
Suasana ruangan masih terlihat gelap , hanya ada cahaya lampu dari luar yang menembus ke dalam melalui pentilasi udara .
-Kkrrrrriinnngg...
Suara jam weker di kamar kost pun terdengar sangat nyaring , hingga mampu membuat gadis yang masih terlelap di bawah gulungan selimut pun menggeliat .
Tangan kecil nan putih milik Indri pun keluar dari dalam selimut , meraba nakas yang berada di samping tempat tidur nya dengan mata yang masih tertutup .
Suara dering jam pun terhenti bersamaan dengan mata yang masih sembab milik Indri terbuka .
Indri kembali meletakan jam weker nya di atas nakas , beralih mengambil ponsel dan memain kan nya sebelum benar-benar beranjak untuk melakukan olahraga pagi .
Setelah beberapa menit memain kan ponsel di atas ranjang yang memiliki kasur empuk .
Akhirnya Indri menyibakan selimut nya , duduk di pinggir ranjang lalu berjalan menuju kamar mandi yang berada di sebelah tempat tidur nya .
Suara gemercik air terdengar , ketika sedang mencuci muka nya .
Setelah selesai , gadis itu pun menganti baju nya dengan kaos dan celan training panjang berwarna hitam .
Tidak lupa Indri pun memakai jaket dan juga sepatu nya , lalu mulai membuka pintu dan keluar dari kamar kost nya .
Jam masih menunjukan pukul lima pagi , suasana kost pun masih sangat sepi , hanya terlihat beberapa orang yang sudah bangun dan melakukan aktifitas nya masing-masing .
Udara di pagi hari begitu terasa sangat segar , tiupan angin nya terasa sangat sejuk , begitu pun dengan langit yang sudah mulai menerang terlihat begitu cantik nan indah .
Suasana jalanan pun semakin ramai , banyak orang yang juga melakukan kegiatan olahraga di pagi hari.
Ada yang melakukan nya bersama teman , atau pun berpasang-pasangan , hingga membuat hati Indri menjerik mengingat umur nya yang sudah menginjak dua puluh satu tahun namun masih saja jomblo.
" Fix gw gak boleh jomblo lagi !"Indri memekik dalam hati nya .
Sesampai nya di taman kota , Indri pun singgah sebentar untuk membeli air minum di salah satu warung kecil di sana .
" Bu aqua nya satu ," Indir memperlihat kan botol air di tangan nya , bersamaan dengan memberikan uang kepada ibu pemilik warung .
"Iya neng ," Jawab nya seraya tersenyum ke arah Indri .
Indri pun mengangguk , lalu kembali berjalan mencari kursi taman yang kosong .
Lama mencari , akhir nya Indri menemukan satu kursi yang hanya di duduki satu orang saja , tampa pikir panjang Indri pun lansung duduk dan mulai membuka air minum nya.
-Krekkk..
Indri memutar tutup botol air munum kemasana milik nya , hingga segel tersebut terbukan .
Sementara itu pria berhoodie hitam di samping nya menoleh , melihat Indri yang kini sedang minum.
" Gapain kamu di sini ?" Kata Feri dengan suara sedikit kencang kepada Indri.
Mendengar ada yang berbicara padanya , Indri pun lansung berhenti minum lalu menutup botol air nya kembali .
" Tuan !" Ujar Indri , gadis itu terkejut hingga refleks membulat kan mata nya .
" Kamu ngikutin saya yah !!" Feri bertanya kembali sambil meruncing kan pandangan nya kepada Indri .
" E-enggak-enggak , setiap libur kerja saya pasti joging ke sini ko , ngapain juga saya ngikutin anda ," Sahut Indri .
" Heh , mau kemana kamu ? gak sopan main pergi-pergi aja !" Jelas nya pelan , namun masih bisa di dengar Indri , sampai gadis itu pun menghentikan langkah kaki nya .
" Saya permisi dulu tuan Feri yang terhormat , silahkan nikmati pagi anda," Sahut Indri sambil tersenyum . " Maaf saya telah mengganggu,"Tutur nya lalu kembali berjalan dengan langkah cukup cepat .
Tap ...
Pergelangan tangan Indri di tarik , hingga membuat tubuh nya kembali berbalik arah .
" Apa aku terlihat sangat menyeram kan ? sampai kau terlihat ketakutan seperti ini ?" Tanya Feri kepada Indri yang kini sedang mendongkak menatap wajah nya .
-Tentu saja aku takut orang-orang bersikap dingin, mereka seperti psycopat di Film ORPHAN yang pernah aku tonton . Ucap Indri dalam hati .
" Ah , tentu aku tidak takut kepada pria tampan seperti mu! walaupun umur anda jelas terlihat lebih tua dari pria-pria seumuran ku,"Jelas Indri gugup.
" Tua !! maksud mu aku tua ?!" Tanya Feri penuh penekanan .
" Tidak , bukan seperti itu ! maksud ku bukan tua seperti kake-kake ,tapi umur mu jelas lebih jauh di atas ku " Indri kembali mejelas kan kepada pria yang kini masih mencengkram pergelangan tangan nya kuat .
" Oh ," Jawab nya singkat dengan tatapan yang dingin . " Duduklah , aku ingin membicarakan sesuatu pada mu ," Jelas nya kembali , lalu mendorong Indri agar kembali duduk di kursi taman .
" Aldrich menyuruh ku untuk menanyakan tawaran dua hari yang lalu?!"Jelas Feri ,lalu kembali duduk di sebelah Indri .
" Oh itu , nanti sore aku akan ke rumah untuk memberi tahukan keputusan ku ," Sahut Indri .
" Apa jawaban mu ?" Tanya Feri .
" Tentu saja rahasia," Sahut Indri , sampai Feri kembali menoleh ke arah nya lalu menatap nya dengan tajam .
" Emmm...baiklah , aku akan menolak nya," Jawab Indri .
" Kenapa ? bukan kah Nabila sahabat mu ? lalu apa susah nya membantu?!"Cecar nya kepada Indri .
" Pertama saya tidak bisa mengurus bayi , kedua mama saya memberi tahu , bahwa beberapa minggu lagi akan ada teman nya datang untuk menjodoh kan putra nya dengan ku," Jelas Indri kembali , pandangan nya menatap lurus ke depan dengan raut wajah yang terlihat sedih .
" Kau di jodoh kan ? kenapa tidak menolak kalau hati mu tidak mau?"Lagi-lagi Feri bertanya .
" Aku tidak berani , ini ke inginan ibuku ! dia yang mengurus ku sendirian setelah ayah pergi bersama kekasih nya dulu , aku akan mematuhi semua ke inginan nya tuan , termasuk ketika ia ingin menjodoh kan aku dengan putra teman nya ,"
Feri terus menatap Indri , meneliti setiap inci wajah cantik yang berada di samping nya yang kini terlihat muram .
" Maka terimalah pekerjaan dari Aldrich untuk mengurus putrinya,"Ujar Feri .
Indri hanya menggeleng kan kepala nya tampa menjawab kembali pernyataan Feri .
" Kenapa aku jadi curhat," Kata Indri sambil tersenyum . " Kalau begitu aku pulang dulu tuan , sampai kan kepada tuan Aldrich nanti sore aku akan datang ke rumah nya ," Indri pun berdiri , lalu tersenyum ke arah Feri .
Hati Feri seolah meronta , ingin menawarkan diri untuk mengantar nya pulang , namun bibir nya seolah kelu , hingga hanya mampu menatap punggung Indri yang kini sudah mulai berjalan menjauh dari dirinya .
" Benar apa kata Aldrich ! dia cantik ," Ucap nya sambil tersenyum .
TBC🍀🍀🍀
Jangan lupa like , vote dan komen ya gengs ...