
Minggu ke minggu berjalan begitu cepat ,22 minggu usia janin yang berada dalam perut nya , kini perut Nabila semakin membesar dengan seiring nya usia kandungan yang terus bertambah.
Bahkan kini Nabila semakin lengket dan manja kepada Aldrich , tidak ada sikap ketus atau selalu menyuruh suaminya menjauh karena bau .
Seperti hari ini ,wanita hamil itu memaksa untuk ikut Aldrich ke kantor , dengan dalih dirinya merasa bosan di rumah .
" Tunggu saja di rumah , aku akan pulang cepat " Ujar Aldrich kepada Nabila yang sedang memasang kan dasi di kerah kemeja yang Aldrich kenakan .
Bibir Nabila pun cemberut , berkali-kali ia membujuk suaminya namun tidak membuah kan hasil .
Tangan kecil nya terus meliuk-liuk , hingga Nabila benar-benar kesal dan menarik dasi Aldrich hingga pria itu tersedak .
" Uhukk..uhukk...uhukkk.. " Aldrich lansung melepas kan tangan Nabila lalu melonggar kan dasi nya .
Mata Aldrich sudah bercaka-kaca dan memerah , lalu menatap Nabila dengan tatapan sayu penuh tanya .
" Sayang kau ini kenapa ?" Tanya Aldrich berusaha tidak terbawa emosi.
" Mas masih tanya kenapa ? aku ingin ikut ! kenapa kalian semua selalu melarang semua yang aku mau , dari masak sampai beresin kamar aku aja sekarang di pegang bi Marni , jadi aku harus apa ?! aku bosan " Teriak Nabila penuh amarah .
Pria itu terkejut dengan perubahan sikap Nabila kepada dirinya.
Amarah Nabila kini sedang berkobar, terlihat dari mata yang memerah dan hembusan nafas yang sudah terdengar berat .
" Shutt..sayang " Aldrich menghampiri Nabila , lalu membawa dalam pelukan nya .
" Tenang kan dirimu , kasihan anak kita sayang " Aldrich mengelus lembut perut yang sudah membulat milik Nabila.
" Aku ingin ikut !! hikss..hikss.." Tangis Nabila pun pecah di dalam pelukan suaminya .
Aldrich memeluk erat tubuh Nabila , tangan nya mengusap punggung wanita itu perlahan dengan kecupan terus Aldrich berikan di kening Nabila .
" Oke-oke , kau boleh ikut ! cepatlah ganti pakai mu " Jelas Aldrich pelan dengan mengurai pelukan nya .
Tangisan Nabila pun terhenti , telapak tangan nya menyusut sisa air mata di pipi nya dengan bantuan jemari Aldrich .
" Jangan nangis lagi , nanti dedek bayi nya nangis juga " Bisik Aldrich sambil tersenyum .
Nabila pun mengangguk , bibir nya sudah mengukir senyum , kaki nya melangkah menuju lemari dan membawa satu dress berwarna cream.
Menit- demi menit berlalu ,Aldrich masih terlihat duduk di sofa kamar , menunggu Nabila selesai dengan urusan nya , beberapa kali Aldrich melihat jam yang melilit di pergelangan tangan yang sudah menunjukan pukul delapan pagi , sebenar nya ia sudah terlambat ! namun Aldrich tidak berani berbicara , pria itu takut Nabila kembali marah pada dirinya .
^^^๐: Fer , aku datang terlambat hari ini , tolong hadiri meeting ku sekarang .^^^
Hanya cara ini yang di anggap tidak mempunyai efek samping ketimbang harus menyuruh istrinya bersiap lebih cepat.
" Mas , kita berangkat " Kata Nabila dengan senyum sumringah .
Aldrich menatap ke arah Nabila , meneliti istrinya dari ujung rambut hingga ujung kaki .
" Hah , ini yang aku tidak suka ! kau selalu berdandan terlalu cantik , aku tidak suka wajah cantik mu di lihat Feri dan karyawan ku yang lain"Jelas Aldrich.
" Aku biasa saja " Sahut Nabila yang juga melihat dirinya di cermin .
" Ah baiklah , tidak usah di bahas ! kita terlambat sayang " Aldrich pun membawa tangan Nabila dalam genggaman nya .
" Hati-hati " Kata Aldrich ketika mereka menuruni anak tangga .
Ketika Aldrich dan Nabila menuruni setiap anak tangga , Sinta yang tengah duduk di kursi meja makan bersama Bayu pun menoleh .
" Loh , kalian mau kemana ?" Tanya Sinta .
" Nabila mau ikut mih " Sahut Aldrich .
" Kenapa tidak di rumah saja istirahat ?" Kata Bayu .
Nabila tersenyum ke arah dua mertua nya yang sedang memakan sarapan masing-masing .
" Nabila bosen di rumah pih " Jawab Nabila .
" Aldrich sudah terlambat ,jadi Aldrich sama Nabila sarapan di kantor saja nanti " Pamit Aldrich pada kedua nya .
****
Satu setengah jam mobil Aldrich melaju membelah jalanan , akhir nya meraka sampai di parkiran gedung milik nya .
Nabila pun turun dari mobil perlahan , bersamaan dengan Aldrich yang juga sudah turun lalu memutari mobil untuk kembali bersama istrinya .
" Kenapa ?" Aldrich terlihat panik.
" Dia menendang "Cicit Nabila dengan wajah yang terlihat panik .
Aldrich tersenyum , lalu ikut mengusap perut Nabila lembut .
" Bukankah dia selalu menendang , tapi kenapa sekarang kamu terlihat kaget ?" Tanya Aldrich .
" Tadi tendangan nya sangat kencang , sampai aku mau pipis " Sahut Nabila .
Aldrich tertawa renyah hingga kepala nya mendonkak ke atas , lalu secara tiba-tiba pria itu memangku Nabila , sampai Nabila lansung mengalung kan tangan nya di bahu Aldrich karena takut terjatuh .
" Mas aku malu " Cicit Nabila , wajah nya ia sembunyikan di dada Aldrich ketika para karyawan memperhatikan mereka sambil tersenyum.
" Selamat pagi pak , buk " Sapa para karyawan bersamaan , namun hanya di jawab angguka oleh Aldrich .
Sstelah sampai di ruangan Aldrich , Nabila pun lansung bergegas ke arah pintu kamar mandi.
" Sayang jangan berlari , nanti kepeleset !" Jelas Aldrich sedikit berteriak ,namun Nabila menghirau kan nya , wanita itu langsung membanting pintu kamar mandi .
Beberapa detik Nabila berada di kamar mandi , ketika ia kembali , wanita itu lansung melihat ke arah suaminya yang sudah di sibukan setumpukan map berwarna coklat.
" Mas aku pinjam hand phone nya " Kata Nabila .
Aldrich pun lansung merogoh saku jas nya , lalu memberikan ponsel milik nya pada Nabila tampa banyak tanya .
Nabila lansung berjalan ke arah sofa , mendudukan dirinya perlahan dengan ponsel Aldrich di lengan nya .
โCrek..
โCrek..
โCrek..
Suara kamera sedang memotret pun terdengan , hingga Aldrich memangling kan wajah nya dari setumpuk berkas kepada istrinya.
Aldrich tersenyum , melihat setiap pose Nabila yang lucu .
"Mas ! aku upload foto baby ke sosial media punya kamu yah ?!"Ujar Nabila .
" Baby ? " Tanya Aldrich tampa menoleh kepada nya .
" Iya , perut besar ku ini " Jelas Nabila sambil mengusap perut besar nya .
Netra Aldrich lansung menoleh ke arah Nabila , melihat istrinya sedang sibuk menatap layar ponsel .
Tidak peduli dengan kerjaan yang menumpuk , Aldrich meninggal kan nya lalu berjalan ke arah istrinya yang berada di sofa .
" Mana mas lihat " Sahut Aldrich yang sudah duduk si samping Nabila.
" Ishhh , mas kerja aja sana ! biar aku aja yang upload "Dengus Nabila kesal .
" Ini sebeb nya , mas tidak mau kamu ke kantor , mas gak bisa pokus kalo wanita cantik ada di sini " Jelas pria itu . " Mas chek sebentar , layak di lihat orang gak !" Jelas nya kembali .
" Emmmm , lebay deh " Gumam Nabila sambil memberikan ponsel nya.
" Oke lulus review " Aldrich tersenyum lalu memberikan ponsel nya kembali pada Nabila , lalu berjalan kembali ke arah kursi dan meja kesayangan nya .
" Mmmmm , aku kasih caption apa yah ....? ".
HALLO KID ๐ถ
" Nah , tinggal update " Kata Nabila sambil tersenyum . " Selesai ".
TBC ๐๐๐๐๐
...๐๐ผ๐ผ๐ผ๐ผ๐...
HAYOH !! LIKE , VOTE SAMA GIFH NYA MANA NIH ๐คญ๐คญ ?! .
JANGAN LUPA KOMEN JUGA YAH BIAR MAKIN SERU โบ.