STORY AFTER MARRIED

STORY AFTER MARRIED
Eps 77



Setelah mengeluar kan koper milik Indri dari bagasi mobil milik nya .


Kedua nya pun kini berjalan bersamaan menuju rumah milik orang tua Indri .


" Ada papah juga ?!"Gumam Indri pelan ketika melihat mobil innova berwarna hitam , namun raut wajah nya lansung terlihat bingung ketika melihat mobil lain yang berada di garasi mobil rumah ibu nya.


" Kenapa ?" Tanya Feri ketika melihat Indri hanya terdiam .


"Tuan , emmm maksud saya.. Feri sebaik nya kamu pu.."


" Saya ikut masuk !!" Jawab Feri sebelum Indri selesai bicara .


" Ta-tapi ,"


Tampa basa-basi Feri membawa tangan Indri dalam genggaman nya , dan menarik nya untuk mengikuti Feri yang berjalan terlebih dulu ke arah pintu rumah yang terbuka lebar .


Suasana rumah pun terlihat ramai dan terdengar suara yang saling sersahutan dan gelak tawa .


Tok..


Tok..


" Permisi ," Ucap Feri .


Semua orang yang sedang duduk dan bercandan gurau pun seketika menoleh ke arah pintu di mana Feri dan Indri tengah berdiri saat ini .


" Indri !!"Panggil seorang wanita berambut pendek dengan senyuman di bibir nya .


" Mamah ," Sahut Indri lalu menghambur ke dalam pelukan nya .


"Silahkan masuk ," Kata Arini kepada teman putri nya yang tidak lain adalah Feri .


Feri pun mengangguk , lalu membuka sepatu nya dan branjak masuk meninggal kan koper milik Indri tetap berdiri di ambang pintu .


" Apa ini yang ingin di di jodoh kan ibu nya kepada gadis ku ?? ck , jelek sekali ," Pikinya ketika melihat laki-laki mudah bertubuh cungkring dan berkulit gelap terus menatap Indri penuh ke kaguman .


" Papah , tante Vira "Sapa Indri lalu mencium telapak tangan kedua orang yang sedang duduk berdampingan .


" Om Fatih ," Indri pun kembali mencium punggung tangan ayah tiri nya .


" Ayah Dri !" Cicit Arini kepada anak nya yang juga enggan memanggil suami nya dengan sebutan ayah.


" Oh iya ! kenal kan , itu om Firman dan tante Sofia , dan ini sugeng calon suami kamu ," Jelas Arini kepada Indri , gadis itu mengangguk lalu mencium kembali punggung tangan orang tua dari calon suaminya .


" Hai ," Kata Sugeng ketika tangan kedua nya bersalaman , namun Indri hanya menganguk dengan senyum yang di paksakan .


Feri hanya diam seribu bahasa , namun mata nya terus memperhatikan pergerakan Indri yang sekarang duduk di sebelah ibu nya .


" Saya Bima , papah nya Indri " Kata nya sambil mengulur kan tangan kepada Feri .


" Saya Feri om ," Sahut Feri lalu menerima uluran tangan Bima .


" Terimakasih sudah mengantar anak saya ,"Ucap nya seraya tersenyum ramah .


" Iya maaf kalo anak saya merepot kan ," Kata Arini tiba-tiba .


" Tidak , ini sudah jadi kewajiban saya om,tante ! karena saya tidak mau terjadi sesuatu yang buruk pada kekasih dan bayi yang berada di dalam perut nya ," Dengan enteng nya Feri berucap seperti itu di hadapan orang tua Indri dan calon besan nya .


-Degg


Suasana pun langsung hening , semua mata menatap Feri dengan raut wajah yang tidak bisa di artikan .


Begitupun dengan Indri , gadis itu membeku , mata nya membulat sempurna ketika mendengar perkataan Feri .


" Indri kamu hamil ?" Tanya Bima kepada putri nya yang masih terdiam sambil menatap Feri .


" Ti-tidak , bukan seperti itu biar Indri jelas kan ," Cicit Indri terlihat panik .


" Jadi kamu mau nikahin anak kamu karena dia hamil Arini ?" Tanya Sofia yang terlihat shok.


" Mih jangan kaya gini malu ," Bisik Sugeng sambil terus memegangi lengan ibu nya.


" Diam Sugeng !"Tegas Sofia.


" Nggak tante , Indri gak hamil ," Jelas Indri kepada teman ibu nya , gadis itu berusaha untuk tidak membuat hubungan Sofia dengan ibu nya memburuk.


" Pah ayok kita pulang , batalkan saja semua nya , dan Sugeng ! kita cari wanita baik-baik dan pasti nya tidak sedang mengandung benih lelaki lain !" Tutur Sofia meng gebu-gebu dengan tangan yang sudah menarik putra nya berjalan ke arah luar meninggal kan semua orang yang masih terdiam .


" Kamu hamilin anak saya !!" Tanya Bima dingin .


" Iya dan saya yang harus menikahi anak om bukan lelaki tadi ," Sahut Feri tampa ada ketakutan sedikit pun .


Sementara itu , Fatih dan Vira hanta terdiam , mereka bingung ingin menanggapi putri sambung nya seperti apa .


-Plakkkk...


Tangan Bima pun mendarat di pipi Feri , sampai meninggal kan bekas kemerahan di pipi nya .


" Pah sabar ," Kata Vira , wanita itu berusaha menenang kan suaminya .


" Mah , pah , om , tante ...ini enggk.." Ucapan nya terhenti ketika Fatih pun ikut berbicara .


" Bima , cepat panggil penghulu besok dan nikah kan putri mu ," Jelas Fatih kepada Bima ayah kandung dari putri sambung nya .


" Itu jalan satu-satu nya bukan ?"Cicit Bima kepada Fatih , tangan Bima pun lansung memijat kepala nya yang sudah terasa sangat berat .


" Indri ! mamah kecewa sama kamu !!" Ucap nya lirih dengan air mata yang sudah menggenang di sudut mata nya .


" Mah Indri gak hamil !"Indri berusaha menenang kan ibu nya .


" Tuan , tolong jelas kan pada mereka kalo anda sedang berbohong ," Pinta Indri kepada Feri yang sedang memegangi pipi bekas tamparan ayah nya .


Feri hanya terdiam , ada rasa tidak enak di hati nya , namun ini cara satu-satu nya agar ia bisa mendapat kan Indri seutuh nya .


" Apa kata papah Indri ? seharus nya kamu ikut papah dulu, karena mama mu tidak bisa mendidik mu dengan baik ," Ujar Bima .


" Aku sudah berusaha mendidik nya Bima !"Sahut Arini .


"Tapi kamu gagal ," Kata Bima kembali .


" Cukupp !! "Teriak Indri . " Kalian yang membuat aku keluar dari rumah dan menjadi seperti ini untuk mencari kebahagiaan ku di luar sana !" Pekik Indri , suara nya sudah bergetar meluap kan semua isi hati nya .


" Aku sendirian , tapi kalian bahagia dengan pasangan baru kalian ! bahkan papah dan mamah sudah punya anak lagi ! kalian sudah memiliki keluar utuh masing-masing , jadi kalo mau aku nikah , nikah kan aku besok dan aku akan pergi bersama suami ku !!" Cecar nya dengan air mata yang berderaian .


Orang tua dari Indri pun hanya terdiam ketika mendengar ucapan Indri , kepala Vina dan Fatih pun tertunduk ketika mendengar ucapan putri sambung nya .


Indri sudah larut dalam tangisan nya , namun tidak ada satu pun dari ke empat orang tua nya yang memeluk Indri hanya sekedar untuk menenangkan putri nya itu .


" Keluarga macam apa ini ?!"Ucap Feri dalam hati .


Dengan perasaan sedikit kesal kepada sikap para orang tua Indri , Feri pun beranjak lalu mendekat ke arah Indri lalu memeluk nya .


" Ternyata hidup mu lebih sulit dari pada kehidupan ku ," Bisik Feri kepada Indri , jemari tangan nya terus menyusut setiap air mata yang berjatuhan di pipi gadis yang sedang menagis di dada nya .


" Aku ingin pergi !" Ucap nya lirih , tangan nya memukul dada Feri terus menerus .


" Kita akan pergi besok ," Sahut Feri .


" Emmm..kami pulang dulu , Vania di rumah pasti sudah menunggu kami," Jelas Vira , yang sudah tidak enak hati dengan ke adaan malam ini .


" Maafin papah Indri , papah pulang dulu besok kesini lagi ," Kata Bima lalu beranjak meninggal kan tempat bersama istri nya .


Arini pun menatap Indri sendu , ia menyesal tidak mendengar kan permintaan putri nya agar tidak menikah lagi dulu, namun sekarang sudah terlanjur , ia menyakiti jiwa Indri dengan menikah kembali dan melahir kan seorang anak laki-laki yang baru saja berumur dua tahun .


" Indri sayang , maafin mamah nak ! tapi mamah sama om Fatih sayang kamu ," Arini berusaha mendekat untuk meraih tubuh Indri .


" Jangan sentuh Indri mah , sikap mamah udah jadi jawaban buat Indri selama ini , kalian hanya membahagia kan diri kalian dan anak-anak kalian , tapi tidak dengan aku ! aku sendirian, setiap hari aku kesepian ," Jelas Indri .


" Mamah tau kamu marah , sampai memutus kan pergi dari rumah dan mencari pekerjaan di kota, maaf kalo kamu kurang kasih sayang dari mamah dan papah ," Arini kembali berbicara.


" Kalian gak salah , aku yang salah gak bisa tetep bikin kalian bersatu ," Kata Indri yang terus memeluk tubuh Feri .


" Sudah-sudah , ini sudah malam ! kita istirahat ,"Ujar Fatih .


" Om sama mamah masuk kamar aja , kasian Dion nungguin kalian , biarin Indri disini ," Sahut Indri .


" Baiklah , mamah istirahat dulu . Feri , ada kamar tamu di sana dan Indri kamar kamu selalu rapih dan bersih , masuklah dan istirahat ," Jelas Arini , lalu beranjak pergi meninggal kan kedua nya .


Kini di ruang tamu hanya tinggal dua manusia yang masih terus berpelukan , dengan isak tangis Indri yang terus terdengar .


" Kamu jahat !!" Cicit nya kepada Feri .


" Aku baik , buktinya nolongin kamu dari pria jelek tadi,"Sahut Feri yang lansung mendapat pukulan du dada nya cukup keras .


" Kenapa kamu fitnah aku ?" Tanya Indri .


" Seperti apa yang pernah ku katakan !"Pandangan Indri pun mendongkak ke atas melihat wajah Feri .


" Apa ?" Tanya Indri , seuara nya sudah berubah serak , dengan mata sembab dan hidung yang sangat merah .


" Aku cinta sama kamu ," Jawab Feri.


" Tapi aku gak cinta sama kamu !" Jelas Indri .


" Kamu cinta Raynan ? aku tahu itu !" Ujar Feri santai , walau pun sangat menyakiti hati nya .


" Kamu sok tahu !" Cicit Indri lalu melepas kan lilitan di pinggang Feri dan membenar kan posisi duduk nya .


" Sakit ...pasti sakit ," Kata Indri sambil melihat bekas tamparan Bima .


" Sudah tahu sakit , tapi tidak ada ini sial eh inisiatif untuk mengompres ," Sahut Feri .


" Nggak lucu ," Ujar Indri .


" Kamu suka sama aku ?" Tanya Indri kembali.


" Tentu ," Jawab nya dingin tampa ekspresi apapun .


" Aku tidak suka pria dingin seperti mu !!" Jelas Indri .


" Ya i know , kamu suka pria yang modelan nya seperti Raynan yang hangat kepada setiap wanita , tapi aku akan membuat kamu cinta sama laki-laki dingin seperti ku ,"


Plakk....


" Kamu kepedean ," Kata Indri lalu tersenyum.


" Sekarang kamu udah berani yah ? dari tadi mukul-mukul terus ,"


Lagi-lagi Indri hanya tersenyum , lalu beranjak dari duduk nya dan berjalan ke arah dapur .


" Kemana ?" Tanya Feri sedikit berteriak .


" Bawa air es " ,Sahut Indri lalu menghilang di balik tembok ketika tubuh kecil itu berbelok menuju dapur di rumah nya.


TBC๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€



Indri๐ŸŒบ๐ŸŒบ



Feri ๐ŸงŠ๐ŸงŠ


JANGAN LUPA LIKE , VOTE DAN KOMEN GENGS KU ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜