STORY AFTER MARRIED

STORY AFTER MARRIED
Eps 28



" Ih ko gak hilang-hilang " Nabila terlihat kesal , sudah cukup lama ia menggosok noda darah yang berada di springbad dengan kanebo basah , Namun tak kunjung hilang walaupun seluruh tenaga ia kerah kan .


" Kenapa ?" Tanya Aldrich sembari menghampiri Nabila yang terlihat sedang duduk di atas kasur dengan seprai yang sudah berserakan di lantai .


" Mas , bagai mana ini " Nabila menatap Aldrich . " Noda nya gak hilang-hilang " Adu nya kepada Aldrich dengan bibir yang terlihan cemberut.


" Biarkan saja sayang , biar ini menjadi saksi malam panas kita " Jelas Aldrich justru membuat Nabila semakin kesal .


" Mas aku serius " Rengek Nabila.


" Terus kamu mau aku ganti tempat tidur nya ?" Tanya Aldrich.


" Enggak "Pekik Nabila.


" Terus aku harus bagai mana cinta ku ? hemm?" Aldrich mengusap lembut kepala Nabila .


Nabila pun semakin kesal , bukan kesal kepada Aldrich tentu nya , tapi kesal pada diri nya sendiri.


" Ini gimana , jadi ga enak di lihat mas ! jadi kaya jorok ,jijik " Ujar Nabila.


" Aduh sayang , ini ga bakalan ada yang lihat selain aku sama kamu , pasangin aja lagi badcover nya " Jelas Aldrich.


Nabila pun menghela nafas , lalu turun dari tempat tidur , langkah nya tertuju pada satu lemati kecil lalu Nabila membawa badcover untuk menutupi tempat tidur nya kembali .


" Jangan cemberut dong sayang " Cicit Aldrich pelan .


" Sun dulu , stamina aku habis , tapi kamu malah diem aja ".


Aldrich pun tertawa , ternyata Nabila terlihat cemberut hanya gara-gara Aldrich tidak memberi nya stamina dari kecupan lembut nya .


Cup..


Aldrich mencium kening Nabila .


Cup..


Pipi kiri.


Cup..


Pipi kanan.


Cup..Cup..Cup..


Kecupan bertubi-tubi di bibir Nabila.


" Sudah , ayo selesai kan , kita siap-siap . Sebelum ke pulang kampung , kita mampir ke rumah papih dulu yah " Jelas Aldrich.


Nabila pun mengangguk , lalu mulai memasangkan seprai pada kasur yang berukuran sangat besar , tak lupa ia pun mengganti sarung bantal dan guling , hingga membuat peluh nya bercucuran membasahi kening Nabila .


" Hah selesai ".


Suasana kamar yang selalu terlihat berwana abu-abu dan hitam , setelah kedatangan Nabila kini berubah .


Badcover berwana kuning dengan motif bunga-bunga kini lebih mendominasi se isi ruangan .


Memang terlihat sangat tidak serasi , tapi apa boleh buat kalau sudah ibu negara yang bertindak .


Nabila kembali menuju ruang tengah , dimana Aldrich tengah menonton acara televisi .


" Sayang sudah selesai ?" Tanya Aldrich .


Nabila mengangguk , lalu duduk di sebelah Aldrich .


" Kamu keringetan sayang !" Tangan Aldrich mengusap setiap keringan yang bercucuran di kening Nabila .


" Hemm iya , kaya nya aku harus mandi dulu " Kata Nabila .


" Baiklah , aku akan menunggu mu " Jelas Aldrich .


" SAYANG!!" Panggil Nabila .


" Yes babe " Aldrich tersenyum mendengar panggilan sayang dari Nabila .


" Emmmm... boleh gak?".


" Apa?".


" Jangan pernah meminum ini lagi " Tunjuk Nabila lepada segelas minuman berwarna merah .


" Hmm ? kenapa ?" Aldrich menyerengit kan dahi nya .


" Aku tidak suka , semalam bau mulut mu tidak enak " Seketika Aldrich tertawa .


" Hahahaha , kau ini " Aldrich mengacak-acak rambut Nabila .


( Jadi maksud Nabila Aldrich bau sungut πŸ€” ).Eh enggak deng author bercanda , jangan di marahin .😭


" Aku akan buang nanti " Kata Nabila dengan raut wajah berusaha di buat se serius mungkin


" Tidak boleh , ini untuk menghangat kan tubuh ku " Jelas Aldrich.


" Matikan saja AC nya kalo mau hangat , bahkan bukan cuma hangat , tapi panas sayang " Timpa Nabila , menjawab setiap elakan yang Aldrich lontar kan.


" Oke..oke , aku tidak bisa menolak apa ke inginan mu sekarang " Jawab Aldrich mampu membuat Nabila tersenyum.


" Oke , aku mandi dulu , mau dandan yang cantik " Nabila pun berlari ke arah kamar .


Aldrich menyandar kan kepada nya di sofa , pandangan nya lurus ke atas , dengan bibir yang terus tersenyum .


Nabila benar-benar mengubah hari nya , tingkah laku gadis itu cukup membuat Aldrich selalu tertawa lepas hingga kadang membuat perut nya sakit .


Setengah jam Aldrich menunggu Nabila , namun gadis itu belum juga muncul di hadapan nya , hingga Aldrich memutus kan menyusul Nabila yang masih berada di kamar .


Sontak Aldrich mematung , ia terdiam ketika menatap seorang yang kini sudah memakai dress bunga-bunga berwarna peach , rambut yang di biar kan terurai , dengan hiasan di rambut nya mampu membuat Aldrich terpesona.


" Mas Ayok " Nabila pun melilit kengan Aldrich .


"Mas !!" .


" Hahh..Iya sayang " Jawab Aldrich sedikit terbata-bata .


" Sayang , kamu mau kemana ? kenapa cantik sekali hemm? aku tidak mau berbagi dengan orang lain" Jelas Aldrich.


" Mau ketemu mamih kan " Jawab Nabila . " Aku juga tidak mau berbagi dengan wanita lain , tapi apa boleh buat , bahkan mereka lebih dulu menyentuh roti sobek mu " Balas Nabila.


" Sayang!!" .


" Ck , mas ini . Aku berdandan seperti ini juga agar terlihat serasi sama kamu "Ujar Nabila.


" Hah baiklah , ayo kita berangkat " Aldrich pun menggenggam tangan Nabila , lalu berjalan beriringan menuju pintu keluar .


***


" Aldrich , Nabila ? kalian mau kemana rapih sekali ?" Tanya Bayu ketika ia Aldrich dan mentu kesayangan nya menghampiri ia yang kini sedang duduk di sofa depan tv.


" Kami mau ke rumah Nabila yang ada di kampung pih " Jawab Aldrich.


" Iya pih , Nabila kangen ibu , bapak sama ade-ade " Sahut Nabila.


" Oh iya ,iya . Duduklah , biar Lastri ambil kan minum terlebih dulu " Ujar Bayu .


" Bi ? tolong ambilkan minum untuk anak-anak ku " Panggil Bayu .


" Iya pak " Jawab Lastri sedikit berteriak .


Mendengar teriakan suaminya menyebut kata anak , Sinta pun dengan cepat keluar dari kamar nya .


NABILA .lirih nya ketika melihat menantu nya yang sedikit berbeda.


" Kalian datang ?" Tanya Sinta , entah apa yang membuat hari ini ia terlihat ramah kepada Nabila.


" Iya mih , kami mampir sebentar " Jawab Aldrich lalu mencium pipi sang ibu tercinta.


" Nabila , kau cantik sekali ?" Cicit Sinta dengan kedua tangan menyentuh bahu Nabila , tatapan mata nya terus meneliti dari atas sampai bawah .


" Ha?..iya mih " Dengan ke adaan sedikit kaget , Nabila pun mengulas senyum .


" Duduk dulu , mami ambilkan kue sebentar " .


Nabila , Aldrich dan Bayu pun hanya terdiam dan saling pandang , banyak pertanyaan di dalam pikiran masing-masing .


Aldrich hanya mengankat bahu nya dengan bibir yang sedikit condong kedepan ketika mendapt pandangan penuh tanya dari Bayu.


" Marni letkan kue nya di sana , dan Lastri letakan minum nya di sana " Jelas Sinta dengan rona bahagia .


" Kita cuma sebentar mih " Kata Nabila pelan .


" Makanlah dulu , mami membuat nya tadi " Jelas Sinta sambil memberi kan piring kecil berisi brownis.


" Oh baiklah , Nabila makan ya mam " Ujar Nabila .


" Bagai mana ?" .


" Enak banget mih " Nabila pun tersenyum .


Aldrich dan Bayu pun hanya terdiam ketika melihat pemandangan langka di hadapan mata nya .


" Mamih sehat kan ?" Tanya Aldrich.


" Loh ko nanya gitu ? sehat dong !" Tegas Sinta .


" Emm oke , pih Al mau ngomong sesuatu sama papih ".


" Ya ?"


" Aldrich mau pernikahan kita segera di resmikan , Aldrich mau semua orang tau Nabila adalah istri sah Aldrich .


Bayu pun mengangguk .


" Akan papi urus " .


" Seminggu lagi bagai mana ?" Tanya Aldrich .


" Mas , itu kecepetan . Jangan bikin papi pusing " Protes Nabila .


" Tenang saja , mami akan membantu " Jelas Sinta .


" Mam?" Tanya Aldrich sedikit was-was .


"Al , mami tidak akan mengacau kan kalian , mami setuju karena sekarang menantu mami cantik " Jelas nya .


Nabila pun tersenyum , memang ini yang ia ingin kan , ibu mertua nya dapat menerima diri nya dengan sangat baik .


" Mama udah gak benci Nabila ?" Tanya Nabila .


Sinta pun menggeleng kan kepala nya , lalu tersenyum .


" Mami menerima mu sekarang " Jelas Sinta , lalu memluk tubuh Nabila dengan erat .


" Maaf kan mami sayang " Lirih nya pada Nabila.


" Mami tidak usah meminta maaf " Jawab Nabila .


" Mami selalu kasar pada mu " .


" Tidak apa , mami adalah pengganti ibu yang tuhan berikan ..kita bisa mulai dari sekarang " Sinta pun meniti kan air mata , ia terharu dengan sikap gadis yang ia selalu hina dan sakiti , hati nya begitu lembut hingga mampu memaaf kan kesalahan nya .


...🍁🍁🍁🍁🍁...


Jangan lupa like,komen dan vote .


Terimakasih buat kalian yang dukung author sampai saat ini .


❀❀❀❀❀❀❀❀.


SPILL FOTO ALDRICH SAMA NABILA DEH πŸ€—