STORY AFTER MARRIED

STORY AFTER MARRIED
Eps 54



Malam hari , tepat nya pukul sepuluh malam.


Seorang gadis turun dari taxi di delan gerbang rumah milik kedua orang tua Aldrich .


" Pak Rahmat ?!" Panggil Nabila di luar gerbang .


Pria yang sedang duduk di pos security pun lansung menoleh .


" Eh enon pulang ?" Wajah nya berbinar , langkah nya sedikit berlari ,lalu mulai membuka kunci gerbang .


Trek..


Trek..


" Pak , mas Aldrich ada ? " Tanya Nabila ramah sambil dengan tatapan sendu.


" Aden keluar non , bawa mobil gak tau mau kemana !" Jelas pak Rahmat sambil tersenyum , lalu di jawab anggukan oleh Nabila.


Pintu gerbang rumah pun terbuka lebar , Nabila pun lansung berjalan masuk ke arah pintu utama .


Tok..


Tok..


Tok..


Beberapa detik Nabila menunggu di depan pintu sambil berdiri , akhir nya suara kuncu pun terdengar , lalu pintu terbuka denga bi Marni di belakang nya .


" Eh non , ayo masuk !" Cicit Marni kepada istri tuan muda nya .


" Udah pada tidur ya bi ?" Tanya Nabila , tubuh nya belum bergerak sedikit pun , ia masih betah berdiri di ambang pintu .


" Iya non ! ayo masuk , udah malem , di luar dingin! " Ajak Marni .


" Bibi tau gak mas Aldrich kemana ?" Nabila menatap Marni dengan tatapan sendu , awal nya pulang ingin cepat bertemu dengan suami nya , namun pak Rahmat sudah memberi tahu bahwa Aldrich tidak ada di rumah .


" Tadi kalo gak salah denger aden mau ke apartemen nya " Jelas bi Marni .


" Oh ya sudah , Nabila ke apartemen aja ya bi, salamin aja buat papih sama mamih ! maaf kalo ganggu istirahat bibi " Cicit Nabila , senyum di bibir Nabila pun merekah , lalu beranjak pergi dari hadapan Marni .


Raut wajah nya terlihat lebih bahagia dari sebelum nya , ukiran senyum indah di bibir Nabila pun sedikit terpancar , setelah mengetahui keberadaan Aldrich sekarang.


" Non mau kemana lagi ? ini udah malem loh ?!" Rahmat sedikit kebingungan , karena perubahan raut wajah Nabila .


" Pak maaf ya ganggu , Nabila mau nyususl mas Aldrich " Tangan nya terus melambai ke arah pria berambut putih itu .


.......


Enam puluh menit Nabila berada dalam mobil taxi yang melaju dengan kecepatan sedang.


Akhir nya istri dari pimpiman MAHARDIKA GROUP itu sampai di tujuan dengan selamat , kaki Nabila terus melangkah di lorong apartemen lantai tiga belas .


Tubuh mungil itu berhenti di depan pintu apartemen yang pernah ia dan Aldrich huni.


Jari tangan nya mulai memijit code acses.


-Tlit..


Pintu pun terbuka , suasana di dalam terlihat remang, bau asap roko mulai menusuk hidung Nabila .


" Emmmmhhh , bau sekali " Cicit Nabila lalu mengibas-ngibas ka telapak tangan nya di udara.


Setelah masuk , pintu apartemen menutup dengan sendiri nya.


Kaki Nabila melangkah perlahan , hingga Nabila menemuka sosok laki-laki bertuh tinggi sedang berdiri menatap ke arah luar kaca besar apartemen nya.


Bibir nya tersenyum , tidak munapik bahwa setelah satu minggu tidak bersama suaminya , rasa rindu itu seperti menumpuk di dalam relung hati terdalam.


Langkah kaki terus berjalan , mengikis jarak di antara merek berdua.


Entah sengaja atau memang tidak sadar Aldrich terus menatap ke arah luar tampa menoleh ke arah Nabila yang sedang berjalan di belakang nya .


Tangan Nabila merentang , menelusup masuk di antara dua celah tangan kekar itu , lalu memeluk tubuh yang hanya bertelanjang dada dari belakang .


Aroma tubuh Aldrich kini tercium , wanita itu dengan manja nya menempel kan pipi nya di punggung Aldrich .


" Untuk apa kau kesini ?" Suara bariton itu terdengar dingin .


" Tentu saja aku ingin menemui suami ku !" Sahut Nabila dengan tangan yang terus melilit pinggang Aldrich erat.


Tangan Aldrich kembali mengangkat ke atas , menyesap sisa roko , lalu menjatuh kan puntung roko kebawah dan langsung menginjak nya .


" Kenapa meroko ?! " Tanya Nabila pelan .


" Maaf kan aku sudah egois " Ujar Nabila .


" Ck. Kau memang egois dan keras kepala " Cicit Aldrich sambil mendengus kesal.


" Iya seperti kau bukan ?! kita sama-sama keras kepala dan egois , dan aku akan mengalah sekarang , tidak ada gunanya saling gengsi , padahal udah saling rindu " Jawab Nabila .


" Apa kau minum ? " Tanya Nabila kembali .


" Sudah ku katakan! aku akan melakukan apa yang aku mau ! " Jawab Aldrich ketus .


" Apa mas tidak merindukan aku ? dari tadi kau terus bersikap dingin pada ku ".


Pria itu hanya terdiam , pandangan nya terus luruh kedepan dengan kedua tangan yang di benam kan di saku celana nya .


" Ah , aku datang di waktu yang tidak tepat , kau butuh waktu sendiri seperti nya " Ujar Nabila sesantai mungkin , bibir nya sedikit mengulum senyum .


Tangan kecil nya mulai melepas kan lilita di pinggang Aldrich .Kaki nya mulai mundur beberapa langkah , berhapap Aldrich akan mencegah nya , namun itu tidak terjadi , pria itu tetap terdiam tampa ada pergerakan sedikit pun .


Tubuh nya memutar , kaki nya terus berjalan ke arah pintu.


Bibir nya tersenyum , rasa rindu nya sudah sedikit terobati , walau Aldrich tidak menyambut nya dengan hangat .


Nabila memang masih kecewa kepada Aldrich , tapi dengan pernyataan nya tadi sore , itu sudah cukup bagi Nabila , bahwa suaminya benar-benar sudah sangat mencintai nya .


Nabila bukan bodoh , tapi dia hanya ingin bersikap dewasa .


Karena banyak hubungan yang hancur karena salah paham dan saling tidak mau mengalah .


Tangan Nabila mulai menyentuh gagang pintu , lalu menarik nya perlahan hingga pintu apartemen pun terbuka .


Netra nya kembali melihat kedalam , mencoba mencari seseorang yang akan menyusul nya.


" Ah sudahlah , mungkin Aldrich masih marah karena Raynan makan bersama ku tadi " Gumam Nabila lalu menutup pintu apartemen tersebut.


Sementara itu di dalam apartemen , seakan baru sadar kepergian istrinya , Aldrich langsung berbalik arah .


Mata nya sudah tidak melihat Nabila , kaki nyan lansung berjalan ke arah kamar , lalu mencari kaos untuk ia kenakan.


-Crekk..


Aldrich menarik knop pintu cukup keras , mata nya melihat ke arah lorong yang sedikit panjang dengan hanya di terangi lampu-lampu kecil.


Mata Aldrich melirik jam yang melekat di pergelangan tangan nya.


Jam sudah menunjukan pukul setengah dua belas.


Kaki nya berlari , terus melangkah ke arah pintu lift yang sedang berjalan kebawah .


Dengan gusar Aldrich menunggu pintu lift terbuka kembali.


Hingga beberapa detik suara pintu lift terbuka pun terdengar .


-Ting..


Dengan cepat Aldrich masuk , lalu mulai menekan tombol paling atas sebelah kiri.


Setelah berada di dalam filt sepuluh detik lama nya , Aldrich pun lansung berlari ketika pintu lift terbuka , mata nya terus memcari keberadaan Nabila .


Rasa khatir nya setelah membiar kan Nabila pulang larut malam pun mengangganggu isi otak Aldrich.


Hingga ketika ia berlari ke arah lobby , Aldrich melihat Nabila yang baru saja masuk ke dalam taxi .


" Hah !!" Aldrich menghela nafas nya , memandang sendu mobil yang kini tengah membawa istri nya pulang .


" Kurang garcep lo Aldrich " Pekik nya kesal pada dirinya sendiri.


HAYO SIAPA YANG GENGSIAN KAYA MAMAS ALDRICH NGAKU !!


LAGI ADA DI CUEKIN ,KALO PERGI DI CARI-CARI.


TBCπŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


...🌼🌼🌼🌼🌼...


AYOLOH , AUTHOR TUNGGUIN HADIAH , VOTE , LIKE DAN KOMEN DARI KALIAN .


AUTHOR BUTUH ASUPAN BIAR JARI-JARI AUTHOR PADA SEMANGAT GERAK NYA 🀭🀭.


SUN JAUH LAGI 😘😘😘 ❀ U πŸ… BUAT YANG SETIA NEMENIN AUTHOR .