
" Ih ko gak hilang-hilang " Nabila terlihat kesal , sudah cukup lama ia menggosok noda darah yang berada di springbad dengan kanebo basah , Namun tak kunjung hilang walaupun seluruh tenaga ia kerah kan .
" Kenapa ?" Tanya Aldrich sembari menghampiri Nabila yang terlihat sedang duduk di atas kasur dengan seprai yang sudah berserakan di lantai .
" Mas , bagai mana ini " Nabila menatap Aldrich . " Noda nya gak hilang-hilang " Adu nya kepada Aldrich dengan bibir yang terlihan cemberut.
" Biarkan saja sayang , biar ini menjadi saksi malam panas kita " Jelas Aldrich justru membuat Nabila semakin kesal .
" Mas aku serius " Rengek Nabila.
" Terus kamu mau aku ganti tempat tidur nya ?" Tanya Aldrich.
" Enggak "Pekik Nabila.
" Terus aku harus bagai mana cinta ku ? hemm?" Aldrich mengusap lembut kepala Nabila .
Nabila pun semakin kesal , bukan kesal kepada Aldrich tentu nya , tapi kesal pada diri nya sendiri.
" Ini gimana , jadi ga enak di lihat mas ! jadi kaya jorok ,jijik " Ujar Nabila.
" Aduh sayang , ini ga bakalan ada yang lihat selain aku sama kamu , pasangin aja lagi badcover nya " Jelas Aldrich.
Nabila pun menghela nafas , lalu turun dari tempat tidur , langkah nya tertuju pada satu lemati kecil lalu Nabila membawa badcover untuk menutupi tempat tidur nya kembali .
" Jangan cemberut dong sayang " Cicit Aldrich pelan .
" Sun dulu , stamina aku habis , tapi kamu malah diem aja ".
Aldrich pun tertawa , ternyata Nabila terlihat cemberut hanya gara-gara Aldrich tidak memberi nya stamina dari kecupan lembut nya .
Cup..
Aldrich mencium kening Nabila .
Cup..
Pipi kiri.
Cup..
Pipi kanan.
Cup..Cup..Cup..
Kecupan bertubi-tubi di bibir Nabila.
" Sudah , ayo selesai kan , kita siap-siap . Sebelum ke pulang kampung , kita mampir ke rumah papih dulu yah " Jelas Aldrich.
Nabila pun mengangguk , lalu mulai memasangkan seprai pada kasur yang berukuran sangat besar , tak lupa ia pun mengganti sarung bantal dan guling , hingga membuat peluh nya bercucuran membasahi kening Nabila .
" Hah selesai ".
Suasana kamar yang selalu terlihat berwana abu-abu dan hitam , setelah kedatangan Nabila kini berubah .
Badcover berwana kuning dengan motif bunga-bunga kini lebih mendominasi se isi ruangan .
Memang terlihat sangat tidak serasi , tapi apa boleh buat kalau sudah ibu negara yang bertindak .
Nabila kembali menuju ruang tengah , dimana Aldrich tengah menonton acara televisi .
" Sayang sudah selesai ?" Tanya Aldrich .
Nabila mengangguk , lalu duduk di sebelah Aldrich .
" Kamu keringetan sayang !" Tangan Aldrich mengusap setiap keringan yang bercucuran di kening Nabila .
" Hemm iya , kaya nya aku harus mandi dulu " Kata Nabila .
" Baiklah , aku akan menunggu mu " Jelas Aldrich .
" SAYANG!!" Panggil Nabila .
" Yes babe " Aldrich tersenyum mendengar panggilan sayang dari Nabila .
" Emmmm... boleh gak?".
" Apa?".
" Jangan pernah meminum ini lagi " Tunjuk Nabila lepada segelas minuman berwarna merah .
" Hmm ? kenapa ?" Aldrich menyerengit kan dahi nya .
" Aku tidak suka , semalam bau mulut mu tidak enak " Seketika Aldrich tertawa .
" Hahahaha , kau ini " Aldrich mengacak-acak rambut Nabila .
( Jadi maksud Nabila Aldrich bau sungut π€ ).Eh enggak deng author bercanda , jangan di marahin .π
" Aku akan buang nanti " Kata Nabila dengan raut wajah berusaha di buat se serius mungkin
" Tidak boleh , ini untuk menghangat kan tubuh ku " Jelas Aldrich.
" Matikan saja AC nya kalo mau hangat , bahkan bukan cuma hangat , tapi panas sayang " Timpa Nabila , menjawab setiap elakan yang Aldrich lontar kan.
" Oke..oke , aku tidak bisa menolak apa ke inginan mu sekarang " Jawab Aldrich mampu membuat Nabila tersenyum.
" Oke , aku mandi dulu , mau dandan yang cantik " Nabila pun berlari ke arah kamar .
Aldrich menyandar kan kepada nya di sofa , pandangan nya lurus ke atas , dengan bibir yang terus tersenyum .
Nabila benar-benar mengubah hari nya , tingkah laku gadis itu cukup membuat Aldrich selalu tertawa lepas hingga kadang membuat perut nya sakit .
Setengah jam Aldrich menunggu Nabila , namun gadis itu belum juga muncul di hadapan nya , hingga Aldrich memutus kan menyusul Nabila yang masih berada di kamar .
Sontak Aldrich mematung , ia terdiam ketika menatap seorang yang kini sudah memakai dress bunga-bunga berwarna peach , rambut yang di biar kan terurai , dengan hiasan di rambut nya mampu membuat Aldrich terpesona.
" Mas Ayok " Nabila pun melilit kengan Aldrich .
"Mas !!" .
" Hahh..Iya sayang " Jawab Aldrich sedikit terbata-bata .
" Sayang , kamu mau kemana ? kenapa cantik sekali hemm? aku tidak mau berbagi dengan orang lain" Jelas Aldrich.
" Mau ketemu mamih kan " Jawab Nabila . " Aku juga tidak mau berbagi dengan wanita lain , tapi apa boleh buat , bahkan mereka lebih dulu menyentuh roti sobek mu " Balas Nabila.
" Sayang!!" .
" Ck , mas ini . Aku berdandan seperti ini juga agar terlihat serasi sama kamu "Ujar Nabila.
" Hah baiklah , ayo kita berangkat " Aldrich pun menggenggam tangan Nabila , lalu berjalan beriringan menuju pintu keluar .
***
" Aldrich , Nabila ? kalian mau kemana rapih sekali ?" Tanya Bayu ketika ia Aldrich dan mentu kesayangan nya menghampiri ia yang kini sedang duduk di sofa depan tv.
" Kami mau ke rumah Nabila yang ada di kampung pih " Jawab Aldrich.
" Iya pih , Nabila kangen ibu , bapak sama ade-ade " Sahut Nabila.
" Oh iya ,iya . Duduklah , biar Lastri ambil kan minum terlebih dulu " Ujar Bayu .
" Bi ? tolong ambilkan minum untuk anak-anak ku " Panggil Bayu .
" Iya pak " Jawab Lastri sedikit berteriak .
Mendengar teriakan suaminya menyebut kata anak , Sinta pun dengan cepat keluar dari kamar nya .
NABILA .lirih nya ketika melihat menantu nya yang sedikit berbeda.
" Kalian datang ?" Tanya Sinta , entah apa yang membuat hari ini ia terlihat ramah kepada Nabila.
" Iya mih , kami mampir sebentar " Jawab Aldrich lalu mencium pipi sang ibu tercinta.
" Nabila , kau cantik sekali ?" Cicit Sinta dengan kedua tangan menyentuh bahu Nabila , tatapan mata nya terus meneliti dari atas sampai bawah .
" Ha?..iya mih " Dengan ke adaan sedikit kaget , Nabila pun mengulas senyum .
" Duduk dulu , mami ambilkan kue sebentar " .
Nabila , Aldrich dan Bayu pun hanya terdiam dan saling pandang , banyak pertanyaan di dalam pikiran masing-masing .
Aldrich hanya mengankat bahu nya dengan bibir yang sedikit condong kedepan ketika mendapt pandangan penuh tanya dari Bayu.
" Marni letkan kue nya di sana , dan Lastri letakan minum nya di sana " Jelas Sinta dengan rona bahagia .
" Kita cuma sebentar mih " Kata Nabila pelan .
" Makanlah dulu , mami membuat nya tadi " Jelas Sinta sambil memberi kan piring kecil berisi brownis.
" Oh baiklah , Nabila makan ya mam " Ujar Nabila .
" Bagai mana ?" .
" Enak banget mih " Nabila pun tersenyum .
Aldrich dan Bayu pun hanya terdiam ketika melihat pemandangan langka di hadapan mata nya .
" Mamih sehat kan ?" Tanya Aldrich.
" Loh ko nanya gitu ? sehat dong !" Tegas Sinta .
" Emm oke , pih Al mau ngomong sesuatu sama papih ".
" Ya ?"
" Aldrich mau pernikahan kita segera di resmikan , Aldrich mau semua orang tau Nabila adalah istri sah Aldrich .
Bayu pun mengangguk .
" Akan papi urus " .
" Seminggu lagi bagai mana ?" Tanya Aldrich .
" Mas , itu kecepetan . Jangan bikin papi pusing " Protes Nabila .
" Tenang saja , mami akan membantu " Jelas Sinta .
" Mam?" Tanya Aldrich sedikit was-was .
"Al , mami tidak akan mengacau kan kalian , mami setuju karena sekarang menantu mami cantik " Jelas nya .
Nabila pun tersenyum , memang ini yang ia ingin kan , ibu mertua nya dapat menerima diri nya dengan sangat baik .
" Mama udah gak benci Nabila ?" Tanya Nabila .
Sinta pun menggeleng kan kepala nya , lalu tersenyum .
" Mami menerima mu sekarang " Jelas Sinta , lalu memluk tubuh Nabila dengan erat .
" Maaf kan mami sayang " Lirih nya pada Nabila.
" Mami tidak usah meminta maaf " Jawab Nabila .
" Mami selalu kasar pada mu " .
" Tidak apa , mami adalah pengganti ibu yang tuhan berikan ..kita bisa mulai dari sekarang " Sinta pun meniti kan air mata , ia terharu dengan sikap gadis yang ia selalu hina dan sakiti , hati nya begitu lembut hingga mampu memaaf kan kesalahan nya .
...πππππ...
Jangan lupa like,komen dan vote .
Terimakasih buat kalian yang dukung author sampai saat ini .
β€β€β€β€β€β€β€β€.
SPILL FOTO ALDRICH SAMA NABILA DEH π€