
Malam hari di sebuah hotel bintang lima yang Aldrich sediakan untuk dirinya dan istri tercinta.
Ruangan yang kini terlihat temaram , hanya cahaya lilin dan taburan bunga mawar merah di lantai , membuat suasana menjadi sangat romantis .
Kedua mata Nabila tertutup oleh tali hitam yang melingkar di kepala nya.Dengan sangat telaten dan hati-hati Aldrich menuntun Nabila menuju meja yang akan mereka datangi.
"Mas kenapa seperti ini?!"Cicit Nabila kepada suaminya.
"Diamlah sayang,sebentar lagi kita sampai."Jelas Aldrich dengan tangan yang terus membopong Nabila .
Setelah berjalan lumayan jauh,akhir nya Aldrich berhenti dan mulai membuka penutup mata yang melingkar di kepala istrinya .
Perlahan netra indah berbulu mata lentik itu terbuka,meneliti setiap sudut ruangan yang begitu terlihat sangat indah dengan hiasan lilin yang berjeje membentuk gambar hati.
Tubuh Nabila berbalik ke arah Aldrich,melihat pria yang sedang menatap nya dengan raut wajah yang terlihat sangat bahagia.
Tampa banyak berbicara Nabila langsung menghambur ke dalam pelukan Aldrich dan memeluk tubuh kekar suaminya sangat erat.
"Apa ini semua untuku mas ?!"Tanya Nabila kepada Aldrich dengan kepala mendongkak.
Aldrich menatap manik Nabila lekat,jemari tangan nya menyingkir kan rambut yang menghalangi wajah cantik Nabila lalu memaut kan nya di daun telinga.
"Tentu saja untuk satu-satu nya wanita yang selalu membuat ku tergila-gila."Ujar Aldrich berbisik tepat di hadapan wajah istrinya.
"Tempat nya sangat sepi,apa mas menyewa hotel ini?"Tanya Nabila kembali .
"Tentu saja agar tidak ada yang mengganggu kita." Balas Aldrich lalu tersenyum .
"Mas berlebihan !"Ucap Nabila lalu mencubit pinggang Aldrich perlahan .
" Jangan nakal sekarang,duduklah kita makan malam sekarang ."Lalu Aldrich menarik kursi untuk Nabila .
Dengan ke adaan suasana hati yang sedang berbunga-bunga.Kedua nya melakukan makan malam romantis berdua dengan senyum dan gelak tawa ketika salah satu nya menlontar kan candaan .
Bagai mana tidak bahagia,bahkan malam ini sudah Aldrich tunggu dua bulan lama nya.
Setelah selesai makan malam dengan beberapa hidangan,Aldrich pun kembali menarik tangan Nabila untuk segera memasuki lift.
"Kita mau kemana?"Tanya Nabila yang sudah menatap Aldrich penuh tanya.
"Kita akan bermalam disini sayang."Sahut Aldrich.
"Nginep ?! Queen gimana mas,aku nggak mau."Tolak Nabila.
TING ....
Pintu lift pun terbuka , Aldrich kembali menarik tangan Nabila , kedua nya terus berjalan menyusuri lorong hotel yang cukup panjang hingga setelah beberapa detik berjalan Aldrich menghentikan langkah nya tepat di depan pintu dengan nomer 045A.
"Mas kita pulang saja yah ! kasian putri kita."Rengek Nabila sambil berusaha menarik lengan suaminya.
Tangan Aldrich lansung merogoh sakit jas nya dan membawa acses card lalu menempelkan nya di handle pintu tampa memperdulikan Nabila yang tengah merengek meminta pulang .
PLIP...
Aldrich lansung menarik tangan Nabila ketia pintu kamar hotel nya terbuka , mengabai kan Nabila yang terus mengoceh.
Pintu hotel pun kembali menutup,lampu kamar hotel pun menyala,tidak ada dekorasi khusus ,hanya ada taburan bungan merah di atas ranjang.
Wajah Nabila pun terlihat pucat ketika Aldrich menghampiri dirinya.Tubuh Aldrich terus mendekat,namun Nabila terus memundurkan lankah nya sampai wanita itu jatuh tersungkal ke belakang karena kaki nya menabrak ranjang yang berukura besar.
–Brughh....
Tubuh Nabila terjatuh ke atas tempat tidur,senyum Aldrich pun menyeringai , lalu mengurung tubuh Nabila di antara dua tangan kekar nya .
"Mas aku-aku."Suara nya terhenti ketika jeri tangan Aldrich menyentuh bibir nya.
"Shuuttttth.Jangan banyak berbicara sayang!!"Ucap Aldrich setengah berbisik dengan jari telunjuk yang sudah menyentuh bibir Nabila.
"Mas...!!"Suara Nabila kembali tak terdengar ketika dengan perasaan mengebu-gebu Aldrich lansung membungkam mulut wanita yang berada dalam kung-kungan nya.
Awal nya Nabila teru memberontak,namun tenaga Aldrich tidak sebanding dengan tenaga nya,sampai ia pun pasrah dan mengikuti permainan Aldrich .
Suara decapan sudah mulai jelas terdenga,ketika kedua nya saling membalas l**atan.
Tangan Aldrich mulai membuka kancing jas nya dan melemparkan ke sembarang arah tampa melepaskan pautan.
Lalu kembali membuka kancing kemaja dan kembali melemparkan nya kesembarang arah .
Kini Aldrich sudah bertelanjang dada,tangan nakal nya mulai menyasar gaun Nabial,perlahan tangan nya menyelinap ke belakang untuk membuka restsleting gaun dan menarik nya kebawah .
Gaun hitam yang di kenakan Nabila pun lepas begitu saja tampa perlawanan,sepasang pakaian dalam berwana senada pun sangat jelas terlihat,sampai membuat Aldrich semakin terdesak.
Sesaat Aldrich menghentikan permainan nya,membuka seluruh pakaian yang masih tersisa di tubuh nya.
Dengan raut wajah tampa ekspresi,Aldrich memindah kan tubuh Nabila ke tengah tempat tidur lalu menghimpit nya kembali .
Bibir Aldrich kini beralih ke tulang rahang,lalu turun ke tengkuk dan mulai beraksi di gundukan sintal milik istrinya.
"Ummmmhhhh."Desahan Nabila tertahan ketika Aldrich sudah bermain nakal di atas gunung kembar milik nya.
Suara Indah yang sangat di rindukan Aldrich akhir nya terdengar,hingga membuat pria di atas tubuh Nabila pun semakin mengebu-gebu.
Permainan bibir pun terhenti,kini kedua nya saling menatap dengan deru nafas yang sudah saling memburu.
Tangan Aldrich mengusap pipi Nabila lembut,lalu memberi nya senyuman agar wanita di bawah tubuh nya merasa lebih rilex.
Netra kedua nya saling memandang,namun tangan Aldrich terus bergerak untuk segera menempatkan senjata nya di depan pintu gerbang ke nikmatan.
"Mas aku takut!!"Lilir Nabila dengan tatapan sayu penuh permohonan .
Tangan Nabila terus mendorong perut Aldrich,berusaha menghentika pria yang saat ini seolah tuli dan di butakan oleh kabut gairah.
Benar saja,rasa perih itu kembali terasa.Kedua bola mata nya membulat,bibir nya terbuka lebar ketika menahan sesuatu yang sudah mulai memenuhi inti tubuh nya.
"Shhhttt."Desis Nabila dengan telapak tangan meremas lengan Aldrich dengan dada yang membusung.
"Kenapa semakin sempit."Gumam Aldrich yang terus berusaha memasukan milik nya.
"Mas ku mohon! hentika ini perih sekali."Pinta Nabila ketika merasa jahitan nya kembali sobek.
Aldrich berhenti sebentar,menatap wajah Nabila yang kini terlihat meringis.Ketika Nabila sudah lebih tenang,akhir nya Aldrich melolos kan serangan nya dengan satu kali hentakan.
"Aw! mas pelan-pelan!!"Jeritan Nabila pun menggema.
Aldrich kembali menghujani wajah Nabila dengan ciuman,tidak perduli ketika Nabila terus merancau dan meneriaki nya jahat.
Setelah Nabila berhenti memukul-mukul dada nya,Aldrich mulai menggerakan pinggul nya perlahan.
"Mmmm...owh shit."Aldrich merancau.
"Mas shhh !!"Nabila terus meremas rambut Aldrich.
Wanita itu terus menggigit bibir bawah nya,mencoba menahan suara ketika Aldrich sudah memacu gerakan pinggul nya.
Suara erotis pun sudah terdengar jelas di dalam ruangan,kedua nya saling berteriak menyebut nama satu sama lain.
Suara desahan Nabila pun sudah tidak beraturan,sampai membuat Aldrich tidak bisa berhenti mempercepat tempo nya.
Hingga suara erangan pun terdengar kala puncak dari kenikmata itu tiba.
Tubuh kekar Aldrich ambruk di atas tubuh milik Nabila.Deru nafa terdengar begitu jelas dengan peluh yang bercucuran di tubuh kedua nya.
–Cup..
"Terimakasih sayang."Tutur Aldrich setelah mencium kening Nabila yang kini sudah memejam kan mata nya.
Perlahan Aldrich bangun,dan mencabut pedang pusaka milik nya bersamaan dengan cairan panas yang ikut keluar.
"Ahh.."Gumam Nabila .
Aldrich tersenyum ketika sudah mendapat kan apa yang sudah lama di ingin kan nya.
Tubuh pria itu kembali berbaring di sisi Nabila,lalu memeluk tubuh Nabila dengan erat.
"Mas kita pulang."Pinta Nabila.
"Iya besok kita pulang sayang."Jelas Aldrich yang terus mengulum senyum.
"Kasian Queen!!"Rengenk Nabila.
"Mas sudah menitip kan Queen kepada oma dan opa nya sayang,jadi tenanglah!"Ujar Aldrich yang terus melihat ke khawatiran Nabila.
"Papih sama mamih tahu kalau mas akan membawa ku menginap?!"Aldrich pun mengangguk.
"Baiklah aku lelah dan akan segera tidur."Jelas Indri lalu menatik selimut tebal nya.
Namun Aldrich kembali membuka selimut yang menghalangi istrinya.
"Tidak semudah itu sayang!!"Kata Aldrich dengan senyum penuh godaan .
Aldrich terus mendesak Nabila,sampai terjadilah pergulatan kedua mereka di kamar hotel dengan lampu yang menyala .
...TBC🍀🍀🍀...
...FOLLOW ,LIKE ,VOTE DAN KOMEN YA GUSY....
...YANG MAU NGASIH TIPS SAMA GIFH NYA JUGA SILAH KAN,BIAR AUTHOR NYA BISA CRAYZY UP....