
...Nabila pov...
...πΌπΌπΌ...
Hari ini, tepat nya pukul tiga sore hari , mata pelajaran kuliah ku sudah selesai.
Aku keluar dengan sedikit terburu-buru.
Begitu senang nya hari ini , ketika melihat balasan pesan dari suamiku ,mas Aldrich mengizin kan aku untuk datang terlebih dulu ke kantor nya .
Terlebih baru saja mas Aldrich mengatakan bahwa dia belum sempat makan siang , jadi aku memutus kan membeli sesuatu untuk suami yang sangat ku cintai .
Sebelum aku memesan taxi , aku sedikit berjalan , mencari makanan apa yang akan ku bawakan kepada suami ku .
Setelah beberapa menit aku berjalan , akhir nya aku menemukan salah satu restauran yang menyajikan menu favorite mas Aldrich.
yaitu nasi hainan.
" Mbak mau nasi hainan sama kwetiaw goreng nya satu ya " Kata ku kepada pelayan kasir yang sedang bertugas.
" Boleh , makan di sini atau bawa pulang ?"Tanya nya seraya tersenyum ramah padaku.
" Bawa pulang mbak , kwetiaw nya jangan pedes ya ! tambah iced millo deh satu ".
Sekitar tiga puluh menit aku menunggu , akhir nya pesanan untuk suamiku datang .
Suasana hati ku saat ini sedang baik , mungkin karena bisa bertemu suamiku sebelum aku pulang .
Kaki ku terus melangkah , menjauh dari restaurant menuju salah satu halte untuk menyetop taxi .
Tidak butuh waktu lama , akhir nya transportasi umum yang selalu aku kenakan kemanapun kini sudah berhenti di hadapan ku.
Tangan ku mengulur , lalu mulai membuka pintu taxi .
" Pak ke jln.Anggrek ya " Pinta ku kepada seorang supir yang terlihat sudah sedikit berumur.
Mobil pun mulai berjalan , di bawah langit yang terlihat sangat indah.
Entahlah , aku sangat menyukai waktu senja.
Matahari begitu terang , namun suasana nya sejuk.
Satujam aku menyusuri jalanan kota , akhir nya sampai di gedung tempat suamiku mengerjakan semua kerjaan nya .
" Ini pak ongkos nya , terimakasih "Kata ku.
Ia pun tersenyum hangat seraya menganguk ramah pada ku , sebelum aku menutup pintu mobil nya .
Dengan perasaan yang sangat bahagia , aku kembali melangkah kan kaki ku memasuki gedung milik mas Aldrich.
Semua karyawan tersenyum ramah padaku seraya menganggukan kepala .
" Selamat sore " Kata ku sambil membalas senyuman mereka .
Kaki ku terus melangkah , menuju di mana suami ku berada .
Namun ketika aku sampai di lantai teratas , aku bertemu dengan Feri , pria itu terkejut ketika melihat ku .
" Anda mau kemana?" Pertanyaan konyol itu Feri lontar kan pada ku.
Jelas-jelas aku datang untuk menemui suamiku bukan?.
" Aku mau ngasih ini " Jawab ku sambil memperlihat kan barang yang ku bawa di tangan sebelah kanan ku .
" Aldrich masih ada tamu , tunggulah sebentar " Jelas Feri pada diriku , entah kenapa pria itu menaikan volume suara nya , apakah Feri semarah itu ketika aku ingin menemui suamiku ? entahlah , Feri ter- lihat aneh saat ini .
" Baiklah , aku akan memberikan makanan nya saja " Aku terus memaksa masuk .
Tubuh kekar itu aku dorong sekuat tenaga , hingga tubuh Feri pun tersingkir dari hadapan ku .
Senyuman hangat ku persiap kan untuk kekasih halal ku .
Perlahan knop pintu itu ku dorong .
Seketika senyuman ku hilang , hati ku sakit bagaikan di hantam benda keras .
Jemari tangan ku seperti mati rasa , hingga tidak dapat menahan kantong yang berisi makanan untuk nya.
Hatiku hancur , benar-benar hancur , ketika melihat suami ku tengah bercumbu dengan wanita yang pernah mengejar nya di hotel.
Kalian tahu , aku seperti burung yang sedang terbang tinggi menikmati indah nya hidup , namun tiba-tiba peluru menghantam tubuh ku , lalu aku jatuh begitu saja .
Aku bisa memaaf kan semua kesalahan , tapi tidak dengan selingkuh.
Aldrich terkejut dengan ke datangan ku , begitu pun dengan Feri , pria itu sungguh terlihat pucat , bahkan mata nya tidak berani menatap ku kembali .
" ANDA BERDUSTA !!" Kata ku kepada Feri , dengan lancang nya jari telunjuk ini menunjuk sahabat suamiku , sungguh aku tidak sengaja menunjuk wajah nya.
Lelaki itu terus meneriaki nama ku , berlari untuk mengejar ku .
Untuk apa , semua yang ku lihat sudah sangat jelas bukan .
Lalu untuk apa dia mengejar ku dengan raut wajah yang terlihat panik.
Di dalam lift aku berteriak sekeras mungking , berusaha mengeluar kan semua rasa sakit yang sedang memenuhi relung hati ku .
Rasa nya sesak , perih dan rasa lain nya yang aku tidak bisa jelas kan.
Pintu lift pun terbuka , kaki ku kembali mebawa tubuh ku berlari , seakan tidak peduli dengam semua orang yang kini sedang menatap nya penuh tanya .
Air mata sialan ini terus mengalir , bahkan ketika susah payah ku tahan , ia terus saja membasahi pipi ku .
Pikiran ku melayang kemana-mana , aku bingung harus pergi kemana? ke rumah mertua ku ? atau aku harus pergi tampa berpamitan .
Sungguh aku tidak tahu , hingga ketika aku berada di parkiran . Suara klason mobil pun menyadar kan lamunan ku .
Sungguh aku sudah pasrah dengan ke adaan terburuk sekali pun , mata ku terpejam ketika suara decitan rem pun jelas terdengar.
Mata ku terus terpejam , hingga suara lelaki yang sedikit ku kenal membuyar kan semua nya .
" Apa ini sudah di akhirat " Pikir ku .
Saat aku membuka mata , ternyata Raynan yang memanggil ku .
Kami memang pernah beberapa kali bertemu , semuanya berjalan secara alami,tidak ada pertemuan yang di rencanakan .
Namun hati kecil ku mengatakan ,ia adalah lelaki baik .
Kalaupun sesekali ia menatap ku dengan tatapan aneh , mungkin ada latar belakang yang membuat nya seperti sekarang .
Aku memasuki mobil Raynan tampa izin ketika lelaki bajingan itu terus mengenar ku.
Raynan hanya terdiam ketika aku menyuruh nya melajukan mobil nya ,hingga ketika aku berteriak .Barulah , Raynan mulai melaju kan mobil nya sesikit kencang .
Beberapa kali dia bertanya kejadian apa yang menimpa kami.
Tapi aku berusaha diam , Raynan tidak berhak tau dasar pertengkarang sore ini .
" Ray , bawa aku ke tempat yang bisa menenang kan hati ku " Pinta diriku pada sahabat lama suamiku sendiri.
" Sebenar nya apa yang terjadi ?" Tanya Raynan pada ku .
" Aku sedang tidak ingin membahas nya , tolong bawa saja aku ke tempat yang bisa membuat hati ku tenang " Pinta ku sedikit memohon kepada Raynan.
" Kau membenci Alderich , tidak dengan tante Sinta dan om Bayu bukan ?" Kata Raynan pada ku .
Aku pun mengangguk , ku lihat pria itu tersenyum , lalu kembali pokus kepada jalanan di depan nya .
Mobil Raynan pun terus melaju , hingga setelah beberapa saat .Mobil itu terhenti di depan gerbang yang sangat tidak asing bagiku.
" Kenapa ke rumah ?" Tanya ku pada Raynan .
Dengan wajah sembab dan hidung memerah , aku turun lalu mulai beranjak berjalan ke arah rumah.
Ayah mertua ku terlihat cukup terkejut , ketika melihat ke datangan ku bersama Raynan dengan ke adaan mata sembab dan hidung yang memerah.
"Raynan ?! Nabila kenapa ?" Tanya nya kepada Raynan dengan raut wajah cemas .
TBCππππ
...πππππ...
Jangan lupa like , komen , tips dan vote .
Biar author makin semangat update nya π€βΊ.
Sun jauh dari author πππ.