STORY AFTER MARRIED

STORY AFTER MARRIED
Eps 25



...Area 21+ ❗❗...


BRUGHHH !!!


Aldrich melempar begitu saja tubuh kecil Nabila ke atas ranjang.


Tatapan mata nya sudah tidak bisa di jelas kan oleh kata-kata .


Mengerikan , hanya itu yang bisa di jelas kan oleh Nabila.


" AHHHHH,"Nabila pun sedikit berteriak ketika tubuh nya melayang begitu saja .


–Sssssssrrreettt..


Aldrich melelas kan ikat pinggang nya dengan saku kali tarikan , melempar nya ke sembarang arah , kaki nya mulai mengarah naik menyusul Nabila yang sudah terbaring dengan jemari yang terus melepas kan satu-persatu kancin kemeja nya , lalu melempar kembali ke sembarang arah.


Suasana kamar yang terlihat remang-remang , hanya mengandal kan cahaya dari luar , namun Nabila bisa melihat tubuh indah suaminya dengan sangat jelas .


KENAPA DIA TERLIHAT SEMAKIN TAMPAN ?!.Umpat Nabila dalam hati.


Dengan bertelanjang dada Aldrich pun terus mendekat ke arah Nabila yanh terus mundur perlahan berusaha menjauh dari Aldrich.


" Aaaaaaaaaaaaaaa," Teriak Nabila ketika Aldrich menarik kaki nya begitu saja .


" Kenapa hemm ? apa sekarang kau jadi takut pada ku ?!"Tanya Aldrich sedikit berbisik.


Nabila pun hanya menggeleng kan kepala , manik indah nya terus menatap Aldrich yang kini sudah berasa di atas nya ,bibir nya seolah kelu tak mampu mengucap kan satu kata pun .


Dengan gerakan cepat Aldrich langsung melahap bibir indah milik seorang yang kini sedang berada di bawah tubuh nya.


Bibir itu terus tertutup rapat , hingga satu gigitan bisa benar-benar membuat Nabila mebuka bibir mulut nya.


Suara decapan indah antara bibir Nabila dan Aldrich mun memenuhi seluruh ruang kamar.


Nabila hanya pasrah dengan mata yang selalu tertutup , ia hanya membiar kan Aldrich melakukan apa yang ia ingin kan .Hingga Nabila pun mulai merasa ada tangan kekar yang mulai menyentuh kulit pinggang nya.


Rasa aneh pun mulai muncul dalam dirinya , dengan sangat susah payah Nabila menahan sesuatu yang akan membuat ruangan ini sedikit berisik.


Jemari lentik nan cantik pun terus menerus meremas seprai .


" AKU TIDAK SUKA BERMAIN SENDIRI !" Kata Aldrich ketika menghentikan kegiatan nya .


Mendengar perkataan Aldrich , mata Nabila pun terbuka .


Manik indah dengan bulu mata yang lentik kini sudah terlihat sayu .


Aldrich dan Nabila terus saling menatap , tangan kekar Aldrich pun mulai membuka satu-persatu kancing kemeja milik Nabila , hingga mulai memperlihat dua gunung kembar yang tertutup bra berwarna hitam , yang terlihat kontras dengan kukit putih nya.


" Emmmhh " Suara indah yang terus Nabila tahan pun lolos begitu saja ketika Aldrich mulai memain kan salah satu aset milik nya.


" Lepas kan saja! Kau berteriak pun tidak akan ada yang mendengar nya " Bisik Aldrich di telinga Nabila.


Kecupan demi kecupan Aldrich berikan kepada setiap lekuk tubuh Nabila , Aldrich melihat Nabila yang kini sedang meng gigit bibir bawah dengan cengkraman jari di seprai membuat Aldrich sudah tak mampu menahan sesuatu yang mendesak di bawah sana.


Nabila pun benar-benar merasa gila , ia hanya terdiam ketika Aldrich melucuti seluruh pakaian nya.


Akal sehat nya sudah tidak berfungsi dengan baik, kala setiap tangan dan bibir Aldrich menyentuh setiap bagian tubuh nya.


Mata nya terbuka ketika ia merasa Aldrich menghentikan permainan panas nya , namun ketika mata nya terbuka sempurna , betapa terkejut nya ketika Nabila melihat Aldrich yang sudah mulai mendekati nya tanpa sehelai benang pun .


YA TUHAN , AKU TIDAK YAKIN AKU AKAN BAIK-BAIK SAJA .Lirih nya dalam hati.


Nabila pun hanya mampu memejam kan mata nya ketika Aldrich menarik paha milik nya.


–Cupp..


Aldrich mencium bibir Nabila singkat.


" Buka mata mu " Titah Aldrich dengan suara serak nya.


Mata Nabila pun seketika terbuka , menatap manik seseorang yang kini sedang menatap nya juga.


" EHHHHMMM ....AHHHHHHH...AWWWWW " Nabila pun tidak bisa menahan seseuatu yang sangat perih ketika Aldrich terus mendorong nya memaksa masuk tanpa jeda sedikit pun .


OH MY GOD , NABILA MASIH VIRGIN . Gumam Aldrich.


Melihat Nabila yang begitu keras nya meremas seprai , Aldrich langsung membawa tangan Nabila memeluk tubuh nya.


Berkali-kali Aldrich menghujani Nabila dengan kecupan , pria itu berusaha menenang kan Nabila yang saat ini sedang terisak dalam tangisan .


Entah Nabila menangis karena sakit atau karena ia menyesal memberika mahkota nya kepada Aldrich , hanya Nabila yang tahu.


" SORRY " Bisik Aldrich dengan jemari tangan yang terus mengusap setiap air mata yang terus membasahi pipi nya .


Tidak ada jawaban dari Nabila , wanita itu terus membisu dengan mata yang masih tertutup.


Dengan perlahan Aldrich pun kembali menggerakan pinggul nya , namun tetap membuat Nabila meringis menahan perih.


" Stop please " Lirih Nabila , namun bukan nya menghentika gerakan nya , Aldrich justru mulai mempercepat hingga membuat Nabila berteriak.


" PLEASE STOP " Teriak Nabila kembali .


Lagi-lagi Aldrich seolah tuli , ia tak menghirau kan ucapan Nabila , Aldrich terus bergerak tanpa ampun hingga mengubah suara rintihan Nabila dengan suara desahan yang begitu merdu ketika terdengar oleh Aldrich .


" Ahhh mas " Rancau Nabila , tangan nya terus membuat ukiran kemerahan di dada dan di punggung Aldrich.


" Ya sayang " Jawab nya dengan suara terengah-engah .


Erangan Aldrich sudah jelas terdengar , hentakan-demi hentakan pun terus terdengar merdu di dalam ruangan , hingga pada akhir nya benih milik Aldrich pun ia seburkan ke rahim Nabila.


–Cupp..


–Cupp..


–Cupp..


Aldrich terus menicum wajah Nabila , rasa bersalah nya kembali menyeruak , kata-kata menyakit kan telah ia lontar kan kepada wanita yang kini sudah terbaring lemas .


" Maaf " Lagi-lagi kata maaf itu keluar dari mulut Aldrich , namun tidak ada sahutan apapun dari Nabila , wanita itu terlelap ketika tubuh nya sudah di gempur habis-habisan .


Pria dengan tubuh kekar itu mulai beranjak , Aldrich menarik selimut tebal untuk menutupi tubuh polos Nabila sebelum ia benar-benar beranjak menuju kamar mandi.


Di bawah kucuran air shower yang dingin , jemari lengan nya kembali meremas kasar rambut nya .


" Bodoh nya aku bisa sampai percaya hasutan Sarah " Lirih Aldrich penuh penyesalan .


Tidak ada lagi amarah , sekarang hanya tersisa rasa takut .


Aldrich benar-benar takut Nabila akan pergi setelah ini , ia tahu betul luka yang ia toreh kan bahkan bisa membuat nya basah sampai kapapun.


Dua puluh menit Aldrich berada di dalam kamar mandi , merasa kepala nya sudah terlalu dingin akhir nya ia pun keluar dengan hanya lilitan handuk di pinggang nya.


–Trekk..


Aldrich menyala kan lampu kamar , terlihat begitu bangak pakaian yang tergeletak di mana-mana .


Tanpa memakai baju nya terlebih dulu , pria itu berjalan ke arah luar kamar , Aldrich mulai menutup gorden dan menyala kan lampu di setiap ruangan.


Setelah selesai dengan semua , Aldrich menyusul Nabila yang sudah terlelap , tangan nya menarik Nabila kedalam pelukan nya .


–Cup..


Aldrich kembali mencium kening Nabila.


" I'm sorry babe , kumohon maaf kan aku ".


...🍁🍁🍁🍁🍁...


TBC🍂🍃


JANGAN LUPA LIKE ,KOMEN DAN VOTE 😊😁.