STORY AFTER MARRIED

STORY AFTER MARRIED
Eps 60



Minggu ke minggu berjalan begitu cepat ,22 minggu usia janin yang berada dalam perut nya , kini perut Nabila semakin membesar dengan seiring nya usia kandungan yang terus bertambah.


Bahkan kini Nabila semakin lengket dan manja kepada Aldrich , tidak ada sikap ketus atau selalu menyuruh suaminya menjauh karena bau .


Seperti hari ini ,wanita hamil itu memaksa untuk ikut Aldrich ke kantor , dengan dalih dirinya merasa bosan di rumah .


" Tunggu saja di rumah , aku akan pulang cepat " Ujar Aldrich kepada Nabila yang sedang memasang kan dasi di kerah kemeja yang Aldrich kenakan .


Bibir Nabila pun cemberut , berkali-kali ia membujuk suaminya namun tidak membuah kan hasil .


Tangan kecil nya terus meliuk-liuk , hingga Nabila benar-benar kesal dan menarik dasi Aldrich hingga pria itu tersedak .


" Uhukk..uhukk...uhukkk.. " Aldrich lansung melepas kan tangan Nabila lalu melonggar kan dasi nya .


Mata Aldrich sudah bercaka-kaca dan memerah , lalu menatap Nabila dengan tatapan sayu penuh tanya .


" Sayang kau ini kenapa ?" Tanya Aldrich berusaha tidak terbawa emosi.


" Mas masih tanya kenapa ? aku ingin ikut ! kenapa kalian semua selalu melarang semua yang aku mau , dari masak sampai beresin kamar aku aja sekarang di pegang bi Marni , jadi aku harus apa ?! aku bosan " Teriak Nabila penuh amarah .


Pria itu terkejut dengan perubahan sikap Nabila kepada dirinya.


Amarah Nabila kini sedang berkobar, terlihat dari mata yang memerah dan hembusan nafas yang sudah terdengar berat .


" Shutt..sayang " Aldrich menghampiri Nabila , lalu membawa dalam pelukan nya .


" Tenang kan dirimu , kasihan anak kita sayang " Aldrich mengelus lembut perut yang sudah membulat milik Nabila.


" Aku ingin ikut !! hikss..hikss.." Tangis Nabila pun pecah di dalam pelukan suaminya .


Aldrich memeluk erat tubuh Nabila , tangan nya mengusap punggung wanita itu perlahan dengan kecupan terus Aldrich berikan di kening Nabila .


" Oke-oke , kau boleh ikut ! cepatlah ganti pakai mu " Jelas Aldrich pelan dengan mengurai pelukan nya .


Tangisan Nabila pun terhenti , telapak tangan nya menyusut sisa air mata di pipi nya dengan bantuan jemari Aldrich .


" Jangan nangis lagi , nanti dedek bayi nya nangis juga " Bisik Aldrich sambil tersenyum .


Nabila pun mengangguk , bibir nya sudah mengukir senyum , kaki nya melangkah menuju lemari dan membawa satu dress berwarna cream.


Menit- demi menit berlalu ,Aldrich masih terlihat duduk di sofa kamar , menunggu Nabila selesai dengan urusan nya , beberapa kali Aldrich melihat jam yang melilit di pergelangan tangan yang sudah menunjukan pukul delapan pagi , sebenar nya ia sudah terlambat ! namun Aldrich tidak berani berbicara , pria itu takut Nabila kembali marah pada dirinya .


^^^๐Ÿ’Œ: Fer , aku datang terlambat hari ini , tolong hadiri meeting ku sekarang .^^^


Hanya cara ini yang di anggap tidak mempunyai efek samping ketimbang harus menyuruh istrinya bersiap lebih cepat.


" Mas , kita berangkat " Kata Nabila dengan senyum sumringah .


Aldrich menatap ke arah Nabila , meneliti istrinya dari ujung rambut hingga ujung kaki .


" Hah , ini yang aku tidak suka ! kau selalu berdandan terlalu cantik , aku tidak suka wajah cantik mu di lihat Feri dan karyawan ku yang lain"Jelas Aldrich.


" Aku biasa saja " Sahut Nabila yang juga melihat dirinya di cermin .


" Ah baiklah , tidak usah di bahas ! kita terlambat sayang " Aldrich pun membawa tangan Nabila dalam genggaman nya .


" Hati-hati " Kata Aldrich ketika mereka menuruni anak tangga .


Ketika Aldrich dan Nabila menuruni setiap anak tangga , Sinta yang tengah duduk di kursi meja makan bersama Bayu pun menoleh .


" Loh , kalian mau kemana ?" Tanya Sinta .


" Nabila mau ikut mih " Sahut Aldrich .


" Kenapa tidak di rumah saja istirahat ?" Kata Bayu .


Nabila tersenyum ke arah dua mertua nya yang sedang memakan sarapan masing-masing .


" Nabila bosen di rumah pih " Jawab Nabila .


" Aldrich sudah terlambat ,jadi Aldrich sama Nabila sarapan di kantor saja nanti " Pamit Aldrich pada kedua nya .


****


Satu setengah jam mobil Aldrich melaju membelah jalanan , akhir nya meraka sampai di parkiran gedung milik nya .


Nabila pun turun dari mobil perlahan , bersamaan dengan Aldrich yang juga sudah turun lalu memutari mobil untuk kembali bersama istrinya .


" Kenapa ?" Aldrich terlihat panik.


" Dia menendang "Cicit Nabila dengan wajah yang terlihat panik .


Aldrich tersenyum , lalu ikut mengusap perut Nabila lembut .


" Bukankah dia selalu menendang , tapi kenapa sekarang kamu terlihat kaget ?" Tanya Aldrich .


" Tadi tendangan nya sangat kencang , sampai aku mau pipis " Sahut Nabila .


Aldrich tertawa renyah hingga kepala nya mendonkak ke atas , lalu secara tiba-tiba pria itu memangku Nabila , sampai Nabila lansung mengalung kan tangan nya di bahu Aldrich karena takut terjatuh .


" Mas aku malu " Cicit Nabila , wajah nya ia sembunyikan di dada Aldrich ketika para karyawan memperhatikan mereka sambil tersenyum.


" Selamat pagi pak , buk " Sapa para karyawan bersamaan , namun hanya di jawab angguka oleh Aldrich .


Sstelah sampai di ruangan Aldrich , Nabila pun lansung bergegas ke arah pintu kamar mandi.


" Sayang jangan berlari , nanti kepeleset !" Jelas Aldrich sedikit berteriak ,namun Nabila menghirau kan nya , wanita itu langsung membanting pintu kamar mandi .


Beberapa detik Nabila berada di kamar mandi , ketika ia kembali , wanita itu lansung melihat ke arah suaminya yang sudah di sibukan setumpukan map berwarna coklat.


" Mas aku pinjam hand phone nya " Kata Nabila .


Aldrich pun lansung merogoh saku jas nya , lalu memberikan ponsel milik nya pada Nabila tampa banyak tanya .


Nabila lansung berjalan ke arah sofa , mendudukan dirinya perlahan dengan ponsel Aldrich di lengan nya .


โ€”Crek..


โ€”Crek..


โ€”Crek..


Suara kamera sedang memotret pun terdengan , hingga Aldrich memangling kan wajah nya dari setumpuk berkas kepada istrinya.


Aldrich tersenyum , melihat setiap pose Nabila yang lucu .


"Mas ! aku upload foto baby ke sosial media punya kamu yah ?!"Ujar Nabila .


" Baby ? " Tanya Aldrich tampa menoleh kepada nya .


" Iya , perut besar ku ini " Jelas Nabila sambil mengusap perut besar nya .


Netra Aldrich lansung menoleh ke arah Nabila , melihat istrinya sedang sibuk menatap layar ponsel .


Tidak peduli dengan kerjaan yang menumpuk , Aldrich meninggal kan nya lalu berjalan ke arah istrinya yang berada di sofa .


" Mana mas lihat " Sahut Aldrich yang sudah duduk si samping Nabila.


" Ishhh , mas kerja aja sana ! biar aku aja yang upload "Dengus Nabila kesal .


" Ini sebeb nya , mas tidak mau kamu ke kantor , mas gak bisa pokus kalo wanita cantik ada di sini " Jelas pria itu . " Mas chek sebentar , layak di lihat orang gak !" Jelas nya kembali .


" Emmmm , lebay deh " Gumam Nabila sambil memberikan ponsel nya.



" Oke lulus review " Aldrich tersenyum lalu memberikan ponsel nya kembali pada Nabila , lalu berjalan kembali ke arah kursi dan meja kesayangan nya .


" Mmmmm , aku kasih caption apa yah ....? ".


HALLO KID ๐Ÿ‘ถ


" Nah , tinggal update " Kata Nabila sambil tersenyum . " Selesai ".


TBC ๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€


...๐Ÿ€๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐ŸŒผ๐Ÿ€...


HAYOH !! LIKE , VOTE SAMA GIFH NYA MANA NIH ๐Ÿคญ๐Ÿคญ ?! .


JANGAN LUPA KOMEN JUGA YAH BIAR MAKIN SERU โ˜บ.