
Di perjalanan pulang.
"Ng! aku mau ngomong sesuatu sama kamu Ray."Ucap Asila.
Pria yang tengah fokus menatap ke depan pun seketika menoleh ke arah Asila, yang sedang melihat ke arah Raynan sambil menggigit bibir bawah nya.
"Apa? omongin aja nggak usah sungkan!"Jelas Raynan namun tetap fokus menatap jalanan.
"Kamu beneran mau nikahin aku?"
"Iya, memang nya kenapa? apa kamu ragu pada diriku?"Sahut Raynan.
"Coba minggir dulu, takut nya kamu kaget terus rem mendadak!"Titah Asila.
Raynam mengangguk, lalu menepikan mobil di bahu jalan.
"Jadi apa yang kamu ingin bicaralan? jangan membuat ku penasaran Asila!"Raynan lansung memposisi kan tubuh nya menghadap prempuan yang duduk di samping nya.
"Kamu suka sama aku?"Raynan mengangguk.
"Kamu serius mau nikahin aku?"Raynan pun kembali mengangguk.
Asila terdiam sejenak, menatap lekat netra coklat milik Raynan.Helaan nafas Asila terdengar samar, mata nya tertutup sesaat lalu kembali terbuka.
"Jujur saja aku juga suka sama kamu, kamu tampan dan gigih! tapi apa pernikahan kita akan berjalan mulus kalau kita belum saling mengemal?"Asila terlihat khawatir, ekspresi wajah gusar nya sangat jelas terlihat.
Raynan lansung meraih kedua tangan Asila, menatap mata nya lekat lalu berkat.
"Aku cinta sama kamu, jangan pernah raku sama hubungan kita nanti nya!"Kata Raynan.
"Raynan tapi aku.."
"Aku tidak mau mendengar alasan apapun!"Cicit nya memotong perkataan Asila.
"Tapi Ray!"
"Asila!!"
"Raynan aku sudah pernah menikah!"Tegas Asila dengan suara sedikit meninggi.
Raynan diam, wajah nya terlihat datar tampa ekspresi dengan tatapan tajam ke arah Asila.
"Mmm ma-maaf, aku lacang sudah meninggi kan suara ku pada mu."Asila merasa tidak enak dan lansung terlihat gugup ketika Raynan terus menatap nya tajam.
—KLEK..
Raynan membuka seatbelt, lalu mendekat kan tubuh nya ke arah Asila dan tampa basa-basi Raynan langsung memangut bibir kenyal merah milik Asila.
Mendapat serangan tiba-tiba, tubuh Asila seakan tidak bisa seimbang hingga menjungkal ke belakang.
Seolah Raynan mengetahui ini akan terjadi, dengan cepat satu tangan nya menahan kepala Asila.
–DUKK!!
Tubuh Asila terbentur, namun kepala nya selamat karena tangan Raynan melindungi nya dari belakang.
Asila tidak memberontak, wanita itu hanya diam karena cukup syok dengan ke jadian yang bisa di bilang sangat cepat ini.
Dengan penuh kelembutan Raynan me**mat bibir ranum Asila, merasakan setiap sudaut bibir yang terasa sangat manis.
Pautan bibir itu perlahan terlepas, kedua nerta nya saling menatap satu sama lain, tangan Raynan mengusap bibir Asila yang basah karena aktifitas yang baru saja di perbuat nya.
"Kamu pikir aku akan mundur kalo kamu udah nikah?"Ucap Raynan berbisik dengan jarak wajah kedua nya yang sangat dekat.
Asila hanya terus menatap mata pria yang sedang mengungkung nya saat ini.
"Raynan tapi mama kamu harus tahu, aku mggak mau dia kecewa!"Lirih Asila.
"Mama nggak pernah nuntut apapun untuk calon istriku, Asila! ini tidak akan mengubah keputusan apapun, sore ini kita berangkat bersama ke kampung halaman kamu oke? aku akan segera memesan tiket pesawat via online, kita ke rumah Aldrich sekang untuk izin pulang!"Jelas Raynan.
Asila membisu, dengan pernyataan Raynan yang tetap kekeuh dengan keputusan nya.
"Kita jalan lagi oke!"Ucap nya kembali berbisik dengan senyum sumringah di bibir nya.
–Cup.
Raynan kembali mencium bibir Asila sebelum ia kembali membenar kan duduk nya.
"Nyosor mulu!"Cicit Asila sambil mangalih kan pandangan nya ke luar."Gimana kalo ada yang liat coba! mana jalanan nya rame banget."Asila terus mengomel pada pria yang sudah mulai melajukan mobil nya kembali.
Raynan tersenyum miring ketika Asila membahas hal indah yang baru saja terjadi.
"Asila, mau kamu nempel se nempel-nempel nya ke kaca mobil aku, kamu nggak bakalan bisa lihat ke dalem! apa lagi yang cuma lewat."Ujar Raynan.
"Iya aku lupa kalo kamu alumni dari universitas buaya darat! ya kali kaca mobil nya tembus pandang, ya nggak bisa eheum-eheum dong sama para mbak nya!"Ujar nya ketus.
"Kamu yang pertama Asila!"Kata Raynan.
"Masa!"Ledek Asila sambil mendelikan mata.
"Hemmm! yang lain nya di kamar hotel."Ujar Raynan santai.
Asila langsung menoleh, menatap Raynan tidak percaya.
Ih apaan sih, masa gw udah baper aja sampe ngerasain cemburu! pikir nya.
"Kita impas Asila, kamu pernah aku juga pernah."Jelas Raynan.
"Dih pernah apa?!"Tanya Asila ketus.
"Udah ah, fokus aja nyetir nya! nggak usah ngomongin itu, aku nggak mau inget masa lalu aku lagi!"Jelas Asila.
Tidak ada jawaban dari Raynan, pria itu hanya melirik Asila sesat lalu kembali fokus dengan setir dan jalanan di hadapan nya.
Asila pernah nikah? tapi kapan? siapa pria yang berani sia-sia in gadis cantik kaya begini! bego apa buta tu laki?! Gumam nya dalam hati.
^
^
Mobil putih yang di tumpangi Asila dan Raynan pun berhenti tepat di garasi mobil keluarga Mahardika.
–Brugh..
Asila dan Raynan menutup pintu mobil bersamaan.
"Eh udah pulang aja! kenapa cepet banget?"Kata Sinta kepada kedua nya yang baru saja masuk ke dalam rumah.
"Tante Aldrich libur kan?"Tanya Raynan.
"Iya, ada ko di kamar nya lagi main sama Queen."Jelas Sinta.
"Boleh panggilin nggak tan?"Pinta Raynan.
"Boleh, tunggu yah!"Sinta pun berlalu pergi meninggal kan Asila dan Raynan di ruang tamu.
"Aku ambil Queen dulu yah!"Izin nya, namun ketika Asila akan beranjak pergi, Raynan menaha pergelangan tangan nya.
"Duduk disini bareng aku."Pinta nya sambil menarik tangan Asila perlahan.
"Tapi Ray aku nggak enak sama bos aku!"Bisik Asila.
"Duduk Asila!"Tegas Raynan.
Kan! mulai kelihatan sifat aslinya! nggak mau di bantah.Umpat Asila.
Tidak lama setelah Sinta undur diri, kini Aldrich datang bersama Nabila yang sedang memangku Queen.
"Wih kenapa sebentar banget jalan-jalan nya?"Kata Nabila.
"Kita nggak jalan-jalan bu."Jawab Asila.
Nabila lansung mengangkat kedua alis nya, lalu menatap Asila dan Raynan bergantian.
"Ada apa Ray?"Tanya Aldrich yang sudah duduk di hadapan kedua nya.
"Asila mau resign Al!"Jelas Raynan tampa basa-basi
Aldrich memandang sahabat nya penuh tanya.
"Lah kenapa? Queen gimana dong! mana udah nempel banget sama Asila."Nabila terlihat panik.
"Sebelum nya maaf bu, saya juga nggak mau tapi di paksa!"Ujar Asila.
"Enak aja! nggak ada yang maksa disini."Jawab Raynan.
"Nah kan mas! mereka itu kaya Tom and Jerry kalo lagi ketemu."Cicit Nabila.
Aldrich mengulum senyum ketika melihat tingkah dua manusia di hadapan nya.
"Jadi gimana?"Tanya Aldrich.
"Sore ini kita mau pulang ke kota nya Asila Al, mau lamar Asila! sama mama papa juga ko."Jelas Raynan.
"Ya sudah, saya nggak bisa ngelarang kalian! apalagi niat kalian baik."Sahut Aldrich.
"Tapi kalo udah nikah masih boleh kan titip Queen!"Tanya Nabila penuh antusias.
"Boleh!"
"Nggak!"
Jawab kedua nya bersamaan.
Aldrich lansung melihat ke arah Nabila lalu tersenyum.
"Nyonya Raynan nggak mungkin kerja jadi babysiter sayang!"Tutur Aldrich.
"Nah!"Cicit Raynan.
"Yasudah, biar Raynan yang bantuin kemas barang-barang kamu, dan gaji kamu bulan ini saya kirim nanti."Jelas Aldrich tersenyum.
Aldrich pun beranjak pergi bersama Nabila sambil merangkul pundak kecil istrinya.
...TBC🍀🍀🍀...
...FOLLOW, LIKE, KOMEN, DAN VOTE NYA ZEYENG😁...
Asila
Raynan.
Author bingung nyari visual nya! tapi mudah-mudahan pada suka.