
Malam hari , tepat nya pukul sepuluh malam.
Seorang gadis turun dari taxi di delan gerbang rumah milik kedua orang tua Aldrich .
" Pak Rahmat ?!" Panggil Nabila di luar gerbang .
Pria yang sedang duduk di pos security pun lansung menoleh .
" Eh enon pulang ?" Wajah nya berbinar , langkah nya sedikit berlari ,lalu mulai membuka kunci gerbang .
Trek..
Trek..
" Pak , mas Aldrich ada ? " Tanya Nabila ramah sambil dengan tatapan sendu.
" Aden keluar non , bawa mobil gak tau mau kemana !" Jelas pak Rahmat sambil tersenyum , lalu di jawab anggukan oleh Nabila.
Pintu gerbang rumah pun terbuka lebar , Nabila pun lansung berjalan masuk ke arah pintu utama .
Tok..
Tok..
Tok..
Beberapa detik Nabila menunggu di depan pintu sambil berdiri , akhir nya suara kuncu pun terdengar , lalu pintu terbuka denga bi Marni di belakang nya .
" Eh non , ayo masuk !" Cicit Marni kepada istri tuan muda nya .
" Udah pada tidur ya bi ?" Tanya Nabila , tubuh nya belum bergerak sedikit pun , ia masih betah berdiri di ambang pintu .
" Iya non ! ayo masuk , udah malem , di luar dingin! " Ajak Marni .
" Bibi tau gak mas Aldrich kemana ?" Nabila menatap Marni dengan tatapan sendu , awal nya pulang ingin cepat bertemu dengan suami nya , namun pak Rahmat sudah memberi tahu bahwa Aldrich tidak ada di rumah .
" Tadi kalo gak salah denger aden mau ke apartemen nya " Jelas bi Marni .
" Oh ya sudah , Nabila ke apartemen aja ya bi, salamin aja buat papih sama mamih ! maaf kalo ganggu istirahat bibi " Cicit Nabila , senyum di bibir Nabila pun merekah , lalu beranjak pergi dari hadapan Marni .
Raut wajah nya terlihat lebih bahagia dari sebelum nya , ukiran senyum indah di bibir Nabila pun sedikit terpancar , setelah mengetahui keberadaan Aldrich sekarang.
" Non mau kemana lagi ? ini udah malem loh ?!" Rahmat sedikit kebingungan , karena perubahan raut wajah Nabila .
" Pak maaf ya ganggu , Nabila mau nyususl mas Aldrich " Tangan nya terus melambai ke arah pria berambut putih itu .
.......
Enam puluh menit Nabila berada dalam mobil taxi yang melaju dengan kecepatan sedang.
Akhir nya istri dari pimpiman MAHARDIKA GROUP itu sampai di tujuan dengan selamat , kaki Nabila terus melangkah di lorong apartemen lantai tiga belas .
Tubuh mungil itu berhenti di depan pintu apartemen yang pernah ia dan Aldrich huni.
Jari tangan nya mulai memijit code acses.
-Tlit..
Pintu pun terbuka , suasana di dalam terlihat remang, bau asap roko mulai menusuk hidung Nabila .
" Emmmmhhh , bau sekali " Cicit Nabila lalu mengibas-ngibas ka telapak tangan nya di udara.
Setelah masuk , pintu apartemen menutup dengan sendiri nya.
Kaki Nabila melangkah perlahan , hingga Nabila menemuka sosok laki-laki bertuh tinggi sedang berdiri menatap ke arah luar kaca besar apartemen nya.
Bibir nya tersenyum , tidak munapik bahwa setelah satu minggu tidak bersama suaminya , rasa rindu itu seperti menumpuk di dalam relung hati terdalam.
Langkah kaki terus berjalan , mengikis jarak di antara merek berdua.
Entah sengaja atau memang tidak sadar Aldrich terus menatap ke arah luar tampa menoleh ke arah Nabila yang sedang berjalan di belakang nya .
Tangan Nabila merentang , menelusup masuk di antara dua celah tangan kekar itu , lalu memeluk tubuh yang hanya bertelanjang dada dari belakang .
Aroma tubuh Aldrich kini tercium , wanita itu dengan manja nya menempel kan pipi nya di punggung Aldrich .
" Untuk apa kau kesini ?" Suara bariton itu terdengar dingin .
" Tentu saja aku ingin menemui suami ku !" Sahut Nabila dengan tangan yang terus melilit pinggang Aldrich erat.
Tangan Aldrich kembali mengangkat ke atas , menyesap sisa roko , lalu menjatuh kan puntung roko kebawah dan langsung menginjak nya .
" Kenapa meroko ?! " Tanya Nabila pelan .
" Maaf kan aku sudah egois " Ujar Nabila .
" Ck. Kau memang egois dan keras kepala " Cicit Aldrich sambil mendengus kesal.
" Iya seperti kau bukan ?! kita sama-sama keras kepala dan egois , dan aku akan mengalah sekarang , tidak ada gunanya saling gengsi , padahal udah saling rindu " Jawab Nabila .
" Apa kau minum ? " Tanya Nabila kembali .
" Sudah ku katakan! aku akan melakukan apa yang aku mau ! " Jawab Aldrich ketus .
" Apa mas tidak merindukan aku ? dari tadi kau terus bersikap dingin pada ku ".
Pria itu hanya terdiam , pandangan nya terus luruh kedepan dengan kedua tangan yang di benam kan di saku celana nya .
" Ah , aku datang di waktu yang tidak tepat , kau butuh waktu sendiri seperti nya " Ujar Nabila sesantai mungkin , bibir nya sedikit mengulum senyum .
Tangan kecil nya mulai melepas kan lilita di pinggang Aldrich .Kaki nya mulai mundur beberapa langkah , berhapap Aldrich akan mencegah nya , namun itu tidak terjadi , pria itu tetap terdiam tampa ada pergerakan sedikit pun .
Tubuh nya memutar , kaki nya terus berjalan ke arah pintu.
Bibir nya tersenyum , rasa rindu nya sudah sedikit terobati , walau Aldrich tidak menyambut nya dengan hangat .
Nabila memang masih kecewa kepada Aldrich , tapi dengan pernyataan nya tadi sore , itu sudah cukup bagi Nabila , bahwa suaminya benar-benar sudah sangat mencintai nya .
Nabila bukan bodoh , tapi dia hanya ingin bersikap dewasa .
Karena banyak hubungan yang hancur karena salah paham dan saling tidak mau mengalah .
Tangan Nabila mulai menyentuh gagang pintu , lalu menarik nya perlahan hingga pintu apartemen pun terbuka .
Netra nya kembali melihat kedalam , mencoba mencari seseorang yang akan menyusul nya.
" Ah sudahlah , mungkin Aldrich masih marah karena Raynan makan bersama ku tadi " Gumam Nabila lalu menutup pintu apartemen tersebut.
Sementara itu di dalam apartemen , seakan baru sadar kepergian istrinya , Aldrich langsung berbalik arah .
Mata nya sudah tidak melihat Nabila , kaki nyan lansung berjalan ke arah kamar , lalu mencari kaos untuk ia kenakan.
-Crekk..
Aldrich menarik knop pintu cukup keras , mata nya melihat ke arah lorong yang sedikit panjang dengan hanya di terangi lampu-lampu kecil.
Mata Aldrich melirik jam yang melekat di pergelangan tangan nya.
Jam sudah menunjukan pukul setengah dua belas.
Kaki nya berlari , terus melangkah ke arah pintu lift yang sedang berjalan kebawah .
Dengan gusar Aldrich menunggu pintu lift terbuka kembali.
Hingga beberapa detik suara pintu lift terbuka pun terdengar .
-Ting..
Dengan cepat Aldrich masuk , lalu mulai menekan tombol paling atas sebelah kiri.
Setelah berada di dalam filt sepuluh detik lama nya , Aldrich pun lansung berlari ketika pintu lift terbuka , mata nya terus memcari keberadaan Nabila .
Rasa khatir nya setelah membiar kan Nabila pulang larut malam pun mengangganggu isi otak Aldrich.
Hingga ketika ia berlari ke arah lobby , Aldrich melihat Nabila yang baru saja masuk ke dalam taxi .
" Hah !!" Aldrich menghela nafas nya , memandang sendu mobil yang kini tengah membawa istri nya pulang .
" Kurang garcep lo Aldrich " Pekik nya kesal pada dirinya sendiri.
HAYO SIAPA YANG GENGSIAN KAYA MAMAS ALDRICH NGAKU !!
LAGI ADA DI CUEKIN ,KALO PERGI DI CARI-CARI.
TBCππππ
...πΌπΌπΌπΌπΌ...
AYOLOH , AUTHOR TUNGGUIN HADIAH , VOTE , LIKE DAN KOMEN DARI KALIAN .
AUTHOR BUTUH ASUPAN BIAR JARI-JARI AUTHOR PADA SEMANGAT GERAK NYA π€π€.
SUN JAUH LAGI πππ β€ U π BUAT YANG SETIA NEMENIN AUTHOR .