
Dering bunyi alarm di ponsel Indri sudah sangat jelas terdengar di ruang kamar yang masih temaram .
Pelahan wanita yang sedang berada dalam dekapan suaminya yang masih tertidur pulas merenggang kan pelukan nya , sambil mengulur kan tangan meraba nakas untuk mengambil ponsel milik nya yang sedang berbunyi nyaring.
Mata nya mengerjap perlahan ketika merasa silau oleh cahaya layar ponsel di hadapan nya.
" Jam lima ," Gumam nya pelan dengan suara serak .
Perlahan Indri menyingkir kan lilitan tangan Feri di tubuh polos nya , lalu menyibakan selimut dan mulai mendudukan tubuh nya di tepi ranjang .
Merasa suaminya masih tertidur , Indri berjalan ke arah pintu kamar mandi tampa menggunakan sehelai benang pun , dan menghilang di balik pintu kamar mandi .
Feri yang sudah terbangun ketika Indri mematikan alarm di ponsel nya, terus mengulum senyum ketika melihat Indri berjalan tampa sehelai benang pun di hadapan nya tampa ada rasa malu sedikit pun .
Suara air dan Indri yang tengah bersenandung terdengar jelas di telinga Feri .
Laki-laki yang tengah bertelanjang dada pun hanya asik berbaring di atas kasur empuk nya dengan gulungan selimut .
Setelah dua puluh menit berada di dalam kamar mandi , Indri keluar dan lansung berjalan ke arah walk in closet menggunakan bahtrobe putih yang begitu terlihat besar di tubuh nya.
Feri terus diam dengan mata yang terus meneliti setiap pergerakan Indri , tidak lama setelah prempuan itu masuk ke dalam walk in closet , Indri keluar dengan menggunankan drees selutut tampa lengan , hanya ada tali kecil yang melingkar di bahu kecil nya.
Dahi Feri mengkerut ketika melihat Indri memakai sesuatu yang membuat aurat nya tertutup.
Decak kagum menyeruak dalam hati nya ketika melihat Indri melakukan ke wajiban nya sebagai seorang muslim .
" Aku memang beruntuk telah mendapat kan mu Marsha Indria ," Pikir Feri seraya tersenyum sambil terus melihat ke arah Indri .
Setelah selesai bermunajat , Indri kembali melipat dan nerapikan kembali mukenanya lalu meletakan nya di atas sofa .
Mengira Indri akan kembali ke atas tempat tidur ,Feri berpura-pura masih tertidur dan memejam kan mata nya kembali.
-Ceklek...
Mata Feri kembali terbuka ketika Indri malah keluar kamar , bukan kembali untuk berbaring di sisi nya .
Dengan cepat Feri menyibakan selimut tebal nya , lalu berjalan perlahan menusul Indri yang sudah terlebih dulu ke keluar dari kamar .
Ruang tengah nya masih gelap , hanya terlihat sedikit pantulan cahaya dari arah dapur .
Di bakik tembok Feri berdiri , memperhatikan Indri yang sedang berdiri di depan lemari pending , mentap setiap bahan yang ada di depan nya .
-Dap ..
Indri menutup kembali pintu kulkas nya dengan tangan yang sudah di penuhi dengan bahan-bahan dapur dan meletakan nya di atas meja kichen set.
Lama suami dari Indri itu berdiri memperhatikan Indri yang terlihat sedang mengupas bawah , akhir nya ia memutus kan mendekat , lalu memeluk tubuh Indri dari belakang sampai membuat wanita itu sedikit tersentak dan menjerit .
-Aaaaaaaaaaa...
-Cup
" Shutttt , ini aku sayang ," Ucap Feri pelan setelah mencium leher Indri .
Plak..
plak..
Indri memukul lengan Feri yang berada di pinggang nya sedikit kencang .
" Masss ?! bisa nggak sih jangan ngagetin aku terus !"Renget Indri dengan wajah yang di tekut karena kesal .
" Aku nggak niat bikin kamu kaget !" Jawab Feri sambil terus mengecup leher dan bahu Indri terus menerus.
" Aku lagi pegeng pisau lo mas , gimana kalo kita terluka ?! bisa aja tampa sengaja aku ngiris tangan aku sendiri , atau bahkan berbalik terus nusuk kamu !" Jelas Indri , suara nya masih bergetar dengan degup jantung yang masih mendebar kencang.
" Oke aku salah sayang , maaf kan aku ," Kata Feri lalu melepas kan pelukan nya.
" Sini aku bantu , kamu bersihin udang nya saja !"Tutur Feri sambil merampas pisau yang berada di genggaman Indri.
" Kamu yakin ?" Tanya Indri sedikit tidak percata atas kemampuan Feri .
" Yakin , aku tinggal sendiri udah lama , jadi cuma ngupas sama motong bawang mah gampang !!" Jelas Feri sambil terus mengupas bawang putih satu-persatu .
Kegiatan pagi hari pun di mulai dari masak bersam-sama , saling membantu satu sama lain.Beberapa kali Feri menghampiri Indri ,lalu memeluk dan mencium nya terus menerus sampai Indri tertawa dengan raut wajah kesal , mencoba membuat Feri berhenti .
" Mas ! nanti sambel nya nyiprat lo ini !!" Ujar Indri sambil tergelak karena geli ketika Feri terus mencium leher nya.
" Aku tidak suka terlalu pedas ," Ucap Feri tepat di telinga Indri .
" Lah gimana dong ini ?!" Tanya Indri sesikit bingung .
" Tidak apa , aku akan membawa nya sebagai bekal makan untuk nanti siang di kantor ," Jelas Feri sambil tersenyum .
" Biar aku yang antar , agar sampai ke tangan mu dalam ke adaan masih hangat ," Kata Indri , lalu di jawab kedipan mata oleh Feri.
-Cup ..
Indri mencium bibir Feri , lalu kembali berbalik ke arah udang balado yang masih berada di atas kompor .
" Bisa tolong cucikan udang kembali , aku mau masak sesuatu untuk sarapan kita pagi ini ?!" Pinta Suaminya .
" Boleh , aku akan membersih kan nya sekarang ," Sahut Indri lalu memetikan kompor dan berjalan ke arah kulkas untuk membawa udang nya kembali .
Dengan telaten Feri mulai mengisi panci dengan air , lalu meletakan panci nya di atas kompor yang menyala .
Tangan kekar Feri kembali menarik laci , lalu membawa kemasan spageti .
" Ini sudah ," Kata Indri sambil meletakan Udang yang sudah bersih .
"Terimakasih sayang , kamu duduk aja di sana yah ini biar aku yang masak ," Titah Feri sambil mendoring tubuh Indri ke arah sofa kecil di samping meja makan .
" Mas , apa gak mau pake baju dulu ?" Tanya Indri kepada Feri yang hanya menggunakan celana dan hanya bertelanjang dada.
" Tidak usah ! aku sengaja seperti ini untuk menggoda mu ," Sahut Feri yang kini tengah sibuk memasak sesuatu .
" Mas ?!" Panggil Indri .
" Yes babe ?" Sahut Feri tampa menoleh .
" Kapan kita akan bertemu ibu dan ayah mu ?" Indri kembali menayakan perihal orang tua suaminya.
" Minggu depan kita temuin mereka ," Jelas Feri seraya menoleh dan tersenyum ke arah Indri .
Indri pun mengangguk.
Setelah menunggu cukup lama , akhir nya hidangan yang di buat Feri sudah selesai dan ia meletakan nya di atas meja makan .
" Sayang , ayok kita sarapan ," Ajak Feri kepada istrinya .
Dreett ..
Feri menarik kursi , lalu menuntun Indri agar segera duduk .
" Wahhh ," Mulut nya terbuka lebar , mata nya membulat dan berbinar ketika melihat masakan Feri yang terlihat menggiur kan di hadapan nya .
" Kamu beneran bisa masak toh ?!" Tanya Indri sambil terus mengagumi masakan Feri .
" Tentu saja agar kau segera mencintai aku ," Ucap nya penuh candaan .
Indri lansung menatap Feri yang sudah duduk di samping nya .
" Ng ... aku gak tau cinta itu seperti apa ! tapi aku nyaman bersama mu mas ," Jawab Indri .
" Tanda nya adalah ! hati kamu deg-degan ketika di dekat aku sayang ," Jelas Feri , tangan nya menyentuh telapak tangan Indri lalu menggenggam nya .
" Sebelum bertemu kamu juga hati aku deg-degan terus ko ," Dengan polos nya Indri menjawab perkataan Feri .
" Itu beda sayang ," Feri menepuk jidat nya sambil tertawa .
" Terus bagai mana ?" Tanya Indri kembali.
-Cup ..
" Ayo sarapan dulu , soal cinta kita bahas lagi nanti setelah aku pulang dari kantor ," Tutur Feri kembali setelah mencium bibir istrinya.
TBCπππ
JANGAN LUPA LIKE ,VOTE DAN KOMEN YA GUYS.
DI EPISODE-EPISODE SETERUS NYA AKAN LEBIH MENCERITAKAN KEHIDUPAN INDRI DAN FERI , MUNGKIN SELANG - SELING SAMA NABILA DAN ALDRICH .
SO SORRY KALO MASIH ADA TYPO YANG GAK KELIATAN PAS AUTHOR REVIEW ULANG , AUTHOR MASIH NGETIK PAKE HP SOAL NYA ππ.