAU .Gumam Nabila ....
Tubuh nya seketika terasa sangat lemas , pandangan nya terasa berputar , dengan pikiran yang di penuhi oleh bayang-bayang menakut kan nya ruang operasi.
Pandangan nya terus menatap ke bawah , mencoba menghilang kan rasa takut dalam diri nya saat ini.
Tiba-tiba seorang lelaki yang tidak lain adalah suaminya sendiri ,duduk di kursi kosong di dekat nya , lalu menggenggam tangan Nabila dengan bibir yang sedikit mengulum senyum .
" Mas aku mau pulang ! aku takut !" Pekik Nabila , dengan netra yang membulat sempurna .
" Apa kau tidak mau mengetahui sesuatau ? " Tanya Aldrich sambil tersenyum .
Nabila pun dengan cepat menggerakan kepala nya ke kiri dan kanan.
" Kita pulang please !! " Cicit Nabila .
" Tidak! kita tunggu di sini ! " Tegas Aldrich.
...MAS ! OBGYN ITU DOKTER SPESIALIS APA ?...
...-DOKTER KANDUNGAN TUAN ....
Aldrich pun terus mengulum senyum , apalagi ketika melihat Nabila yang sangat ketakutan , membuat mimik wajah istri nya terlihat lebih lucu .
" NY. NABILA ADRIANA YOHANES MAHARDIKA !" Panggil seseorang yang berdiri di ambang pintu ruang praktek .
Nabila pun tersentak , lalu menatap Aldrich panik.
" GILA NAMA AKU JADI PANJANG BANGET DI SINI ".
" Ayok !" Aldrich pun berdiri , tangan nya terulur ke arah Nabila .
Dengan sangat terpaksa , Nabila pun menerima uluran tangan Aldrich , lalu berjalan di belakang Aldrich .
" Selamat siang "Sapa seorang Dokter .
" Siang Dokter " Jawab Nabila dengan senyum yang sedikit di paksakan.
Nabila dan Aldrich pun duduk bersebelahan di hadapan seorang Dokter wanita yang mungkin umur nya sama dengan ibu mertua nya.
Dokter . Ratna , nama nya.
" Ada keluhan apa ?" Tanya Dokter tersebut .
" Euhh , semalam saya kehujanan , pagi nya bersin-bersin , terus karena telat makan asam lambung saya naik lagi Dok.Ta-tapi saya takut jarum suntik Dok , jadi saya mohon banget , separah apapun penyakit saya , jangan di suntik ! saya siap minum obat sebanyak apapun ko Dok " Cecar Nabila panjang lebar , hingga membuat dua orang di raungan tersenyum .
" Silah kan berbaring di sana " Dokter pun beranjak , lalu berdiri di atas berangkar yang ada di ruangan nya .
Tubuh Nabila mulai berbaring , mata nya terus menatap Aldrich ,lalu tangan yang mencengkram tangan suaminya kuat .
" Dok kenapa di buka ?!" Tanya Nabila panik .
" Kita periksa dulu ya ." Sahut Dokter santai.
Perut rata Nabila sudah di olesi Gel , lalu sebuah alat mulai menyentuh permukaan kulit perut nya dan sedikit menekan .
" Nah , usianya sudah memasuki minggu ke delapan " Jelas Dokter , lalu tersenyum .
Aldrich tersenyum , tampa memperdulikan keberadaan sang Dokter , pria itu lansung memeluk istrinya yang masih berbaring .
" Terimakasih sayang " Kata Aldrich .
" Aku bingung itu gambar apa ?!" Bisik Nabila di telingan Aldrich.
Seketika Aldrich melepas kan pelukan nya , lalu manik indah kedua nya saling beradu pandang .
" Itu anak kita " Jelas Aldrich lirih .
TBCππππ
...πππππ...
HAYOH LIKE , HADIAH SAMA VOTE NYA MANA ?!βΊπ€