
Oek...oek...oek..
Tangisan baby Quee di pagi hari pun memecah keheningan di ruang rawat inap VVIP yang di tempati Nabila .
" Sssssssshhhhhtttt....aww sakit " Nabila meringis ketika baby Queen sedang meminum susu nya dengan lahap .
" Di tahan ya mom ! nanti juga kalau sudah terbiasa tidak sakit lagi ,"Jelas Suster pada Nabila yang selalu mengeluh sakit ketika memberisakan ASI kepada putri nya .
" Tapi ini sudah lecet , apa tidak ada solusi lain Sus ?" Cicit Nabila sambil terus menahan rasa perih yang terus ia rasakan .
" Sekarang terasa perih karena anda belum terbiasa , nanti kalau sudah beberapa hari ke depan semuanya akan normal,"Jelas nya .
" Baiklah , saya permisi dulu " Pamit nya setelah selesai membantu Nabila membersih kan baby Queen .
Tidak lama setelah Suster undur duri , pintu ruangan nya kembali terbuka.
" Ehhh , Queen lagi mimi cucu toh ? " Ucap Sinta sambil tersenyum , dan berjalan mendekat ke arah Nabila .
" Baru selesai mih , minum susu nya sebentar-sebentar tapi sering !" Jelas Nabila .
Sinta pun mengangguk paham , lalu menoleh ke arah sofa dan melihat anak nya masih tertidur dengan nyenyak.
" Aldrich masih tidur ?" Tanya Sinta .
" Iya mih , mas Aldrich semalem nemenin Nabila ! Queen nangis terus karena ASI aku belum keluar " Jawab Nabila .
" Baiklah mamih akan cuci tangan dulu , nanti biar Queen mamih yang jaga , biar kamu bisa sarapan ! mamih tau makanan rumah sakit gak enak , jadi mamih belikan bubur ayam " Sinta pun pergi menuju washtafel yang berada di dekat pintu kamar mandi .
Setelah selesai membersih kan tangan nya , Sinta pun kembali ke pada Nabila , lalu membawa Queen yang sudah tidur kepangkuan nya.
" Bubur nya harus di habis kan , biar ASI nya makin lancar sama momy Queen cepat pulih dan bisa cepat pulang " Jelas Sinta sambil menatap wajah cucu pertama nya dengan bibir yang tersenyum .
" Makasih ya mih , kenapa cuma beli dua ? mamih gak makan bubur juga ?" Tanya Nabila , tangan nya membawa bungkus berisi bubur itu menuju sofa .
" Mamih sudah sarapan tadi di rumah !" Sahut nya.
Mendengar suara obrolan antara ibu dan istrinya , mata Aldrich pun perlahan mengerjap.
" Sayang jam berapa ?" Tanya Aldrich dengan suara parau khas bangun tidur .
" Loh mas bangun ?" Nabila menoleh ke belakang. " Baru jam tujuh pagi " Sahut Nabila kembali.
Aldrich lansung duduk , dan beranjak menuju kamar mandi untuk membersih kan dirinya .
" Papih kenapa gak ikut mih ?" Tanya Nabila .
" Kata nya masih ngantuk , tadi aja sarapan cuma makan roti aja , terus balik lagi ke kamar" Sahut wanita yang kini tengah sibuk memperhatikan wajah Queen .
" Nabila kamu sadar gak sih?!" Cicit Sinta sambil tersenyum .
" Hemmmmm...wajah nya sangat mirip dengan Dady nya !" Sahut Nabila sambil menyuapi mulut nya dengan bubur .
Sinta pun tertawa pelan , tatapan mata nya terus meneliti bayi yang baru saja di lahir kan Nabila malam hari tadi .
" Ini benar-benar Aldrich versi prempuan nya ," Ujar Sinta .
" Aku hanya tempat menitipan saja mih , aku terlalu berharap banyak kalo baby girl akan sangat mirip dengan ku !" Sahut Nabila .
" Pagi-pagi udah gosip ,"Kata Aldrich yang baru saja selesai mandi .
Pria itu lansung berjalan ke arah Sinta , menatap putri nyanyang sedang tidur dengan bibir yang bergerak-gerak .
" Morning baby girl ," Sapa Aldrich pada Queen . " Papih kenapa tida ikut?" Aldrich kembali bertanya , namun langkah kaki nya terus berjalan menuju sofa di mana Nabila sedang memakan sarapan nya yang belum habis .
" Papih ngantuk kata nya , jadi nanti aja nyusul " Jelas Sinta lalu di jawab anggukan oleh Aldrich .
" Kenapa ?" Tanya Nabila penuh tanya ketika Aldeich terus menatap nya tampa ekspresi .
" Suapin !" Rengek Aldruch pelan .
Dengan cepat Aldrich menggeleng kan kepala nya , bibir nya sudah cemberut dengan tatapan tajam seolah ia marah .
" Suapin atau aku gak mau makan!" Ujar Aldrich .
Plakkk...
Nabila memukul lengar Aldrich kencang , sampai membuat Aldrich meringis lalu mengusap tangan nya .
" Sayang ! lihat bayi yang di gendong mamih ?" Aldrich pun mengangguk .
" Nah itu anak mu " Jelas Nabila lalu pergi wadah berisi bubur yang sudah di habis kan nya .
" Sayang ! kamu mulai pilih kasih sekarang " Kata Aldrich .
Sinta yang melihat tingkah Aldeich hanya menggeleng kan kepala , tidak menyangka putra nya sangat manja pada Nabila .
...****************...
Sementara itu di tempat lain , tiga orang yang baru saja membuka cafe tempat nya bekerja terlihat sangat sibuk dengan pekerjaan masing-masing .
Ting...
Suara notifikasi dari ponsel Indri pun terdengar .
Dengan cepat Indri langsung merogoh saku celana nya .Mulut nya tebuka dengan mata yang membulat sempurna.
" Ya ampun gemes bangetttt," Teriak Indri sambil meloncat-loncat karena bahagia .
" Apasih loh Dri pagi-pagi udah teriak-tediak ? " Tanya Nurul yang terkejut , namun Rio hanya terdiam sambil menatap nya penuh tanya .
" Nabila udah lahiran !!" Jelas Indri sambil memperlihat kan Foto yang baru saja Nabila kirim .
" Aaaaaahhhhhh....Rio anak nya Nabila lucu banget !! mana cewe lagi aduuuuhhh" Cicit Nurul .
Rio yang penasaran pun lansung merebut ponsel milik Indri.
" Yah , mirip suaminya ," Ucap Rio lemas .
" Lah emang kenapa kalo mirip bapak nya ?" Tanya Indri , lalu membawa ponsel nya kembali dari genggaman Rio .
" Kalo mirip Nabila kan masih ada harapan , gak bisa dapet emak nya yak anak nya juga gak apa-apa ," Tutur nya lalu mendapat pukulan keras di pahu nya oleh Nurul .
" Mau jadi pedofil lu Yo ? parah si emang ni laki ! amit-amit gw mah move on yo, move on " Kata Nurul kesal .
" Ya sah-sah aja si yo , cuman lo harus kaya dulu ! baru bisa jadi sugar Dady anak nya Nabila " Sahut Indri .
" Lagian gak yakin gw , tuan Aldrich kan gedek ama lo . Karena tau lo suka sama Nabila , ya walau Nabila gak suka balik ama lo sih, setidak nya dia tau Nabila baik sama kita termasuk lo" Jelas Nurul Kembali .
" Udah gini aja , mending kita patungan ! seadanya aja buat beli kado ponakan kita " Usul Indri .
Rio , Nurul dan Indri pun lansung merogoh saku masih-masing , membawa dompet dam mengeluar kan isi nya .
" Gue ada dua ratus " Kata Rio.
" Nih gw pegow " Kata Nurul .
" Yaudah , gw tiga ratu ! nanti kita tengokin bareng-bareng"Jelas Indri.
" Enggak , lo aja nanti berangkat sore . Biar kita yang jaga cafe dan satu lagi ! beliin yang bakalan bermanfaat " Jelas Nurul .
" Siapp , duit nya gw simpen yah " Indri pun memasukan kumpulan uang nya ke dalam dompet .
TBC🍀🍀🍀
JANGAN LUPA LIKE , VOTE , GIFH DAN KOMEN NYA YAH ☺☺.