STORY AFTER MARRIED

STORY AFTER MARRIED
Eps 24



...๐Ÿ‚flastback๐Ÿ‚...


" Guys...guys , hari ini gw lagi seneng nih , kalian boleh pesen apa aja gw bayarin" Kata Sarah kepada temen-teman nya.


" Yuhu asik nih Sarah teraktir kita " Riuh suara pun bergemuruh.


" Pesen aja pesen , tenang bentar lagi gw bakalan dapetin atm berjalan" Ujar Sarah dengan raut wajah yang terlihat berseri-seri.


Semua teman Sarah pun memanfaat kan apa yang di tawar kan oleh wanita tersebut , ke adaan kembali hening ketika semua nya sibuk memesan sesuatu yang mereka ingin kan .


Beberapa saat mereka menunggu pesanan , terlihatlah tiga orang memasuki cafe yang sama dengan Sarah , mereka duduk tepat di samping meja yang di pesan Sarah dan teman-teman nya.


Namun ketika salah seorang memasuki cafe , terdengar seseorang memanggil Nabila .


Repleks Sarah pun melihat ke arah di mana seorang lelaki melambai kan tangan nya .


Mata nya melihat seorang gadis cantik , dengan setelah lemeja dan rok jeans pendek , Sarah akui memang Nabila memiliki pesona yang berbeda , gadis kampung tapi terlihat sangat cantik dengan apa yang ia kenakan .


Sarah pun mengangkat ponsel nya ketika Nabila sedang di sambut riang oleh para sahabat nya itu .


Kesempatan emas pun datang menghampiri Sarah , dimana ia tepat memijat tombol kamera kala Nabila sedang mencium pipi kiri dan kanan Rio.


" Uhhh ..seperti nya kamu mendukung aku bersama Aldrich anak kecil" Bisik nya dengan tatapan penuh ejekan.


" Eh lo ngapain sih , ga di makan tuh pesanan lo ? malah sibuk liatin cowok " Kata salah satu Teman Sarah.


" Oh engga , kebetulan aja gw lagi liat ke arah situ " Elak Sarah lalu meletakan ponsel nya kembali.


Dengan jarak tempat duduk yang saling berdekatan , sangat bisa di pastikan bahwa Sarah mendengar setiap apa yang mereka ceritakan .


Bahkan ia terlihat menyeringai ketika mendengar teman-teman Nabila menanyakan soal kehamilan Nabila.


" Bocah .... bocah , gw gak yakin lo pulang baik-baik aja " Lirih nya sambil mengirim kan hasil jempretan nya tadi.


" Seneng-seneng aja dulu , puas-puasin , ntar pulang lo bakal di usir atau bahkan di buang begitu aja " Gumam Sarah terus menerus memikir kan apa yang akan terjadi setelah ini .


Raut wajah bahagia nya sangat terlihat jelas , hingga membuat semua teman Sarah pun melihat nya dengan tatapan aneh.


" Sar lo kenapa sih ? serem gw, liat lo senyam-senyum mulu ".


" Setres ya lu ?" Kata teman-teman sarah kembali.


" Kan gw udah bilang , gw lagi seneng " Jelas Sarah sambil terus mengukir senyum di bibir nya.


Drtt..drt..drt..


Ponsel Sarah pun bergetar tanda salah satu pesan masuk.


-Apa maksud mu ?


Begitulah balasan dari foto yang Sarah kirim kan kepada Aldrich.


-Apa kau membiar kan istri mu pergi bersama laki-laki lain sendiri Al?


-Dia pergi bersama teman-teman wanita nya .


- Oh ya ? bahkan mereka hanya berdua Al ๐Ÿ˜


Setelah tidak mendapat kan pesan balasan kembali , Sarah pun beranjak dari duduk nya .


" Kemana lo ?" Tanya salah Satu teman Sarah.


" Gw pergi dulu yah ,tenang aja gw udah bayar " Jelas Sarah lalu pergi meninggal kan teman-teman nya yang masih asik mengobrol.


Sementara itu di lain tempat , seorang pria terlihat sedang gusar . Beberapa kali ia mengusap wajah nya secara kasar.


" Kenapa gak aktif " Beberapa kali Aldrich menghubungi Nabila,namun nihil , hanya suara oprator yang terdengar memberitahukan bahwa ponsel Nabila sedang tidak Aktif.


-Ttaakkk..


Aldrich melempar ponsel milik nya secara kasar ke arah meja


Beberapa kali ia terlihat meremas rambut nya secara kasar .


" Al kenapa ?" Tanya Feri.


" Fer ? kerjaan gw serahin sama lo , gw pulang dulu " Jelas Aldrich dengan tangan yang menyambar cepat jass dan ponsel nya , lalu pergi begitu saja meninggal kan Feri yang tengah berdiri di depan meja nya.


Dengan kemeja putih yang sudah di gulung sampai siku , dua kancing ia lepaskan , Aldrich pun sedikit berlari keluar dari gedung perusahaan nya.


Akal sehat nya sudah tidak bisa di kendali kan lagi, bahkan Aldrich terlihat mengemudikan mobil nya sangat kencang ,ketika melaju meninggal kan parkiran.


" AAAAHH" Aldrich memukul setir cukup kencang.


Pikiran Aldrich benar-benar sangat kacau , ia hanya membayangkan apa yang sedang istri nya lakukan sekarang , di tambah ke adaan ponsel Nabila yang mati membuat Aldrich tidak bisa berfikir jernih saat ini.


โ€“Brakk..


Aldrich membuka pintu apartemen begitu kencang nya.


Terlihat suasana yang temaram , ke adaan apartemen nya sunyi , gorden nya pun belum menutup kaca besar yang memperlihat kan pemandangan kota dari ke tinggian.


" Nabila kau benar-benar membuat ku kacau !!".


Aldrich pun berjalan ke arah dapur , ia membawa satu botol red wine dan gelas di tangan nya.


Dengan keadaan yang tidak baik-baik saja , Aldrich duduk di sofa ruang tengah dengan ke adaan gelap , pria itu pun mulai mengisi gelas nya dengan minuman yang bisa menghangat kan tubuh nya.


Cukup lama ia terdiam menunggu ke datangan Nabila , namun sampai pukul delapan pun Nabila tak kunjung pulang , hingga ia memutus kan menanyakan keberadaan Nabila pada Sarah.


โ€Cafe mana yang kau kunjungi tadi ?


Tanya Aldrich , pesan pun terlihat terkirim dengan dua tanda centang berwarna hijau.


โ€Di cafe monocrom , jln Brawijaya kenapa ? apa dia belum pulang .Mungkin dia mampir dulu ke salah satu hotel Al ๐Ÿฅฐ.


Aldrich pun langsung menyambar kunci mobil dan meninggal kan ponsel nya begitu saja .


Tidak ada mandi atau pun hanya sekedang mengganti pakaian , Aldrich pun langsung menuju alamat yang Sarah berikan padanya.


Lima belas menit Aldrich menyusuri jalanan dengan kecepan tinggi , hingga ia menemukan Nabila tengah terduduk di halte dengan deras nya hujan .


Rasa kesal nya kembali terasa , ketika melihat Nabila memakai rok mini hingga dengan bebas nya para lelaki melihat bagian tubuh indah milik istri nya itu.


" Mas " Nabila pun terlihat cemas kala melihat Aldrich .


" MASUK!!" Titah nya dengan penuh amarah.


...๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ๐Ÿ...


TBC๐Ÿƒ๐Ÿƒ


Jangan lupa like,vote dan komen ๐Ÿ˜


Enak nya si Sarah di apain yah ??๐Ÿค”